
BIBIR lembab milik Miki terasa sangat manis saat Mike menciumnya. Mike tidak bisa berhenti begitu saja karena gairahnya sudah naik ke ubun-ubun. Rasa panas yang keluar dari tubuhnya mengharuskannya untuk tidak menghentikan apa yang dia lakukan sekarang. Walaupun tidak ada penolakan dari Miki Mike semakin ingin melakukannya tetapi dia sadar Jika dirinya tidak pernah melakukannya pada wanita yang sedang mabuk. Wanita yang tak sadarkan diri ini sangat berbeda dan sangat menggodanya.
Aku tidak bisa menahannya lagi. Batin Mike. Dia melanjutkan aksinya dengan memulainya dari menciumi leher Miki. Tidak berhenti di situ saja, Mike menarik kedua tangan Miki ke atas kepalanya kemudian Mike mencium bibir lembab miliki Miki dengan kasar. Hampir satu menit Mike mencium habis bibir lembut itu kemudian salah satu tangannya mengusap paha Miki hingga ke pinggang. Setelah puas mencium bibir Miki Mike ingin melanjutkan aksinya ke lebih intim tetapi tiba-tiba dia berhenti. Mike menyadari jika wanita ini masih perawan. “Ini tidak mungkin, dia belum pernah melakukannya dengan pria mana pun.” Ucap Mike pelan.
Sebagai pria yang berpendidikan tinggi dan memiliki status yang tak bisa di pandang dengan sebalah mata Mike menghentikan aksinya. Dia memang menyukai wanita tetapi dia juga menghormati wanita. Dia tidak mau harga dirinya di pandang rendah jika melakukan sesuatu yang membuat dirinya seperti penjahat.
Mike hanya menelan ludahnya setelah menghentikan apa yang dia lakukan sebelumnya. Dia sangat menginginkan Miki apalagi ketika dia mengetahui wanita ini masih Virgin. Kemurnian Miki membuatnya sangat ingin memiliki wanita ini seutuhnya sebelum ada orang lain yang ingin mendahuluinya. Menginginkan bukan berati menyukai. Mike adalah tipe pria yang suka bermain-main dengan banyak wanita apa lagi wanita tersebut menyukai dunia malam, tetapi tidak semua wanita bisa tidur dengannya hanya wanita yang berkelas dan berpendidikan tinggi menjadi standar wanita yang bisa berkesempatan. Itu pun tergantung Mike dia menyukai atau tidak wanita tersebut. Jika tidak, di sarankan tidak usah berharap dan berpikir untuk merayunya karena wanita tersebut akan direndahkan serendah-rendahnya hingga tidak bisa menunjukkan wajahnya lagi.
♥♥♥
Matahari sudah tinggi Mike tidak pernah bosan menatap wajah Miki yang sedang tertidur. Semenjak semalam Mike tidak tidur sama sekali karena jika dia tidur dia akan rugi melewatkan kesempatan yang sangat langkah melihat wajah Miki yang sangat cantik sekali. Mike tahu jika apa yang dia lakukan sekarang bukanlah bagian dari dirinya. semalam pun dia tidak pergi ke Klub malam untuk bersenang-senang. Karena hanya melihat wajah Miki dia melupakan kegiatan yang rutin dia lakukan setiap malam.
“Sial aku lupa jika ada yang harus aku kerjakan.” Mike beranjak turun dari kasur dan berjalan masuk kamar mandi.
Tiga puluh menit kemudian. Miki menggeliat kan tubuhnya kemudian dia beranjak duduk tanpa membuka matanya. Dia mengerakkan tubuhnya untuk melakukan perenggangan di atas kasur dalam keadaan setengah sadar. Setelah melakukan peregangan lalu Miki mengikat rambutnya dengan menggunakan karet gelang yang selalu dia kenakan di pergelangan tangannya. Kemudian Miki turun dari kasur seraya mengikat ujung T-shirt yang dia kenakan hingga memperlihatkan pinggannya yang kecil.
“Apakah kau selalu seperti ini saat bangun dari tidur?” Terdengar suara Mike yang bertanya.
Seketika Miki membuka buka matanya lebar-lebar dan mencari asal suara tersebut. Setelah matanya menemukan sosok Mike yang duduk dengan memangku laptopnya di paha dengan santai. “Kenapa kau bisa ada di sini?” seru Miki terkejut.
“Memangnya aku harus perlu izin dulu berada di kamarku sendiri?” seru Mike dengan santai seraya pandangannya menatap layar laptopnya.
“Kamarmu?” tanya Miki dengan mata yang terbelalak. Kemudian matanya mengitari seluruh sudut ruangan dan apa yang dia lihat semua barang yang ada sepertinya berbeda dari kamar yang dia tempati. “Kenapa Miki bisa tidur di kamarmu?” tanya Miki yang bingung.
“Kau sendiri yang memaksa ingin tidur denganku,” suara Mike bergema di telinganya Miki. Dia sangat terkejut mendengar apa yang di katakan Mike padanya.
“Kau berbohong. Mana mungkin aku memaksa ingin tidur dengan Pria sepertimu.” Miki berkacak Pinggang.
“Apakah kau yakin berkata seperti itu sekarang?” seru Mike yang terus menatap Laptopnya.
“Tentu saja aku sangat yakin.” Miki masih berkacak pinggang.
“Apakah kau tidak lihat penampilanmu sekarang, apakah itu merupakan bagian dari rencanamu untuk menggodaku sekarang.” Mike menatap Miki dari ujung kaki hingga kepala kemudian matannya berhenti menatap pinggang Miki yang mungil itu.
Miki yang memperhatikan mata pria itu tertuju pada pinggangnya dengan cepat dia menurunkan T-shirt-Nya. “Apa yang kau lihat?” seru Miki kesal.
“Tidak ada yang bisa di lihat dari tubuhmu. Tidak ada yang menarik sama sekali.” Mike mengalihkan pandangannya ke layar laptopnya.
“Terus tadi kenapa matamu terus menatap pingganku!?” tegas Miki.
“Karena pinggangmu sangat kurus sekali. Aku merasa kasihan pada pinggang itu karena pemiliknya tidak memberinya makan dengan benar sehingga sangat kurus.” Goda Mike.
Miki merasa kesal Karena pinggangnya menjadi bahan ejakan dari pria mesum ini. Karena tidak terima Miki berjalan mendekati Mike. “Apa kau yakin tubuhku tidak menarik sama sekali?” seru Miki seraya menaikkan T-shirt-Nya hingga memperlihatkan pinggangnya yang mungil dan mulus itu. Sedangkan mata Mike terbelalak. Dia tidak mengira jika wanita kecil ini berani sekali menggodanya seperti ini.
“Tolong ya di lap air liurmu yang hampir keluar,” Goda Miki dengan tertawa seraya berjalan keluar dari kamarnya Mike.
Kepala Mike mengikuti Miki yang berjalan Keluar hingga kepalanya hampir berputar. “Kenapa dia sangat seksi sekali,” ucap Mike yang hilang kesadaran sesaat.
__ADS_1
Sesungguhnya Mike mengatakan tubuh Miki tidak menarik sama sekali itu tidak benar. Karena sebagai pria keren mana mungkin dia mengatakan hal yang membuat dirinya malu di hadapan wanita. Semenjak semalam Mike menahan gairahnya karena tubuh Miki terlihat sangat seksi dan menggoda. Karena gengsi dia tidak mengakuinya jika tubuh wanita kecil itu sangat menarik.
Sejak kapan dia seberani itu? Bukannya dia adalah tipe wanita pemalu dan tertutup. Batin Mike dengan mulut yang terbuka.
Brakkk. Pintu kamar Mike kembali terbuka. Miki kembali masuk ke dalam kamar Mike tanpa menghiraukan pria itu. Hanya melirik sesaat dengan tatapan tajam lalu Miki berjalan menuju lemari besar Mike dengan berkata. “Aku pinjam T-shirt milikmu,” Miki memasuki lemari besar milik Mike. “Ah ya aku juga pinjam kamar mandimu sebentar.” Sambung Miki yang membuat Mike semakin terbelalak dengan sikap beraninya.
♥♥♥
Miki menerbankan tubuhnya di atas kasur. Dia mengamuk dia atas kasur karena telah melakukan hal yang bodoh dengan memperlihatkan tubuhnya pada pria mesum. “Dasar bodoh.” gerutu Miki menyelimuti kepalanya dengan bantal.
Setelah menyesali apa yang telah dia lakukan Miki tidak mengira jika dirinya akan seberani itu. Dia mirip wanita tangguh seperti sang kakak. Di mata Miki Lucy sang kakak adalah sosok wanita kuat dan sebagai pelindung baginya. Semenjak dia kecil Lucy selalu melindunginya dari apa pun.
“Kira-kira bagaimana dengan kabar kakak?” seru Miki penasaran. Dia ingin menghubungi Lucy sang kakak tetapi dia tidak mempunyai Ponsel. Hanya ada satu cara bagi Miki bisa menghubungi Lucy. Miki kembali menghampiri Mike di ruangan kerjanya. Dengan malu-malu Miki mengetuk pintu ruangan kerja Mike.
“Masuk” ujar Mike yang berada di ruangan tersebut. Secara perlahan Miki membuka pintu. Dengan langkah kaki kecilnya hampir tidak terdengar suara kaki yang melangkah. “Apakah kau seorang pencuri?” seru Mike melihat ke arah Miki yang berjalan mengendap-endap.
Langkah Miki terhentikan ketika mendengar pria itu mengatakan dirinya adalah seorang pencuri. “Aku bukan pencuri. Aku hanya tidak ingin mengganggu.” Ucap Miki yang malu-malu.
“Jika tidak ingin mengganggu kenapa kau datang menemuiku?” tanya Mike yang berhasil membuat Miki tidak bisa beralasan.
“Aku datang ingin…” Miki mengantungkan kata-katanya. “Miki mau__” dia kembali terbata-bata dan malu-malu saat ingin mengatakan sesuatu pada Mike.
“Katakan Miki mau apa?” tanya Mike yang sedikit tidak sabar.
“Anu….aku mau__” Miki masih malu untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan. Setelah bersikap tidak sopan pada Pria itu Miki merasa sangat malu mengatakan jika dia ingin meminjam ponsel milik pria itu.
Jika dia bersikap malu-malu begini pasti dia membutuhkan sesuatu dariku. Batin Mike. Dia menyadari perubahan sikap pada wanita ini. Sudah jelas jika perubahan sikapnya memberi Mike petunjuk wanita ini membutuhkan sesuatu yang dia miliki.
“Aku mau pinjam ponsel Mike sebentar,” lirih Miki malu-malu.
Wow, bahasa yang dia gunakan sangat membuatku terkejut. Ternyata begini cara yang dia gunakan jika perlu bantuanku. Batin Mike. “Kau mau menghubungi siapa?” tanya Mike dengan santai.
“Aku ingin menghubungi Lucy. Aku Rindu padanya.” Lirih Miki dengan menatap ponsel Mike yang berada dia atas meja kerja.
Melihat wanita itu berbicara begitu lembut padanya membuat hati Mike tidak tega mempermainkannya. Tanpa banyak tanya lagi Mike langsung meraih ponselnya yang terletak dia atas mejanya dan di berikannya pada Miki. “Ini gunakan sesukamu,”
Miki tersenyum melihat ponsel yang di berikan Mike padanya. Dengan cepat dia melangkah maju mendekati meja kerja Mike untuk mengambil ponsel tersebut. ”Terima kasih Mike.” Miki menyunggingkan senyum manisnya pada Mike. Kemudian dia pergi seraya berlari kecil untuk kembali ke kamarnya, Tetapi tiba-tiba dia berhenti dan kembali mendekati Mike. “Apakah kau punya nomor ponsel Lucy?” seru Miki pada Mike. Dia tidak bisa mengingat nomor ponsel sang kakak, oleh karena itu dia bertanya pada Mike.
“Apakah kau tidak hafal dengan nomor ponsel kakakmu sendiri?” tanya Mike dengan mendongakkan kepalanya menatap Miki.
“Aku lupa. Aku tidak bisa mengingatnya.” Jawab Miki pelan.
“Buka saja kontak di ponsel itu nomornya tertulis dengan nama adik ipar,” kata Mike yang langsung di sambut dengan senyuman dari Miki.
“Terima kasih.” Miki mengucapkan rasa bersyukurnya pada Mike dan kemudian dia kembali ke kamarnya untuk menghubungi sang kakak.
Tut…Tut…Tut.
__ADS_1
Terdengar suara putus-putus yang menandakan jika sang kakak tidak bisa di hubungi. Rasa kecewa membuat Miki kehilangan semangatnya. Berulang kali Miki mencoba untuk menghubungi Lucy sang kakak mendapat hasil yang sama karena kakaknya tetap tidak dapat di hubungi. Satu kali lagi, jika tetap tidak bisa aku akan menyerah. Batin Miki. Dia kembali menghubungi sang kakak dan hasilnya tetap sama. “Mungkin Lucy sedang sibuk sekarang. Oleh karena itu dia tidak bisa aku hubungi.” Secara perlahan Miki kembali ke ruangan Kerja Mike. Dengan lesu Miki meletakan ponsel milik Mike di atas meja kerjanya.
“Apakah kau sudah menghubunginya?” seru Mike.
“Emm….” Angguk Miki pelan. Dia terlihat kecewa saat Mike menatapnya.
“Jika kau sudah menghubunginya terus kenapa kau terlihat tidak bersemangat?” tanya Mike yang menghentikan apa yang dia lakukan sekarang. “Katakan padaku kenapa?”
“Aku tidak bisa menghubungi Lucy,” Lirih Miki kecewa.
Sesaat Mike berpikir kemudian berkata. “Apakah kau ingin ikut denganku pergi jalan-jalan menikmati pantai?” seru Mike menawarkan dirinya untuk menemani wanita yang sedang sedih.
Seketika wajah Miki semeringah bersemangat kembali setelah mendengar Mike mengajaknya untuk pergi keluar jalan-jalan menikmati pantai. “Emm…aku sangat ingin.” Wajah berseri-seri Miki seketika mirip anak anjing yang di beri makan tulang.
“Baiklah kau tunggu sebentar, aku ingin mengganti bajuku sebentar.” Pinta Mike pada Miki.
“Baiklah, aku tunggu di halaman depan ya.” Ucap Miki yang langsung pergi ke halaman depan Villa.
Setelah menunggu lima menit akhirnya Mike keluar juga. Dia mengenakan T-shirt putih polos berpadu dengan celana levis selutut. Mike terlihat seperti baru berumur sembilan belas tahun. “Miki ayo kita pergi sekarang,” ajak Mike.
“Tunggu sebentar,” Miki menghentikan Mike.
Dengan bingung. “Kenapa?” seru Mike membalikkan badannya menghadap Miki.
“Ini tidak adil,” protes Miki pada Mike. Dia merasa iri pada penampilan Mike yang begitu perfect di matanya. Sedangkan dirinya hanya menggunakan T-shirt berwarna Gray dengan celana bokser milik Mike.
“Tidak adil kenapa?” tanya Mike bingung.
“Ini tidak adil, kau pakai baju yang begitu bagus sedangkan aku hanya mengenakan T-shirt dan celana bokser milikmu.” Miki menunjukkan mata malasnya pada Mike. Dia mengajukan protesnya pada Mike supaya pria itu tahu jika dirinya tidak suka dengan baju yang di kenakannya saat ini.
“Sudah kau tidak usah protes jika masih ingin pergi jalan-jalan.” Ancam Mike pada Miki.
“Tidak-tidak. Aku tidak protes sama sekali, aku suka dengan pakaian yang aku kenakan sekarang.” Seketika Miki menelan kata-katanya barusan.
Mike tersenyum karena begitu mudah baginya membuat wanita ini menurut dengannya. Hanya sekali ucap Miki langsung tunduk dengan perkataannya. “Nah begitu dong, jangan banyak protes. Kan enak.” Kata Mike seraya tertawa kecil melihat bibir Miki mayung ke depan karena kesal.
Miki mengikuti Mike dari belangkang hingga keluar dari gerbang utama Villa. Dia menyadari jika Mike mengajaknya pergi jalan-jalan tanpa menggunakan mobil Miki tidak terima dan kemudian dia berlari menjajarkan langkah kakinya dengan Mike. “Kenapa kita tidak menggunakan Mobil?” seru Miki pada Mike.
"Katanya ingin jalan-jalan menikmati pantai. Ini kita sedang jalan-jalan.” Jawab Mike. seketika Miki terbelalak. Dia tidak mengira jika jalan-jalan yang di maksud pria ini adalah jalan kaki.
Setelah berjalan sedikit jauh dari Villa Miki mendengus karena lelah. “Mike aku capek,” Miki berjongkok.
Selama dalam perjalanan Miki selalu mengeluh. Dan kali ini Mike tidak memperdulikan Miki, dia hanya berdiam diri di tempatnya untuk menunggu wanita itu kembali berjalan. Tetapi Mike merasa ada yang aneh, dia mendengar Miki sedang berbicara dengan seseorang pria di belakangnya. Saat Mike menoleh ke belakang dia mendapati ada seorang pria yang mengendarai mobil sport sedang menawari Miki untuk naik ke dalam mobilnya.
Merasa kesal Mike berjalan dengan menggenggam kedua tangannya dengan erat. Dengan marah Mike berkata pada pria tersebut. “Jika kau masih ingin hidup, pergi sekarang juga.” Ancam Mike sehingga membuat pria bermobil sport itu melesatkan mobilnya pergi jauh.
.
__ADS_1
.
.