Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
54. Gak hamil - hamil


__ADS_3

hari telah berganti, Nasha dan Zafran sudah kembali ke rumah Abah Labib dan Afra dengan Imron sudah kembali kerumah orangtua Imron.


suasana dipesantren abah Labib sangat sepi, tinggal beberapa santri saja yang ada disana, yang lainya pulang untuk merayakan lebaran dirumah masing - masing.


esok hari hari raya idul fitri Nasha dengan ibu Aminah sedang sibuk menata kue ditoples, kue lebaran mereka beli semua, pesan di tetangga yang menjual aneka jenis kue lebaran. karena Nasha dan bu Aminah lebaran tahun ini tidak sempat bikin karena kesibukan masing - masing, jadi memilih cara praktis, yaitu beli jadi kuenya.


banyak para tetangga, keluarga juga wali santri yang berdatangan untuk sowan dan bersilaturahmi


"Nasha kok nambah cantik ya sekarang" ucap bude Aisyah salah satu saudara kandung dari ibu Aminah


"bude bisa aja, perasaan Nasha dari dulu ya begini begini saja" jawab Nasha dengan mengahadapkan wajahnya pada budenya itu


"Auranya beda lo Sha, apa kamu lagi Hamil nduk" tanya bude Aisyah lagi


"uhuk uhuk" Nasha yang sedang minum langsung tersedat karena kaget dengan ucapan budenya


"belum bude, doain ya semoga Nasha segera hamil" jawab Nasha lagi dengan ekspresi senndu


"kamu sudah cek tespack atau periksa langsung ke dokter cah ayu" dan Nasha hanya menggelengkan kepalanya


"coba tes atau langsung periksa ya, siapa tau kata bude ini benar" Nasha hanya mengangguk


"iya bude, nanti Nasha coba akan tespack dulu" jawab Nasha


"masak iya aku hamil" batin Nasha dengan tidak percaya diri


"Assalamualaikum semuanya" ucap Zafran yang ikut gabung dengan keluarga besarnya


"Waalaikumussalam" jawab semua orang yang ada diruangan itu


"Zafran coba nanti antar istrimu ke dokter"


"memang istri Zafran kenapa bude" jawab Zafran dan langsung mengarahkan wajahnya ke Nasha


"Nasha sakit" tanya Zafran pada Nasha dan memegang jidat Nasha, Nasha hanya menggelengkan kepalanya


"bukan sakit Fran, tapi sepertinya Nasha hamil. coba kamu bawa ke dokter kandungan. periksa" tutur bude dan di balas anggukan oleh Zafran dengan senyuman bahagia berharap benar yang diucapkan budenya itu.


"Umi, Mz Zafran kan dokter, kenapa gk mas Zafran saja yang meriksa mb Nasha" tanya Rachel anak bungsu bude yang masih kelas 3 SD


"mz Zafran ini dokter bedah sayang, bukan dokter kandungan, beda, jadi kalau mau tau mb Nasha hamil atau enggak. yang meriksa harus dokter kandungan" tutur bude


"oh gitu ya Umi. nanti kalau Rachel sudah besar Rachel mau jadi dokter kandungan ya umi, biar bisa meriksa saudara saudara Rachel tanpa mereka harus kerumah sakit" ucap polos Racjel dengan girang

__ADS_1


"boleh sayang, belajar yang rajin ya" jawab Bude Aisyah


"lagi ngomongin apa to, kok saya denger ada dokter kandungan segala" tanya bulek Nindy yang tiba - tiba datang dan duduk disamping bude Aisyah


"Nasha iniloh, sepertinya dia hamil Nind" jawab bude Aisyah


"alah gak mungkin Mbk, Nasha ini lo sepertinya dia itu mandul, buktinya nikahnya sudah lama tp belum hamil hamil, malah si Afra sudah hamil duluan, liat itu perutnya Afra sudah njendot" ucap bulek Nindy dengan menunjuk ke arah Afra yang baru sampai dirumah abah Labib


"ada apa bulek, Afra baru datang kok sudah dijadiin tersangka begini" ucap Afra sambil mendudukan badanya dan menyalami saudaranya yang tengah berkumpul


"ini Fra budemu, masak bilang kalau Nasha lagi hamil" ucap Nindy sambil mengarahkan wajahnya ke bude Aisyah


"Nindy kamu itu mbokya jangan ngomong gitu, ngomong itu yang baik baik" jawab bude Aisyah


"iya bulek, dari pada nyinyir dan ngomong yang gk baik, mending bulek doain agar mbak ku ini segera hamil" jawab Afra


"akutu hanya kasian ke Nasha dan Zafran Fra, mbk, nanti mereka sudah senang sudah berharap taunya zonk, rang jelas jelas Nasha ini mandul, susah punya anak" cerocos Njndy


"cukup Nind" bentak bude Aisyah dan membuat semua orang yang diruangan itu kaget dan seketika Nindy langsung diam


"udah Bude bulek, mau Allah ngasih keturunan ke kami sekarang atau nanti, Zafran dan Nasha ikhlas dan pasrah sama Allah, dan mohon do'anya semoga istri kesayangan Zafran ini segera hamil, Zafran yakin Nasha subur tidak seperti yang bulek ucapkan tadi" tutur Zafran dengan lembut sambil memeluk pundak Nasha, Nasha merasa bahagia melihat sikap suaminya yang terlihat membelanya didepan keluarganya.


"anak itu amanah dan titipan juga Rizki, kapan Allah mau mempercayakan pada kami, kami terima, Zafran yakin saat ini Allah belum mengamanahkan kami anak itu karena Allah ingin kami pacaran dulu, menikmati dan mengahbiskan waktu berdua, maklum bude, bulek kami dulu gk ssmpet pacaran" tutur Zafran dengan diakhiri senyum canda dan membuat Nindy hanya terdiam dan dijawab anggukan dan senyuman oleh bude Aisyah


dengan rasa kasih sayang, Zafran membuka kan pintu mobil untuk Nasha,. terlihat manis dan itu membuat Nasha tambah mencintai Zafran, dan segera Zafran masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Mas"


"iya sayang"


"makasih ya"


"untuk"


"semuanya" Zafran hanya membalas ssnyuman


"makasih juga tadi sudah membela Nasha didepan keluarga mas"


"sayang, Nasha itu istri mas pakaian mas, jadi mas harus jaga, lagian anak itu rizki sayang, kita hanya bisa berencana usaha dan doa, tapi Allah juga punya rencana, dan sebaik baik perencana itu adalah Allah, Allah lebih tau kapan waktu yang tepat Allah menitipkan anak ke kita" tutur Zafran dengan lembut dan membuat Nasha tenang dan menyenderkan kepalanya di punda Zafran


"mas, gada salahnya kan kita ngikutin saran bude Aisyah"


"maksudnya"

__ADS_1


"nanti kita mampir ke apotik yang deket rumah ya mas, beli tespack" jawab Nasha


"Nasha yakin" dan dibalas anggukan oleh Nasha


"apapun hasilnya nanti kita terima ya mas, gak papa ya kalau nanti hasilnya negatif" ucap Nasha


"iya sayang gk papa"


lima belas menit kemudian Mobil Zafran sudah sampai di halaman rumah orangtua Nasha.


disana sudah ramai keluarga dari papa Nasha berkumpul


"Assalamualaikum" ucap Nasha dan Zafran dan dijawab "Waalaikumussalam" oleh semua orang yang di dalam rumah


Nasha dan Zafran langsung sungkem kepada kedua orangtua Nasha dan tanpa terasa Nasha dan mama papanya meneteskan air mata, dan hal itu membuat hati Zafran tersentuh. dia merasa terlalu cepat menikahu Nasha hingga waktu Nasha bersama kedua orangtuanya sekarang menjadi terbagi, mengingat juga Nasha hanyalah anak tunggal.


saat ini semua keluarga dari orangtua Nasha tengah berkumpul dan berbinang bincang diruang keluarga. sembari membagi bagikan THR untuk anak anak


"Nasha gimana, udah hamil belum" tanya tante Aira, ipar dari papanya Nasha


"belum tante, doain ya" jawab Nasha


"kamu inget Tyas gak Sha, anak om Firman" Nasha mengangguk


"itu baru menikah dua bulan yang lalu, sekarang udah hamil lo Sha, ayolah kamu sama Zafran ngebut bikinnya"


"hemm lagi lagi topik pembahasanya hamil, untuk mental gue kuat, kalau gak, dah stroke mungkin, dimana mana yang dibahas hanya itu, kaya gk ada pembahasan lain aja" batin Nasha dengan kesal


"kalau soal ngebut, dah ngebut banget tante sampai losdol, blong remnya" jawab Nasha dan membuat ketawa Aira


sesudahnya makan makan mereka semua berfoto bersama. dan satu persatu pamitan pulang, hari pun sudah berganti malam.


"Alhamdulillah hari ini bisa bersilaturahim dengan ssudara saudara tapi kok capek banget ya" ucap lirih Nasha dan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.


"nyamannya kasur ini" ucap Nashs dan tiba tiba dia ingat sesuatu


"tespack gue, gue coba deh" Nasha langsubg bangkit dari kasurnya dan menganbil 5 buah tespack yang dibelinya tadi


"Bismillah, ya Allah apapun hasilnya hamba pasrah, jika hasilnya negatif semoga semua orang yang mengharapkan Nasha hamil bisa menerima kenyataan" dan Nasha langsung berjalan ke kamar mandi dan melakukan aksinya.


sepuluh menit kemudian Nasha keluar dari kamar mandinya dengan membawa lima buah tespack.


masih suasana lebaran author ngucapin minal aidin wal faidzin ya gays, maaf autohor baru up hehehhe🙏

__ADS_1


__ADS_2