
Saat ini ibu Azizah, istri Kyai Ghofur, Nasha, Afra dan Ghina sedang berada di kamar Afra, suasana kamar itu nampak tenang dan setelah Sholat Isya selesai abah Labib, Kyai Ghofur, Zafran, dan Imron kembali ke ndalem, dan Zafran langsung mengetok pintu kamar Afra dan meminta semua yang dikamar itu keluar karena akad nikahnya sudah selesai
mereka semua kini berkumpul di ruang keluarga dengan wajah nampak bahagia semua
Nasha duduk di samping Zafra, Afra duduk di tengah tengah antara ibu Azizah dan istri Kyai Ghofur dan Ghina kembali ke asramanya.
"Jadi Mron sekarang dia sudah menjadi istrimu, istri sahmu, seorang wanita yang sudah menjadi pujaan hatimu dari 4 tahun lalu" ucap abah Labib sambil menunjuk Afra
"sekarang Afra sudah halal untukmu dan abah titipkan putri abah padamu"
"Alhamdulillah, njih bah" ucap Ali Imron bahagia dan memandangi istri halalnya, Afra nampak malu dan wajahnya menunduk
"jagalah dia, sayangi dia sebagaimana orangtuanya menjaganya"
"Insya Allah bah" ucap Imron mengangguk
Flash back On
setelah selesai Sholat Maghrib abah Labib, Kyai Ghofur, Zafran, Imron dan beberapa santri putra berkumpul di Mushola guna melangsungkan akad nikah. sebelum akad dilaksanakan abah Labib bertanya pada Imron
"Mron, apa kamu yakin dengan pilihan kamu" tanya abah Labib yang duduk di depan Imron
"Bismillah yakin bah" jawab Imron tegas penuh keyakinan
"gadis yang kamu ceritakan tadi, gadis yang 4 tahunan lalu tilawah di acara perpisahan sekolah abah dan gadis yang mengaji tadi sore itu adalah Afra, putri abah" tutur abah Labib sambil memandangi Imron, dan hal itu membuat Kyai Ghofur juga Imron kaget
"yang benar bah" tanya Kyai Ghofur yang duduk disebelah abah Labib
"iya, benar yai" jawab abah Labib sambil mengangguk
"Alhamdulillah" Kyai Ghofur dan Imron mengucap bersamaan dan senyum bahagia
"tadi ibunya Afra sudah saya suruh untuk menanyakan pada Afra apa dia mau menikah denganmu, dan jawabannya Alhamdulillah dia mau"
"mari abah sendiri yang akan menikahkan kalian" ucap abah Labib yang menikahkan Imron dan Afra dengan Mahar cincin berlian 20 Gram yang baru sampai dipesan Imron
__ADS_1
flash back off
dan tiba tiba handphone Zafran berdering
"Assalamualaikum, ada apa"
"baik saya segera kesana" ucap Zafran sambil menutup telponnya dengan wajah panik
"kenapa Fran kok panik, siapa yang nelpon" tanya abah Labib penasaran
"Mahira kritis bah dokter Rizal menelphon Zafran untuk membantunya mengoperasi Mahira malam ini juga"
"Innalilahi, yasudah kamu segera kerumah sakit, nanti kita bantu do'a dari sini" ucap abah Labib
"mas aku ikut ya" ucap Nasha maksa dan dijawab anggukan oleh Zafran lalu pamit keluar dengan menggandeng tangan Nasha
sesampainya dirumah sakit Zafran langsung memakai pakaian operasi dan masuk ruang operasi dan Nasha menghampiri kedua orangtua Mahira yang nampak cemas diluar ruang operasi
"om tante, yang sabar ya, kita do'a bersama sama untuk kesembuhan Afra" dan dijawab dengan anggukan oleh kedua orangtua Mahira yang sedang duduk lalu Nasha mengajak mereka Sholat Isya dan berdoa di Mushola rumah sakit
"Afra, eh dek" ucap Imron malu malu
"iya mas, kenapa"
"terimakasih ya sudah menerima mas menjadi suamimu" ucap Imron sambil memandangi wajah Afra
"sama sama mas, Afra juga terimakasih karena mas menjaga perasaan mas hanya untuk Afra selama empat tahun ini, dan sudah memilih Afra dengan cara yang diridhoi abah ibu dan Insya Allah di ridhoi juga oleh Allah" ucap Afra dengan menundukan kepalanya
"oiya dek, mas sebenarnya penasaran kenapa waktu kamu tilawah itu pakai cadar dan gada satu orangpun yang tau kalau itu kamu" tanya Imron penasaran, Afra pun mulai mengangkat kepalanya
"jadi waktu itu Afra masih tidur karena ngantuk banget habis begadang bikin hafalan, trus tiba tiba abah bangunin Afra dan bilang untuk gantiin yang tugas tilawah karena yang tugas habis jatuh dikamar mandi dan harus dirawat, karena waktu sudah mepet dan abah gak mau panitia acara panik mangkanya nyuruh Afra untuk gantiin"
"terus kenapa pakai cadar"
"karena aku gk sempet mandi dan wajahku masih kucel, karena malu dan buru-buru aku pakai cadar he he he"
__ADS_1
Imron pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil senyum dan mengingat kejadian empat tahun yang lalu.
"mas pengen denger kamu tilawah lagi, boleh"
"boleh" Afra mengangguk dan Afra pun langsung membunyikan surat An Najm ayat 1 - 11 dengan nada Bayati, sama dengan yang dia bacakan waktu acara perpisahan sekolah dulu, dan hal itu membuat bahagia Imron dan merasa bersyukur telah dipertemukan kembali dan di persatukan dalam ikatan halal dengan pujaan hatinya yang mampu membuatnya menangis saat mendengar Afra tilawah.
"oiya mas udah jam 10, kita ke aula yuk do'a bersama untuk Mahira" dijawab anggukan oleh Imron
"mas langsung ke aula aja ya bareng abah, aku mau bareng Ghina, aku keasrama dulu" ucap Afra dan dengan malu malu mencium punggung tangan Imron, dibalas senyuman oleh Imron dan Afra pergi keasrama sedangkan Imron mengahampiri abah Labib yang berjalan akan keluar rumah menuju Aula
diasrama Ghina, Ghina yang baru saja pulang diniyah tiba tiba dipanggil ke asrama pengurus karena ada telephon, setelah mengangkat telephon dia kembali lagi keasrama sambil berlari. Afra yang melihat Ghina berlari langsung segera menghampirinya
""Assalamualaikum" ucap Afra
"Ghina, kamu kenapa menangis Ghin" tanya Afra yang menghampiri Ghina dan memeluknya, Ghina tidak langsung menjawab dan semakin menangis dan membuat Afra semakin bingung.
setelah dirasa Ghina cukup tenang, Afra mulai bertanya lagi sambil memegang wajah Ghina
"kamu tadi lari lari dari mana Ghin dan kenapa menangis, ada apa"
"da.. dari asrama pengurus ning" jawab Ghina dengan mengusap air matanya
"ngapain darisana"
"tadi ada telephon"
"siapa yang telephon, dan kenapa kamu menangis" tanya Afra lembut dan penasaran namun lagi lagi Ghina hanya menggelengkan kepala, Afra semakin penasaran dengan orang yang menelphon Ghina sampai membuat Ghina menangis senggukan.
karena Afra tidak mendapat jawaban dari Ghina, akhirnya Afra pergi ke asrama pengurus dan menanyakan pada pengurus siapa yang menelphon Ghina
jangan lupa tinggalkan jejak guys, like komen vote ya heheh Happy Reading
ini foto Afra ketika akad, sederhana namun nampak cantik dan anggun ya
__ADS_1