
Fahmi yang masih berada ditempat duduknya masih mengingat ingat wajah Alif, siapa dan dimana dia pernah bertemu dengan Alif. Akhirnya setelah lama berfikir dan banyak banyakin Istighfar dan Sholawat akhirnya Fahmi teringat sesuatu.
"Oiya wajah anak itu mirip sekali dengan orang yang aku temukan dua tahun yang lalu disungai belakang rumah, tapi gak mungkinlah kalau laki laki itu ayah nya Alif, Ayahnya Alif pasti yang menggendong Alif tadi, lagian pula sepertinya Alif masih berusia satu tahunan, masih kecil gak mungkin kalau uminya Alif hamil setelah pemuda itu aku temukan"
Fahmi berkata dalam hatinya namun segera menepisnya karena dia yakin kalau Rizal adalah bapak Alif karena tadi dia yang menggendong Alif dan membawanya ke Abah Labib. Alif yang badanya kecil dianggap Fahmi masih berusia satu tahunan, dia tidak tahu klau usia Alif sudah dua tahun.
satu minggu telah berlalu dari acara wisuda santri si pesantren abah Labib. hari ini Nasha kekantor ditemani Alif karen merengek ingin ikut. Inipun bukan pertama kalinya Alif ikut Nasha kerja, melainkan sudah sering.
Alif duduk di kursi penumpang samping Nasha yang duduk dikursi pengemudi, setelah memakaikan seltbelt Nasha bersiap siap untuk mengemudi mobilnya.
"Alif siap, "
"Tiyap Umi"
"Bismillahirrahmanirrahim" Nasha melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"umi tebut umi tebut"
"pelan pelan saja ya Al, penting sampai dengan selamat".
"umi nanti talo abah udha puyang, Alif mau atak Abah tebut tebuan naik mobilnya, pasti abah tago kan umi naik obilnya" (Umi nanti kalau abah udah pulang, Alif mau ajak abah ngebut ngebutan naik mobilnya, pasti abah jago kan umi naik mobilnya).
"iya dong sayang, abah jago sekali naik mobilnya".
Sesampainya dikantor Nasha menggandeng Alif, dan seketika Alif menjadi pusat perhatian karyawan Nasha karena wajahnya yang imut, ganteng menggemaskan.
"hallo baby Al, nemenin Umi kerja ya" sapa Silvi Asisten sekaligus sekretaris Nasha di butik.
"iya tate, Alif mau tagain Umi Alif" jawab Alif dengan wajah imutnya.
"tante juga mau dong, dijagain sama Alif".
"ndak mau, tate tilvi utah puna Om Gilban".
Silvi yang gemas dengan Alif langsung tertawa.
"oiya buk, selamat yah atas Wisuda Hafidzohnya, dan maaf saya gak bisa hadir, repot banget buk dikantor".
"gak papa Sil, makasih ya sudah ngehendel butik" jawab Nasha dengan senyuman.
"semua berkas laporan sudah saya tarok diatas meja ibu, Ibu bisa langsung periksa dan nanti jam satu siang kita ada meeting dengan klient baru bu di cafe MM".
"oke, nanti kamu samperin saya ya, saya keruangan dulu" pamit Nasha.
__ADS_1
"silahkan buk" jawab Silvi dengan menganggukkan kepala.
"andaikan pak Zafran masih ada pasti beruntung banget memiliki istri seperti bu Nasha yang Cantik, Sholehah, baik, pintar, sabar, Hafidzon lagi, Masya Allah paket lengkap" ucap Silvi dengan lirih.
sesampainya diruangan Alif langsung bermain yang disiapkan husus ruangan bermain untuk Alif biasanya memey, OB butik yang sering menemani Alif bermain.
"seminggu lebih gak ngantor, udah banyak aja kerjaan ini, Alhamdulillah masih bisa bekerja" ucap Syukur Nasha.
"umi tapek ya" Alif yang melihat Nasha menyenderkan Kepalanya dikursi langsung menghampiri Nasha, dia menduga Uminya sangat lelah.
"eh putra Umi, udah mainnya".
"Alif pititin ya Umi" Alif langsung meraih tangan Nasha dan memijatnya.
"kamu seperi Abahmu nak, kalau tau Umi terlihat capek langsung mijitin umi" batin Nasha sambil tersenyum melihat putra sematang wayangnya yang sangat mirip dengan Zafran.
"enak tak Umi pititan Alif".
"enak dong, pijitan putra Umi ini sungguh pijitan yang paling enak, gak ada duanya deh" ucap Nasha sambil menganggat kedua jempol tangannya (tanda memberikan apresiasi).
"nati alo Alif tudah besal, Umi tak boleh kelja lagi ya. Alif aja yang kelja antuin Abah mi".
"Alif mau kerja gantiin Umi" tanya Nasha Alif mengangguk.
"boleh, tapi Alif harus sekolah dulu yang pinter, gak boleh bandel, oke" .
"Makasih ya putra umi yang sholih, sudah sana main lagi, capek umi sudah hilang dipijit Alif, Umi juga mau lanjut kerja lagi".
"ote umi," ucap Alif lalu mencium pipi Nasha dan kembali ketempat mainnya.
satu jam Nasha berkutik dengan pekerjaanya sampai dia tak menyadari Alif ketiduran dilantai ruangan mainanya.
tok tok tok.
"ya masuk" ucap Nasha.
"Assalamuakaikum bu".
"Waalaikumussalam Vi".
"saya cuma mau mengingatkan bu, satu jam lagi ada meeting" ucap Silvi dengan sopaan.
"iya Vi, kita siap siap ya" Silvi mengangguk.
__ADS_1
"Al, ayo nak ikut Umi " Nasha terucap sambil memebereskan barang - barangnya yang akan dibawa untuk meeting.
sementara Silvi celingukan mencari keberadaan Alif.
"Al, kok diam saja nak" ucap Nasha sambil melihat ke arah ruangan mainan Alif yang terhalang kaca tembus pandang.
"Loh Alif mana Vi, kok gak ada" Nasha mulai panik karena tak mendapati Alif, terakhir dia menoleh kearah Alif masih ada sedang bermain mobilan.
"saya juga gak tau bu, dari tadi juga saya celingukan mencari Alif" jawab Silvi yang tak kalah panik.
Nasha langsung berdiri menuju ruang bermain Alif.
"Alif, nak.
"ya Allah ternyata kamu tidur disini" ucap Nasha yang lega melihat putra nya masih ada didalam namun juga sedih melihat Alif yang bermain sendirian hingga tertidur dilantai.
"ibu, ibu kenapa" tanya Silvi yang memang sudah mengenal baik Nasha dan tau semua cerita tentang Nasha dan Zafran. Silvi jugalah yang selama ini menjadi orang kepercayaan Zafran untuk mengurus butik.
"saya sedih Vi melihat Alif, anak seumuran dia sudah kehilangan sosok ayah, dan ikut merasakan perjuangan ibunya, melihat dia tertidur dilantai seperti ini rasanya hati saya teriris iris Vi, sesak sekali Vi" ucap Nasha sambil berderai air mata, Silvi yang melihatnyapun tak tega dan ikut meneteskan air mata.
"Yang sabar ya bu, semua pasti ada hikmahnya" Nasha mengangguk dan langsung mengangkat tubih Alif untuk diajaknya meeting.
"Vi tolong kamu bawa barang barang saya ya, saya gendong Alif"
"baik Bu"
"Vi tolong kamu yang bawa mobilnya biar saya jagain Alif dibelakang ya" Silvi mengangguk.
"Umi" ucap Alif saat terbangun dari tidurnya.
"putra Umi udah bangun "
"kita mau kemana umi".
"kita mau meeting sayang, habis itu kita pulang ya" Alif hanha mengangguk dalam pelukan Nasha.
Sesampainya dicafe Alif langsung berlarian melihat ikan diaquarium besar yang ada dicafe tersebut.
"Umi, Alif mau itan tayak itu umi" tunjuk Alif pada ikan lohan yang menurutnya lucu.
"nanti kita pulang beli ya".
"bu, klien kita sudah sampai" bisik Silvi pada Nasha.
__ADS_1
"Alif ayok kita duduk disana" Alif mendekati Nasha dan menggandeng Nasha.
sesampainya ruangan Nasha bertemu dengan seseorang yang menurutnya tidak asing.