Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
49. Pupus Harapan Rania


__ADS_3

Setelah sampai diatas, mereka berempat langsung mengambil air wudhu


"masya allah Fra, airnya seger banget, gak kerasa dingin sama sekali padahal ini sudah jam 2 malam loh" ucap Nasha pada Afra


"iya Sha kan ini airnya dari pegunungan langsung, lupa kamu kalau tadi kita ngelewatin anak tangga segitu banyak, diatas gunung sekarang kita Sha" jawab Afra


*Fra setelah Wudhu kaki ku yang tadinya pegel pegel kok langsung hilang ya, gk krasa lagi capeknya" tanya Nasha lagi


"iya Sha, mungkin ini karomahnya Sunan Muria" jawab Afra sambil mbenerin jilbapnya


"udah belum, kita sudah ditungguin rombongan " tanya Afra


"udah, ayok" jawab Nasha dan langsung berjalan meninggalkan tempat wudhu


mereka langsung bergabung dengan rombongan di makam Sunan Muria.


ketika sedang khusuknya membaca tahlil tiba tiba


Brukh


Rania kejengkang ke belakang


sangking ngantuknya yang tak tertahan membuat Rania ketiduran dan kejengkang karena posisi tidurnya duduk.


"ya Allah Rania, bangun bangun, " ucap Nasha membantu Rania untuk bangkit dari kejengkang yang duduk disebelanhnya


"mb malunya aku mbk kejengkang diliatin orang orang" ucap Rania sambil mengusap wajahnya


"mangkanya jangan tidur" jawab Nasha.


"ngantuk banget mb, ini tengah malam lo" jawab Rania sambil menunjukan jam ditangannya


"ditahan" jawab Nasha lagi


Rania pun menyubitin jari jari kakinya supaya hilang rasa kantuknya.


setelah selesai mereka langsung keluar, melewati anak tangga lagi. kali ini Nasha tidak lagi heboh beli oleh oleh karena tadi sudah mendapat tas yang unik dan lucu.


"mau beli beli lagi" tanya Zafran yang melihat Nasha celingukan kesana kemari, Nasha hanya menggelengkan kepala


"terus kenapa celingukan gitu sayang" tanya Zafran dengan memeluk bahu Nasha


"ih mas lepas ah, malu tau" ucap Nasha yang kaget tiba tiba pundaknya dipeluk dari samping


"halal lo yang" jawab Zafran dengan manja


"banyak santri itu loh" jawab Nasha dengan kesal dan Zafran melepaskan pelukannya


"udah deh gak usah malu malu, kaya kita ini loh mesra bin uwu wal so sweet" ucap Afra yang tiba tiba muncul dari belakang

__ADS_1


"heran deh sama Afra, Gak lepas tangannya dari Gus Imron, gak malu apa di lihatin santri - santri" tanya Nasha dengan heran


"enggak lah, malah seneng" jawab Afra dengan bangga sambil ketawa dan jalan mendahului Nasha juga Zafran


"ning Afra Nasha sini" ucap Ghina sambil melambaikan tangan yang berdiri di samping Mahira


"kenapa Ghin" tanya Afra dengan masih menggandeng lengan Imron


"aku beliin ini ya buat kita berempat, sebagai tanda persahabatan kita" ucap Nasha sambil nunjukin sebuah gelang koka berwarna hitam


"boleh boleh bagus itu Ghin" jawab Afra


"jangan cuma 4 beli 5 Ghin" ucap Nasha


"satunya buat siapa Sha, buat gus Zafran" ucap Mahira yang langsung menoleh ke arah Zafran


"buat Rania" jawab Nasha santai


"apa" jawab serempak Ghina dan Mahira


"santay cuy gak usah teriak teriak ini dimakam loh" jawab Afra


"gak lah Sha, emang Rania siapa. inget ya Sha Sisterlillah itu cuma 4 orang, Mahira ,Ghina, Afra dan Nasha" jawab Mahira yang gak terima kalau Rania ikut masuk geng Sisterlillah


"iya Sha aku juga gk setuju" imbuh Ghina


"hmmm yaudah deh" jawab Nasha santai


sesampainya dibawah mereka berisitirahat menikmati teh panas dan jagung bakar bersama santri yang lain.


"kenapa, dingin" tanya Zafran dan dibalas anggukan oleh Nasha


Zafran langsung mengalungkan sorban yang dipakainya dan menggenggam kedua telapak tangan Nasha


"ehem, yang halal mah bebas, yang jomblo bablas hanya bisa nahan" celetuk Mahira dengan senyum


"mangkanya buruan nikah, biar bisa kayak kita" jawab Afra yang sedang bersender di bahu Imron


"gus Imron maaf ini mau nanya" ucap Ghina dengan tidak ada rasa sungkan, pasalnya semenjak Ziaroh mereka berenam semakin akrab dan tidak canggung ataupun sungkan lagi.


"nanya apa" jawab Imron


"sebenanrnya ning Afra gus Imron Apain sih, perasaan selama Ziaroh nempel terus dan gak lepas itu genggaman tangan kek perangko"


"mungkin aku terlalu tampan mbk, jadi dia takut aku kesamber santri lain" jawab Imron dengan santai


plak


satu pukulan mendarat dibahu Imron dari Nasha. dan membuat Imron ketawa

__ADS_1


"giliran yang satunya malu malu" ucap Mahira sambil menoleh ke arah Nasha dan Zafran


"aku mah takut kalau kamu pengen Ra, ngeliat keuwuan kami, kan kasian yang jomblo" jawab Nasha dengan santai dan membuat Mahira dan Ghina geleng geleng kepala.


teplak teplak teplak


suara kaki berlari


"kenapa Lari lari Rania" tanya Nasha yang menyadari kedatangan Rania dengan ngos ngosan karena berlari


Rania tidak langsung menjawab malah bengong karena kaget melihat Zafran memegang tangan Nasha


"hey Rania, malah bengong ni bocah" ucap Mahira yang membuat Rania kaget dan langsung sadar


"mb Nasha kok pegangan tangan sama laki laki si" tanya Rania dengan masih bengong dan belum tau status Nasha sebagai istri Zafran


"kenalin Ran, ini mas Zafran suami mbk" ucap Nasha dan Zafran memberinya anggukan kepala.


"su suami mbk" ucap Rania dan dibalas anggukan oleh Nasha..


"pupus sudah harapan gue jodohin mb Nasha sama abang, pupus juga harapan gue dapetin pangeran tampan" batin Rania dengan sedih dan lesu


Rania pun langsung ditarik oleh Mahira untuk duduk dan minum teh hangat


"nih minum dulu , biar gak ngos ngosan" ucap Mahira sambil menyodorkan gelas berisi teh hangat Rania nenerima gelas itu dan langsung meminumnya tapi masih diam. .


💦💦💦


menjelang subuh para rombongan berhenti di makam masjid kudus untuk menjalankan sholat Subuh disana, lalu Ziarah ke makam Sunan kudus dan menikmati sarapan disekitar Masjid kudus.


"sayang mau makan pakek apa" tanya Imron pada Afra yang sudah duduk cantik di sebuah kursi panjang ,yang disampingnya ada Nasha dan didepannya ada abah Labib dan Ibu Aminah juga Zafran


"pakek nasi pecel mas" jawab Afra


tak lama kemudian Imron datang membawakan satu piring nasi pecel dan satu piring soto ayam dengan isi telur


"nih dimakan" ucap Imron sambil menyodorkan piring yang berisi pesanan Afra


"uhh bau apa si ini mas, kok bikin perutku mual" tanya Afra sambil menutup hidungnya


"soto kamu mas, kamu makannya jauh jauh dari aku sana bikin mual aroma bumbunya" ucap Afra dan membuat semua orang yang dimeja menoleh ke arahnya


"biasanya juga gk kenapa kenapa dek mas makan soto" jawab Imron


"tapi sekarang bikin mual mz, sana sana" ucap Afra sambil melambaikan tangannya tanda Imron suruh pergi.


dengan sedikit kesal Imron menuruti kemauan istrinya


"nak Imron kamu kesana dulu ya, kalau sudah selesai nanti kesini lagi" ucap ibu Nyai dan Imron langsung menganggukan kepala dan pindah kemeja sebelah yang agak jauh

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya guys.


biar author nambah cemangat nulisnya heheheh


__ADS_2