
saat ini Zafran dan mama papa Nasha sedang berada diruang keluarga yang asyik ngobrol
"Mas Zafran, mama, papa" teriak Nasha dari kamar. Zafran dan mama papanya yang sedang ngobrol diruang tengah kaget mendengar teriakan Nasha
"Fran, Nasha kenapa kok teriak teriak" ucap mamanya
"Zafran gk tau ma"
"ayo kita lihat" ucap papa
dengan perasaan panik dan kahawatir mereka bertiga langsung lari ke kamar Nasha
"kenapa sayang, ada apa" ucap mama Nasha yang bingung melihat putri semata wayangnya menangis, seketika mamanya juga ikut nangis, padahal belum tau penyebab Nasha nangis, tp karena Nasha putri semata wayang dan kesayangan, melihat Nasha nangis mamanya spontan langsung ikut nangis
"mama kenapa ikut nangis" tanya Zafran dengan ekspresi heran dan mamanya hanya menggelengkan kepala
"Nasha kenapa nangis, ada apa, apa ada yang sakit sayang" tanya Zafran dengan memeriksa badan Nasha dan membolak balikan badanya yang berdiri tegak di depan pintu kamar mengira kalau Nasha habis jatuh
seketika Nasha semakin keras menangis dan mamanya juga ikut nangis semakin keras
"pa, ini kenapa pa" tanya Zafran yang bingung melihat istri dan mama mertuanya nangis
"ya gitu Fran, mamamu ini selalu nangis kalau liyat Nasha nangis, sampai pusing sendiri kadang papa ini ngadepin mereka berdua, sekarang ada kamu papa bagi pusingnya sama kamu" jawab papa Nasha spontan membuat Zafran memasang pandangan heran terhadap ucapan papa mertuanya
"Nasha kenapa, sini peluk papa" papanya langsung membawa Nasha dalam pelukan
setelah sedikit tenang papanya melepas pelukan dan bertanya lagi "kenapa Nak, ada apa"
dan Nasha langsung menunjukan hasil tespacknya.
ketiga orang itu langsung kaget dan haru bahagia dengan hasil tespack Nasha yang menunjukan positif.
"Alhamdulillah" ucap bersamaan dan langsung berpelukan berempat, seperti teletubis saja keluarga Nasha ini empat orang berpelukan hahahah.
__ADS_1
"kamu beneran hamil sayang" tanya Zafran dan Nasha menganggukan kepala
"Alhamdulillah ya Allah, besok kita priksa ke dokter ya biar lebih jelasnya" ucap Zafran lagi dan dijawab anggukan lagi oleh Nasha
Zafran langsung memapah Nasha ke tempat tidur untuk istirahat diikuti kedua orangtua Nasha,
setelah beberapa menit kemudian orangtua Nasha pamit pergi kekamarnya untuk istirahat.
"Sayang maz bahagia sekali sebentar lagi kita menjadi orangtua" tutur Zafran sambil mengelus elus perut Nasha dan Zafran langsung membacakan surat surat Al-Qur'an, Nasha yang melihat sikap suaminya hanya tersenyum dan mengucap banyak syukur dalam hatinya.
Nasha teringat bagaimana kondisi mentalnya sangat sakit ketika keluarga Zafran membicarakan Nasha yang belum hamil, belum lagi pertanyaan yang berulang ulang dari orang orang yang sama, meskipun Nasha perempuan yang cuek dan tahan banting tapi dia hanya manusia biasa, kalau sering dicecer dan mendapat tekanan mentalnya juga akan down
dia teringat omongan bulek Nindy yang selalu menganggapnya mandul , dia teringat para tetangga yang sering berbisik bisik membicarakannya, Nasha teringat bagaimana usahanya agar bisa hamil, mulai dari melaksanakan amalan amalan, minum jamu brobat ke dokter dan program hamil.
sekarang doa usaha dan ikhtiarnya terkabul. Nasha sangat bahagia dan bersyukur
satu bulan telah berlalu, Kini Nasha sudah kembali aktif dipesantren sebagai santri yang mengaji dan mengabdi di pesantren, meski Nasha menantu dari pemilik pesantren dan tidurnya tidak diasrama tapi dia mengikuti tata tertib peraturan pesantren dalam hal mengaji seperti santri lainnya.
Nasha mengikuti semua kegiatan santri di pesantren dari pagi sampai malam
"bawaan baby utun Ra" jawab Nasha santai sambil mengelus elus perutnya yang sudah mulai buncit
"beda banget sama kamu yang dulu, Nasha Razeta yang aku kenal itu rajin, selalu semangat dan gak ada dalam kamusnya untuk males malesan, yang ada diotaknya cuma belajar, ini pasti alesan kamu aja ya Sha males malesan dengan dalil bawaan baby utun" cerocos Mahira
"beneran bawaan baby utun ra, kamu kira aku suka seperti ini? enggak lah" jawab Nasha sensitif
"kan kan mulai sensitif dia, udah si Ra, biarin Nasha rebahan, istirahat, orang hamil mah biasa seperti itu, banyak hal hal aneh dan uniknya" ucap Ghina yang mencoba menjadi penengah perdebatan kecil antara Nasha dan Mahira, Mahira pun hanya diam dan menggelengkan kepalanya.
"Asslaamualaikum" ucap Rania sambil menenteng dua kantong plastik berisi makanan ringan
"Waalaikumussalam, habis disambangi ya Ran, kok nenteng jajanan banyak banget" tanya Nasha
"iya mb, tadi mazku mampir mau ketemu temennya, terus beliau bawain ini semua" ucap Rania sambil menunjukan dua kantong plastinya dan menjulurkan tangannya kedepan tanda untuk dipersilahkan dimakan jajanan yang dia tenteng
__ADS_1
"maz mu masih bujang gak Ran" tanya Ghina
"masih mb, dia lagi nyari calon istri tuh" jawab Rania sambil membuka es krim
"jodohin aja sama Mahira Ran, siapa tau mereka cocok dan Mahira sembuh" kata Ghina
"emang mbk Mahira sakit apa, ? bukannya sakitnua sudah sembuh, sudah sehat ya mbk" jawab Rania polos
"sakit jiwa dia Ran, kerjaanya ngomel ngomel, biar sembuh itu penyakit ngrometnya" ucap Ghina sambil ketawa
"yeee kurang ajar kamu Ghin" balas Mahira sambil melempar bantal kebadan Ghina, seketika asrama kembali berinsik
"Astaghfirullah hal adzim, kalian ini ribut terus, aku jadi gak bisa istirahat nih,. udah lah aku pulang aja" pamit Nasha dengan ekspresi kesal karena keributan yang dibuat sahabat sahabatnya
"jangan pulang dong Sha, disini aja" jawab Mahira manahan, namun Nasha sudah berdiri dan jalan keluar menuju rumah
ketika sudah sampai didalam rumah Nasha mencari keberadaan Zafran dan ternyata Zafran sedang diruang tamu ngobrol dengan Tamunya, Nasha pun tidak jadi menghampiri Zafran dan memilih langsung masuk kamar.
lima belas menit kemudian Zafran masuk kekamar menghampiri Nasha yang sedang rebahan diatas kasur,
"tamunya sudah pulang mz" tanya Nasha dan dijawab anggukan oleh Zafran
"siapa" tannya Nasha kepo
"temen maz, dia lagi nyari jodoh minta dikenalin sama santri sini" ucap Zafran yang sudah berbaring disamping Nasha
"Nasha kan tau santri putri yang sudah besar sudah lama nyantri, Nasha bantu maz cariin buat temen maz ya"
"temen mas kaya gimana orangnya," tanya Nasha
" baik ganteng, tapi masih ganteng maz" ucap Zafran sambil ketawa dan "plak" satu pukulan mendarat dilengan Zafran.
"kok mas dipukul"
__ADS_1
"lah ditanya serius malah becanda maz ini" Zafran pun hanya ketawa melihat Nasha Manyun terlihat menggemaskan ditambah perutnya yang sudah membuncit terlihat seperti badut...
jangan lupa komen dan votenyanya ya guys