Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
59. Maz tolong maz


__ADS_3

saat ini abah Labib dan Afra sudah berada dirumah. dan keadaan ibu Aminah sudah membaik


"Assalamualaikum Ibu" ucap Afra dan Abah Labib ketika masuk rumah dan masih menyembunyikan berita penculikan Nasha pada Ibu Aminah


."WAALAIKUMUSSALAM , loh ndok kamu disini, mana Imron" tanya Bu Aminah yang merasa senang juga kaget atas kedatangan Afra tanpa suaminya..


"Mas Imron lagi pergi buk ada keperluan, tadi habis tausiyah dihotel XY, nanti nyusul kesini" ucap Afra apa adanya tidak bohong namun tidak terang terangan menyampaikan kemana perginya Imron


"terus abah dari mana, kok bisa bareng Afra". tanya Ibu Aminah dengan ekspresi bingung penuh tanda tanya


"abah dari njemput Afra buk" Abah Hasan dan Afra memang sengaja memilih belum cerita kalau Nasha diculik. karena keadan bu Aminah belum sepenuhnya fit


"jemput dihotel XY bah" tanya ibuk dengan penasaran, abah Labib mengangguk dan pamit untuk ke kamaar mandi.


"ibu sehat bu" tanya Afra yang duduk disamping bu Aminah dan merangkul pundak bu Aminah


"ibu sehat ndok, tadi ibu hanya kaget, karena Viola muncul lagi dihidup kita, ibu hawatir dia nekat lagi" jawab bu Aminah dengan nada sedih dan hawatir


"Insya Allah tidak akan terjadi apa apa lagi bu, kita serahkan semuanya pada Allah ya bu" ucap Afra sambil mengusap lengan bu Aminah, dan dijawab anggukan oleh bu Aminah


"Nasha kemana ya Ndok kok jam segini belum pulang, biasanya kalau ngaji jam segini sudah pulang" bu Aminah mulai hawatir yang melihat jam sudah menunjukan pukul 11 malam lewat


"Zafran juga dari tadi gak keliyatan"


"mereka berdua sedang diluar bu, ibu gak usah hawatir ya, dan gak usah nungguin mereka. kalau ibu ngantuk ibu tidur duluan, biar Afra yang nungguin mereka juga mas Imron" jawab Afra dengan nada santai memberi penjelasan pada bu Aminah

__ADS_1


"ibu mau disini saja nemenin kamu" jawab bu Aminah pada Afra, Afra pun mulai bingung. takut kalau bu Aminah tau Nasha diculik dan beliau shock lagi dan drop lagi.


"udara malam itu gak baik buat kesehatan, apalagi Nasha sedang hamil, coba kamu telfon Nasha atau Zafran, suruh mereka cepet pulang nduk" perintah bu aminah, dan Afra pun hanya diam mau memberikan alasan apa. sambil mengusap usap perutnya yang sudah semakin membesar Afra mulai panik.


tidak lama kemudian abah Labib datang dan meminta bu Aminah untuk istirahat dikamar. bu Aminah awalnya menolak karena ingin menemani Afra namun akhirnya nurut untuk istirahat dikamar karena abah Labib menyuurhnya lagi untuk istirahat .


"yasudah nduk, ibu Istirahat ya, kamu juga istirahat, jaga kandungan kamu jaga kesehatan kamu ya" ucap ibu Aminah pamitan dengan Afra, Afra pun mengangguk sambil tersenyun


"untung abah cepet dateng dan meminta ibu masuk kamar istirahat" batin Afra dan Afra pun langsung bangkit dari tempat duduknya lalu masuk kamar.


dengan perasaan hawatir Afra pun mencoba menelfon Imron namun HP nya tidak aktif begitupun HP Zafran yang juga tidak aktif.


untuk menghilangkan rasa hawatirnya Afra memilih wudhu dan membaca Al-Qur'an sebagai tawasul untuk memohon perlindungan dan keselamatan untuk suami juga Zafran dan Nasha.


setelah bu Aminah masuk kamar, abah Labib langsung menyuruh semua santri berkumpul di Aula pesantren untuk memberikan Doa keselamatan untuk Nasha, Zafran juga Imron.


do"a bersama berlangsung selama Tiga puluh menit, dan seselesainya berdo'a bersama abah Labib memilih untuk membaca Al-Qur'an yang ditemani oleh dua santri putra


balik ke Nasha ya guys


ditempat penyekapan, terdengar suara tembakan yang sangat keras ,Dorrrrr , yaitu tembakan yang di keluarkan polisi ke arah atas. Viola yang menyadari kedatangan polisi langsung berlari kearah Nasha dan mengarahkan pistolnya keaarah Nasha tepatnya disamping kepala sebelah kanan Nasha dan membuat Zafran juga Imron panik.


apakah Nasha juga Panik? jawabanya tidak. Nasha yang pernah mengalami penculikan sewaktu smp tidak membuatnya trauma, justru membuatnya tau di situasi seperti ini dia harus tenang dan harus berbuat apa.


disaat Para polisi dan juga Zafran membujuk dan memberikan ancaman ke Viola Nasha mulai mencari celah kelengahan Viola.

__ADS_1


"Viola, bukannya kamu dulu seorang santri yang tekun dan berprestasi di pesantrennya Abah Labib, tapi kenapa sekarang kamu menjadi seperti ini, apa dan siapa yang membuatmu menjadi seperti ini" tanya Nasha dengan nada santai dan tenang


"Astaghfirullah Nasha, apa yang kamu lakukan, Viola itu berbahaya dia orangnya nekat. kenapa malah kamu ajak dia ngobrol" batin Zafran yang sedikit heran dengan sikap Nasha


"ini semua gara-gara suamimu" jawab Viola sambil nunjuk ke arah Zafran dan dengan tatapan yang tajam penuh emosi.


Nasha pun mengalihkan pandangannya kepada Zafran, Zafran yang menggelengkan kepala dengan ekspresi hawatir membuat Nasha nambah penasaran dengan masa lalu suaminya.


"memangnya suamiku kenapa Vi" tanya Nasha lagi pada Viola


"dia sudah membuatku kehilangan calon suamiku. dia juga yang sudah menolak cintaku" jawab Viola dengan mata berkaca kaca


"siapa calon suamimu Vi" tanya Nasha lagi dengan penasaran.


"kamu tanya saja dengan suamimu, jadi kalau dia masih menolak cintaku. maka tidak boleh satu wanitapun yang bisa memiliki dia, agar dia tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kita cintai" jawab Viola dengan penuh amarah.


disaat Nasha membuat lengah Viola, Zafran memberikan kode pada Imron agar menangkap Viola dari belakang, Imron pun langsung berjalan mendekati Viola dan secara perlahan dia langsung menendang tangan Viola yang menggenggam pistol. setelah pistol terjatuh Viola langsung mencekik leher Nasha dengan penuh amarah.


"jangan ada yang mendekat, atau aku habisin perempuan ini sekarang juga" ucap Viola dengan penuh amarah dan acaman


"mz tolong mz, sakit mz" ucap Nasha dengan raut wajah yang mulai pucat dan menahan sakit karena Viola mencekik sangat keras.


Zafran yang melihat perbuatan Viola langsung emosi dan seketika langsung membuatnya mendekat namun Viola semakin mempererat cekikannya dan Nasha sangat kesakita . hal itu membuat Zafran langsung memberhentikan langkah kakinya


"maz too long mz" ucap nasha terbata bata dengan berderai air mata dan mencoba melepaskan tangan Viola yang mencekik lehernya

__ADS_1


hay readers mohon maaf banget kalau auothor upnnya gak rutin, gak bisa setiap hari. karena ada kesibukan dikampus, mohon do'anya ya readers setiaku agar urusan author lancar dan bisa up setiap hari 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2