Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
37. Heboh


__ADS_3

malam harinya dokter Rizal masuk keruangan rawat Mahira untuk memeriksa keadaan Mahira, betapa terkejutnya Dokter Rizal melihat keadaan Mahira yang drastis membaik.


"Alhamdulillah mbk, keadaan mb Mahira drastis membaik, dan besok sudah bisa pulang" ucap Dokter Rizal sambil tersenyum. Mahira pun tersenyum bahagia dan mengucap Syukur pada Allah dan berterimakasih pada dokter Rizal yang sudah mengobatinya.


"sungguh aneh, cepat sekali penyakitnya membaik, aku yakin pertolongan Allah telah turun untuknya" batin dokter Rizal


Dokter Rizal menjelaskan hal hal yang harus dilakukan Mahira selama berobat jalan nanti dan tak lama kemudian mama papa Mahira masuk.


"dok, bagaimana keadaan anak saya" tanya mama Mahira pada dokter Rizal


"Alhamdulillah keadaannya membaik, ini pasti berkat do'a ibu dan bapak untuk kesembuhan Mahira"


"Alhamdulillah" ucap mama papa Mahira secara bersamaan dan dokter Rizal pamit untuk keluar dari kamar Mahira. Mahira dan kedua orangtuanya nampak bahagia dan bersyukur.


ke esokan harinya Mahira dan kedua orangtuanya sedang bersiap siap, mengemasi barang barang yang akan di bawa pulang


"ma, Mahira langsung pulang ke pesantren saja ya ma, Mahira sudah rindu dengan pesantren"


"apa gak sebaiknya pulang kerumah dulu, sampai badan kamu fit Ra, luka operasi kamu juga belum begitu kering" jawab mama Mahira yang sedang memasukan baju ganti kedalam tas.


pintu ruang rawat Mahirapun terbuka


ceklek


"Assalamualaikum" ucap dokter Rizal


"Waalaikumussalam dok" jawab Mahira dan kedua orangtuanya


"udah siap buat pulang mb Mahira" dan dijawab anggukan oleh Mahira


"dok kondisi Mahira sudah membaik kan, Mahira ingin pulang ke pesantren dok,, boleh" tanya Mahira


"sebaiknya pulang dulu kerumah istirahat 2-3 hari, kalau dirasa sudah bener bener vit dan luka bekas operasinya sudah kering baru kembali pe pesantren mbk" tutur dokter Rizal dan Mahira nampak sedih mendengar jawaban dokter Rizal.


"ma kalau gitu kita mampir aja ya sebentar ke pesantren, ketemu abah ibu nyai untuk berterimakasih karena sudah mendoakan kesembuhan Mahira selama ini dengan para santrinya juga dan Mahira kangen sama temen - temen" ucap Mahira sambil memegang tangan Mamanya, mamanya langsung melihat ke arah dokter Rizal dan dijawab anggukan dengan senyum khas Dokter Rizal yang memiliki lesung di kedua pipi nya. Mahira pun nampak bahagia..

__ADS_1


****


sore itu suasana di pesantren saat ini sudah mulai sibuk dengan persiapan Haflah Akhirusannah yang tinggal satu minggu lagi. Nasha saat ini sedang berada di asrama dengan Ghina untuk memperlancar hafalan kitabnya yang akan di akhirusannahkan, sedangkan Afra sedang berada di rumah ndalem, semenjak menikah Afra lebih sering di ndalem untuk menemani suaminya.


di ndalem Afra dan abah ibunya sedang duduk santai sambil menikmati teh anget dan rengginang di ruang keluarga sambil membicarakan rencana acara resepsi pernikahan Afra yang akan di dilaksanakan sekalian dengan resepsi Zafran juga.


tiba - tiba bel rumah pun berbunyi


ting tong, ting tong


"biar Afra saja yang buka pintunya bu" ucap Afra dan langsung berdiri menuju pintu depan


ceklek


"Assalamualaikum ning Afra" ucap suara perempuan diseberang sana. dan betapa kagetnya Afra yang melihat sang pemilik suara itu adalah sahabatnya. yang beberapa hari yang lalu dikabarkan keadaanya semakin kritis dan saat ini sudah berada di hadapannya. Afra pun kaget dan bengong menandakan dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"ning" ucap Mahira


"Mahira, ya Allah ini kamu Mahira, Waalaikumussalam" ucap Afra dan langsung menangis dan memeluk Mahira, Mahira pun membalas pelukan Afra


"ini berkat do'a kalian semua, Allah memberikan kesembuhan untuku lebih cepat" ucap Mahira dan langsung dipersilahkan masuk Mahira dan kedua orangtuanya ke dalam rumah oleh Afra.


"ceritanya di dalam saja, kita duduk ya" ucap Afra, dan Abah Labib dan ibu pun yang mengetahui ada tamu langsung menghampiri dan sangat kaget tamu nya itu adalah santrinya yang beberapa hari lalu dikabarkan kritis dan mendadak harus segera dioperasi.


"Mahira, ini kamu nak" tanya ibu dengan kaget


"njih bu" jawab Mahira dan langsung bersalaman dengan ibu juga abah Labib. setelah lima belas menit ngobrol Mahira pamit untuk ke asrama menemui sahabatnya yaitu Nasha dan Ghina, dengan jalan sangat berhati hati dan digandeng Afra sampai di asrama.


lagi lagi kedatangan Mahira membuat kaget orang yang melihatnya, diantaranya Nasha dan Ghina. tidak hanya Nasha dan Ghina yang kaget tapi seisi pesantren pondok putri yang melihatnya. dan dibuat heboh terharu atas kedatangan Mahira yang menandakan dia sudah sembuh.


Betapa melongo nya para santri itu antara percaya atau tidak, karena beberapa hari yang lalu mereka mendapat kabar Mahira nambah kritis dan harus segera dioperasi sampai acara do'a bersama pun ditambah durasinya, hari ini saat ini orang yang mereka do'akan itu sudah ada didepan mata dan bisa berdiri tegap meski berjalannya masih dibantu orang lain dan sangat hati hati.


"mbak Mahira Masya Allah"


"Alhamdulillah mb Mahira sembuh cah"

__ADS_1


"ini beneran mb Mahira"


"barrakallah ya mb atas kesembuhannya"


kurang lebih seperti itu para santri putri berbicara menyambut kedatangan Mahira, Mahirapun hanya tersenyum dan mendekapkan kedua telapak tangannya. karena tidak mungkin untuk nya menerima ulur salam tangan dari banyak orang


"Mahiraaaaa" teriak Nasha dan Ghina


"heh mulutnya itu lo, jangn keras keras kalau teriak, aurat, tolong ya gak usah heboh " tegur Afra sok tegas


"maaf ning maaf, kami hanya senang melihat Mahira sudah keluar dari rumah sakit dan keliat sehat" ucap Ghinaa pada Afra sambil senyum dan langsung memeluk sahabatanya, MAHIRA.


mereka berempat langsung masuk asrama dan menutup pintu asrama agar tidak ada orang yang masuk. karena Mahira masih belum bisa kalau harus dusel duselan dengan orang banyak


ke hebohan Ghina dan Nasha masih berlanjut diasrama, mereka menanyakan banyak hal dengan Mahira, dan membuat Mahira sendiri jadi bingung mana yang harus dijawab duluan.


"aduuh kalian ini kebiasaan deh, selalu heboh sendiri, mbok ya nanya nya satu satu." ucap Mahira dan hanya dibalas ketawaan oleh Nasha, Ghina dan Afra.


"eh Ra, kamu pasti bakal heboh juga kalau tau kabar terbaru darin ning Afra" ucap Ghina dan membuat Afra malu langsung memerah pipinya, karena dia paham kabar yang dimaksud oleh Ghina


"ning Afra kenapa" jawab Mahira sambil memandang wajah Afra


"ning Afra udim menikah" jawab Ghina sambil mengangkat alisnya


"iyakah, wah wah wah" ucap Mahira kaget terharu


"kok jadi aku si yang jadi tersangka kehebohan kalian" jawab Afra malu malu


"ning Afra nikah sama siapa si" tanya Mahira


"sama itu lo Ra, gus Ali Imron, putra kyai Ghofur " jawab Nasha


deg


Hati Mahira pun kaget seperti disamber petir dan dia hanya diam mendengar cerita dari sahabat - sahabatnya tentang siapa suami dari salah satu sahabatnya itu.

__ADS_1


maaf ya guys baru up. author lagi sibuk sama kuliyah heheheh mohon doa nya ya semoga sehat selalu dan bisa rutin lagi up nya🙏🙏🙏


__ADS_2