Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
47. Ziarah Wali Songo


__ADS_3

setelah turun dari panggung Rania langsung menghampiri Nasha


"Mb Nasha" ucap Rania senang dan memeluk Nasha


"kenapa dek" tanya Nasha


"aku merinding denger suara mbk Nasha ngaji tadi" jawab Rania dengan bangga dan dibalas senyuman oleh Nasha.


"aku pengen deh bisa ngaji seperti mbk" ucap jujur Rania


"nanti kamu belajar dengan giat ya" jawab tulus dari Nasha.


acara demi acara Haflah sudah selesai. kini semua santri mulai kembali ke asrama masing - masing, sebelum masuk asrama mereka mengambil nasi kotak yang dibagikan pengurus didepan kantor pengurus putri.


ketika sedang berjalan tiba - tiba ada santri yang berlari dari belakang dan menabrak Rania dari belakang.


brukh


"akhhhh siapa si lari lari, udah tau tempatnya rame, dikirain lapangan sepak bola apa ya lari lari" ucap Rania dengan sebal


"ma'af mb ma'af gak sengaja" jawab Ibel santri putri yang masih duduk dikelas 5 SD, anaknya aktif gak bisa diem, gak heran kalau dia suka lari lari


"gak usah lari lari si dek, jadi nabrak kan" jawab Rania makin kesal, dan Ibel langsung diam lalu nunduk


"kenapa nunduk,, mau nangis iya" ucap Rania yang makim kesal


"wuahahahahah 😭😭😭😭😭" ibel pun menangis karena dibentak Rania


"Rania ada apa si ribut - ribut, kenapa Ibel nangis" tanya Nasha yang tiba - tiba datang menghampiri


"anak ini lari lari mb, nabrak aku sampai ndusur" jawab Rania dengan kesal


"yaudah si gk usah pakek ngegas, Ibel kan masih kecil, anaknya memang aktif, kamu yang lebih dewasa seharusnya bisa mengerti dong Ran" ucap Nasha dengan halus namun tegas


"anak manja kayak gini apa ya bisa ngertiin orang lain Sha Sha" ucap Ghina yang tiba tiba datang


"bisanya juga marah - marah dan nyalahin oranf" imbuh Mahira


"mb Ghina sama Mb Mahira ini ya" jawab Rania kesal dengan mengepalkan tangannya


"sudah sudah gk usah saling nyalahin saling intropeksi diri aja" jawab Nasha dan langsung menggandeng Ibel pergi

__ADS_1


"Ibel, Ibel anak baik anak cantik udah jangan nangis yah" ucap Nasha sambil mengusap kepala Ibel..


.


.


.


.


Keesokan harinya semua santri sudah siap untuk melaksanakan perjalanan Ziarah wali songo, rombongan Ziarah terdapat 9 mobil bus, 4 bus santri putri 4 bus santri putra dan 1 bus untuk keluarga pk kyai Abah Labib.


"mbk Nasha kita wisatanya ke makam makam ya mbk" tanya Rania yang berdiri disamping Nasha


"iya Ran" jawab Nash


"Wisata kok ke makam mb. kenapa gak ke tempat tempat rekreasi seperti kebun binatang, waterpark atau semacamnya gitulah mb, emang dimakam ada tempat rekreasinya ya mb" tanya Rania dengan polos


"Wisata Religi itu berwisata ke tempat-tempat yang memiliki sisi Religi, tempat ibadah atau kawasan makam untuk ziarah tokoh masyarakat, seperti makamnya ulama, atau wali songo contohnya". jawab Nasha


"terus walisongo itu siapa mbk" tanya Rania


" Wali Songo merupakan penyebar agama islam pertama kali di tanah Jawa. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.


di percaya" atau "orang yang ditugaskan" sedangkan kata Sanga dalam dalam bahasa Jawa berarti sembilan, jadi wali songo itu orang orang yang dipercaya atau ditugaskan menyebarkan agama islam di pulau Jawa yang jumlahnya ada sembilan" tutur Nasha dengan jelas dan jawab anggukan oleh Rania


"yausah mb masuk bis mb dulu ya" jawab Nasha dan pergi menuju mobil keluarga abah Labib


"mb Nasha mau kemana Rania ikut" ucap Rajia dan langsung berlari menghanpiri Nasha.


"mb mau masuk bus, kamu masuk bus kamu sana" ucap Nasha


"aku mau sama mb Nasha aja. dibus ku ada mb Mahira dan mb Ghina aku gk mau" ucap Rania sambil cemberut


"Rania gak usah ngelanggar peraturan ya atau kamu mau ditinggal bus" ucap Nasha dan Rania dengan kesal langsung masuk busnya.


ketika sudah sampai ditempat duduknya Rania noleh kejendela luar


"itukan laki laki yang pas waktu malam itu. ya Allah ganteng banget si, senyumnya itu lo bikin meleleh" batin Rania dengan fokus memandangi wajah tanmpan laki laki itu tanpa kedip.


"dia satu bus sama mb Nasha, kok bisa satu bus dengan santri putri si" batin Rania dengan penuh tanda tanya

__ADS_1


"ah bodo amat lah, nanti pas sampai tempat aku mau kepoin ke mb Nasha deh" batin Ranua dengan senyuk senyum


"Rania, kamu ini sepertinya hobi ya, senyam senyum sendiri" ucap Mahira mengagetkan Rania..


"Astaghfirullah hal adzim, mak lampir lagi" batin Rania kesal dan tidak menghiraukan pernyataan Mahira dan melanjutkan memandangi jendel bus.


"lah mana cowo tadi. kok ilang sih" batin Rania


"reseh gara gara mak lampir ilang kan pangeran gue" batin Rania dengan kesal.


"informasi kepada seluruh santri untuk memperhatikan teman sekitar dan barang bawaan masing - masing, dengan mengucap Bismillah bis akan segera berangkat" ucap salah satu santri pengurus yang ada di depan


Ziarah dimulai dari makam Ki Ageng Gribiq dan sholat dzuhur di masjid Ki Ageng Gribig.


ini foto makam Ki Ageng Gribiq


Komplek makam Ki Ageng Gribig terletak di jalan Ki Ageng Gribig gang II, kelurahan Madyopuro, kecamatan Kedungkandang, kota Malang.



dan ini foto masjid Ki Ageng Gribig



Ki Ageng Gribig, merupakan seorang tokoh penyebar Islam yang namanya tersohor tahun 1600-an. Nama Ki Ageng Gribig, juga disebut sebagai salah satu sosok yang berperan mendirikan kota Malang.


Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang Ki Ageng Gribig sebagai pendiri kota Malang. Konon, Ki Ageng Gribig merupakan sosok yang memiliki hobi berkelana ke tempat-tempat jauh. Tujuannya, ia ingin memperkuat iman sambil menimba ilmu.


Hingga suatu hari, Ki Ageng Gribig menemukan sebuah tempat di tengah hutan lebat. Merasa cocok dengan tempat tersebut, Ki Ageng Gribig kemudian membabat hutan tersebut dan menjadikannya sebagai pemukiman. Tempat itulah yang menjadi cikal-bakal berdirinya sebuah daerah yang kini dikenal dengan nama Malang.


selanjutnya mereka menuju makam yang kedua yaitu makan KH Hasyim As'Ari dan KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan Gusdur yang terletak di Jombang Jawa Timur.


semua santri keluar dari bis dan berkumpul menunggu abah Labib keluar dari bis dan mengikutinya dari belakang.


Rania dengan hati berdebar bahagia menunggu pangerannya turun dari bis yang ditumpangi juga oleh Abah Labib...


"pangeranku, akhirnya turun juga" batin Rania girang dengan terus memandanginya.


jarak antara parkiran dengan makam sangat jauh. untuk kemakam mereka melewati Museum Islam Nasional Hasyim Asyari atau yang disebut Museum Islam Nusantara. lalu melewati pasar atau tempat orang jualan oleh oleh khas jombang.


setelah selesai Ziarah mereka para santri banyak yang mampir ke toko toko oleh oleh dekat area makam untuk mencari oleh oleh,

__ADS_1


Bersambung . . . .


__ADS_2