Pesantren Love Story

Pesantren Love Story
46. Haflah Akhirusannah


__ADS_3

beberapa hari kemudian tibalah hari yang ditunggu tunggu yaitu acara Haflah Akhirusannah, semua santri merasa senang pasalnya setelah Haflah akhirusannah tibalah waktunya para santri untuk libur, biasanya para santri akan langsung pulang namun tahun ini setelah Haflah Akhirusannah para santri tidak diperkenankan langsung pulang melainkan mengikuti acara Ziarah wali Songo.


semua santri yang mendapat tugas tengah bersiap - siap. dari keempat sahabat geng sisterlillah hanya Nasha yang mendapat tugas,


kali ini Nasha mendapat tugas membacakan Al-Qur'an atau Qori'.


pasalnya semenjak menikah Nasha sering berlatih vokal dan belajar membaca Qur'an dengan di Qori' pada Zafran. baginya memiliki suami yang jago Qori' seperti kejatuhan mutiara. harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya belajar Qori' tapi Nasha belajar banyak hal dari Zafran semenjak menikah.


diatas panggung Nasha membacakan surat Al-Anbiya' dengan suara yang merdu dan lantang.


"wow, bagus banget ternyata suara mb Nasha" batin Rania kagum dan merinding


"pokoknya besok kalau aku ketemu abang, aku mau bilang aku jodohin abang sama Mb Nasha" batinnya lagi dengan penuh semangat dan senyum senyum sendiri.


"heh Bocil, kenapa senyum senyum sendiri, kesambet?" Tanya Mahira yang dari tadi melihat Rania senyum senyum sendiri


"gangu aja ni lampir, beda banget dah dia ni sama mb Nasha yang lembut tapi tegas" batin Rania dengan mata melirik tak mempedulikan omongan Mahira dan langsung pergi meninggalkan keberadaan Mahira


"dasar bocil, main pergi aja, gak sopan" ucap Mahira dengan kesal


Rania pindah tempat, mencari tempat yang dirasanya bisa khusyuk mendengarkan suara Nasha ngaji.


"huft akhirnya dapet tempat yang pas juga, jauh dari para lampir" ucap Rania dengan nada kesal


diatas panggug Nasha masih dengan khusuk melantunkan ayat - ayat suci Al-Qur'an. sampai tak sadar banyak yang merinding dan menangis mendengarkan Nasha ngaji.


"Shodaqallahul adzim" tanda Nasha sudah selesai membaca ayat - ayat suci Al-Quran, dan betapa kagetnya Nasha ketika dia mengangkat kepalanya dan melihat kedepan banyak santri yang menangis.


"Astaghfirullah, kenapa pada nangis ya Allah" batin Nasha dengan bingung.


pasalnya selain para santri yang mendengarkan suara Nasha Qori' dengan sangat merdu mereka juga menghayati arti dan isi kandungan surat yang dibaca Nasha, yaitu surat Al-Anbiyaa' ayat 1-10. yang berarti




Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat).




Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,"

__ADS_1




(lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?




"Berkatalah Muhammad (kepada mereka): "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"




Bahkan mereka berkata (pula): "(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana rasul-rasul yang telah lalu di-utus




Tidak ada (penduduk) suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebeIum mereka; maka apakah mereka akan beriman?






"Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.




"Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas



__ADS_1


"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?"




Ayat 1-10 surah Al-Anbiyaa’ ini menjelaskan beberapa hal penting diantaranya berikut:


1) Hari kiamat sudah dekat, namun manusia lalai karena tenggelam dalam kehidupan dunia dan menghindar dari mengimaninya.


2) Bila dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, mereka mendengarkannya sambil bermain-main dan hati mereka dilalaikan kehidupan dunia.


3) Kaum kafir Mekah menuduh Rasul Saw. sebagai tukang sihir, wahyu yang diturunkan Allah adalah sihir, hasil mimpi dan untaian syair belaka, karena mereka lihat Muhammad Saw. hanyalah manusia biasa.


4) Allah memerintahkan Rasul Saw. untuk mengingatkan mereka bahwa Dia mengetahui ucapan tersebut karena Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar.


5) Permintaan kaum kafir agar Rasul Saw. bisa membuktikan kerasulannya dengan memperlihatkan mukjizat kebesaran Allah seperti para rasul sebelum Beliau tidak dapat diterima.


Betapa banyak mukjizat Allah waktu itu diperlihatkan, namun kaum para rasul itu tetap saja kafir pada Allah dan kepada mereka. Betapa banyak negeri yang telah Allah hancurkan, karena tidak mau beriman kepada Allah dan para rasul mereka.


6) Semua rasul Allah itu adalah dari kalangan lelaki yang diberi wahyu. Mereka manusia biasa, makan dan juga mati. Allah buktikan janji-Nya dengan menyelamatkan orang-orang yang beriman dan membinasakan orang yang kafir pada-Nya dan kepada para rasulNya.


Membicarakan tentang dekatnya hari Kiamat dan agar manusia mempersiapkan diri untuk menghadapinya, keadaan manusia yang lalai terhadapnya dan terhadap Al Qur’an, cemoohan kaum musyrik terhadap kerasulan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan terhadap wahyu yang dibawanya serta bantahan Al Qur’an terhadapnya, menyebutkan sifat para rasul, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala membela mereka dan membinasakan orang-orang kafir.


Sungguh Al-Qur’an itu diturunkan Allah kepada Muhammad Saw. dan di dalamnya penuh pelajaran. Mengapa manusia tidak memahaminya?


bagi santri yang tau artinya dan paham maksudnya mereka menangis mengingat kelakuan mereka yang masih lalai dalam beribadah terutama hal membaca dan mengimani Al-Qur'an, Tapi beda dengan Rania.


"apa apaan si para santri ini dengerin orang ngaji sampai nangis, suara mb Nasha memang bikin mrinding tapi gak juga kali sampai nangis sesenggukan gitu" batin Rania yang belum tau arti dan maksud dari surat yang dibaca Nasha tadi. Rania hanya menikmati suara Nasha.


"mb, kenapa si pada nangis" tanya Rania pada salah satu santri yang duduk disampingnya


"surat yang dibacakan mb Nasha tadi mengingatkan kita betapa besarnya perjuangan Nabi Muhammad sholallahu alaihi wassalam dulu dalam menyampaikan wahyu" tutur Santri yang bernama Aruma


"emang wahyu itu siapa mb" tanya Rania memotong cerita Aruma


"Wahyu itu firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat jibril, dan firman firman Allah tadi dikumpulkan jadi satu dan jadilah kitab suci Al-Qur'an" tutur Aruma lagi


"terus mb" ucap Rania


"nah surat Al-Anbiyaa' tadi itu selain mencerritakan tentang perjuangan nabi Muhammad dalam menyampaikan wahyu dia juga mengingatkan kita bahwasanya hari kiamat sudah dekat tapi manusia banyak yang lalai, sering mendengar orang membaca Al-Qur'an tapi dia sambil bermain - main dan ribut sendiri bahkan sampai tidak mengimani Al-Qur'an, nah disini Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada orang - orang yang lalai tadi kalau Allah tau apa yang mereka ucap dan perbuat, kurang lebih seperti itulah dek" ucap Aruma dan dibalas anggukan oleh Rania tanda mengerti.


Haply reading guys mohon maaf kalau penjelasan surat Al-Anbiyaa' nya kurang tepat🙏🙏🙏

__ADS_1


Nasha yang habis Qori'ah



__ADS_2