
lanjut gais...
Pov Nasha
setelah dinasehati mama panjang kali lebar, aku terus berfikir kalau omongan mama itu benar, sangat berdosa untuk ku seorang istri yang tidak mau melayani suami secara utuh
" meski mas Zafran sudah setuju dengan perjanjian itu, tapi aku kan enggak tau isi hati mas Zafran sebenarnya seperti apa"
"mungkin selama ini bisa jadi mas Zafran terpaksa menahan dan menyetujui perjanjian itu, berdosalah aku"
"aku jadi teringat tentang suaru hadist dari Ibnu Umar berkata
“seorang wanita datang menghadap
Rasulullah SAW seraya bertanya; Ya Rasulullah, apakah hak seorang
suami atas istrinya?. Nabi SAW menjawab; istri tidak boleh menolak
ajakan suaminya meskipun dia sedang berada di atas punggung
unta.”
dan juga hadist yang Artinya: “ketika seorang suami mengajak istrinya ketempat tidurnya,
kemudian dia menolak maka para Malaikat akan melaknatnya hingga
waktu subuh tiba"
pov author
tanpa terasa air mata Nasha keluar sampai sesegukan, ketika Zafran akan masuk kamar Nasha langsung megusap air matanya agar tidak diketahui Zafran
💦💦💦
hari kian berganti, hari ini Nasha sudah selesai Haidnya dan dia sudah kembali ikut puasa seperti biasanya
"mas, ma'af ya kalau Nasha selama ini egois menunda melayani maz Zafran hanya karena Nasha ingin fokus menyelesaikan hafalan" ucap Nasha pada Zafran seusai sholat maghrib berjamaah dirumah orangtua Nasha
saat ini kedua orangtua Nasha sedang berada di luar kota dan Nasha suruh tinggal disana sementara sampai orangtuanya pulang
"gak papa sayang lagian alasan Nasha kan untuk Al-Qur'an , mas Ridho itu" jawab Zafran sambil mengusap kepala Nasha
"mas" ucap Nasha lirih
"kenapa sayang, ada apa" jawab Zafran dengan lirih juga
"sekarang Nasha mau mengakhiri perjanjian itu mas" jawab Nasha dengan tegas dan sorot mata yang dalam.
"maksud Nasha gimana" jawab Zafran dengan bingung
__ADS_1
"Nasha mau melayani mas seutuhnya. Nasha mau mencari pahala dan mencari Ridho dari mas juga Allah"
"Nasha seirus" Nasa hanya menganggukan kepalanya
"Alhamdulillah, sini peluk" merek pun berpelukan bahagia
"makasih ya sayang" ucap Zafran sambil mencium ubun ubun Nasha
"Nasha yang terimakasih sama mas" dan semakin erat berpelukan.
"Allahhu akbar Allahu akbar" suara adzan berkumandang, kedua pasangan suami istri yang sedang berpelukan sangat lama ini langsung mengakhiri pelukananya dan bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Isya dan sholat tarawih.
seusainya Sholat tarawih mereka langsung bertadarus dan dilanjut Nasha mennyetorkan hafalan Qur'annya sampai jam 10 malam
"sayang, kita tidur" ucap Zafran dengan meletakan tangannya ke wajah Nasha
"iy iya mas" jawab Nasha dengan gerogi
"kenapa kok gerogi" tanya Zafran
"anu mz, mmm Bentar ya Nasha ke kamar mandi dulu" dijawab anggukan oleh Zafran
dikamar mandi Nasha bingung dan gerogi dia bingung harus gimana ngadepin Zafran, dia tau kalau Zafran pasti mau ngajak tempur dikasur.
"duh kenapa jadi gerogi gini si" gerutu Nasha
tok tok tok (suara ketukan pintu)
"enggak papa maz, sebentar lagi Nasha keluae" jawab Nasha dari dalam.
💦💦💦💦
waktu sahur tiba Nasha pun segera mandi, setelah Nasha selesai mandi dia membangunkan Zafran untuk mandi juga
"mas, mas bangun"
"iya sayang" cup "terimaksih ya" satu kecupan mendarat di bibir Nasha dan ucapan Terimakasih dari Zafran membuat Nasha tersipu malu
"sama - sama mas, yasudah mas mandi dulu sana, Nasha mau kedapur dulu ya nyiapin sahur" dijawab Anggukan oleh Zafran dan langsung menuju kamar mandi, Nasha pun langsung turun kedapur untuk masak sahur
"masak apa ya" ucap Nasha setelah membuka pintu kulkas
" bikin sambal jeroan ajalah yang cepet" ucap nasha dan langsung beraksi menjadi koki
"Sha, masak apa" tanya mama nya yang tiba tiba datang
"loh mama udah pulang," jawab Nasha kaget dengan kehadiran mamanya yang tiba tiba muncul
"udah semalem jam dua belasan, kamu udah tidur jadi mama gak bangungin" Nasha hanya mengangguk mengerti
__ADS_1
"kamu udah selesai haidnya Sha kok udah keramas" .
"uuu udah ma" jawab Nasha dengan melirik kanan kiri rambut panjangmya yang terurai basah
teplaak teplak teplak suara sendal berjalan
"loh mama sudah pulang" tanya Zafran dan menyalami mama mertuanya
"udah Fran semalem kalian udah tidur, jadi gak mama bangunin"
"papa mana ma" ucap Zafran sambil duduk di kursi meja makan
"papa disini" jawab Papa Nasha yang baru datang menghampiri dengan senyuman sumringah
"Zafran habis keramas juga ya" tanya mamanya yang sedikit curiga
"mama kayak gak pernah muda aja. dulu tiap mau sholat juga keramas terus karena habis tempur" ledek papa Nasha sambil duduk di kursi meja makan
Nasha dan Zafran hanya saling pandang dan merasa malu
*ih papa apaan si ngomong seperti itu didepan anak anak malu to" jawab mamanya yang menyusul papanya duduk dimeja makan
"kenapa mesti malu, lawong Nasha sama Zafran juga sudah besar, tuak malah, sudah ngerasain juga kan surganya dunia" jawab Papanya ceplos dan semakin membuat Nasha dan Zafran tersipu malu
"berapa ronde semalam Fran" tanya papa Nasha ceplos
"empat ronde pa" jawab Zafran asal ceplos tidak sadar karena nahan malu
"whahaha jebol dong," ucap Papa Nasha dengan ketawa renyah
"uhuk uhuk" suara Zafran keselek karena kaget dengan perkataan mertuanya
"aduh bisa keceplosan gini si mas Zafran, kan jadi malu" batin Nasha dengan masih mengoseng ngoseng masakannya
"minum Fran minum" kata mama Nasha sambil menuangkan air minum ke gelas dan menyerahkan ke Zafran
"masakan dah siap, selamat menikmati makan sahur" ucap Nasha dengan menenteng mangkuk masakannya
"anak papa makin cantik dan seger aja ya pagi ini" ledek papa Nasha, seketika membuat Zafran melirik ke arah Nasha
"papa udah deh jangan becanda, ayok makan" jawab nasha dan papa Nasha hanya menggelengkan kepala.
"papa mau Nasha bikinin cucu yang banyak buat papa, biar rumah ini rame" ucap Papa Nasha dengan membayangkan anak Nasha ada 6 tiga perempuan tiga laki laki
"hust papa makan dulu malah ngelantur kemana mana" ucap Mama Nasha
"baru juga tempur sekali pa, udah mau anak banyak aja" batin Zafran dengan mengusap dahinya
"papa ni apa apaan si bikin aku malu aja" batin Nasha dengan melirik ke arah papanya.
__ADS_1
seusainya makan sahur, Nasha dan Zafran bermuroja'ah sembari menunggu adzan subuh tiba. setibanya adzan subuh mereka langsung bersiap siap untuk melaksanakan sholat subuh berjama'ah di mushola keluarga yang ada dibelakang rumah dengan Zafran yang menjadi imamnya.