Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
68. Kepergian Zafran


__ADS_3

setelah selesai berbincang - bincang Zafran teringat keinginan Nasha yang mengajaknya jalan jalan.


"Sha, katanya sore ini mau ngajak keluar lihat Sunsite, jadi......?" tanya Zafran dan dijawab anggukan oleh Nasha.


"cie, makin bucin aja ni pasutri, dulu aja gak mau, sekarang nempel teros"


goda Afra sambil ketawa yang melihat keharmonisan dan kebucinan antara Nasha dan Zafran.


"iya dek, bener kamu! Nasha sekarang bucin banget sama mz" jawab Zafran.


"dih apaan si mz" jawab Nasha dan membuat Afra juga Zafran ketawa


"Fra, ikut yuk" ajak Nasha pada Afra


"gak ah, nanti aku jadi obat nyamuk. aku dirumah saja, sebentar lagi juga maz Imron pulang" tolak Afra


"yaudah kami siap siap dan pergi dulu ya dek" ucap Zafran dibalas anggukan oleh Afra


sepanjang perjalanan, Zafran menggenggam tangan Nasha, rasanya tidak ingin jauh Jauh dengan istrinya, begitu juga dengan Nasha yang sudah sangat mencintai Zafran dan tingkat kebucina nya level platinum


"Sha, mas sayang sama Nasha. jaga kesehatan ya jaga anak kita juga" ucap Zafran dengan sesekali mencium punggung tangan Nasha.


"iya mz, Nasha juga sayang mz, Nasha akan jaga kesehatan dan juga calon bayi kita"


sepuluh menit kemudian mereka berdua sampai disebuah bukit. pemandangan sunsite terlihat sangat jelas. mereka menikmati sunsite dengan posisi Zafran memeluk Nasha dari belakang.


"sudah yuk pulang, sebentar lagi Maghrib"


ajak Zafran dan Nasha mengangguk.


dua Minggu kemudian tibalah hari pernikahan Mahira dan Rizal, semua sahabat Mahira seperti Nasha, Afra dan juga Ghina hadir diacara walimahanya.


Mahira yang duduk dipelaminan dengan menggunakan gaun pengantin berwarna silver dan senada dengan jaz yang dikenakan Rizal nampak menjadi pasangan yang sangat serasi.


pasalnya selama seminggu sebelum akad Mahira melakukan Istikhoroh hingga dia diberikan kemantaban dan bisa menerima Rizal untuk menjadi suaminya. hari pernikahan Mahira sangat membuat bahagia sahabat sahabatnya, terutama Nasha. satu persatu mereka menyalami dan berfoto bersama.

__ADS_1


"selamat ya Ra" ucap Nasha saat menyalami Mahira dan mereka berdua berpelukan.


"selamat Bro, akhirnya lepas juga dari kejombloan" ucap Zafran pada Rizal.


"hahhah bisa aja lo. gimana, jadi acara seminar di Surabaya" tanya Rizal dan dibalas anggukan oleh Zafran.


"Zal, selama gue pergi, gue nitip Nasha ya. tolong jagain dia buat gue" bisik Zafran pada Rizal.


"siap siap ntar gue jagain buat loe" jawab Rizal


setelah selesai foto bersama dengan para sahabatnya, Nasha pamit duluan karena Zafran harus segera berangkat ke Surabaya untuk seminar kedokteranya.


"Maz, apa gak bisa dibatalin saja kepergiannya mz" tanya Nasha saat mereka berdua sudah berada dimobil.


"gak bisa sayang, inikan juga sebagian kerjaan mz, tanggung jawab mz" jawab Zafran dengan menggenggam tangan Nasha.


"Firasat Nasha gak enak mz" tutur Nasha dengan ekspresi hawatir dan takut terjadi apa apa dengan suaminya.


"Insya Allah tidak akan terjadi apa apa, Nasha doain mas ya, semoga mas selamat bisa pulang lagi dan menemani Nasha setiap hari, menemani Nasha lahiran dan merawat anak kiya bersama" jawaban Zafran sedikit membuat Nasha bahagia namun masih ada rasa hawatir.


"Sha nanti kalau anak kita cowo kasih dia nama Alif ya"


sesampainya dirumah Nasha membantu Zafran untuk bersiap siap, dan sebelum berangkat Zafran mencium dan memeluk Nasha sangat lama.


"mas sayang banget sama Nasha, selama mas pergi Nasha baik baik dirumah ya, jaga kesehatan, jaga anak kita jangan telat makan jangan capek capek ya" ucap Zafran saat memeluk Nasha dan menghujani Nasha dengan ciuman.


"iya mz, mz hanya tiga hari kan disana" tanya Nasha dan Zafran mengangguk.


"Assalamualaikum anak abah, sehat sehat diperut umi ya, jagain umi selama abah pergi ya, jangan nakal dan jangan nyusahin Umi ya. nak" ucap Zafran pada perut Nasha dan mencium perut Nasha.


"iya abah, adek akan selalu jagain umi untuk abah" jawab Nasha.


"yasudah mz pamit yah" ucap Zafran dan keluar dari kamar.


"Abah Ibu, Zafran berangkat dulu ya, Titip Nasha dan anak Zafran ya selama Zafran pergi"

__ADS_1


pamit Zafran pada kedua orangtuanya. hal itu memang sudah biasa Zafran lakukan setiap harinya. tiap Zafran mau pergi dari rumah selalu pamit kepada kedua orangtuanya, dia percara kalau doa orangtua adalah senjata untuk keselamatan dan kelancaran untuknya.


"iya nak, tentu abah dan ibu jagain calon cucu juga menantu kesayang ibu ini. jawab Ibu Aminah dan Zafran memeluk ibu dan abah dengan erat dengan sangat lama. seperti mau pergi jauh.


"kamu hati hati ya Fran disana, jangan aneh aneh" ucap abah Labib dan Zafran mengangguk.


seperginya Zafran ibu Aminah mendapat kabar kalau Afra dirumah sakit karena kontraksi mau lahiran, sehingga abah Labib, ibu Aminah dan Nasha segera pergi kerumah sakit. seperginya Zafran Nasha semakin merasakan firasatnya tidak enak. ingin dia mengatakan ke mertunya tapi takut malah mereka ikut hawatir juga.


"bah, firasat umi kok gak enak ya. apa ada apa apa dengan Afra ya bah" ucap Ibu Aminah yang merasakan firasat tidak enak juga. tapi fikirannya tertuju pada Afra yang akan melahirkan dan cesar.


"berdo'a saja bu, Insya Allah tidak ada apa apa" ucap abah Labib.


sesampainya dirumah sakit mereka semua menunggu didepan ruang operasi


Nasha yang gelisah memilih untuk menonton televisi yang ada di ruang tunggu, tak jauh dari ruang operasi. dan betapa kagetnya Nasha ketika melihat siaran yang mengatakan pesawat tujuan Surabaya mengalami hilang kontak dan diketahui meledak. sang presenter menyebutkan semua nama nama penumpang pesawat dan salah satunya ada nama Zafran.


"mas Zafran, ya Allah mas huaaa"


badan Nasha terasa lemas hatinya hancur rasanya hatinya runtuh saat mendengar berita itu, suami yang dicintainya mengalami kecelakaan pesawat dan gatau bagaimana dan dimana sekarang orangnya


"bu itu kenapa Nasha menangis" tanya abah Labib pada Ibu Aminah.


"gatau bah. coba kita lihat"


"Nasha kamu kenapa" tanya Ibu Aminah sambil memeluk Nasha.


"mz Zafran" ucap Nasha dengan derai airmatanya dan nunjuk televisi.


"Innalilahi" ucap Ibu Aminah dan Abah Labib bersamaan.


"maz Zafran amu kenapa gak dengerin aku si mz, aku sudah bilang jangan pergi, tapi kenapa kamu tetap pergi. kamu pulang mz kamu cepat pulang, aku gak mau kamu kenapa napa mz" ucap Nasha dengan deraian air mata yang terus mengalir


"Zafran ya Allah Naaaaaak" ucap Ibu Aminah yang langsung lemaas dan menangis. fikiran dan perasaan Ibu Aminah sangat hancur satu anaknya sedang dioperasi, berjuang untuk melahirkan cucunya dan satunya mengalami kecelakan pesawat dan gak tau bagaimana keadaanya saat ini. hancur pasti melihat anak anaknya sakit dan terluka. anak yang merupakan buah hati dan separuh jiwa harus berjuang dengan bertaruh nyawa.


Nasha yang sedang hamil tua, yang sudah sangat mencintai Zafran rasanya hatinya sangat hancur saat mengetahui orang yang dicintainya terluka, entah bagaiamana keadaann Zafran saat ini apakah masih selamat atau sudah tiada.

__ADS_1


"bah mz Zafran selamat kan bah, iya kan bah" tanya Nasha pada abah Labib


abah Labib sangat tidak tega melihat dua wanita didepannya menangis tersedu sedu yang juga ikut memikirkan keadaan dua anaknya.


__ADS_2