Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
76. Perawatan VVIP


__ADS_3

Afra yang tidak ikut menemani Ibu Aminah berobat ke Surabaya sekarang berada dikediaman abah Labib untuk menemani abah Labib dirumah. Afra tidak tega kalau harus membiarkan abah Labib sendirian dirumah.


"abah sudah siang makan dulu yuk" bujuk Afra dengan sopan.


"abah belum lapar nduk, gimana ibumu sudah ada kabar belum".


"belum bah mbak Nasha belum ngabarin lagi, tadi terakhir ngabarin masih nunggu antrian bah".


"semoga ibu bisa sehat lagi ya nduk dan segera pulang, abah kangen sama ibu".


"Amin, abah inu seperti ABG saja, baru juga tadi pagi ditinggak ibu. sudah kangen saja bah" jawab Afra dengan senyum.


"nanti kamu akan mengalami nduk, semakin tua kita akan nambah sayang sama pasangan kita" Afra tersenyum dan membayangkan masa tuanya dengan Imron.


"ibu mu itu nduk, beeeh gada duanya. nurut dan patuh sekali sama abah. kemana abah pergi selalu ditemani ibu hmmm pokoknya ibu mu itu kalau bahasa anak muda jaman sekarang candu untuk abah, ditinggal sebentat abah ini sudah gelisah" tutur abah Labib yang sangat mencintai ibu Aminah sambil tersenyum.


"semoga ibu cepat pulang dan sehat ya nduk".


"amin bah, Abah juga harus jaga kesehatan ya, biar bisa pacaran lagi sama ibu".


"hahahah, abah sama ibu ini sudah tua. masak disuruh pacaran terus nduk. Sudah mikirnya ibadah ibadah untuk bekal akhirat nduk".


"pacaran sudah halal kan juga ibadah bah" jawab Afra dan Abah Labib hanya senyum sambil menggelengkan kepala.


"makan yuk bah, sudah jam dua, Afra ambilin bawa kesini mau bah" tawar Afra untuk mengambilkan makan Abah Labib.


"tidak usah nduk, ayuk temenin Abah makan, " ajak Abah Labib sambil berjalan menuju meja makan.


"mana Anakmu nduk, sudah makan belum dia".


"sudah bah, lagi Afra titipin ke Ghina biar Afra temani abah disini" Abah Labib hanya mengangguk.


"nduk, abah kok masih gak yakin ya kalau mazmu sudah meninggal, kemaren abah mimpi Masmu dateng kerumah tapi dia terlihat sakit, dia meminta tolong ke abah buat mengobatinya".

__ADS_1


"kita kirimin doa lebih banyak lagi bah kalau gitu".


"yah kamu benar nduk, meskipun setiap saat abah selalu mendoakan mazmu tapi selama ini kita kirim do'a bersama para santri hanya seminggu sekali. sekarang kita setiap malam kirimin do'a buat mazmu juga ibumu nduk, semoga lantaran do'a do'a dari santri santri bisa memberikan keselamatan dan kesehatan buat mazmu jika memang dia masih hidup".


"iya bah, dipesantren keluarga mz Imron juga setiap semingu sekali mengadakan do',a bersama bah buat mz Zaf, apapun keadaan mz Zaf, hidup atau mati mertua Afra selalu mengirimkan do'a" cerita Afra membuat abah Labib tersenyum dan bersyukur memiliki besan yang baik dengan senang hati mau mendoakan keluarganya.


"iya bah, sekarang abah makan dulu ya" ucap Nasha sambil meletakan nasi dipiring abah Labib.


selama menerima kabar Zafran kecelakaan abah Labib selalu mengirim do'a seminggu sekali bersama para santrinya di Aula pesantren, diniatkan jika Zafran masih hidup semoga diberi perlindungan dan kesehatan. jika memang sudah meninggal semoga diampuni dosa dosannya dan ditempatkan ditempat yang layak. tapi dilubuk hati yang paling dalam Abah Labib belum yakin kalau Zafran sudah meninggal.


ditempat Nasha.


saat ini Dokter Lina sudah selesai memeriksa ibu Aminah dan sudah mempersilahkan ibu Aminah duduk dikursi.


"ibu, ibu Aminah harus dioperasi biar pengobatanya tuntas" ucap Dokter Lina.


"iya ndok saya nurut Dokter saja, ikhtiyar saya berobat untuk kesehatan, kalaupun harus dioperasi ya monggo" jawab ibu Aminah.


"sus tolong siapkan kamar VVIP untuk ibu Aminah ya" ucap dokter Lina pada susternya.


"gak papa bu, biar ibu nyaman dan cepat penangananya".


"bu, mungkin ibu lupa sama saya, tapi saya tidak akan pernah lupa sama ibu" ucap sang dokter.


"maaf memang Dokter ini siapa ya".


"perkenalkan bu, saya Lina Oktarina santri ibu sepuluh tahun yang lalu, dulu saya nyantri dipesantren ibu kurang lebih hanya tiga tahun bu".


"Astaghfirullah, maafin ibu Dok, ibu lupa, maklum ya santri nya banyak ibu juga sudah tua".


"gak papa bu, jangan panggil Lina dokter bu, panggil saja nduk seperti ibu memanggil santri ibu yang lain, Lina sangat bahagia jika ibu masih menganggap Lina santri ibu".


"iya nduk, ibu masih menganggap kamu maupun santri lain yang pernah nyantri dipesantren ibu sebagai santri ibu".

__ADS_1


"terimakasih ya bu" ucap dokter Lina lalu mencium tangan ibu Aminah.


"ibu yang berterimakasih sama kamu, kamu sudah mau menolong ibu mengobati ibu".


"Lina juga berterimakasih, berkat Lina berada di pesantren ibu, sekarang Lina bisa seperti ini. dulu Lina gadis yang nakal bu suka dugem suka melawan orangtua dan tidak punya masa depan. Sehingga membuat ayah Lina murka dan memasukan Lina ke pesantren Ibu, disana Lina banyak belajar dari Ibu dan abah yang dulu sering memberikan pesan pada para santri, Lina ingat sekali ketika abah Labib menyampaikan bagaimana perlunya Ridho dan restu orangtua.


رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ


“Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan murka Allah ada  pada murka kedua orang tua.”


"Lina selau ingat hadist ini, sejak saat itu Nasha menjadi anak yang tidak berani melawan orangtua, dan Lina juga sangat ingat pesan ibu tentang syarat berhasilnya mencari Ilmu. Ketika itu Lina ingin sekali nyantri sampai selesai tapi rumah sakit ayah mengalami penurunan drastis dan hampir ditutup sehingga Ayah meminta Lina untuk kuliyah kedokteran dimesir dan nyantri disana, disan Lina mengamalkan pesan pesan ibu dan Alhamdulillah Lina bisa jadi dokter sesuai yang diharapkan ayah dan bisa membantu menyelamatkan rumah sakit ini supaya tidak ditutup".


"bu, rumah sakit ini milik keluarga Lina, izinkan Lina dan keluarga memberikan fasilitas perawatan VVIP untuk ibu, dan untuk biaya jangan difikirkan ayah Lina pesan untuk memberikan fasilitas terbaik untuk ibu maupun keluarga abah Labib yang berobat kesini".


"Alhamdulillah, terimaksih nduk sampaikan terimakasih juga pada ayahmu ya" ucap Ibu Aminah dengan rasa haru. Nasha juga tidak kalah haru, Nasha sangat bangga kepada omertuanya yang telah memberi kemanfaatan untuk orang lain.


Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadist ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami' no:3289). Karena sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada orang lain, manfaatnya akan kembali kepada kita .


"terimakasih ya dokter" ucap Nasha.


"mbak ini siapanya ibu Aminah".


"saya Nasha menantunya ibu Aminah dok" ucap Nasha memperkenalkan diri.


"istrinya gus Zafran ya" Nasha mengangguk.


" Abah, ning Afra dan gus Zafran bagaimana kabarnya bu, sehat"


"Alhamdulillah Afra sehat, abah sedikit sakit kemaren meriang kalau Zafran dua tahun yang lalau mengalami kecelakaan sampai sekarang belum pulang" Jawab ibu Aminah dengan mata berkaca kaca, Nasha mengusap usap punggung ibu Aminah.


"maaf ya bu, mbk, saya gak tau kabar itu" ucap dokter Lina merasa bersalah.


"gak papa dok" jawab Nasha.

__ADS_1


"kasian sekali ibu Aminah. aku tau betul ibu Aminah sangat menyayangi gus Zafran, pasti beliau sangat rapuh saat ditinggal Gus Zafran" ucap dokter Lina dalam hati.


lanjut UP sekarang apa besok lagi gaesss?


__ADS_2