Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
94. Istikhorohnya Ghina


__ADS_3

semua orang berkumpul dikamar inap Mahira bergantian melihat baby cantiknya Mahira. Nasha yang melihat baby nya Mahira yang sangat menggemaskan terbesit didalam hatinya ingin memiliki anak perempuan juga.


Mahira merasa kebahagiaanya sangat lengkap, Suami yang siaga dan sangat menyayanginya, keluarga yang mencintainya sahabat yang selalu menyupuport nya dan sekarang ditambah hadirnya buat hati sebagai pelengkap rumah tangga Mahira dan Rizal.


"nama baby nya siapa Ra" tanya Ghina yang melihat Anak Mahira begitu menggemaskan.


"namanya Aulia" jawab Mahira.


"nama yang bagus" jawab Ghina.


"baby Au, tante Ghina punya tiga ponakan sekarang, baby Al baby Ar baby Au, " celetuk Ghina mengajak bicara babay Au yang mengundang tawa seisi ruangan.


"Tante Ghina nya kapan nih ngisi Absen baby baby, sepertinya masnya udah siap tuh" ucap Mama Mahira lalu mengarahkan matanya ke arah Fahmi .


"hah iya aku sampai lupa, kenalkan semuanya ini kak Fahmi" ucap Ghina sambil menggandeng Fahmi.


"Ghina Ghina bukan Mahrom" ucap Nasha mengingatkan Ghina.


"iya Ghin asal nyosor aja kamu ini, tahan napa" timpal Rizal.


"semua juga tau kali mbk kalau beliau ini pak Fahmi, tapi gak pakek gandeng gandeng gitu lah, eh eh tunggu tunggu tadi aku salah denger gk si kalau mb Ghina nyebut pak Fahmi itu kak Fahmi" timpal Rania mencoba meyakinkan pendengarannya.


"eh iya loh, aku juga tadi dengernya kak buakn pak" ucap Afra yang berdiri disamping Ghina.


Ghina dan Fahmi hanya tertawa melihat kebingungan Rania dan Afra.


"lepas Ghin bukan mahrom" ucap Nasha lagi sambil menoel lengan Ghina.


"siapa bilang dia bukan mahromku" jawaban Ghina mengundang pertanyaan orang orang.

__ADS_1


"bukan mahrom bagaimana maksudnya" tanya Nasha.


"iya mb jangan ngadi ngadi deh" ucap Rania.


"jadi kak Fahmi ini adalah kakak kandungku yang hilang ketika masih kecil dulu, ning Afra Nasha Mahira kalian ingat kan aku pernah cerita ke kalian kalau aku punya saudara laki laki yang hilang ketika berusia delapan tahun". Afra Nasha Mahira mengangguk


"ya ini orangnya, kak Fahmi, Gilang Fahmi Pratama ini kakak kandungku" jawaban Ghina membuat lega seisi ruangan.


""hahs syukurlah" ucap Rania paling keras.


"syukur kenapa Ran" tanya Ghina.


"eh enggak itu maksudnya syukur karena ternyata kalian mahrom jadi sah aja pegangan tangan, soh atuh pegangan lagi, pelukan juga tak apa" jawab Rania gugup .


"yaudah yuk kita pulang biar Mahira dan baby Au bisa istirahat" ajak Nasha.


"kami pulang ya Ra, kamu istirahat" ucap Ghina.


Ghina dan Fahmi berjalan menuju parkiran dan berencana menemui mamanya yang ada dikampung halaman. Ghina yakin mamanya akan sangat bahagia karena putranya yang hilang sudah kembali. mereka melajukan mobil dengan kecepatan sedang sambil bercerita banyak hal.


"dek kamu sudah ada pacar belum" tanya Fahmi.


"belum kak" jawab Ghina dengan santai.


"mau gak kakak kenalin sama rekan karja kaka, usianya satu tahun lebih tua dari kamu, tapi dia pekerja keras diusianya yang masih muda usaha dia sudah besar dan ada dimana mana dan yang pasti dia lulusan pesantren dan juga hafidz Qur'an".


"mmmm sebenernya Ghina lagi mengistikhorohin seseorang kk"


"oh iya" Ghina mengangguk.

__ADS_1


"yasudah kalau gitu kamu istikhorohin sekalian saja temen kakak ini, kakak kenal baik dengan dia anaknya sangat sopan looh baik lagi, dia lagi nyari jodoh " Ghina nampak bingung.


ditempat Revan kini dirinya sedang berada dirumah sakit tak sengaja tadi melihat Ghina berjalan dengan Fahmi terlihat begitu bahagia diwajah Fahmi dan Ghina. entah perasaan apa ada rasa tidak bisa diartikan dihati Revan saat melihat Ghina terlihat bahagia bersama orang lain.


Flash back on


semenjak kejadian penolakan Nasha atas pengakuan Revan yang menginginkan Nasha menjadi penyemangat belajarnya beberapa tahun yang lalu Revan mulai fokus untuk belajar dengan menyemangati dirinya sendiri. ketika hari dimana Nasha menikah dengan Zafran Revan benar benar mengubur dalam dalam perasaanya terhadap Nasha karena dia tau Zafran jauh lebih baik dari dirinya dan jauh lebih pantas bersanding dengan Nasha.


dari kejauhan Revan melihat Ghina yang beediri dibelakang Nasha saat Nasha akan dipertemukan dengan Zafran seusai akad. Ghina tersenyum saat melihat Nasha bersalaman dengan Zafran. membuat Revan menyadari kalau itu senyum pertama Ghina yang dia lihat. entah mengapa sejak saat itu Revan tidak pernah berhenti memikirkan Ghina namun dia bukan lagi Revan kecil yang mengedepankan ego dan Nafsunya dia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengungkapkan perasaannya kesiapa pun jika belum lulus nyantri dan selesai kuliyahnya kelak.


sejak satu bulan yang lalu mamanya memaksa Revan untuk menikah hingga Revan dibuat bingung harus menikah dengan siapa hingga akhirnya setiap malam dia melaksanakan sholat tahajud memohon petunjuk. sejak 4 hari yang lalu mama nya dirawat dirumah sakit karena tipes dan masih terus memaksa Revan untuk menikah.


"Revan umur mama sudah tak lama lagi sayang, hanya kamu yang mama punya. menikahlah nak mumpung mama masih hidup"


"mama ngomong apa si ma, mama pasti akan sembuh"


"ajal tidak ada yang tau nak" jawab mama. Revan terasa pening dan pamit kekantin untuk membeli minuman.


langkahnya terhenti saat melihat sosok gadis yang sedang duduk seorang diri dikantin dia yang pernah mengganggu fikirannya sejak beberapa tahun ini.


"Ghina, itu kamu. apakah ini sebuah jawaban dari doa doaku satu bulan ini, tak akan ku sia sia kan dirimu Ghin" ucap Revan lirih lalu mendekati Ghina dan mengutarakan niatnya untuk mengajak Ghina menikah"


flash back off


sesampainya dirumah mamanya yang dikampung halaman Ghina langsung beristirahat tak lupa sebelum tidur dia melaksanakan Sholat Istikhoroh sebagai bentuk ikhtiyarnya dalam memilih jodoh. Sholat Istikhoroh dia laksanakan selama seminggu. tidak hanya Revan tapi juga teman Fahmi dan laki laki pilihan mamanya yang dia tujukan dalam Istikhorohnya. setelah dirasa sudah mendapat jawaban, hari itu adalah hari terakhir Ghina dirumah sebelum kembali ke pesantren. Ghina segera menyampaikan ke Fahmi mamanya dan juga Revan untuk memberikan jawaban atas Istikhorohnya .


luur author mau menyampaikan sedikit tentang perbedaan mahrom/mahram dengan muhrim. karena banyak sekali yang menganggap sama.


jadi muhrim yaitu Orang yang sedang melaksanakan Ihram

__ADS_1


sedangkan marhrom/mahram itu perempuan yang tidak boleh dinikahi (dalam permasalahan nikah) atau wanita yang tidak dapat membatalkan wudhu ketika bersentuhan dengan lawan jenisnya (dalam permasalahan bersuci). Dua orang yang punya hubungan mahram diperbolehkan menyentuh satu sama lain, baik bersalaman atau lainnya.


semoga bermanfaat ya lur, yang belum tau semoga menjadi tau dan tidak salah lagi dalam pengucapan dan pengertianya.🙏🙏🙏


__ADS_2