Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
23. di Nikahkan


__ADS_3

Yasudah, kalian bubar nanti habis Maghrib abah tunggu di ruang tamu, Nasha kamu nanti ke ndalem minta temenin Afra ya,


"njih bah" ucapku lalu aku masuk ke area pondok


sepanjang perjalananku ke asrama, aku berfikir


"pasti aku bakal disidang, aku akan di takzir, aku harus minta bantuan ning Afra untuk menjelaskan semua kesalah pahaman ini pada abah" sesampainya diasrama ku cari ning Afra


"Assalamualaikum, Mahira Ghina, tau ning Afra enggak"


"Waalaikumussalam, baru saja ke ndalem dipanggil ibu, kenapa Sha"


"gak papa" jawabku dan aku butuh ketenangan saat ini, ku berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu, lalu ku ambil Al-Qur'an ku bermurojaah di bawah pohon jambu yang ada disamping jemuran.


"Ya allah, cobaan apa lagi ini ya, baru juga keluar dari rumah sakit, masak iya akan ada huru hara lagi, luruskanlah kesalah pahaman ini YaAllah" ucapku dalam hati ,


tak terasa waktu sudah mulai petang, akupun kembali ke asrama mengambil mukena dan bersiap siap untuk ke Mushola, aku ingin bermurojaah disana sampai waktu maghrib tiba.


ku awali sholat Maghribku dengan Sholat sunah Qobliyah dan ku akhiri dengan Sholat sunah Ba'diyah, lalu ku berdzikir mohon ampun dan perlindungan kepada Allah. tak lama kemudian ada mb mb yang membisikiku


"mb Nasha dipanggil ning Afra, ditunggu diluar"


"iya mb, terimakasih ya" dan akupun langsung keluar menghampiri ning Afra


"ning"


"Sha"


"ning tolong ya, bantu aku menjelaskan pada abah, ini semua salah paham, aku gak mau di takzir"


"iya, ayuk kita ke ndalem"


kita pun berjalan menuju ndalem akupun masih memakai mukena panjangku


"Assalamualaikum"

__ADS_1


kulihat disana ada abah Labib ibu Azizah gus Zafran dan juga sudah ada mama dan papa, aku memilih duduk disamping kiri mama, dan samping kiri ku ning Afra


"baiklah karena semua sudah berkumpul, abah akan menindak lanjuti kejadian tadi sore yang terjadi antara Zafran dan Nasha, dan abah memutuskan untuk menikahkan kalian, agar tidak terjadi fitnah dikemudian hari"


rasanya hatiku seperti kesamber petir


"bagaimana pak Farzan, ibu Amanda, apakah kalian juga setuju dengan keputusan saya" tanya abah labib pada papa


"demi kebaikan putra putri kita, saya setuju bah Nasha dan Zafran di nikahkan " jawab papa


"Tapi Nasha masih mau ngaji, Nasha masih mau mondok, Nasha masih mau hafalan pa, bah, dan untuk kejadian tadi sore Nasha dan gus Zafran benar benar tidak ngapa ngapain, itu semua murni tidak di sengaja dan ini semua salah paham" ucapku sambil nangis


"ma, Nasha gak mau nikah sekarang ma, Nasha masih mau ngaji ma" ucapku dengan tambah menangis


"sayang, mungkin ini sudah jalanmu, sudah takdirmu, lagian meskipun kamu sudah menikah, kamu masih bisa ngaji dan ngekhatamin hafalan Qur'an kamu nak" ucap mama sambil menenangkan aku dan mengusap lengan tanganku


"Nasha gak mau ma" ucapku


"pk Farzan ibu Amanda, ini seserahan dari keluarga kami untuk Nasha mohon diterima" ucap ibu Azizah


"Akad nikah akan dilaksanakan besok ba'da subuh, untuk segala keperluan biar disiapkan malam ini oleh kang kang santri" ucap abah


dan aku yang masih menangis dipelukan mama.


ning Afra dan ibu Azizah pun ikut menenangkan ku, abah Labib,, papa dan gus Zafran sudah berada di mushola pondok putra untuk sholat Isya


flash back on


jadi ketika Nasha dan keluarganya sedang liburan beberapa waktu yang lalu tak sengaja ketemu gus Zafran, karena lama tidak balik balik, akhirnya papa Nasha memutuskan untuk mencarinya, dan ditemukanlah Nasha sedang makan es krim di bawah pohon bersama gus Zafran, papa Nasha pun menungguinya dari kejauhan sampai Nasha pamit untuk bergabung kembali bersama orangtuanya, karena tidak ingin ada fitnah diantara anaknya dan gus Zafran karena sudah berdua duaan, meskipun di tempat sekitar es krim itu ramai orang, namun papa Nasha gak bisa meninggalkan mereka berdua.


ketika papa mama Nasha mengantar Nasha balik kepondok sesudahnya Nasha pamit untuk masuk ke asrama, papa Nasha menceritakan kejadian di Selecta itu, pada mama Nasha dan abah serta ibu nyai


mereka pun mulai membuat rencana agar Nasha dan Zafran bisa segera menikah.


hingga akhirnya Nasha ketimpa musibah gelundung dari lantai dan harus dirawat di rumah sakit, dan ternyata ditangani langsung oleh gus Zafran. papa mama Nasha pun menceritakan sikap gus Zafran yang sangat menghawatirkan Nasha, hingga akhirnya mereka tambah greget, satu persatu mereka siapkan salah satu nya perlengkapan seserahan tak heran jika tadi Nasha langsung diberi seserahan, karena perlengkapan seserahan disiapkan pertama sendiri agar jika rencana berhasil mereka langsung memberi seserahan itu, agar juga pernikahan Nasha dan gus Zafran tidak dianggap biasa, intinya untuk menghargai Nasha sebagai pengantin wanita.

__ADS_1


malam itu Mama Nasha sedang chating dengan ibu Azizah yang mengirimkan foto perlengkapan seserahan untuk Nasha, karena sangking asyiknya chating mama Nasha sampai gak sadar kalau dia senyum senyum sendiri, dan diperhatikan Nasha lalu ditegurlah sama Nasha


"mama kenapa si ma, kok senyum senyum sendiri, bikin Nasha takut aja, ma, mama di rumah sakit kan banyak orang meninggal ya, apa jangan jangan mama kesurupan roh para jenazah itu ma"


seketika membuat Mama Nasha tersadar kalau sejak tadi Nasha memperhatikanya..


dan keesokan harinya ketika mama papa Nasha mengantar Nasha ke pondok lagi, seperginya Nasha masuk asrama kedua orangtua Nasha dan kedua orangtua Zafran menyusun rencana.


namun rencana belum sama sekali dijalankan malah ada kesempatan datang dengan sendirinya


"bah, Zafran mau liat tanah disamping pondok putri yang rencananya mau dibangun koperasi santri putri itu ya" ucap Gus Zafran pamit sama abah


setelah lima menit gus Zafran pamit, abah berniat menyusul sambil membahas prosesi pembangunanya nanti, namun dilihatnya gus Zafran sedang membakar sampah


"lah tumben Zafran mau bakar bakar sampah" ucap abah


abah yang mau berjalan menghampiri gus Zafran tiba tiba melihat Nasha keluar dari pondok lewat pintu gerbang belakang pondok itu dengan membawa sebuah plastik dan


whuuuus bruak


kantong plastik yang diyakini abah sampah tadi. terbang melambung ke atas dan mengenai gus Zafran


"abah pun yang melihat itu langsung ketawa"


lalu dilihatlah Nasha menghampiri Zafran untuk meminta maaf


"wah kesempatan ini. sepertinya sekarang saja saya pergoki mereka, biar cepat bisa saya nikahkan, " gumam abah Labib dan segera meghampiri Nasha dan Zafran,


dan sesudahnya Nasha kembali masuk ke pondok putri dan abah kembali ke ndalem, abah segera menelphone papa Nasha, dan menceritakan kejadian itu


"yasudah bah kita nikahkan saja mereka, enak aja mau nunda pernikahan tapi suka berdua duaan dan curi curi pandang" ucap papa Nasha


"yasudah kamu segera kesini, habis maghrib kita sidang mereka"


ha ha ha ha abah Labib dan papa Nasha ketawa dan menutup thelponnya

__ADS_1


flash back off


bersambung ya guysss. happy reading🥰🥰🥰


__ADS_2