Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
24. Fitrah Pernikahan


__ADS_3

kini aku kembali ke asrama untuk Sholat Isya dan siap siap berangkat diniyah.


"Sha, kamu kenapa kok sembab matanya" tanya Mahira


"entar ya aku ceritanya, sekarang aku mau sholat dan siap siap diniyah"


sesampainya dikelas diniyah, aku pun banyak melamun tidak fokus dengan materi yang di sampaikan Ustadzah yang menjelaskan tentang pelajaran Fiqih.


setelah diniyah selesai Ustadzahpun keluar dari kelas, namun tidak dengan ku dan teman - teman ku, karena kami masih ada musyawarah kelas.


aku yang nampak terlihat lesu langsung dapat banyak pertanyaan dari Anisa


"mbk kamu kenapa si mb dari awal masuk sampai pulang kayaknya diem diem bae, biasanya kamu yang paling aktif mbk" tanya anisa yang duduk disanpingku


"gk papa Nis"


"mbk gak enak badan ya mbk, mbk masih sakit ya mbk"


hanya ku balas dengan senyuman dan gelengan kepala. fikiranku masih melayang entah kemana, rasanya pengen kabur dari pondok biar gak dinikahin sama gus Zafran,


"aku masih pengen fokus ngaji ya Allah" gumamku dan langsung menyenderkan kepala di meja


"mbk aku antar ke asrama aja yuk mbk" akupun. mengangguk karena aku pengen menyendiri.


"mbk kamu istirahat ya mbk" kata Anisa sesampainya mengantarku ke asrama.


"makasih ya Nis" ucapku


"iya mb, aku balik ke kelas dulu ya mb"


diasrama aku sendiri ning Afra kalau sedang halangan pasti ke ndalem dan Mahira dan Ghina masih dikelasnya


ku menangis membayangkan besok apa yang terjadi padaku,. disaat asyik asyiknya nangis meneratapi nasib, tiba tiba mama datang


tok tok tok "Assalamualaikum"


kubuka pintu dan ku peluk mama


"ma, Nasha gak mau ma"


"sini sini, kita duduk dulu" ajak mama

__ADS_1


"ma Nasha masih pengen ngaji, masih pengen fokus hafalan Al-Qur'an ma"


"kamu yang sabar ya nak. mungkin ini yang terbaik buat kamu. kamu ingat dulu mama papa menginginkan kamu mondok tapi kamu selalu menolak, hingga akhirnya kamu dikasih ujian sama Allah melalu fitnah yang diberikan Angel hingga akhirnya papa memaksamu dan mengantarmu berada disini, dan sekarang lihat, kamu sangat semangat menuntut ilmu di pesantren ini, kamu mencintai pesantren ini, jiwa kamu sudah ada di pesantren ini" ucap mama sambil mengelus kepalaku


", percayalah nak, dibalik setiap masalah. musibah dan ujian itu pasti ada hikmahnya, janganlah berlarut larut dalam kesedihan, sesuatu yang kamu benci bisa jadi itu yang terbaik untuk kamu sesuai firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 216"


كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ


artinya : "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."


"gatau kenapa, ucapan mama mampu menenangkan aku, mama benar, disetiap musibah, cobaan, dan ujian pasti ada hikmahnya. aku yang dulu sangat menolak dimasukan pesantren sekarang aku sangat bersemangat di pesantren dan benar kata mama jiwaku sudah ada di pesantren ini, Pesantren Love Story, perasaanku kini sedikit lega dan menerima pernikahan yang besok pagi akan aku laksanakan" batinku dengan masih memeluk mama


"Mama benar , maafin Nasha ya ma, Nasha akan belajar ikhlas dan menerima dengan lapang dada pernikahan ini, doain Nasha ya ma, semoga Nasha bahagia dalan pernikahan ini" ucapku pada mama


"amin sayang, mama selalu doain kamu" ucap mama sambil mencium keningku


"Sha, besok kan kamu sudah jadi istri Zafran, malam ini mama boleh ya mama tidur disini sama kamu"


"tentu ma" ucapku sambil mempererat pelukan pada mama


"Assalamualaikum" ceklek. suara Mahira dan Ghina yang baru pulang


"eh ada tante Amanda, apa kabar tan"


"Alhamdulillah baik sayang"


"udah dari tadi tan" tanya Mahira


"sudah" ucap mama sambil senyum


"oh iya ini tante bawakan cemilan buat kalian, dimakan ya"


"repot repot banget si tan" jawab Mahira sambil membuka kantong plastik berisi snack dari mama


"sok sok an bilang repot, tapi mau juga makannya" ucapku sambil melempar bantal ke arah Mahira..


"he he he basa basi dikit si Sha, ya gak tan"


mama pun tertawa


"oh iya Mahira, Ghina, malam ini boleh ya tante tidur disini bersama Nasha"

__ADS_1


"boleh tan, tapi mohon maaf ini tan, keadaanya ya seperti ini, maklum dipesantren gada springbad tan he he he" ucap Ghina


"iya, tante tau kok" ucap mama


kini aku dan mama sudah ada di tempat tidur yang berukuran 120 x 200. kita tidur dengan miring agar muat, mama memeluku dari belakang


jam 2.30 Wib, aku bangun untuk menjalankan Sholat tahajud, ku bersimpuh memohon ampun dan perlindungan pada Allah, disetiap sujud ku menangis mengingat dosa dosa ku yang telah lalu, dan mengingat acara nanti pagi. ku meminta kekuatan agar aku bisa Ikhlas lahir batin.


"Ya allah, ampunilah dosa dosa hamba, hanya padamulah hamba berlindung dan memohon pertolongan, lindungilah hamba dari fitnah dan marabahaya, berikanlah hamba kekuatas dan keikhlasan untuk menjalani ini semua, Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adza bannar, amin amin ya robbal alamin"


ku lanjut dengan berdzikir dan membaca Al-Qur'an, sampai di ayat yang dibaca mama semalam, surat Al-Baqarah ayat 216 ku menangis. namun lagi lagi ada perasaan lega dan rasa ikhlasku semakin bertambah.


kuselesaikan bacaanku sampai Adzan subuh berkumandangan


"Nasha kamu sudah bangun nak?"


"sudah ma"


"yasudah mama ambil Wudhu dulu ya, lalu kita siap - siap"


"iya ma"


saat ini aku dan mama sholat berjamaah di Asrama, dari semalam waktu sholat Isya aku sholat diasrama, bodo amatlah kalau mau di tiakzir ya ditakzir karena gak sholat berjamaah.


sesudahnya sholat mama menasehati ku kembali


"Sha, menikah itu merupakan salah satu fitrah manusia untuk beribadah, yang tujuan utamanya adalah melakakukan kewajiban sejarah, Allah sudah menentukan dengan siapa kita akan dipasangkan, dan tidak hanya manusia yang Allah pasangkan tapi juga hewan tumbuhan dan lainnya, seperti siang dan malam, kanan dan kiri, atas dan bawah, dalam surat Ar rum ayat 30 Allah berfirman


فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ


"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"


Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:


مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِى.


“Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi"


"jadi mama harap kamu benar - benar menerima pernikahan ini dan menjalankan kewajibanmu sebagai istri, mintalah izin pada suamimu setiap kamu berpergian dan melakukan kegiatan diluar aktkfitas sehari harimu, agar suamimu ridho dengan apa yang kamu kerjakan"


"Insya Allah ma" perasaanku kini benar benar lega

__ADS_1


__ADS_2