
"mas Zaf diem dulu dong, jangan godain anaknya terus" ucap Nasha sambil menjauhkan dirinya pada Zafran, Zafran hanya tertawa kekeh melihat adegan pagi ini.
"umi abah nakal, abah mau ambil umi dari Alif" celoteh Alif dipagi hari yang membuat Zafran gemash dan mencubit tangan Alif dengan bibirnya.
"aduh aduh geli bah geli" ucap Alif yang perutnya sudah dikelitikin Zafran.
"pemandangan seperti ini yang dari dulu aku mau mz" batin Nasha sambil melihat adegan ayah dan anak didepannya.
"sudah lah yuk, kita sholat subuh dulu, Alif pengen kan sholat berjama'ah dengan Abah" tanya Nasha yang mendapat anggukan kepala Alif.
"yasudah kita wudhu ya" dengan telaten Nasha membawa Alif kekamar mandi untuk berwudhu lalu membantu Zafran untuk berwudhu. setelah selesai semua mereka bertiga sholat berjama'ah dengan Zafran menjadi Imam yang duduk saat melaksanakan Sholatnya.
"abah, kok abah sholatnya duduk bah, kenapa gak berdiri" ucap Alif yang daya ingin tahunya tinggi.
"sayang, Sholat itu dilaksanakan dengan berdiri, tapi kalau tidak mampu berdiri seperti abah ini boleh dilaksanakan dengan duduk, terus kalau tidak mampu duduk dia boleh dengan posisi berbaring, Allah maha baik, selalu memberi kemudahan untuk hambanya beribadah" Alif mengangguk paham.
"Alif doain abah ya, supaya kaki abah cepat sembuh terus bisa lagi Sholat dengan berdiri seperti Alif" ucap Nasha sambil mengusap kepala Alif.
"iya Umi Alif pasti doain abah biar cepet sembuh, Allah itu kan maha baik umi selalu ngabulin doa Alif, kemaren Alif doa pengen ketemu abah, Allah kabulin mi, Alif ketemu abah. sekarang Alif mau doa supaya Allah nyembuhin abah, Alif ingin ajak abah main bola seperti om Lonaldo" Zafran dan Nasha tertawa kekeh.
"kamu tau dari mana om Lonaldo" tanya Zafran.
"dari om Rizal bah, kata om Rizal Nanti kalau Alif besar Alif harus main bola seperti om Lonaldo biar keren dan banyak fansnya bah" ucap Alif dengan lancar.
"dasar Rizal, awas kau ya ngajarin anaku yang gak bener, saya bikin anakmu nanti jadi pelawak seperti Sule" timpal Zafran yang sedikit kesal dengan Rizal. Nasha yang melihatnya hanya tertawa.
ada rasa bahagia dan bangga didiri Zafran untuk Nasha, Nasha berhasil mendidik Alif menjadi anak yang solih, gak mudah rewel, pandai dan tentunya nurut dengan orangtua serta takut sama Allah.
Seusainya adegan pagi dikamar kini Nasha, Zafran, Alif, Abah Labib, Ibu Aminah Afra juga Arumi berkumpul dimeja makan untuk sarapan. dengan makanan dari hasil masakan Nasha. selama sarapan hanya ada suara sendok dan garpu.
__ADS_1
"Fran, sepertinya kita perlu menggelar tasyakuran atas kehadiranmu kembali kerumah" ucap abah Labib setelah selesai makan. semua orang yang dimeja makan diam mendengar abah Labib berbicara.
"Zafran ngikut saja bah" jawab Zafran.
"Nasha setuju bah, Alhamdulillah kebetulan bulan ini juga bulan kelahiran mz Zaf dan butik mengalami peningkatan yang pesat hingga penghasilannya sangat banyak, Nasha ingin berbagi dengan anak anak yatim piatu" tutur Nasha dengan senyum bahagia. sudah ada rencana memang untuk Nasha mengadakan santunan anak yatim piatu atas Rizki yang diperolehnya selama ini.
"Alhamdulillah" ucap semua orang bersamaan.
"oiya besok kan tahun baru Hijriyah ya bah, bagaimana kalau acara Tasyakurannya kita adakan di 10 Muharam" usul Afra.
"yah boleh, abah setuju itu" jawab Abah Labib.
"Zaf, kamu juga harus berterimkasih kepada para santri karena mereka semua setiap hari ikut mendoakan kamu, tidak hanya para santrinya abah tapi juga santrinya mertua Afra karena disana juga menggelar doa bersama untukmu" tutur abah Labib dan mendapat respon anggukan dari Zafran. Zafran merasa sangat bahagia karena sosoknya ternyata banyak yang menyayangi, dengan memberikan do'a itu sudah cukup sebagai wujud kasih sayang untuknya bagi Zafran.
"jangan lupa mbk, pk Fahmi sama dokter cantik itu diundang ya, biar bagaimana pun kita harus berterimakasih banyak kepada mereka dan jangan melupakan jasa mereka karena sudah menolong mz Zafr" imbuh Afra yang mengingat kebaikan Fahmi dan Aisyah pada Zafran selama ini.
"iya, tentu kalau itu Fra, wajib kita undang mereka" jawab Nasha yang juga merasa berhutang budi pada Fahmi dan Aisyah.
"main" ucap Zafran Alif mengangguk.
"ayuk, Arumi juga ayok main sama abah Zaf" ajak Zafran dengan Arumi.
"horeee main sama abah Zaf" ucap Alif dan Arumi bersamaan. kedua bocah itu sekalu akur, sikap manja Arumi selalu bisa diatasi Alif yang sikapnya sudah dewasa untuk ukuran anak anak seusianya, Nasha selalu mengajarkan Alif untuk menyayangi dan mengalah dengan Arumi.
"Alhamdulillah terimakasih ya Allah engkau telah menjawab do'a do'a hamba. engaku kumpulkan kembali keluarga kecil hamba, engkau hadirkan kembali suami hamba pada kami" batin Nasha yang saat ini sangat bersyukur dan bahagia dengan apa yang terjadi saat ini pada dirinya. dia seolah lupa dengan apa yang terjadi dengan dirinya selama tiga tahun ini.
"sini umi bantu antar abah keruang tengah ya, kalian main disana saja" ucap Nasha yang mendorong kursi roda Zafran menuju ruang tengah.
"mz aku udah daftarin mz ke dokter syaraf, nanti sore kita periksa ya" ajak Nasha yang semangat untuk pengobatan Zafran.
__ADS_1
"iya sayang, kamu temenin maz kan" jawab Zafran dengan manja.
"iya, Nasha temenin, Nasha gak akan biarin mz Zaf sendiri, nanti nunggalin Nasha lagi, gak mau Nasha" jawab Nasha dengan manja.
"gak akan sayang" ucap Zafran sambil mengusap punggung tangan Nasha.
"anak anak main disini sama abah ya" Nasha berbicara pada dua bocil menggemaskan Alif dan Arumi.
"iya umi" jawab kedua bocil.
"mz, Nasha keatas dulu ya, mau nelphon Silvi, Nasha mau fokus urus mz dulu. untuk butik Nasha percayakan pasa Silvi dulu" Pamit Nasha pada Zafran lalu beranjak kekamarnya.
"iya sayang" jawab Zafran. Nasha langsung kekamar untuk mengambil Hendphonnya dan menghubungi Silvi, asisten sekaligus sekretaris pribadinya.
"Assalamualaikum" Nasha.
"Waalaikumussalam bu" Silvi.
"Sil, tolong butik kamu hendel ya, saya mau fokus ngurus suami saya dulu, kalau ada berkas yang harus saya tanda tangani tolong antar kerumah". Nasha.
"baik bu, siap laksanakan" Silvi.
"oiya jangan lupa 10 Muharam datang kerumah ya, kita mau mengadakan tasyakuran atas kembalinya mas zaf" Nasha.
"Insya Allah bu, Silvi akan datang" Silvi.
"yasudah ya Sil, Assalamualaikum" Nasha.
kini Nasha benar benar bahagia. lengkap sudah kebahagiannya saat ini tak henti hentinya dia menguacap syukur dan Nashs berniat akan memberikan ucapan terimakasih yang lebih pada Aisyah dan Fahmi.
__ADS_1
lur jangan lupa like komen vote dan favoritnya ya kalau kalian suka dengan cerita ini heheheh