
setelah acara resepsi selesai Afra dan Nasha langsung berganti pakaian rumahan biasa, Nasha dan afra sama sama menggunakan jilbaab warna hitam
mereka berdua saat ini sedang duduk diruang keluarga sambil ngobrol dengan saudara saudara jauh, yang datang diacara resepsi dan menginap.
"Nasha, kamu sudah hamil belum, Afra saja udah hamil, padahal nikahnya kan duluan kamu" tanya bulek Nindy yang tiba tiba datang dan gabung dengan mereka
Nasha yang tadinya sedang becandaan dengan Alfa dan Alfi anak kembarnya Nindy tiba - tiba langsung diam
"belum bulek" jawab Nasha sambil tersenyum
"kamu ini gimana si Sha, nikahnya duluan masak hamilnya akhiran, atau jangan jangan kamu mandul ya Sha, dikeluarga kami ini gak ada yang mandul lo Sha semua lancar, subur dalam urusan keturunan, baru kamu ini aja yang lama, amit amit jabang bayi ya Sha kalau sampai Mandul" ucap Nindy dengan sikapnya yang ceplas ceplos
jlebbbbb
perasaan Nasha berasa ditindih batu besar
"ya Allah gitu banget bulek Nindy ini kalau ngomong" batin Nasha
"sabar Sha sabar, kamu belum hamil ini karena pilihan kamu sendiri, Innallah Ma'a Shobirin Sha inget" batin Nasha lagi dengan meredakan rasa sakit hatinya atas ucapan Nindy dan sesekali memejamkan mata dan menarik nafas secara dalam dan membuangnya perlahan
"bulek, perkara anak itu Rizki dan titipan dari Allah, mau kita berusaha seperti apa kalau Allah belum ngasih kita mau apa" jawab Afra memberi pembelaan pada Nasha
"dan satu lagi, Nasha gak mandul kok, dia sehat dia subur, bulek hati hati kalau bicara, apalagi ini didepan anak anak kecil" imbuh Afra sambil mengeluarkan tatapan tajamnya
"bunda mandul itu apa bund" tanya Alfi anak Nindy yang masih berusia lima tahun
"nah kawus gak kamu bulek ditanya kayak gitu sama anak kamu" batin Afra yang masih merasa kesal dengan omongan buleknya
"mandul itu gak bisa punya anak Al" jawab ceplos Nindy
"bulek Nindy ini emang gitu Sha ceplas ceplos kalau ngomong, suka gak mikirin perasaan orang lain, aku juga sering kok makan ati sama dia" ucap Afra lirih Nasha hanya tersenyum mengangguk
__ADS_1
"Sha ke belakang aja yuk, ikut bakar bakar" ajak Afra yang tiba tiba pengen mencium Aroma ikan bakar Nasha pun langsung mengiyakan karena dia males juga diruang keluarga ada Nindy.
"Assalamualaikum, bakar ikan apa nih" tanya Afra pada Zafran Imron dan beberapa saudaranya yang sedang membakar ikan di belakang rumah
"Waalaikumussalam, Gurame" jawab Zafran yang sedang membakar ikan
"mas kenapa bakar ikan, bukannya makanan masih banyak didalam" tanya Nasha pada Zafran
"saudara saudara pada pengen bakar ikan Sayang gara gara ngeliat ikan di kolam besar-besar," jawab Zafran dan dijawab anggukan oleh Nasha
"aku bantu bikin sambalnya ya" ucap Nasha dan langsung memotongi cabe
"Nasha Nasha ternyata kamu ini pelit juga ya, ikan dikolam banyak ingin dimakan saudara kok ya gak boleh" ucap Nindy yang tiba - tiba datang dan mendengar pertanyaan Nasha pada Zafran
"gak gitu bulek maksud Nasha" jawab Nasha mencoba menjelaskan maksudnya
"alah udah Sha, dasar pelit kamu ini, pantesan aja Allah gak kasih kasih kamu keturunan" jawab Nindy yang memotong ucapan Nasha
"bulek kenapa si, kayak gak suka sama Nasha, perasaaan Nasha serba salah terus dari tadi" jawab Afra yang makin kesal dengan sikap Nindy
"iya bulek Afra tau, tapi apa salahnya si dengan pertanyaan Nasha tadi, toh yang dibilang Nasha benar kan, makanan dari acara tadi didalem masih banyak, mubazir kan kalau sampai gak kemakan" jawab Afra
"kalau gak kemakan kasih ke santri santri aja Fra, biar gak Mubazir, gitu aja repot" jawab nindy
"bulek sudah bulek, jangan ngomong seperti itu pada istri Zafran" jawab Zafran yang mulai sedikit kesal mendengar dan melihat sikap Njndy yang kurang suka dengan Nasha
Nindy pun langsung masuk kedalam rumah setelah mendengar Zafran menyuruhnya diam
"sayang kamu gak papa" tanya Zafran pada Nasha dengan perasaan sedikit kesal mendengar istrinya di maki buleknya
"gak papa mas, hanya masalah kecil ini" jawab Nasha
"yang sabar ya, gak usah di dengerin, bulek Nindy memang gitu orangnya, tapi aslinya dia baik kok, penyayang" tutur Zafran sambil mengusap kepala Nasha
"iya maz,, Innallaha Ma'a Shobirin" ucap Nasha yang sudah hafal dengan dalil yang akan Zafran katakan kalau sedang menasehati Nasha untuk sabar. Zafran pun tersenyum
__ADS_1
"udah pinter ya sekarang istri kesayangan mas ini" ucap Zafran sambil mencubit hidung mancung Nasha
"pinter lah, setiap hari mas selalu bilamg gitu" jawab Nasha
"heran deh sama bulek Nindy aku mas, dari dulu gak berubah, hobi nyinyirnya itu loh, Astaghfirullah" ucap Afra ngomel ngomel
"sayang kamu kenapa si kok malah ngomel -ngomel sendiri" tanya Imron yang heran dengan sikap Afra
"kesel mas Afra sama bulek Nindy, dikeluarga besar sini yang suka jadi Haters tu ya dia, dari dulu sukanya ngomen dan nyinyir, kayak dia bener aja, kalau ada kontes nyinyir pasti dia dapet juara satu" ucap Afra semakin kesal
"Afra Afra, sudah lah jangan marah marah pasti ini efek janin kamu, yang buat kamu bisa ngomel ngomel, biasanya juga sabar" ucap Nasha sambil tersenyum
"iya Sha ya, semenjak hamil ini Astaghfirullah mood ku benar benar berubah-ubah" jawab Afra
"untung gus Imron sabarnya kebangetan" ucap Nasha sanbil ketawa
"bener kalau itu Sha, gak diragukan lagi kalau sabarnya mas Imron" jawab Afra sambil tersenyum bangga dengan kesabaran Imron dan mengajukan dua jempol tangannya
"Ada apa ini kok sepertinya sedang pada bahagia" tanya abah Labih yang tiba - tiba datang
"ini bah, mas Imron sabaaaaar banget sama Afra yang moodnya sering berubah ubah" jawab Afra menjelaskan
"Sha, mafin ucapn bulek kamu ya, abah sebagai saudara kandung Nindy, merasa malu dengan ucapan Nindy pada Nasha tadi" ucap abah Labib
"abah dengar bah" tanya Afra dan dijawab anggukan oleh abah Labib
"njih bah, gak papa, Nasha gak ambil hati kok bah" jawab Nasha sambil tersenyum
"kamu benar benar perempuan yang baik dan sabar, beruntungnya Zafran menjadi suami kamu nak"
Nasha hanya tersenyum sna mengangguk, biar bagaimanapun rasa sakit hati dengan ucapan Njndy pasti ada, tapi Nasha selalu belajar untuk sabar dan ikhlas, dia tidak mau hal seperti itu menganggu fikirannya..
"yasudah kalian selesaikan bakar bakarnya. abah mau istirahat duluan ya" pamit abah Labib dan di anggukan oleh semua orang yang ada sisitu
malam guys. maaf ya baru up lagi, setelah beberapa hari gak up dan jangan lupa like vote komennya guys, thnkyku๐๐๐
__ADS_1