Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
36. Cobaan


__ADS_3

Dirumah sakit Zafran dan dokter Rizal telah selesai mengoperasi Mahira. dua jam kemudian Mahira sadar, wajahnya nampak pucat badannya terasa lemas, kulit wajahnya nampak merah bersisik. Mahira seperti tidak punya semangat hidup lagi karena penyakit lupus yang di deritanya


Nasha yang berada diluar ruangan Mahira duduk sendiri karna tidak diperbolehkan banyak orang untuk masuk ruangan Mahira. lalu Nasha dihampiri oleh Zafran dan diajaknya pulang, dan pamit terlebih dahulu dengan kedua orangtua Mahira lewat telfon.


ke esokan harinya ketika selesai makan, Nasha dan Afra membereskan meja makan sambil ngobrol


"Sha, semalam aku ke asrama, aku melihat Ghina menangis karena habis dapat telpon dari orangtuanya"


"memang ada apa dengan orangtuanya" jawab Nasha sambil memunguti piring dimeja makan


"gatau Sha, ketika ku tanya dia tidak mau menjawab dan malah menyuruhku meninggalkan dia sendirian" jawab Afra sambil berjalan ketempat pencucian piring.


"selesai mberesin ini, kita ke asrama yuk, melihat keadaan Ghina, aku jadi hawatir deh"


"huum aku juga hawatir sama dia"


"oiya, bagaimana keadaan Mahira"


"Alhmdulillah operasinya berjalan lancar, gak lama dia sadar Mas Zafran ngajak aku pulang"


💦💦💦💦💦💦💦


lima belas menit kemudian Nasha dan Afra sampai diasrama mencari keberadaan Ghina, namun tidak ditemukan keberadaanya. setelah mencarinya ternyata dia sedang di luar karena disambangi kedua orangtunya


"Sha, kata mb pengurus Ghina di depan lagi disambangi kedua orangtuanya"


"yaudah kita samperin kesana yuk, sekalian nemuin orangtuanya, kan sudah lama kita gak ketemu sama mereka" ajak Nasha dan mereka berdua berjalan keluar, belum sampai di tempat penjengukan santri, Afra dan Nasha melihat Ghina menangis duduk dilantai memohon mohon pada mama nya.


"Ghina kenapa ya Sha"


"gatau, sebaiknya kita tunggu disini saja, gak enak kalau kesana. takut dikira ikut campur sama urusan keluarganya" dan dijawab anggukan oleh Afra.


setelah menunggu Ghina sepuluh menit, masa sambangan Ghina selesai dan Ghina nampak marah pada mama nya dan tanpa bersalaman dia langsung lari masuk kedalam, Afra dan Nasha pun langsung mengikutinya.

__ADS_1


"Ghina kamu kenapa" tanya Nasha sambil memeluk Ghina dan diusap kepalanya oleh Afra


"Mama"


"kenapa tante"


"Mama sama papaku mau pisah hu hu hu" ucap Ghina dengan masih menangis


"Astaghfirullah" jawab Afra


"kamu yang tenang dulu ya" ucap Nasha dengan lembut dan memeluk Ghina


setelah dirasa cukup tenang Nasha dan Afra secara pelan bertanya kembali


"kenapa tante sama om mau pisah Ghin"


"dua bulan yang lalu papa ketauan selingkuh dengan rekan kerjanya, mama ngasih kesempatan papa untuk memperbaiki, awalnya papa mulai memperbaiki namun perempuan itu kembali menggoda papa, dan akhirnya papa tergoda dan mama minta cerai, hua ha ha ha" Ghina kembali menangis


"aku sudah memohon mohon pada mama untuk tidak minta cerai sama papa, tapi mama tetep kekeh minta cerai karena sudah sakit hati dikhianati papa"


"kamu jangan egois Ghin, kamu harus fikirkan juga perasaan mama kamu, kalau kamu yang diposisi mama kamu, mungkin yang kamu lakukan sama dengan mama kamu, kamu doakan saja apapun yang terjadi semoga ini yang terbaik ya"


"aku gak mau merasakan brokenhome Sha, aku ingin memiliki orangtua yang utuh sama seperti kalian, dari aku kecil mereka sudah sibuk kerja dan jarang dirumah, giliran sekarang aku sudah dewasa mereka malah bercerai, sedih rasanya Sha, ning. Allah gak adil sama aku, hua ha ha ha" ucap Ghina sambil menangis


"iya kami paham perasaan kamu"


"kamu kuat, Allah kasih cobaan ini sama kamu, karena kamu kuat Ghin" ucap Nasha


"semua orang memiliki cobaanya masing - masing Ghin, kamu inget, dulu Nasha difitnah mencuri hingga dia dipaksa masuk kepondok, kedua orangtua Nasha bangkrut, Nasha juga pernah jatuh dari tangga hingga dirawat dan dia dipaksa menikah dengan mas Zafran, Mahira yang dikasih cobaan Sakit parah, aku yang dulu bisa bicara setelah usia 10 tahun" ucap Afra


kamu gak sendiri Ghin, gak kamu saja yang dikasih cobaan, dan kamu harus kuat, kamu harus Ikhlas, sekali lagi fikirin juga perasaan mama kamu, lebih baik kamu bicara sama papa kamu, siapa tau papa kamu mau ndengerin omongan kamu dan mau memperbaiki hubungannya sama mama kamu" ucap Nasha dan Ghina pun hanya terdiam dan mulai menghentikan tangisannya sambil mengingat dan mencerna omongan Afra dan Nasha, yang menurutnya benar, semua orang memiliki cobaan sendiri sendiri


dan Ghina juga mulai berfikir untuk menemui papanya dan berbicara dengan papanya

__ADS_1


.


.


.


sementara disiang harinya di ruangan Mahira, Mahira yang masih merasakan sakit pasca operasi tiba - tiba menangis dan hal itu membuat mamanya bertanya


"Mahira kenapa nak, ada yang sakit" Mahira menganggukan kepalanya


"ma apa dosa dosa Mahira begitu banyak ya ma, mangkanya Allah murka, Allah azab Mahira dengan penyakit yang berat seperti ini pada Mahira ma"


huuuusstt......


"Mahira gk boleh ngomong seperti itu ya, Allah tau Mahira kuat mangkanya Allah kasih cobaan sakit seperti ini nak, Mahira pasti bisa melewati ini semua, Mahira harus yakin kalau Mahira bakal sembuh. Mahira tidak boleh putus asa" ucap Mama Mahira sambil mengusap kepalanya dan tiba - tiba Mahira teringat pesan abah Labib ketika dia mengaji kitab Tafsir Al- Jalalain dimana dalam surat Al-Baqarah ayat 286 dijelaskan


لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ


yang berarti "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"


Maksudnya Allah Shubhanallahu wa ta’alla tidak membebani seseorang diluar batas kemampuannya. Ini menunjukan tentang kasih sayangnya Allah ta'ala kepada para makhluk -Nya, serta kebaikan yang diberikan pada mereka.


لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ


yang berarrti " Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.


maksudnya ia akan memperoleh pahala dari kebaikan yang dulu pernah dilakukan, begitu pula akan mendapat siksa atas perbuatan


jeleknya. Dan semua itu, masih masuk pada kisaran amalan yang dibebankan pada mereka.


Mahirapun langsung meminta maaf kepada kedua orangtuanya jika selama ini dia banyak salah, dan dia pun langsung meminta dipakaikan mukena untuk melaksanakan Sholat yang sebelumnya dia bersuci dengan Tayamum.


Selesainya sholat Mahira langsung menangis memohon ampun kepada Allah, dia teringat akan dosa dan kesalahannya selama ini, terutama dosa dosanya pada orangtuanya yang sering tidak mendengarkan nasihat kedua orangtuanya, dia juga teringat kalau sering lalai dalam beribadah. dia juga teringat kalau pernah pacaran secara diam diam di pondok. air mata Mahira terus mengalir dalam do'anya.

__ADS_1


Happy Reading guys😁😁


__ADS_2