
Tak sedetik pun pandangan Eko lepas dari kecantikan istrinya setelah salam di rokaat terakhir. Dia kecup kening wanita yang saat ini mencium tangannya.
"Ya Allah, ampunilah dosa Istriku baik yang telah lalu maupun yang akan datang, baik yang dilakukannya secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan." ucapnya dalam hati.
Noted : Do'a ini, di panjatkan Rasulullah dengan senang hati. Saat istri beliau, Siti Aisyah meminta untuk di doakan.
" Boleh Papi cium bibir Mami?" tanya Eko.
Inilah yang Mila suka sejak dulu dari suaminya. Setiap apapun yang dia ingin lakukan kepadanya, selalu meminta izinnya terlebih dahulu. Dan bodohnya dia hampir akan kehilangan suaminya, menyia-nyiakan pria sebaik itu.
"Boleh, Papi."
Eko mencium dalam-dalam bibir istrinya, rasa rindu beberapa bulan hidup berpisah dengan istrinya sangat menggebu.
Merasakan pasokan oksigen mereka berkurang, Eko melepaskan ciuman mereka. Dia pertemukan keningnya dengan kening istrinya. Terlihat air mata bahagia, keluar dari kedua mata mereka.
"Jangan menangis, Sayang." Eko menghapus air mata istrinya.
"Mami kelilipan kok, Papi," ucapnya manja.
Sontak mereka tertawa bersama dan kembali berpelukan.
"Kita makan yuk, Papi. Keburu dingin masakannya," ajak Mila.
"Alhamdulillah, akhirnya merasakan masakan istri. Terima kasih, ya Allah."
Eko tak tahu, ada hati yang tercubit dengan ucapannya. Sungguh, Mila menjadi istri yang sangat kejam. Tak pernah mengurus kebutuhan. suami maupun anaknya.
Mila meletakkan sendok sayur yang dia pegang. Dia beralih memeluk suaminya," Maafkan aku, Papi. Izinkan aku, untuk menunjukkan jika aku benar-benar berubah."
Eko membalas tak kalah erat, melihat istrinya dalam keadaan sehat kembali adalah anugerah terindah baginya.
"Ayo kita makan sayang, habis ini kita jemput Radit. Pasti dia seneng lihat kita bersama lagi. " Tepuk nya pelan di hijab lebar istrinya.
"Papi, apakah Mami boleh mengajukan pertanyaan?"
Melihat tatapan istrinya yang serius, Eko meletakkan sendok dan garpunya, "Kita habiskan makanan kita dulu ya, sayang," jawabnya.
"Mau tanya apa sayang?" Mereka memilih berbincang di dalam kamar, sambil Eko meluruskan kakinya yang lelah.
"Pa-papi dulu tinggal di sini sendirian?" ucapnya terbata.
__ADS_1
Eko hanya menjawab dengan menganggukkan kepala.
"Apakah Papi pernah mengajak perempuan me-memakai dress hitam selutut kesini. Sekitar 7 tahun yang lalu?"
Eko di buat lemas mendengar rahasia yang selalu dia simpan rapat, sudah tercium istrinya. "Aku mohon, maafkanlah kesalahanku dulu. Sebelum, aku menceritakan kenangan pahit masa lalu di rumah ini."
Mila hanya membisu, berusaha menahan air matanya yang menggenang di pelupuk.
"7 tahun yang lalu, Papi masih SMA kelas 3. Papi pernah menolong wanita yang masih sangat belia, selamat dari pria yang akan memperkosanya."
"Karena hujan yang deras, awalnya Papi hanya mengajak berteduh di luar. Tapi, melihat dia kedingan karena pakaian minimnya..." Eko menjeda ucapannya.
"Ayo Pi, terus ngapain?" paksa Mila.
"Karena hanya ada 1 kamar tidur disini, Papi memilih tidur di sofa. Sekitar jam 1 pagi, tubuh Papi di kagetkan dengan sentuhan tangannya yang berusaha melepas pakaian Papi."
"Tak hanya itu, dengan tingkah ganas. Tiba-tiba dia naik ke atas tubuh Papi walau dengan susah payah melawannya. Sepertinya dia minum obat penambah ga***h. "
"Lalu kami melakukan hubungan terlarang itu, dengan dia yang menjadi pemimpinnya. Papi benar-benar habis di perk*** dia."
Eko meremat rambutnya lalu, menatap nanar istrinya. Tangannya terulur memegang tangan Mila. Khawatir mereka akan berpisah kembali.
Merasakan tak ada penolakan istrinya, Eko memeluk tubuhnya.
"Tentu, Papi masih ingat bagaimana kuatnya dia, hanya sentakan 1kali sudah merasakan darah perawan yang mengalir. Sayang tau dari mana berita ini?"
Eko mengelus istrinya yang tiba-tiba menangis di dadanya, "Ka-rena, pe-rem-puan itu aku... dan hasil dari hubungan kita adalah Radit."
Eko terdiam termenung memikirkan ungkapan kejutan ini. "Ra-Radit anak kandungku?"
"IYA!" ucap Mila histeris sambil memeluk erat suaminya, bibir nya masih kaku untuk mengungkapkan apa yang dia rasa.
"Kenapa Papi rahasiakan semua ini denganku? Harusnya dari awal jika tahu, aku tak akan melakukan pekerjaan kotor itu! " Mila memukul dada suaminya.
Kebahagiaan apa ini? Eko di buat meremang, Tuhan memang Mahaadil dan Mahakuasa. Akan memberikan kebahagiaan kepada umatnya yang sudah dia berikan banyak cobaan. Di mulai dari retak kaki demi menolong Radit. Di lanjutkan cobaan istrinya yang mengalami sakit hingga tak bisa berjalan dan berakhir dengan retaknya rumah tangga.
"Ayo kita jemput, Radit!" Eko dengan semangat turun dari kasurnya.
🍓
🍓
__ADS_1
Melihat Radir baru turun dari tempat mengaji, Eko segera berlari menghampirinya.
Radit yang melihat Papinya, segera. Menjulurkan tangannya. "Assalamualaikum, Papi."
Eko membalas dengan memeluk erat anaknya, menciumi seluruh wajah anak kandungnya tanpa absen. "Waalaikumsalam anak Papi."
Radit yang tak tahu apa-apa, membiarkan Papinya yang sedang posesif memeluknya.
"Kita pulang ya, Mami masakin kita enak."
"Mami pulang? Yeay! Ayo Papi, let's go kita pulang!"
🍓
🍓
Mila tersenyum melihat pemandangan yang ada di dalam kamar. Eko menidurkan anaknya dengan membaca dongeng.
Dia pun memilih masuk ke dalam kamar, sekarang dia yang harus bersiap diri. Malam ini adalah malam perdana untuk mereka berdua. Bulan lalu, dokter sudah menyatakan dia sehat dan tak memiliki penyakit yang menular.
Memakai baju harem bewarna coklat tua, menyisir rambutnya yang panjang, dan memakai parfum beraroma musk.
Cklek!
Eka terperangah melihat pemandangan di depannya. Jantungnya bergemuruh lebih kencang dari pada saat mereka pertama bertemu kembali.
"Kamu cantik banget sayang." Mencium tangan kanan istrinya.
Mila menarik paksa tangannya, "Astaghfirullah kebalik sayang, harusnya aku yang cium tangan kamu."
Hati Eko berbunga melihat istrinya benar-benar berubah menjadi wanita solehah, seperti impiannya saat menikah.
Mila mencium tangan suaminya, Eko mencium kening istrinya, lalu meniupkan doa," Bismillahi Allahumma jannibna as-syaithana wa jannibi as-syathana maa razaqtana."
Dan terjadilah kegiatan yang mereka impikan sejak dulu. Mereka sambil menguapkan kebahagiaan yang mereka dapat, seakan menebus dengan kesedihan juga luka yang telah mereka lalui dan itu tak mudah.
Cup!
" Terima kasih Mami. "
Eko mengelus perut istrinya, "Assalamualaikum calon penerusku, semoga kau cepat tumbuh subur di dalam sini. Papi dan Mami tungguin kamu. "
__ADS_1
Mila tersenyum mendengar doa suaminya dan ikut mengamini.