Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
26. Bocor


__ADS_3

Saat ini kedua orangtua Nasha sudah pulang ke rumahnya Nasha pun berencana untuk kembali ke asramanya.


" gus Zafran eh mas Zafran Nasha ke asrama ya"


"mau ngapain" jawab Zafran


"ya mau mandi sholat jamaah dan Diniyah lah" ucap Nasha dengan gugup


"Mandi dan sholat disini saja, lagian pakaian kamu kan semua ada disini, kita nanti berjamaah disini, nanti kamu ke asrama kalau sudah waktunya diniyah"


"duh kenapa gk boleh keluar si" gumam Nasha


"Sha, kamu dengar mas kan"


"iy iya, aku dengar, yaudah aku mandi dulu"


ketika sudah selesai mandi Nasha pun baru sadar kalau dia tidak membawa handuk dan baju ganti ke kamar mandi


"Mas, mas Zafran tolong ambilkan handuk Nasha dong" teriak Nasha


"ambil aja sendiri sini" jawab Zafran


"mas Zafran jangan aneh aneh deh, masak Nasha telanjang keluarnya" ucap Nasha kesal


Zafran pun hanya tersenyum sambil menggeleng gelengan kepalanya dan mengambilkan handuk Nasha


"Sha ini handuknya"


"makasih" jawab Nasha dan mengambil handuknya lewat pintu yang dia buka sedikit


setelah memakai handuk Nasha pun keluar yang hanya memakai handuk yang menutupi area sensitifnya


"Sha, kamu gk salah hanya pakai handuk begitu di depan mas" ucap Zafran yang sedang duduk di shofa sambil memegang HP nya


"namanya juga gk bawa baju ganti, lagian mas kan suami ku, sah sah aja dong" ucap Nasha cuek


"iya bener juga si, sah sah aja" gumam Zafran


"berarti nanti malam sah sah juga dong kalau mas . . .


"gak gak jangan dulu kalau itu, Nasha belum siap" ucap Nasha yang memotong ucapan Zafran


"lah belum siap kenapa" tanya Zafran yang sudah berdiri disamping Nasha


"ya belum siap untuk malam pertama" jawab ceplos Nasha dan langsung menutup mulutnya


"mesum otaknya" ucap Zafran dan mencetuk jidat Nasha sambil ketawa lalu pergi masuk ke kamar mandi.


"aduh aku salah ngomong, maemalukan banget si" gumam Nasha dan langsung pergi mengambil baju dan memakainya


15 menit kemudian Zafran keluar dari kamar mandi dan Nasha pun sudah siap memakai mukena yang akan melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah


sesudahnya mereka Sholat Maghrib Nasha mencium tangan Zafran dan di ucapkan oleh Zafran


"Nasha, saat ini kita sudah sah menjadi suami istri, mas sebagai suamimu berkewajiban menafkahi Nasha, dan Nasha istri berhak melayani mas, yang mas tau saat ini hanya mas lah yang mengagumi dan mencintai Nasha, tapi mas berharap Nasha pun bisa mencintai mas. mas tidak akan memaksa Nasha untuk memberikan hak Nasha layaknya suami istri sekarang, mas akan menunggu sampai Nasha siap, namun Nasha perlu tau, surga Nasha sekarang ada pada ridho suami"

__ADS_1


Nasha pun hanya mengangguk paham


"Mas, boleh gak Nasha mengajukan perjanjian kontrak pernikahan" dengan wajah menunduk


"maksudnya" ucap Zafran sambil mengangkat wajah Nasha


"Nasha akan berusaha mencintai mas, dan melayani mas berbuat layaknya seorang istri seutuhnya namun Nasha masih ingin ngaji dan ngekhatamin Al-Qur'an, jadi Nasha minta mas untuk ngizinin Nasha fokus ngaji dan Hafalan "


"oalah cuma itu" jawab Zafran sambil tersenyum


"dan selama Nasha belum khatam Al-Qur'an nasha ingin kita tidak berhubungan suami istri dulu" lanjut Nasha


Zafran pun nampak memikirkan ucapan Nasha


"kamu sekarang juz berapa" tanya Zafran


"20, tapi belum lancar"


"kok kamu bisa cepet sudah sampai juz 20" tanya Zafran dengan heran"


"sebenarnya Nasha sudah mulai menghafal sejak SD, dulu di sekolah SD ada program Tahfidz, Nasha mengikutinya dan berhasil hafal jus 30, 1, dan 2, lalu di SMP ada program itu lagi dan selama 3 tahun Nasha menghafal sampai juz 7, dan barulah di pondok ini Nasha mulai menghafal lagi, dan Nasha perbaiki lagi hafalan yang sudah pernah Nasha hafal dulu dan pas hafalannya sudah dapet juz 12 Nasha baru setoran ke Ibu" tutur Nasha


Zafran pun mengangguk paham,


"mangkanya sekarang Nasha sudah juz 20, namun belum lancar"


"Yasudah mas setuju, tapi selain setoran sama ibu, Nasha juga setoran sama mas dari awal ya, biar nambah lancar"


Nasha pun mengangguk


Bruk


Nasha pun terjatuh di tubuh Zafran


"katanya gak mau malam pertama nya sekarang, kok nempel nempel si, berubah fikiran ya" ejek Zafran sambil tersenyum


"apaan si mas, orang kesrimpet juga," Nasha pun langsung berdiri dan berganti baju diniyah yang berwarna putih jilbab putih dan sarung di ruang ganti kamar


setelah selesai ganti Nasha pun segera berjalan keluar, Zafran pun menghentikan langkah Nasha


"Sayang, mas kan belum ngizinin kamu keluar, awas lo keluar tanpa izin suami bisa masuk neraka" ucap Zafran


"apalagi si mas tadi kan udah izin" ucap Nasha dengan nada kesal.


"Diniyah Nya masih habis Isya, masih ada waktu sejam lagi, sini kita murojaah bareng lalau Sholat Isya berjamaah disini ya, mas masih pengen memandangi wajah kamu" rayu Zafran


dengan wajah kesal nasha mengikuti keinginan Zafran dan langsung duduk di Sofa kamar


"nanti malam aku tidur diasrama ya" ucap Nasha jutek


"La, Nasha tidur disini sama mas, tapi maaaas"


"La" ucap Zafran sambil menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri


"ngeselin" ucap Nasha dan langsung melengos

__ADS_1


"ayok mulai murojaah nya"


Nasha pun memulai murojaah sampai adzan Isya, dan dilanjut Sholat berjamaah


karena sholat berjamaah nya lama, Nasha pun gada waktu untuk mampir ke asrama, dia langsung masuk ke kelas


"Mb, kenapa ngos ngosan" tanya Anisa


"aku tadi lari lari kesini Nis, takut telat"


"mbk dah ngapain aja sama gus Zafran" tanya Anisa menggoda


"ngapain apanya Nis" tanya Nasha dengan wajah bingung


"udah gini belum" jawab Anisa sambil menepuk tangan lalu menyatukan jari jari kanan kiri nya


" yee mesum ni bocah fikirannya" ucap Nasha memukul bahu Anisa dengan buku yang Nasha bawa


💦💦💦


Diniyah sudah selesai, rasanya Nasha pingin tiduran di asramanya, namun dia ingat kalau Zafran tidak mengizinkannya tidur di asrama malam ini dan harus tidur di kamarnya, dengan rasa bete Nasha pun kembali ke kamar Zafran.


ceklek


Nasha membuka pintu dan mengucap salam.


Nashaa yang merasakan sakit di perutnya langsung berbaring di kasur sambil memegangi perutnya


"Nasha kamu kenapa, apa ada yang sakit" tanya Zafran khawatir yang melihat Nasha memegangi perutnya dan sambil menggigit gigit kedua bibirnya menahan sakit


Nasha pun masih meraung kesakitan tanpa menjawab pertanyaan Zafran, dan malah berganti posisi membelakangi Zafran


"Astagfirullah, Nasha kamu kenapa. kenapa baju kamu merah merah, bau anyir ini darah Sha, kamu kenapa"


"Mas, brinsik banget si, gk usah lebay deh, kayak gak paham bab ini aja, Nahsa tu bocor"


"bo bocor, maksdnya" ucap Zafran bungung


"Nasha tu bocor halangan" ucap Nasha


"oalah, biasanya diapain atau minum apa biar gak sakit" ucap lembut Zafran


"tolong ambilkan air hangat mas"


Zafran pun langsung bangkit dan keluar kamar untuk mengambil air hanga di dapur


tidak lama kemudian Zafran kembali dengan membawa air hangat satu gelas besar


"ada botol enggak, air hangatnya tarok didalam botol, kalau di dalam gelas nanti tumpah" ucap Nasha sedikit kesal dengan Zafran


"sebentar bentar mas Carikan"


Zafran pun langsung mengambil botol dan memasukan air hangat tadi kedalamnya, dan menempelkan diperut Nasha, hingga Nasha tertidur pulas


"yah, malah tidur" ucap Zafran sambil menggelengkan kepalanya dan membereskan botol air hangat tadi.

__ADS_1


Zafran yang melihat Nasha tidur memenuhi tempat tak tega jika harus menggesernya hingga dia memilih tidur di Shofa


__ADS_2