
Hari ini hari yang telah ditunggu tunggu yaitu hari dimana nanti malam semua santri melaksanakan ujian pondok atau yang disebut dengan Imtihan. Imtihan berlangsung selama 6 hari.
hari ini Mahira datang ke pesantren dengan diantar kedua orangtuanya. Afra dan Nasha juga sudah stay di pondok, mereka berdua izin pada suami masing - masing selama imtihan sampai Haflah akhirusannah, untuk berada di pondok.
"Assalamualaikum" ucap Mahira semangat di depan Asramanya, pasalnya dia sudah ikhlas gus Imron menikah dengan Afra
"Waalaikumussalam" jawan Ghina Afra dan Nasha serempak
"Ra kamu udah sehat Ra" ucap Ghina dijawab anggukan oleh Mahira.
"ini aku bawain Pizza kesukaan kalian" sambil menyodorkan ke tubuh Ghina yang sedang berdiri
"tau aja Aku lagi laper Ra" jawab Ghina sambil menerima Pizza dari Mahira
"kalian lagi apa si" tanya Mahira Kepo
"lagi beres beres aja Ra," jawab Nasha
"kamu gk usah bantuin Ra, kamu harus banyak istirahat agar bener bener pulih" ucap Afra sambil menahan Mahira, Mahira pun nurut karena memang dia belum diperbolehkan banyak gerak.
setelah setengah hari mereka membereskan kamar, mereka beristirahat dan bercerita.
Ghina bercerita tentang sidang pertama orangtuanya yaitu hari ini, Mahira cerita tentang perjalanannya dalam melawan penyakitnya, Nasha bercerita tentang rumah tangganya yang mulai cemburuan banget sama suaminya, dan Afra cerita tentang baiknya keluarga suaminya.
"andaikan aku yang diposisi ning Afra pasti aku bahagia banget" batin Mahira yang terbesit rasa iri atau cemburu.
keadaan diluar, tepatnya diaula pesantren banyak santri putri yang sibuk menghias panggung mimbar kebangsaan yang akan digunakan dalam acara Haflah akhirusannah beberapa hari lagi.
ada juga santri yang sibuk membuat hafalan Qur'anya ada juga yang sibuk belajar, ada juga yang sedang tidur, ada juga yang petan (mencari kutu rambut) ada juga yang ngobrol dan aja juga yang sedang sibuk dengan maskeran wajahnya, ya begitulah kurang lebih kegiatan di pondok santri putri kala disiang hari.
sebagai seorang santri banyak sekali lika liku dipesantren yang dialami berpisah dengan orangtua kadang jadi hal yang tidak mengenakkan hati. Apalagi bagi yang sudah menganggap orangtua seperti teman atau sahabat. Namun sudah menjadi risiko nyantri kalau harus berpisah dengan mereka, ayah dan ibu. seperti halnya Ghina dulu yang awalan di pesantren nangis setiap hari selama satu bulan sampai matanya bengap. begitupun juga Nasha yang diawal nyantri banyak diam, namun diamnya Nasha karena proses menyesuaikannya dengan lingkungan pesantren malah membuat gus Zafran penasaran dengan dirinya hinga akhirnya kini menjadi suaminya.
"Assalamualaikum" ucap salah satu pengurus santri putri di asrama Nasha dkk yang diikuti salah satu gadis, yang menurut Nasha dkk itu santri baru.
__ADS_1
"Waalaikumussalam warahmatullahi wa barrakatuh" jawab serempak Nasha Dkk atau geng sisterlillah itu.
santri pengurus yang bernama cici itu pun menceritakan tujuannya datang ke asrama Nasha dkk, yaitu ingin mengantar santri baru yang bernama Rania untuk tinggal diasrama geng sisterlillah. kedatangan Rania pun disambut hangat oleh geng sisterlillah.
"mari silahkan masuk mbk Rania" ucap Nasha dijawab anggukan oleh Rania dan Rania langsung masuk duduk disamping Afra dan memperkenalkan dirinya
"kamu umur berapa mb" tanya Nasha
"18 tahun" jawab Rania tanpa sungkan
"loh berarti kalau sekolah kelas 3 SMA ini dong" timpal Afra
"saya sudah lulus tahun kemaren, kebetulan masuk kelas axelarasi" tutur Rania dengan membanggakan dirinya
"wah pinter banget berarti ya" imbuh Mahira dan Rania hanya senyum sombong.
"terus setelah lulus sekolah kemana" tanya Mahira kepo yang semakin greget melihat wajah sombongnya Rania
"kuliyah kedokteran" jawab Rania lagi dengan sombong
"kepaksa" jawab Rania cuek dan mengeluarkan Gawainya merk Apel kroak type terbaru seharga 45 jutaan.
"maaf Rania dipondok sini gak boleh bawa HP. jadi sementara HP kamu disita oleh pengurus, bisa kamu ambil ketika kamu mau pulang" ucap Cici yang langsung mengambil HP Rania tanpa aba aba dan pamit untuk keluar. seketika membuat Rania kesal dan ngedumel. namun dengan lembut Afra menasehatinya baik baik dan membuat Rania diam.
lain dengan Mahira dengan Ghina yang sudah kesal dari awal.
"udah si pindahin aja itu anak dari asrama sini, males banget aku seasrama sama anak kaya gitu" ucap Ghina dengan nada kesal yang juga didengar oleh Rania
"sabar Ghin, ini udah tugas kita yang lebih dewasa momong dia" ucap Nasha
"kamu sama ning Afra aja yang sabar, aku gak" ucap Ghina dan langsung keluar dari asrama karena menghindar supaya tidak nambah emosi dengan Rania
Mahira ingin sekali menyusul Ghina, namun apadaya, karena tubuhnya yang masih lemas jadi dia urungkan niatnya dan memilih pindah ke tempat tidurnya untuk rebahan.
__ADS_1
"Rania tempat tidur kamu disebelah mbk Mahira ya, kalau kamu lelah istirahtlah" ucap Afra sambil menunjuk tempat yang dimaksud
tanpa sepatah katapun Rania langsung bangkit dan pindah ketempat tidurnya
bruk, dia menaruh tasnya dengan keras
"Rania, tolong kamu lebih kalem dikit ya, mbk Mahira sedang sakit jangan sampai kamu mengganggu istirahatnya" ucap Nasha tegas karena gak tega melihat Mahira kaget dengan tindakan Rania
Raniapun hanya mengangguk dan tak pedulikan lagi omongan Nasha, lalu diapun tidur
"kok wajah rania ini mirip seseorang ya. tapi siapa" batin Mahira yang memperhatikan wajah Rania yang berada di depannya dan mengingat ingat siapa orang yang mirip dengannya.
.
.
.
masuk waktu sholat Ashar Nasha membangun kan Rania untuk Sholat jama'ah namun, Rania malah marah
"Rania, kalau kamu tidak mau jama'ah kamu akan dihukum" ucap Ghina dengan nada kesal yang baru masuk asrama ingin mengambil mukena. tapi tidak dihiraukan oleh Rania.
"Rania, dek, bangun yuk kita sholat jama'ah kalau gk jama'ah nanti kamu dihukum" ucap Nasha lembut dan membuat Rania akhirnya mau bangun dan berwudhu, Nasha dan Afra pun menunggu Rania untuk berangkat ke mushola bersama sama.
ketika tahiyat akhir, Rania yang badannya lelah dan masih ngantuk ketiduran dan membuatnya terjungkal kebelakang, karena malu Rania langsung keluar dari mushola dan memilih duduk di bawah pohon jambu samping jemuran.
"kayaknya gak ada yang tau deh kalau gue tidur disini" ucap Rania yang merasakan sejuknnya duduk dibawah pohon jambu, dan langsung merebahkan tubuhnya di tempat duduk yang ada dibawah pohon jambu.
Afra dan Nasha yang sudah kembali ke asrama mencari keberadaan Rania tapi tidak diketemukan dan membuatnya panik.
"alah paling juga tu anak songong kabur" ucap Ghina dengan nada kesal
"nah bener tu kayaknya tu anak kabur deh" imbuh Mahira namun Afra dan Nasha tidak berfikir ke arah situ dan terus mencari keberadaan Nasha
__ADS_1
visual Rania