
suara kesakitan Nasha membuat panik Zafran, dan dengan segera Zafran mengambil pistol yang ada ditangan polisi, doorrrr suara tembakan yang dilepaskan Zafran membuat Viola kaget, dan dengan segera Zafran menendang kaki Viola hingga tersungkur, Imron san dua orang polisi yang berada dibelakang Viola langsung menangkapnya, dan polisi langsung memborgol kedua tangan Viola
Viola yang merasa dirinya sudah tertangkap tampak menaruh kebencian yang amat dalam terhadap Zafran
"kali ini kamu lolos lagi Zafran, tapi ingat selagi saya masih hidup, saya pastikan kamu akan kehilangan orang - orang yang kamu sayangi, kamu harus ngerasain apa yang pernah saya rasain" ucap Viola sambil tersenyum kecut dan sinis lalu pergi bersama polisi.
polisi juga membawa ketiga anak buah Viola, namun Nasha menahannya
"ja ngan bawa mereka pak, me reka orang baik, mereka berpihak kesaya" ucap Nasha dengan terbata bata dan membuat Zafran bingung atas ucapan Nasha yang jelas jelas ketiga orang ini anak buah Viola kenapa dianggap orang yang memihaknya.
"kami akan membawa mereka untuk dimintai keterangan dan saksi atas kejahatan Viola bu" jawah salah satu polisi. dan Nasha mengagngguk
Nasha yang saat ini berada di pelukan Zafran nampak lemas dan pucat. Imron pun langsung menyuruh Zafran untuk segera mengangkat Nasha. dan mereka langsung membawa Nasha kerumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan.
sesampainya dimobil, Nasha tak sadarkan diri. dan membuat Zafran semakin hawatir dengan kondisi Nasha juga kandungannya.
"lebih cepat lagi Mron" ucap Zafran yang duduk di kursi belakang dengan memangku kepala Nasha. Imron pun mengangguk dan mempercepat mobilnya. untung waktu sudah tengah malam, hanya ada satu dua kendaraan yang masih melintasa dijalanan. sehingga Imron lebih leluasa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
sesampainya dirumah sakit Nasha langsung ditangani dokter dan Imron langsung memberi kabar ke Afra terkait kondisi Nasha saat ini
"Assalamualaikum mas, gimana Nasha" ucap Afra di telefon
__ADS_1
"Waalaikumussalam, Nasha sudah berhasil keluar dari penyekapan Viola, namun kondisinya lemah saat ini Nasha ada dirumah sakit TL" jawab Imron dengan memijat pelipis kepalanya...
"yasudah mz, kamu temani maz Zafran ya, besok habis subuh aku ke rumah sakit sama abah" jawab Afra dan langsung mematikan telfon setelah mengucap salam
waktu menunjukan pukul 02:00 dini hari, Afra ingin menyampaikan ke abah tapi hawatir abah sudah tidur, Afra memilih untuk melaksakan sholat tahajud, setelah selesai sholat tahajud Afran merasa haus dan mengambil air minum ke dapur, saat dia berjalan kedapur melewati ruang keluarga dan dia melihat Abah Labib sedang membaca Al-Qur'an.
"abah. abah tidak tidur" tanya Afra yang menghampiri abah Labib dan duduk disampingnya.
"abah tadi sudah tidur sebentar, dan terbangun. abah memilih untuk sholat Tahajud dan baca Qur'an nduk" jawab abah labib sambil menutup Qur'anya yang melihat Afra duduk disampingnya
"sudah ada kabar dari Nasha ndok" tanya abah Labib dan dijawab anggukan oleh Afra, Afrapun menyampaikan apa yang diceritakan Imron tadi dan abah Labib nampak lega.
"ibu" jawab Afra dan langsung berdiri menghampiri Ibu Aminah dan membawanya duduk di sofa
"bagaimana Nasha bisa diculik sama Viola dan kalian tau. tapi tidak cerita sama ibu , Bah, Ndok" tanya Ibu Aminah dengan berlinang air mata dan menatap wajah Abah Labib bergantian dengan Afra
"Abah, Afra jawab ibuk" tanya ibu Aminah dengan derai air mata
"kami gak mauk ibuk drop lagi bu" jawab abah Labib dan Afra mengangguk sambil mengusap punggung bu Aminah yang sudah duduk disamping Afra
"besok habis subuh kita sama sama ke rumah sakit ya bu, sekarang kita tidur dulu, Nasha sudah ditangani dokter dan dijaga mz Zafran juga mz Imron" ucap Nasha dan dijawab anggukan oleh bu Aminah dan Afra pun langsung membawa bu Aminah masuk ke kamar...
__ADS_1
waktu menunjukan pukul 04.00 WIB dini hari dan kedua orangtua Nasha sudah berada dirumah dan menunggu diluar ruangan Nasha bersama Zafran dan Imron.
tak lama kemudian Nasha sadarkan diri dan memanggil manggil Nama Zafran. Zafran yang mengetahui hal itu langsung memanggil dokter dan ikut masuk kedalam ruangan Nasha, setelah dokter selesai memeriksa Nasha, dokter pun keluar meninggalkan Zafran dan Nasha berdua.
"dokter bagaimana keadaan anak saya dok" tanya mamanya Nasha yang melihat dokter baru keluar dari ruangan Nasha...
"Alhamdulillah Nasha sudah sadar, keadaan Nasha dan kandungannya baik baik saja bu. ibu silahkan masuk" jawab dokter dengan sopan. mama Nasha pun mengangguk dengan senyuman dan dokter pun pergi meninggalkan keberadaan orangtua Nasha.
"nak Imron kami masuk dulu ya," ucap Mama Nasha pada Imron dan dijawab anggukan, dan Imron pun langsung pamit memilih menuju Mushola rumah sakit karena sebentar lagi sudah mau masuk waktu subuh.
"Nasha, nak. kamu sudah sadar nak, Nasha kuat nak" tanya mama Nasha dan memberi suport dijawab anggukan dan senyuman oleh Nasha
"nak Zafran, sebenarnya ini ada apa. kenapa Nasha seperti ini, apa yang terjadi" tanya papa Nasha pada Zafran yang penasaran dengan kejadian yang dialami Nasha.
Nasha pun juga memberikan tatapan penuh tanda tanya.
"iya mz, critakan saja aku juga ingin mengetahuinya , aku ingin semua terungkap" Zafran pun langsung bercerita.
"Dulu, ada seorang santri yang bernama Viola, dy sangat cerdas, alim dan patuh pada peraturan pesantren, karena kelebihanya ini membuat paman saya, adik kandung Ibu ingin menikahinya. tiba di H-1 pernikahan tiba tiba paman membatalkan pernikahan karena waktu itu paman tau masa lalu Viola yg tidak bisa diterima oleh paman. Viola marah pada paman juga kepada saya. karena sayalah yang memberitahu paman tentang masa lalu Viola. karena dia sakit hati, merasa dipermainkan oleh paman. dia malah meminta saya untuk menikahi nya, karena saya penyebab paman tau masa lalunya dan membatalkan pernikahanya. saya pun menolak dan dia prustasi hingga ingin bunuh diri. namun ada setan lewat yang merasukinya hingga pisau yang akan dia gunakan untuk bunuh diri dia gunakan untuk membunuh saya. namun paman segera menolong saya dan akhirnya paman lah yang terbunuh dengan cara tragis. Viola membati buta paman didepan mata saya juga ibu" tutur Zafran dengan wajah sendu yang mengingat kejadian beberapa tahun yang dialami pamannya
"memang masa lalunya Viola kenapa mz. sampai membuat paman tidak bisa menerima Viola kembali" tanya Nasha yang semakin penasaran dengan terungkapnya kenekatan Viola yang telah menculiknya dan ingin memisahkannya dengan Zafran dengan cara akan membunuhnya
__ADS_1