
"Alif ayok kita duduk disana" Alif mendekati Nasha dan menggandeng Nasha.
sesampainya di ruangan Nasha bertemu dengan seseorang yang menurutnya tidak asing.
"Assalamualaikum" ucap Nasha saat memasuki ruang VIP untuk meetengnya siang ini.
"Waalaikumusalaam" jawab Fahmi lau berdiri menyambut Nasha dan Silvi.
"sepertinya saya tidak asing dengan bapak, apa kita pernah bertemu ya" tanya Nasha sambil mengingat wajah Fahmi.
"iya bu, saya keponakannya Kyai Harun, yang tempo hari menghadiri acara wisuda santri santri di pesantren Kyai Labib"
flashback on
Selesai acara khataman dan pengajian para Kyai tamu undangan dijamu di kediaman abah Labib. Fahmi yang merupakan keponakan Kyai Harun ikut bergabung dengan para Kyai ulama dan habaib. ketika itu Nasha sedang menidurkan Alif dibelakang, tiba tiba Fahmi menghampiri.
"maaf mb, mau nanya toiletnya dimana ya" tanya Fahmi pada Nasha dengan ekspresi menahan HIV (hasrat ingin vivis)
"belok kiri mz " jawab Nasha sambil menunjuk toilet.
sangking kebeletnya Fahmi berlari menuju toilet namun naas menimpanya. didepan pintu toilet dia kepleset hingga kejengkang. Nasha yang melihat itu tak bisa menahan ketawa dan Fahmi yang menyadari itu merasa sangat malu dan segera masuk ke toilet.
flashback off
"Oh jadi anda yang waktu itu ketoilet, maaf yah pak saya kelepasan ketawa" ucap Nasha yang merasa tidak enak dengan sikapnya dulu yang menertawakan Fahmi.
"gak papa buk, memang saya nya yang pecicilan, kurang hati hati" jawab Fahmi ramah.
"oiya, silahkan duduk bu" ucap Fahmi mempersilahkan Nasha dan Silvi duduk.
"iya, terimakasih".
"Umi Umi Alif mau matan es klim buleh" tanya Alif dengan tingkah lucunya.
__ADS_1
"buleh, tapi ndak boleh banyak banyak yah".
"tiap Umi".
"Alif ikut kerja bu Nasha" tanya fahmi yang gemash dengan tingkah Alif.
"iya, pak Fahmi kok tau putra saya namanya Alif".
"pas bu Nasha wisuda Alif duduk dengan Kyai Labib, kebetulan saya ada disana".
"oh begitu" jawab Nasha sambil mengangguk.
"Abahnya lagi kerja ya bu".
"iya Om, abah Alif lagi kelja jauh cali duit buat Alif sekolah doktel taya abah, Abah Alif doktel Om, tapi Abah juga ustad abah juga kaya om jati penusaha" (iya om, Abah Alif lagi kerja jauh cari duit buat Alif sekolah dokter kaya Abah, Abah Alif doktee om, tapi Abah juga ustad abah juga kaya om jadi pengusaha) tutur Alif dengan bahagia menceritakan pekerjaan Abahnya.
"wahh abah Alif hebat ya selain dokter beliau juga pengusaha dan seorang Ustadz" ucap Fahmi yang masih beranggapan Rizal adalah Abah Alif dan berfikir mungkin sedang berada diluar kota. mengingat pekerjaan suami Nasha yang pastinya sangat sibuk.
"iya tong, abah Aliiif" jawab Alif sambil menepuk dadanya dengan bangga.
"tiyap Umi, beles. Alif duduk anteng disini tagain Umi" jawab Alif sambil mengacungkan jempol. Nasha hanya tersenyum penuh bangga dengan sikap Alif yang bisa diajak kerjasama dan tidak rewel.
"mari kita mulai meetingnya pak Fahmi"
"mari buk"
meeting berjalan selama satu jam setengah, kemampuan Nahsa sudah tidak diragukan lagi dalam dunia bisnis. selama meeting berlangsung Alif tetap duduk manis menghabiskan es krimnya dan sesekali dia memperhatikan Uminya yang menurutnya sangat keren kalau sedang bekerja.
"Alhamdulillah selesai" ucap Nasha dan diikuti Silvi, Fahmi dan sekretaris Fahmi hingga akhirnya mereka resmi menjalin kerjasama.
Alif yang perutnya kekenyangan langsung tertidur disofa dengan mennyenderkan kepalanya.
"Alif, yah ketiduran, anak umi anak baik anak sholih anak ganteng, capek ya ikut umi kerja ya" ucap Nasha saat menghampiri dan menggendong Alif.
__ADS_1
"oiya maaf pak Fahmi saya sampai lupa pamitan sangking fokusnya sama Alif"
"tidak apa apa bu"
"yasudah kalau gitu kamu permisi duluan ya pak Fahmi" pamit Nasha dan Silvi lalu pergi meninggalkan keberadaan Fahmi.
"bu Nasha ini memang wanita luar biasa, selain cantik, sholihah, cerdas, hafidzoh, juga pekerja keras dan sangat keibu ibuan. benar benar wanita yang luar biasa. Astaghfirullahal adzim kok aku mengagumi istri orang si. inget Mi Fahmi dia sudah bersuami" Fahmi menggerutui dirinya sendiri dalam hati.
"kenapa bos" tanya sekretaris Fahmi yang merasa aneh dengan sikap bosnya.
"tidak apa apa, ayok kita pulang" ajak Fahmi dan beranjak pergi dari cafe.
kring kring kring (anggap saja Handphone berbunyi ada panggilan).
"Assalamualaikum, ya kenapa. oke baik saya akan segera kesana" lalu Fahmi menutup telfonya.
"Aldo, kamu hendel segala kerjaan disini ya, saya harus segera ke Surabaya, dan kamu naik taksi saja ya" ucap Fahmi lalu mengeluarkan uang 3 lembar berwarna merah.
sepanjang perjalanan pulang Alif yang sudah mulai pandai berbicara tidak henti hentinya mengajak Nasha ngobrol.
"Umi kelen keljana. Alif pengen sepelti umi lah kalu sudah besal, bial kelen sepelti Umi" Nasha yang mendengar itu hanya tersenyum bahagia sambil fokus mengemudi.
"Alif kita mampir ke minimrket dulu ya, membeli pampes sama susu Alif" .
"iya Umi, nanti kalau Alif sudah besal Alif ingin ajak umi jalan jalan telus bayalin belanjaan Umi, kelen kan Alif mi".
"iya, Alif kelen, Amin ya sayang semoga Alif tumbuh menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat untuk banyak orang, sama seperti Abah Alif" jawab Nasha yang selalu masih menganggap Zafran masih hidup.
"kalau kamu ada disini pasti kamu bangga dengan putra mu ini mz, dia tumbuh menjadi anak yang nurut dan tidak pernah merepotkan aku". batin Nasha dengan tangan kanan memegang setir dan tangan kiri mengusap kepala Alif.
balik ke Fahmi sebentar ya.
"Fahmi yang mendapat telfhon dari seseorang langsung berangkat ke Surabaya. dia mendapat kabar kalau orang yang dirawat dirumahnya, yang ditemukannnya di sungai belakang rumahnya dua tahun yang lalu baru saja sadar dari koma. dulu orang itu Dirawat dirumah sakit selama setahun lebih. karena tidak kunjung sadar akhirnya Fahmi membawa pulang untuk dirawat dirumahnya. kebetulan Fahmi memiliki adik sepupu seorang dokter, dia meminta sepupunya untuk merawat Orang yang ditemukanya secara pribadi dirumahnya".
__ADS_1
yah orang yang ditemukan Fahmi adalah Zafran karena Zafran tidak ada identitas jadi Fahmi tidak tau harus mengabari siapa hingga dia memilih untuk mengobati Zafran sampai Zafran bisa sadarkan diri dan sehat.
demi readers tercintaku. Author UP lagi. maaf tapi ya UP nya malam malam dan terimaksih Readers setiaku atas dukungannya🙏🙏 I love you♥️♥️♥️♥️