Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
31. Amarah Zafran


__ADS_3

Keesokan harinya Nasha, Ghina, dan Mahira pergi ke rumah sakit berangkat bersama Zafran dengan membawa kamera dan boneka cropi kesukaan Mahira


"Assalamualaikum" ucap Afra yang membawa boneka cropi berukuran besar dan diikuti oleh Nasha dan Ghina, sedangkan Zafran berada di ruangan kerjanya


"Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarrakatu" ucap Mahira dan mama nya


"pagi tante" sapa Nasha yang menyalami mama Mahira


"pagi sayang, kalian jam segini sudah sampai sini" ucap Mama Mahira


"iya tan, kami ingin nemenin sahabat kami yang cantik ini" ucap Ghina sambil memeluk Mahira


ceklek


"loh kalian sudah ada disini" ucap papa Mahira yang baru saja masuk


"sudah om" jawab Nasha


"sudah pada sarapan belum, kebetulan ini om beli makanan banyak buat sarapan" ucap papa Mahira sambil menunjukan bungkusan plastik


"kami sudah sarapan om, tadi pas menuju rumah sakit kami berhenti di rumah makan jogja deket pondok om" jawab Nasha ramah


"tante sama om silahkan makan dulu, biarkan kami yang jaga Mahira"


"baiklah, oiya kalian lama kan disini, kalau lama tante mau nitip Mahira dulu, om sama tante mau pulang ambil pakaian ganti"


"iya tan, kami lama disini, tante sama om gk papa kalau mau pulang duluan, biar kami yang jagain Mahira"


"yasudah pa, kalau gitu kita makan dirumah saja ya" ajak mama Mahira dan diangguki oleh papa Mahira


"tante sama om pamit dulu ya sayang, nitip Mahira ya,"


"siap tan" jawab Ghina sambil memberi tanda hormat pada tangannya


setelah kepergian orangtua Mahira, kini mereka berempat tengah asyik ngobrol dan mendandani Mahira yang nampak pucat dan lesu


"eh gimana kalau kita dandan dandanan, aku bawa make up ni" ucap Afra


"boleh boleh ning, nanti aku foto ya" ucap Nasha sambil menunjukan kamera yang dipinjamnya dari Zafran


"mau siapa dulu nih" ucap Afra


"aku ning" ucap Ghina


mahira yang melihat tingkah sahabat sahabatnya merasa bahagia dan ikut tertawa lepas meskipun badanya lemas.


"wah, ternyata aku cantik juga ya kalau dandan, kamu pinter ngedandanin Sha" ucap Ghina sambil ngeca dan memegangi pipinya


"darah mama sang MUA kondang pada zamannya ngalir ke aku Ghin ha ha ha"


dan kini mereka semua tengah asyik ber dandan dandanan dan kompak memakai jilbab dengan warna yang sama lalu merena berfoto bersama dengan camera yang ditarok di meja.


Mahira pun yang tadinya pucat kini terlihat lebih fresh dan cantik dengan Make up natural yang dipoleskan oleh Nasha


setelah cukup lama berfoto akhirnya mereka menyudahi acara perfotoan dan melihat hasil foto

__ADS_1


"kita cantik banget ya kalau dandan" ucap Ghina


"aku gak lagi terlihat pucat" tutur Mahira


"iya ini berkat make up penolong" ucap Afra dan dijawab tertawaan oleh sahabat sahabatnya


"Ra, kamu semangat ya biar cept sembuh biar kita kumpul lagi di asrama, kangen tau sama cerewet kamu" kata Nasha sambil memeluk Mahira


"iya, aku juga ingin segera sembuh dan mondok lagi"


setelah itu mereka ngobrol santai, dan di situ tiba tiba Mahira merasa kepalanya pusing dan diapun langsung memegangi kepalanya


"Ra kamu kenapa Ra"


"au au Astaghfirullah, sakit, sakit, mama tolong ma hik hik" ucap Mahira kesakitan sambil memegang kepalanya


"Sha panggil dokter Sha" ucap Afra


dan tak lama dokter pun datang memeriksa Mahira, setelah Mahira tenang dokterpun keluar


"Maaf, kedua orangtua pasien dimana"


"lagi pulang dok" jawab Nasha


"bisakah salah satu diantara kalian ikut saya keluar sebentar, ada yang ingin saya bicarakan


"kamu saja Sha" kata Afra sambil memegang tangan Nasha


dan Nasha pun mengangguk dan mengikuti dokter keluar


"begini mbk, keadaan pasien semakin memburuk dan hanya keajabain dari Allah yang mampu menolongnya" tutur dokter dan seketika membuat Nasha menenteskan air mata, Nasha pun langsung duduk di tempat menunggu depan ruangan


"saya hanya manusia biasa yang berusaha semampu saya, untuk kesembuhan Mahira kita serahkan pada Allah, karena penyakitnya sudah sangat parah, keadaanya pun semakin memburuk" tutur dokter dan pamit meninggalkan Nasha


"hik hik hik sembuhkan Mahira ya Allah" batin Nasha sambil memeluk dirinya sendiri dan dia


dan tiba - tiba ada seseorang yang datang duduk disamping Nasha dengan menyodorkan Tishu, dengan melihat wajah sang pemberi Tishu Nasha pun hanya menyatukan kedua telapak tangannya tanda menolak, dan memilih mengusap air matanya dengan jilbab yang dia pakai


"Sha, boleh aku duduk disini" ucap Alvin sambil nunjuk arah samping Nasha. dan hanya dijawab anggukan oleh Nasha


"kamu kenapa nangis, siapa yang sakit Sha" tanya Alvin


"temen"


dan tiba tiba Alvin merangkul pundak Nasha ketika Nasha akan berdiri dan hal itu membuat Nasha terjatuh di tubuh Alvin, seketika Nasha pun kaget dan melepaskan tangan Alvin lalu Nasha pun berdiri kembali, dan disaat itu Zafran melihatnya, Zafran pun langsung menghampiri Nasha


"Nasha, apa apaan ini" ucap Zafran marah sambil mengepalkan kedua tangannya


"mas, mas Zafran salah paham mas, ini tidak seperti yang mas kira" ucap Nasha yang langsung berjalan menghampiri Zafran


"Alvin, saya peringatkan ke kamu jangan pernah mendekati Nasha, karena dia sudah bersuami"


Zafran pun langsung pergi meninggalkan Nasha, Nasha yang merasakan Zafran sedang mode ngambek, langsung mengikuti arah kepergian Zafran yang berjalan menuju ruangannya


ceklek

__ADS_1


Zafran masuk ruangannya dan duduk di sofa, Nasha pun langsung ikut duduk disamping Zafran


"mas, maafin Nasha, mas Zafran salah paham" Zafran hanya diam dengan eksresi marah


"Nasha mohon mas jangan marah hik hik hik" ucap Nasha sambil nangis


"apa kamu tau Sha, perbuatan kamu tadi sudah keterlaluan" ucap Zafran sambil berdiri


"apa maksud kamu berpelukan dengan laki laki lain, aku saja suamimu, selalu meminta izin jika ingin memelukmu, tapi kamu. kamu seorang istri seorang perempuan kenapa tidak bisa menjaga harga diri kamu sendiri dan malah berpelukan dengan laki laki lain di tempat umum"


deg. hati Nasha terasa kesamber petir mendengar ucapan Zafran yang mengatakan dirinya tak mampu menjaga harga dirinya,


"Mas, demi Allah da Rasulullah, aku tidak pernah berniat melakukan perbuatan keji itu, semua itu salah paham" kini Nasha pindah duduk di lantai.


"Sha Sha jangan duduk dibawah" ucap Zafran sambil mengangkat tubuh Nasha


"izinkan Nasha menjelaskannya mas, Nasha tidak ingin dianggap perempuan dan seorang istri yang tidak bisa menjaga harga diri"


"yasudah kamu jelaskan"


"tadi dokter ngajak bicara Nasha mengenai penyakit Mahira, dan Nasha kaget, kasian dengan Mahira, Nasha pun gak kuat nahan tangis, akhirnya Nasha duduk dan disaat itu tiba tiba Alvin datang, tadi Nasha mau pergi karena gak nyaman berduan dengan Alvin, tpi Alvin malah merangkul pundak Nasha dan Nasha terjatuh di tubuh Alvin" ucap Nasha sambil memandangi wajah tampan Zafran


"terus kenapa ini wajah kamu berdandan seperti ini" ucap Zafran sambil nunjuk wajah Nasha


"tadi Nasha dan teman - teman Nasha ingin menghibur Mahira dengan berdandan agar Mahira bisa percaya diri lagi dan semangat untuk sembuh"


"bener seperti itu Sha" ucap Zafran dan dibalas anggukan oleh Nasha


"Astaghfirullah maafin Mas ya sudah salah paham dan marah sama Nasha, mas gak mau Nasha terjerumus dalam dosa karena sudah melakukan hal yang seharusnya tidak Nasha lakukan" ucap Zafran sambil memeluk Nasha , Nasha pun hanya mengangguk dan masih menangis dalam pelukan Zafran


"sudah jangan Nangis ya"


Nasha masih merasakan perih dengan kata kata Zafran yang mengatakan dirinya namun dia pandai mentupi sakit hatinya.


"mas"


"iya"


"mas cemburu ya"


"hemmm, jangan ditanya kalau itu Sha" jawab Zafran sambil mempererat pelukannya. Nasha pun hanya tersenyum dan membalas pelukan Zafran


"Sha, tadi dokter bilang apa tentang penyakit Mahira, kok sampai membuat kamu menangis"


"kata dokter keadaan Mahira semakin memburuk dan hanya keajabain dari Allah yang mampu menolongnya Mas"


"kita sama - sama berdo'a dan yakin ya, kalau Mahira pasti sembuh, dan kalian sahabat sahabatnya harus selelu menyemangati Mahira, agar dia semangat untuk melawan penyakitnya"


"iya mas" jawab Nasha sambil melepas pelukan Zafran


"kenapa dilepas"


"Nasha kembali ke ruangan Mahira ya maz"


dijawab anggukan oleh Zafran disertai senyuman dan ciuman dikening Nasha

__ADS_1


Happy Reading semua, jangan lupa tinggalkan jejak ya 😉😉


__ADS_2