
Hari ini adalah hari yang dinanti nanti keluarga Zafran, yaitu hari Tasyakuran atas kembalinya dia ditengah tengah keluarga.
semua keluarga kerabat sahabat terdekat anak yatim piatu dan para santri sudah berkumpul dihalaman pesantren Abah Labib yang sudah disulap dengan tarub besar dan panggung untuk pak Kyai nanti memberikan Mauidhotul Hasanah.
Tarub yang bernuansa hijau putih membuat mata yang memandang terlihat segar.
acara Tasyakuran itu dimulai dengan tampilan Sholawat santri santri putra dengan memainkan hadrohnya. acara dilaksanakan pada malam hari sesudah Sholat Isya, saaat Sholawat bergema membuat lauatan santri abah Labib berkumpul untuk bersholawat mengharap syafaat Baginda Nabi Muhammad Saw.
"Maz" ucap Nasha menghampiri Zafran yang masih didalam kamar.
"iya sayang" jawab Zafran lirih dengan mata berkaca kaca.
"kok masih disini, yuk keluar para tamu sudah banyak yang datang" ucap Nasha dengan lembut.
"Sayang" ucap Zafran dengan menarik tangan Nasha membuat Nasha jatuh dipangkuannya.
"iya, kenapa" jawab Nasha.
"terimakasih ya" Zafran memeluk tubuh ramping Nasha yang ada dipangkuannya.
"Terimakasih atas kesetian dan perjuangan Nasha selama ini untuk mz juga Alif" Zafran sudah tidak kuat lagi menahan air matanya, Zafran menangis dipelukan Nasha.
"Maz Zaf mau sampai kapan nangis terus bilang terimakasih sama Nasha, hampir setiap hari mz seperti ini".
"Mz, bagi Nasha pernikahan untuk Nasha itu cukup sekali. menikah itu sebuah komitmen yang harus dijaga, apapun yang terjadi harus dihadapi, saat Nasha tau pesawat mz kecelakaan hati kecil Nasha menolak kalau maz Sudah meninggal, jadi Nasha terus menjaga kesetiaan Nasha untuk maz. dan berjuang terus untuk masa depan kita terutama masa depan Alif".
"Mz tidak perlu bersedih, Nasha mau mz Zaf semangat berjuang untuk sembuh, dan gantiin Nasha kerja, Nasha capek kerja maz udahan, Nasha mau dirumah aja menjadi kaum rebahan, biar maz Zaf aja yang kerja hehehe".
"iya, maz mau sembuh kok, dan gak akan biarin Nasha kerja lagi,"
"oiya, maz nanti mau bikin pabrik ya Sayang" ucap Zafran.
"pabrik anak" jawab Zafran dengan ketawa.
"nanti Nasha yang ngurus" ucap Zafran lagi.
__ADS_1
plakkk.
Nasha reflek memukul lengan Zafran.
"hih, masak pabrik anak si mz, anak satu aja kadang sampe gak sempet pakek skincare, bodycare mz mz, apalagi kalau anaknya banyak, gak sempet leyeh leyeh paling aku maz" Zafran tertawa keleh.
"loh, banyak anak banyak rizki lo sayang" jawab Zafran.
"iya Nasha tau itu mz, tapi ya jangan banyak banyak juga lah mz, takut gak bisa maksimal mencurahkan perhatian dan kasih sayang mz, Nasha pengen semaksimal mungkin menunjukan kasih sayang ke anak, gak mau aku kalau setengah setengah". ucap Nasha sambil memajukan bibirnya.
"iya, apa kata umi Nasha aja, Abah Zafran nurut, kan Umi Nasha yang hamil dan melahirkan, abah Zafran mah bisanya menabur, menabur benih" ucap Zafran sambil nyengir.
"yaudah yuk keluar" ajak Nasha. Zafran mengangguk dan berjalan menggunakan penyangga di bantu Nasha.
suasana dipesantren abah Labib benar benar sangat ramai, nampak Fahmi baru saja datang bersama Aisyah yang sangat diharapkan kedatanganya oleh keluarga abah Labib.
"Assalamualaikum gus" sapa Fahmi pada Zafran, Aisyah mengangguk..
"Waalaikmussalam pk Fahmi" jawab Zafran.
"Alhamdulillah semakin membaik pk".
"Tamu istimewanya sudah dateng to" sapa Nasha yang menghampiri Fahmi bersama Ghina lalu mencium pipi kanan kiri Aisyah. dan menganggukan kepala pada Fahmi.
"iya mb Nasha". jawab Fahmi sambil tersenyum.
"udah dari tadi pak Fahmi?".
"baru saja datang kok mbk" jawab Fahmi.
"eh Aisy ikut aja sama mbk kesana yuk, gabung sama santri putri, kalau kamu gabung sama mereka" ucap Nasha sambil menganggukan dagunya ke arah Zafran dan Fahmi.
"Pasti akan sangat membosankan".
"boleh mbk" jawab Aiysah lalu mengikuti Nashs yang berbaur dengan para santri putri.
__ADS_1
"santrinya banyak ya mbk". ucap Aisyah.
"Alhamdulillah iya Ais".
"mbk mbk temen mbk itu aku perhatiin kok mirip sama bang Fahmi ya" bisik Aisyah pada Nasha yang mengarahkan dagunya ke Ghina. Nasha langsung mengamati wajah Ghina dan Fahmi yang jaraknya tidak jauh dengan dirinya saat ini.
"iya ya Aisy, kok mirip ya".
"jodoh kali mbk, tadi aja pas mbk Nasha sama mbk itu menghampiri kami, bang Fahmi nampak gerogi gitu, suka kali dia sama mbk Ghina, pas waktu kita pertama kali ketemu di rumah sakit itu juga mz Fahmi sering ngeliyatin mbk itu tau mbk" tutur Aisyah.
"masak si Aisy".
"iya mb beneran" jawab Aisyah sambil mengangguk.
"Aisy mau deketin mbk itu lah mb mau cari tau tentang mb itu, siapa tau jadi ipar beneren".
"hahah yaudah sana gabung sama mereka, dia namanya Ghina". bisik Nasha.
Pov Fahmi.
"gadis itu, siapa gadis itu kenapa wajahnya tidak asing" batin Fahmi.
"pak Fahmi ada apa, sepertinya ada yang difikirkan" tanya Zafran yang menyadari peribahan ekspresi diwajah Fahmi.
"oh tidak ada gus, hanya saja saya merasa tidak asing dengan orang yang bersama mb Nasha tadi".
"kalau boleh tau tadi itu siapa ya gus?"
"oh, itu namanya Ghina, dia santri disini juga sahabatnya Nasha. anda naksir ya pk " Zafran berkata sambil menyenggol lengan Fahmi, Fahmi hanya menanggapinya dengan senyum.
"yasudah yuk kita kedepan" ajak Zafran. Fahmi mengikuti Zafran namun Fikiranya masih tertuju ke Ghina.
malam itu Tasyakuran benar benar berjalan dengan lancar, banyak tamu undangan yang hadir. mereka semua juga merasa bahagia bahwa Zafran ternyata masih hidup dan saat ini berada di antara mereka.
Maaf ya readres sayang. Autho lama up nya🙏🙏🙏
__ADS_1