
keesokan paginya, Ghina berada di asrama sendiri sambil memandangi langit - langit atap kamar asramanya, dia teringat betapa ramenya asramanya dulu ada Mahira, Nasha dan Afra, mereka kemana mana selalu berempat kecuali jika ngaji Diniyah, karena tingkatan kelas mereka berbeda, sekolah mereka satu kelas, baju sering saling pinjam, makan mereka selalu bersama menggunakan nampan, masak bersama dan kadang suka berantem karena ada yang suka pedas ada juga yang gak suka pedas, namun berantem mereka tidak lama, hanya sebentar dan sekedarnya daja.
kini Mahira sedang dirumah menjalani masa pemulihannya, sementara Nasha dan Afra sudah menikah, meskipun Nasha tinggal dindalem, tapi tidak bisa 24 jam berada di asrama.
"Hemm, sepi banget ini Asrama gak ada kalian, kangen deh sama keonaran dan beinsiknya kamar ini" ucap Ghina dan dia teringat akan sesuatu, yaitu papanya. hari ini papanya janji akan menyambanginya, dan ini kesempatan Ghina untuk bicara dengan papanya mengenai rencana perceraian kedua orangtuanya itu.
ditempat Mahira, dia sedang berada di taman belakang rumahnya, duduk santai dipinggir kolam sambil berjemur
"Mahira, kamu ada disini. mama mencarimu" dibalas senyuman oleh Mahira
"kamu sudah enakan nak, mana yang masih sakit"
"Mahira sudah enakan ma"
"kamu sudah bisa ikhlas kan nak"
" Mahira lagi belajar ikhlas ma, tapi Mahira belum siap bertemu ning Afra lagi, pelan pelan ya ma"
"tiga hari lagi haflah Akhirusannah lo nak, apa kamu gak mau ikut"
"ikut ma, tapi nanti pas hari nya aja Mahira kepondoknya, sekalian biar badan Mahira bener bener fit ma" dijawab anggukan oleh mama Mahira dan pergi meninggalkan Mahira
"siap tidak siap kamu harus siap ya, nanti berjumpa dengan ning Afra, mama tau kamu gadis yang kuat" ucap mama Mahira dengan mencium kening Mahira dan pergi masuk kedalam rumah,
Mahira yang masih dengan posisi duduknya dengan perlahan dia membuka ponselnya, dia melihat foto fotonya dengan sahabat sahabatnya
"alangkah menyedihkannya hidupku, kalau harus kehilangan kalian hanya karena seorang makhluk yang bernama laki laki" ucap Mahira
"aku hanya manusia biasa yang hanya bisa berencana, namun hasil akhir Allah lah yang menentukan, dan ketetapan Allah lah yang terbaik"
"dan aku hanya gadis biasa, dari keluarga yang biasa biasa juga, tidak banyak pengetahuan ilmu agama. terlalu tinggi harapanku memang jika aku meminta bersanding dengan gus Ali Imron seorang putra pak kyai, yang sudah jelas keilmuan agamanya tinggi" batin Mahira
ditempat Afra saat ini dia sedang berada di rumah mertuanya, dia berangkat kemaren sore. betapa canggungnya dia ketika untuk pertama kalinya berada dirumah mertuanya yang baginya masih asing, tepatnya orang yang baru dia kenal, dan sekarang orang asing itu menjadi bagian dari hidupnya
__ADS_1
"mas mas" ucap Afra membangunkan Imron.
"kenapa sayang"
"aku bingung mau nagapain"
"tidur lagi aja sayang kalau bingung"
"mas, masak anak menantu dirumah mertua tidur kek kebo gak bangun bangun. ya malu to"
"ya emang Afra mau ngapain, hemmm"
"Afra keluar ya, bantu bantu masak"
"udah ada mbk yang masak sayang"
"terus aku ngapain, masak cuma diem di kamar aja si, gak ada akhlak bener ni mantu"
"biasanya umi jam segini ketaman belakang deket kolam, kamu susulin aja kesana" tanpa mikir panjang Afra pun langsung keluar dari kamarnya menunju ke taman belakang untuk menghampiri ibu mertuanya.
"apa ini, kok ada bekas lipstik yang membentuk bibir" ucap Nasha lirih dan kaget langsung menutup mulutnya, fikirannya kemana mana
"tega kamu ya maz, selingkuh dibelakang aku" batin Nasha sambil menangis
"Nasha kenapa kamu menangis nak" tanya ibu Azizah dan Nasha langsung mengusap air matanya, dia tidak mau ibu mertuanya sampai tau masalah rumah tangganya saat ini.
"gak ada apa apa bu, hanya tadi Nasha kejeduk pintu dan sakit"
"kejeduk pintu sampai nangis berarti sakit banget yaa" tanya ibu Azizah sambil memegang lengan Nasha
"udah gak sakit kok bu sekarang"
"yaudah ibu mau bilang sama kamu, kalau ibu dan abah mau kerumah kakeknya Zafran, kamu mau ikut enggak"
__ADS_1
"lain kali aja ya bu Nasha ikutnya, Nasha mau bikin setoran hafalan hari ini" dan dijawab anggukan oleh ibu Azizah lalu pergi meninggalkan Nasha
Nasha yang tau suaminya masih dikamar langsung menghampirinya dengan membawa baju Zafran yang ada bekas lipstik membentuk sebuah bibir
ceklek
"Hay istriku" sapa Zafran yang melihat Nasha masuk kamar langsung disambutnya dengan senyum manis. namun Nasha hanya diam dengan membawa kemeja Zafran dan langsung duduk disofa.
"kamu kenapa, kok manyun, dan ini, inikan kemeja mas kotor, kok kamu bawa kesini" tanya Zafran dan langsung ikut duduk disamping Nasha. Nasha masih diam tanpa kata dan menunjukan bekas lipstik yang membentuk bibir itu. Zafran pun melihat kemeja itu dan ketawa
"kenapa kok malah ketawa, apa maksudnya ini Mas, mas tega ya sama Nasha, apa mas sudah bosan dengan Nasha"
"mas, Nasha akui Nasha belum siap melayani mas secara biologis, tapi Nasha sangat menjaga pernikahan kita, tapi kenapa mas malah nodai, dengan selingkuh dibelakang Nasha"
"apa salah Nasha mas apa" ucap Nasha dengan emosi,
"sayang, dengerin mas dulu"
"denger apa lagi mas, sakit hati Nasha mas sakit" ucap Nasha sambil menangis dan Zafran langsung membawa Tubuh Nasha kepelukannya lalu mengusap kepalanya
"Sayang inget gak, semalem Nasha nyobain lipstik, yang mas belikan sebagai seserahan dulu, dan Nasha lupa kan gak ngapus, terus semalem Nasha ketiduran diSofa, mas gendong, mas pindahin ke Ranjang tidur, Nasha inget gak pas mas gendong itu, tangan Nasha melingkar ke leher mas, dan cup nempel deh bibir seksi Nasha di kemeja mas. tepatnya disini" tutur Zafran dan menunjuk dadanya yang terkena lipstik Nasha.
Nasha pun mulai mencerna dan mengingat omongan Zafran, dan blushhh pipi Nasha memerah karena dia malu sudah marah marah dan cemburu pada Zafran karena ulahnya sendiri
"ih mas" Nasha mulai melepaskan pelukan Zafran namun Zafran semakin mempererat pelukannya
"sayang, Nasha dengerin mas ya, Nasha boleh marah, Nasha boleh cemburu, tapi Nasha harus buktikan dulu kebenaranya ya, jangan suka menyimpulkan sesuatu hal tanpa mencari tau dulu kebenarnnya, itu namanya so...ud......zon, "
Nasha pun mengangguk
"Maafin Nasha ya mas, Nasha udah marah marah sama mas"
"gak papa, mas jadi tau kalau Nasha ternyata udah cinta ya sama mas" Nasha pun kembaki mengeluarkan pipi merahnya dan itu disadari oleh Zafran, Zafran pun hanya tersenyum gemas melihat tingkah konyol istrinya
__ADS_1
bersambung.....
maaf ya guys author baru up, 🙏🙏🙏