
dengan menarik nafas dalam dalam Zafran menjawab Pertanyaan Nasha.
"dulu Viola telah menabrak Eyang hingga meninggal, andaikan setelah kejadian tabrakan itu Viola membawa Eyang kerumah sakit mungkin nyawa eyang masih tertolong. tapi Viola malah kabur, paman yang sangat menyayangi eyang. tidak sanggup jika harus menikahi Viola. karena masih terbayang bayang kejadian kecelakaan itu" ucap Zafran yang duduk ditepi ranjang samping Nasha sambil mengusap kepala Nasha
Nasha mendengarkan semua cerita Zafran dengan seksama dan bersender di lengan kekar Zafran.
setelah selesai cerita Nasha dan Zafran sibuk dengan fikiran masing masing. dan suara adzan subuh membuyarkan fikiran mereka. Zafran dan kedua orangtua Nasha segera bangkit dari tempat duduknya dan keluar menuju Mushola rumah sakit.
sore harinya Nasha sudah diizinkan pulang. dan saat ini dia sudah berada dirumah keluarga abah Labib. Nasha yang sudah merasakan badannya enakan dia pun langsung mengikuti kegiatan dipesantren seperti biasa. meski Zafran sempat menyuruhnya untuk istirahat namun Nasha menolak dengan alasan keadaanya sudah membaik dan tidak ingin ketjnggalan kegiatan dipesantren.
keesokan harinya Nasha menggunakan gamis berwarna Navi dan jilbab berwarna silver. nampak rerpancar aura kecantikanya yang natural
"Sha" ucapa Zafran yang duduk ditepi ranjang dan memandangi Nasha lewat cermin
"iya mz" jawab Nasha yang duduk membelakangi Zafran dengan membenahi jilbabnya dan melirik ke arah Zafran lewat cermin
"Cantik" ucap Zafran yang berjalan mendekati Nasha dan memeluk Nasha dari belakang
"terimaksih mas" jawab Nasha dengan menunggingkan senyumannya.
Zafran yang melihat kecantikan Nasha dan mencium aroma tubuh Nasha. langsung menghujani pipi Nasha dengan ciuman
"mas ayok,, nanti kita telat" ucap Nasha yang menghentikan aksi Zafran dan takut Suaminya kelabasan minta lebih. karena mereka harus pergi kesebuah acara pernikahan keluarga
"biarkan seperti ini sebentar, mz kangen sama Nasha" ucap Zafran yang masih menciumi leher Nasha dan Nasha pun hanya diam.
.tok tok tok...
suara ketokan pintu terdengar menyebalkan ditelinga Zafran yang mengganggu aktifiyasnya.
"Hemb" Zafran membuang nafas dengan kesal
"ganggu aja" ucap Zafran lirih. Nasha yang melihat wajah kesal Zafran hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. dengan perasaan kesal Zafran berjalan menuju pintu untuk membukanya..
ceklek
"Zafran ayo berangkat" ucap Bu Aminah yang terlihat cantik dan anggun dengan balutan gamis seragam keluarga berwarna Navi dan hijabnya berwarna silver. Zafran mengangguk dan Nasha sudah berada disamping Zafran.
"kamu cantik sekali ndok" ucap bu Aminah pada Nasha. Nasha hanya tersenyum dan mengucap terimakasih
"ayok berangkat" ucap bu Aminah dan berjalan terlebih dahulu dan diikuti Zafran juga Nasha, Nasha yang berjalan menggandeng lengan kekar Zafran terlihat romantis seperti cinderella yang berjalan dengan pangeran dengan baju senada. Zafran menggunakan setelan jaz berwarna Navi
tiga puluh menit perjalanan akhirnya Keluarga abah Labib sampai ditempat yang dituju.
__ADS_1
terlihat banyak keluarga yang berkumpul digedung resepsi pernikahan anak sepupu abah Labib.
sepanjang perjalanan Nasha tak pernah lepas dari menggandeng lengan Zafran. sebenarnya Nasha malu dan berungkali melepas lengan Zafran dari genggamannya, namun Zafran selalu menarik tangan Nasha dan menaruhnya dilengan sampai Nasha akhirnya pasrah dan menuruti kemauan suaminya.
banyak mata yang memperhatikan dan membicarakan kecantikan dan ketampanan sepasang pasutri ini. Nasha yang terlihat cantik, anggun dan elegant dengan balutan gamis dan jilbab longgar yang dikenakannya bersanding dengan Zafran yang tampan berbadan kekar dan murah senyum.
"Hay Fran, Assalamualaikum" sapa Dr Rizal yang terlebih dahulu berada disana
"Rizal, Waalaikumussalam" ucap Zafran yang baru tau kalau ada Dr Rizal disana
Dr Rizal, Zafran dan Bian sang pengantin adalah sahabat, kini tinggal Dr Rizal yang masih membujang
"Zal, kapan giliran loe" tanya Zafran dengan senyum hasnya dan menyenggol lengan Rizal dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya masih dalam genggaman Nasha.
"Entahlah" jawab Rizal dengan tampang pasrah dan mengangkat bahunya
"jangan lama - lama keburu diambil orang" jawab Zafran dan Nasha yang mendengar obrolan dua sahabat ini hanya tersenyum
"Mas Rizal disini, Rania cariin juga" ucap Rania yang menghampiri Rizal dari arah belakang Nasha dan Zafran, Nasha yang tidak asing dengan suara itu langsung menoleh kearah Rania
"Rania" ucap Nasha sambil senyum dan bingung dengan keberadaan Rania disana
"mbk Nasha" jawab Rania dan menyalami Nasha dengan senyuman
"kok disini Rania" tanya Nasha dengan bingung
"anu mbk emmm" jawab Rania bingung, karena setau Nasha Rania izin pulang dari Pesantren karena ada acara keluarga
"dia ikut saya mb Nasha, karena jenuh diacara keluarga yang terus terusan mengintrogasinya" tutur penjelasan dokter Rizal dan dijawab anggukan oleh Nasha
"jadi Rania ini adik dokter Rizal" Dr Rizal mengangguk dan Rania cengengesan.
"kok loe gak pernah cerita ke gue Zal, kalau adik loe nyatri di pesantren abah" tanya Zafran heran
"iya maz, kok maz Rizal gk pernah cerita ke Rania, kalau gus Zafran ini temen mz" tambah Rania dengan pertanyaan yang sama dan membuat Zafran Rania juga Nasha penasaran dengan jawaban Rizal.
"Maz Rizal gak mau, kalau Rania tau Zafran ini sahabat mz, Rania jadi ngelunjak dan seenaknya sendiri dipesantren, Rania kan gitu orangnya, suka sekarepe dewe" jawab Rizal dengan memeluk pundak Rania
"dan gue gak crita sama loe, karena gue gak mau loe nyepesialin adek gue, gue tau lo suka gk enak kalau dengan orang terdekat loe Fran" jawab Rizal sambil menepuk pundak Zafran
"emangnya elo sama gue deket Zal" jawab Zafran dan membuat ketawa mereka berempat.
setelah beberapa menit ngobrol Nasha izin ke Zafran untuk mengambil makanan, dan diikuti Rania
__ADS_1
"mb' Rania ikut ya" Nasha pun hanya mengangguk dan Rania menggandeng tangan Nasha
"mb mb Rania tu pengen loh jodohin maz Rizal sama mb Mahira, kasian dia masih jomblo sendiri temennya sudah pada nikah" ucap Rania sambil memegangi piring yang baru diambilnya
Nasha nampak berfikir sebentar
"boleh juga, Mahira juga belum ada calon Ran" jawab Nasha sambil menyendokan makanan ke piringnya
"Fran, apa gue langsung pinang gadis itu ya" tanya Rizal yang mencoba curhat lagi dengan Zafran
"kalau elo sudah yakin, langsung pinang saja Zal" jawab Zafran meyakinkan Rizal
Rizal langsung menyenderkan tubuhnya ke kekursi.
"kurang yakin gue" jawab Rizal dengan membayangkan wajah gadis impiannya
"Istikhoroh Zal" jawab Zafran sambil tersenyum dan memandangi wajah Nasha dari kejauhan
"dulu gue juga Istikhorohin istri gue" jawab Zafran lagi dengan mengingat perbuatannya dulu yang diam diam sering memperhatikan Nasha dan mengistikhorohin Nasha.
"loe bener Fran, gue harus Istikhorohin gadis itu" jawab Rizal dan langsung bangkit dari tempat duduknya
"mau kemana Zal" tanya Zafran dengan bingung melihat tingkah Rizal yang tiba tiba semangat langsung berdiri
"gue, gue, hehehe sori lupa ini masih di acaranya Bian ya" jawab Rizal cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan duduk kembali dikursinya
" mz, " ucap Nasha dengan membawa dua piring berisikan makanan ringan dan yang satu dia sodorkan ke arah Zafran
"mz aku bawain kamu lutisan, mz suka kan" ucap Rania pada Rizal dan menyodorkan lutisan ke Rizal dan dijawab anggukan oleh Rizal
"mz, mz Rizal gak pengen nikah,? temen temen mz Rizal sudah pada nikah lo" tanya Rania dan membuat Rizal memasang wajah heran dan mengkerutkan dahinya
"jadi kami berniat menjodohkan Dr Rizal dengan teman kami Dok" ucap Nasha yang duduk didepan samping Rizal, seketika membuat Rizal dan Zafran langsung mengarahkan pandangan dan ke Nasha dan saling pandang antara satu sama lain
"mau ya mz, orangnya cantik baik cekatan lo" jawab Rania antusias
"makasih ya Rania mb Nasha atas peehatianya, tapi saya sudah ada gadis incaran" jawab Rizal dengan mengusap kepala Rania
"yah gagal deh punya ipar mb Mahira" batin Rania
"pupus lagi harapan Rania" jawab Rania dan memurungkan wajahnya
"recana gagal deh" jawab Nasha dan langsung memasukan makanan ke dakam mulutnya sambil menundukan kepalanya
__ADS_1