Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
62. Mbok Kepo


__ADS_3

selesai acara keluarga abah Labib langsung pulang kerumah. sesampainya dirumah jam menunjukan pukul 13.30 WIB. Nasha segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya ke kasur yang berbalut sepray berwarna putih lembut dan wangi. Zafran yang melihat Nasha kecapean langsung menghampiri


"sayang, ganti baju dulu, bersih bersih badan dulu baru tidur" ucap Zafran yang duduk di tepi ranjang dan mengusap kepala Nasha


"Nanti mas, Nasha mau tidur dulu aja" jawab Nasha yang sudah mengantuk. Zafran yang sudah kangen dengan Nasha langsung ikut membaringkan tubuhnya kekasur dan memeluk Nasha dan menciumi pipi Nasha


"mz, jangan ganggu dulu. Nasha istirahat dulu sebentar" jawab Nasha dengan membalikan badanya kesamping


"mangkanya ganti baju dulu, kalau enggak mas terusin ini" jawab Zafran menggoda Nasha, Nasha yang mendengar itu langsung melebarkan matanya dan turun dari tempat tidur, Zafran hanya menggelengkan kepala sambil ketawa melihat tingkah istrinya.


setelah selesai ganti baju dan bersih bersih badan Nasha kembali ketempat tidur, dan didapatinya Zafran yang sudah tertidur duluan, Nasha pun langsung membaringkan badanya disamping Zafran dan memeluk tubuh kekar Zafran.


"Sayang, kamu mau menggoda mas ya" ucap Zafran dengan mata yang masih terpejam


"loh maz belum tidur" jawab Nasha kaget dan langsung melepas pelukannya


"jangan dilepas, mas kangen Nasha, Mas mau lebih ya, sebentar saja" rengek Zafran dan Nasha hanya terdiam


"sebentar aja sayang, jam 16.00 maz udah harus kerumah sakit, praktek" rengek Zafran lagi dengan wajah memelas Nasha pun langsung mengangguk karena diapun juga kangen dengan suaminya.


satu jam sudah Zafran dan Nasha melepas rindu didalam selimut,


"makasih sayang" ucap Zafran dan langsung mencium kening Nasha yang masih dalam pelukannya. Nasha hanya mengangguk dan menunggingkan senyumannya.


"mz, sebenernya siapa si gadis pujaan Dr Rizal" tanya Nasha dengan rasa penasaran sambil memainkan dada Zafran dengan jari jari lentiknya


"sejak kapan Nasha jadi mbok kepo" jawab Zafran sambil mempererat pelukannya


"kok mbok kepo si mz" jawab Nasha dengan cemberut


"Nasha pengen tau aja, karena Nasha tu pengen njodohin Dr Rizal dengan Mahira, ehh malah udah punya pujaan hati" jawab Nasha dengan ekspresi kecewa


"Maz gatau persis, Rizal gak crita detail" ucap Zafran sambil memandangi wajah Nasha


hmmm Nasja membuang nafasnya sembarangan

__ADS_1


Zafran menoleh ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 15.00 WIB. ingin rasanya Zafran lebih lama lagi memeluk Nasha namun tugas wajibnya sebagai dokter harus dilaksanakan.


"sayang" tanya Zafran dengan mengelus elus kepala Nasha


"mz siap siap kerumah sakit ya" ucap Zafran dan mengecup kepala Nasha dibalas anggukam oleh Nasha.


Zafran pin bangkit dari tempat tidurnya dan langsung masuk kamar mandi. sementara Nasha langsung menyiapkan pakain ganti untuk Zafran


sepuluh menit kemudian Zafran keluar dari kamar mandi dan gantian Naaha yang masuk kamar mandi.


"Sha, maz Sholat dibawah ya" ucap Zafran dijawab anggukan oleh Nasha.


"aku bersyukur menjadi istrimu mas, memang benar ya, manusia bisa berencana tapi rencaba Allah lah yang terbaik, aku dulu yang menginginkan sebuah pernikahan setelah selesainya aku menuntut ilmu, tapi Allah hadirkan pernikahan ditengah tengah perjalanku menuntut ilmu, aku yang awalnya tidak mencintaimu tapi sekarang sangat mencintaimu dan bersyukur memiliki mu mz" batin Nasha yang sedang berendam di bath up dan membayangkan perjalanan cintanya dengan Zafran, pengorbanan Zafran dan kasih sayang Zafran kepadanya.


tanpa terasa Nasha sudah hampir tiga puluh menit didalam kamar mandi dan belum selesai dengan ritual berendamnya.


tok tok tok


"sayang, kamu didalam" suara Zafran yang membuyarkan lamunan Nasha


"maz berangkat ya, kamu hati hati dirumah" ucap Zafran dan langsung keluar dari kamar. Nasha pun mengiyakan dan segera menyelesaikan ritual berendamnya.


rumah nampak sepi, ibu Aminah dan abah Labib sedang menghadiri acara pengajjan dikampung sebelah dan Nasha pun akhirnya pergi ke asrama untuk menemui dua sahabatnya


dengan perut yang sudah membuncit Nasha berjalan dengan gaya ogrosnya. sekarang Nasha sudah tidak lagi sering rebahan, dia sudah normal seperti dulu kala yang gesit dan tidak bisa diam.


"Assalamualaikum" ucap Nasha ketika mau masuk kedalam Asrama


"Waalaikumussalam"" jawab Mahira dan Ghina dengan girang.


Mahira dan Ghina yang melihat perut Nasha semakin membesar seketika membayangkan jika hal itu dialami mereka, Nasha yang baru masuk asrma disambut dengan kedomblongan kedua sahabatnya merasa bingung


"hey, kok ngelamun" ucap Nasha membuyarkan lamunan Mahira dan Ghina karen tonyoran yang didaratkan Nasha kepundak Ghina dan Mahira terasa sakit


"Nashaaaa" jawab Mahira sambil menampakan wajah kesalnya

__ADS_1


"kalian kenapa kok malah melongo" tanya Nasha dan baru disadari Mahira dan Ghina kalau mereka berdua sama sama sedang melamun bin melongo


"lagi bayangin hamil kek kamu sha. seksi" bisik Mahira dan membuat Nasha geli mendengarnya.


" masih gadis juga dah bayangin hamil" jawab Nasha sambil ketawa dan menggelengkan kepalanya


"gak papalah, gk dosa kok" jawab Ghina dan dijawab anggukan oleh Mahira, Nasha segera duduk beesender didinding dengan mencari posisi yang wenak


"Ghin, Ra, kalian masih betah dipesantren" tanya Nasha tiba tiba dan dijawab anggukan oleh Mahira dan Ghina


"aku boyong (keluar dari pondok) kalau ada yang meminangku Sha." jawab Mahira sambil membayangkan ada pangeran sholih yang tiba tiba datang kerumah kedua orangtuanya dan meminangnya.


"Ra, sakit?" tanya Nasha bingung melihat sikap Mahira dan Nasha langsung memeganhi dahi Mahira


"enggak Sha" jawab Mahira sambil menurukan tangan Nasha dari dahinya


"kamu serius dengan ucapanmu" tanya Nasha mengintrogasi Mahira


Mahira yang awalnya becanda tiba tiba menganggukan kepala atas peertanyaan Nasha.


"kamu tadi darimana Sha sama keluarga Abah Labib" ganya Ghina kepo yang melihat Nasha pergi dengan menggunakan gamis berwarna Navi yang menampakan kecantikan naturalnha.


"ngadirin acara Walimatul ursy sodara abah" jawab Nasha sambil mengelus elus perutnya.


"Ra tadi aku ketemu sama dokter Rizal loh" ucap Nasha nyeplos aja


"dokter nyebelin itu ra" jawab Mahira yang merasa geli dengan naman Dr Rizal karena baginya Dr Rizal dokter yang nyebelin.


"jangan gitu Ra, awas jatuh cinta looh" ucap Ghina dengan menyenggol lengan Mahira.


"amit amit amit amit kalau sampai aku jatjh cinta dengan Dr nyebelin itu" mengkidik bulu Mahira yang tidak bisa membayangkan kalau sampai dia menikah dengan Dr Rizal.


"kalau seumpamanya orang yang pertama kali meminangmu itu Dr Rizal gimana Ra" ucap Ghina dan membuat Nasha antusias menunggu jawaban Mahira. seketika memingatkan Nasha pada ucapan Zafran kalau Nasha sperti mbok kepo. mau tau aja urusan orang


"iya Ra, tadi kamu bilang lo. kalau ada yang meminangmu kerumah langsung kamu teerima" timpal Nasha dengan ketawa hasnya

__ADS_1


"ya, iya udahlah aku terima" jawab Mahira dengan terpaksa dan membuat Ghina juga Nasha saling pandang lalu ketawa melihat ekpresi wajah Mahira


__ADS_2