Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
71. Merindukan Zafran


__ADS_3

Dua tahun telah berlalu, dan selama dua tahun itu Nasha tinggal dirumah abah Labib bersama Akif juga. Nasha sangat berharap Zafran akan pulang, Nasha juga ingin baby Al tumbuh kembang dilingkungan pesantren agar menjadi anak yang paham agama seperti abahnya.


"Assalamualaikum"


"Waalaitumcalam umi" ucap Alif ketika mendengar salam Nasha dan berlari menghampiri Nasha.


"putra umi, udah mandi ya" .


"utah umi, atu mandi tama eyang" (sudah umi, aku mandi sama eyang)


"eyang, loh eyang disini".


ucap Nasha sambil menggendong Alif dan masuk kesalam rumah.


"baru pulang Sha" tanya mama Nasha yang berada diruang keluarga bersama Ibu Aminah.


"iya ma, mama sudah dari tadi".


"sejaman yang lalu lah".


"mama sama siapa".


"diantar supir tadi".


"tadi ibu yang nyuruh mamamu kesini, ibu kesepian, abah ngaji keluar kota" imbuh ibu Aminah.


"jadi nanti mama minep sini" tanya Nasha dan mamanya mengangguk.


"iya, sampai acara wisudamu sekalian nduk" imbuh ibu Aminah dan Nasha pun mengangguk merasa senang.


"mah, buk, nitip Al dulu ya Nasha mandi dulu".


"Alif, umi mandi dulu yah, bauk kecut, Alif sama eyang dan mbh putri dulu yah".


"iya umi" jawab Alif sambil mengacungkan jempolnya.


Sore itu Nasha merasakan lelah sekali karena sibuk seharian dikantor. Setelah Alif lahir Nasha memilih untuk meneruskan usaha butik milik Zafran untuk menyambung hidupnya, awalnya kedua orangtuanya tak mengizinkan Nasha bekerja, namun Nasha tidak mau terus terusan menjadi beban orangtuanya. Apalagi sekarang sudah ada Alif yang harus dibiayai hidup dan pendidikannya kelak. Lagi pula Zafran meninggalkan bisnis butik, sayang kalau tidak diteruskan dan kebetulan butik Zafran bekerja sama dengan perusahaan papanya. Nasha yang memang pandai tidak begitu sulit baginya untuk belajar bisnis, Nasha belajar bisnis dengan kedua orangtuanya dan dulu Nasha sering menemani dan membantu Zafran ngurus Butik, sedikit banyak dia tau bagaimana dunia bisnis dan saat ini usaha butik yang dipimpinnya sudah berkembang pesat dan memiliki cabang diberbagai kota.


awal awal Nasha merintis butik Zafran banyak sekali ujian, mulai dari orderan banyak yang mendadak dibatalkan, ditipu klien hingga kebakaran pabrik. namun hal itu tidak membuat Nasha menyerah dia terus bangkit dengan mencari modal pinjaman ke orangtuanya dan kesaudara saudaranya.

__ADS_1


"rasanya capek ini mendadak hilang maz kalau mengingat senyum kamu dan juga Alif, berkat kerja kerasku dua tahun ini, Alhamdulillah sekarang aku dan Alif bisa hidup dengan hasil keringatku mz tanpa membebani orang tua kita" ucap Nasha dengan rebahan dan memandangi poto Zafran yang ada didinding kamarnya.


"andaikan kamu disini mz, kamu melihat aku yang kecapean pasti langsung memijatku, sama seperti kebiasaan kamu dulu setiap melihatku kecapean kamu langsung peka mijitin aku, padahal kamu sendiri sedang kecapean".


Nasha berbicara dalam hatinya sambil senyum dan menahan rindu dengan Zafran.


"dimanapun kamu berada dan bagaimanapun kondisimu aku yakin kamu akan kembali mz, aku yakin kamu belum meninggal. aku belum bisa melupakanmu mz, cuma kamu laki laki yang ada didalam hatiku sampai saat ini".


Nasha membatin lagi sambil memandangi foto pernikahannya yang menampakan kegantengan dan kegagahan Zafran.


Nasha didalam kamar hampir satu jam untuk melaksanakan mandi, Sholat dan muroja'ah.


"Umi tini Umi, Alif puna mainan balu Umi, tadi di eliin yang Umi" (umi sini umi, Alif puna mainan balu Umi, tadi di beliin eyang Umi) ucap Alif yang melihat Nasha berjalan mendekatinya.


"wah banyak sekali mainannya Al" jawab Nasha yang melihat Alif bersama mainan barunya yang banyak.


"mama, gak usah repot repot beliin Alif mainan yang banyak ma"


"gak papa Sha, Alif kan cucu mama satu satunya, lagian kan ada Arumi yang sering kesini, biar bisa buat mainan mereka berdua Sha"


"ya gk adil dong itu ma, aturan mainan Alif sekedarnya saja, sebagian uangnya buat beliin Nasha baju" ucap Nasha becanda dan membuat mama serta ibu Aminah tersenyum


"masak bos baju minta dibelikan baju, gak. pas lah"


Ibu Aminah yang melihat Nasha sangat akrab dengan mamanya merasa rindu dengan Zafran,


"Andaikan kamu ada disini nak, pasti kebahagiaan ini bertambah lengkap, apalagi sekarang putramu sudah tumbuh semakin besar dan pintar" batin Ibu Aminah sambil menahan air mata.


"Assalamualaikum"


ucap Afra dan Imron yang menggendong baby Arumi.


"Waalaikumussalam" jawab Nasha mama dan ibu Aminah


"waalaitumusalam adek Alumi"


Alif langsung mendekati Arumi yang terlebih dahulu menyalami Afra dan Imron dan Arumi langsung minta turun dari gendongan Abinya.


"Adek Alumi, atu puna mainan banak loh dibeliin yang, ada mainan buat adek Alumi juga, ayok tita mainan baleng" (adek Arumi, aku punya mainan banyak loh dibelikan eyang, ada mainan mainan buat adek Arumi juga, ayok kita maianan bareng" ucap Alif yang menggandeng Arumi dan membawanya ke tempat mainannya.

__ADS_1


"tante disini" ucap Afra pada mama Nasha


"iya Fra, ibu mu tadi yang meminta Tante kesini, untuk menemani beliau" jawab Mama Nasha dengan senyum.


"kalian dari rumah nduk" tanya ibu Aminah.


"iya Bu, kami mau menginap disini sampai acara wisuda santri bu, bolehkan".


"gak boleh, bayar ya permalam ya".


"Astaghfirullah ibu ini anak kandung ibu Loh" jawab Afra pura pura kaget dan panik yang sudah paham ibunya kadang juga suka becanda.


"lagian ini juga rumahmu Fra, mau kapan saja kamu menginap, tanpa Izin ibu persilahkan".


"heheh iya bu"


"andaikan Zafran ada disini, pasti dia yang akan membuat kehangatan dikeluarga ini bertambah dan malam malam menjelang wisuda santri Zafran yang selalu sibuk untuk sowan ke para kyai dan nembusi untuk ngisi Mauidhotul Masanah".


seketika ucapan Ibu Aminah membuat semua orang disana terdiam dan merasakan rindu dengan Zafran.


"mz, Afra kangen" batin Afra


"dek Afra maz punya kembang api ayok kita hidupin" .


"aku takut maz, aku gak berani".


"gak papa dek, mas pegangin sini" Afra mendekat pada Zafran.


"tuh kan gak papa dek".


"iya mz, bagus ya maz kembang apinya" Zafran mengangguk dan melepaskan tangannya dari tangan Afra.


"aduh mz, sakit aku kena peecikan apinya mz".


"ya Allah dek jarimu melepuh, maafin maz ya dek, maz teledor, maz janji akan jagain adek Afra terus sampai maut dek".


"makasih ya mz udah mau jagain aku" ucap Afran dan Zafran mengangguk.


Afra yang larut dalam bayangan masa kecilnya dengan Zafran tanpa terasa meneteskan airmata, Imron yang melihat kesedihan dari mata Afra langsung memeluk dan mengusap pundak Afra.

__ADS_1


"Afra Rindu Mza Zafran".


"sabar ya sayang" Imron berucap lirih ditelinga Afra.


__ADS_2