Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
34. Pria Kaya


__ADS_3

Joe sendiri tidak percaya jika dirinya saat ini tengah menunggu Lucy di dalam kamar. Dia gelisah wanita itu tidak juga kembali ke kamar mereka sejak mereka kembali ke Villa.


Ini sudah jam berapa? Kenapa dia tidak juga kembali ke kamar? Seru batin Joe.


Menunggu, itulah yang di lakukan Joe saat ini di dalam kamarnya. Menunggu sang istri yang tak kunjung kembali. Setelah menunggu begitu lama akhirnya Lucy kembali ke kamar mereka.


“Ini sudah jam berapa, kenapa kau baru kembali?”


Lucy mengabaikan pertanyaan yang di lontarkan Joe saat dia baru saja memasuki kamar. Joe di anggap seperti tidak ada, Lucy hanya melewatinya saja dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dasar wanita bodoh, berani sekali dia mengabaikan suaminya sendiri. Batin Joe yang kesal.


Beberapa menit kemudian Lucy keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju tidur yang sedikit Minim yang memperlihatkan paha mulusnya, tetapi bagian atasnya tertutup.


Joe yang melihatnya keluar dari kamar mandi langsung terbelalak karena hanya melihat paha mulus istrinya itu. Awalnya dia ingin marah, tetapi dia langsung di bungkam Lucy dengan tubuhnya yang seksi itu walaupun baju yang di kenakannya tidak terlalu terbuka.


Lucy berjalan di depannya, lalu menaki ranjang kemudian dia berbari di samping Joe yang sedang duduk seraya menatapnya dengan tatapan tergoda.


“Hari sudah malam, Jika ada yang ingin kau katakan tunda saja sampai besok pagi.” Lucy membelakangi Joe kemudian dia menutup matanya.


Joe terdiam, mulutnya terbuka lebar dan matanya tidak berkedip sedikit pun melihat istrinya itu. Dia tahu jika saat ini istrinya sengaja memakai pakaian seperti itu untuk membungkam mulutnya supaya tidak marah kepadanya. Sebagai pria sejati, Joe tergoda dan tidak ingin melewatkan kesempatannya.


Perlahan Joe mulai merangkak mendekati istrinya, dengan lembut tangannya mulai meraba ke pinggang kecil Lucy.


“Apa yang kau lakukan?” Lucy terkejut mendapati tangan Joe sedang meraba pinggannya.


“Bukannya sudah jelas,” bisik Joe di telinga Lucy.


“Jauhkan tanganmu dariku,” Lucy menepis tangan Joe dari pinggangnya.


“Hehehe, kau tidak bisa menolakku karena kau adalah istriku.” Tangan Joe kembali meraih pinggang Lucy.


“Lepaskan aku Joe, aku masih marah padamu.”

__ADS_1


“Terus kenapa?” Joe menarik pinggang Lucy hingga tubuh keduanya menjadi satu. “Kau sendiri yang menggodaku, sebagai suamimu aku tidak bisa menolaknya.”


Joe langsung mencium bibir Lucy dengan lembut, kemudian dia melepaskan ciuman itu dengan perlahan. Tangan Joe mengusap lembut bibir Lucy untuk menghapus jejak ciumannya, dia menatap wajah Lucy yang tegang membuatnya tersenyum.


“Kenapa kau begitu tegang? Apakah sebelumnya kau belum pernah berhubungan intim dengan pria lain?”


Joe mengelus wajah mulus Lucy dengan tagannya, dia menatap dalam mata wanita itu untuk mencari jawaban atas pertanyaannya.


“Tidak, aku pernah melakukannya,” Lucy berbohong.


“Ow ya,”


Joe terus menatap mata Lucy dengan cermat dia tidak ingin melewatkan momen penting saat wanita ini akan berbohong padanya. Dia juga bisa merasakan betapa tegangnya tubuh Lucy saat berada di dalam dekapannya.


“Kau bilang pernah melakukannya, tetapi kenapa aku merasa kau begitu murni dan belum pernah di sentuh oleh pria lain selain diriku.”


Tubuh Lucy semakin menegang, tubuhnya tidak bisa berbohong. Respons tubuhnya menunjukkan jika ini adalah pengalaman pertamanya dalam melakukan hubungan intim dengan seorang pria.


“Terserah jika kau tidak percaya dengan kata-kataku,” Lucy menelan ludahnya karena merasa gugup setengah mati.


“Baiklah, sesuai dengan perkataanmu aku akan membuktikannya sendiri jika memang betul kau tidak berbohong padaku.”


“Ap__” Mulut Lucy langsung di bungkam Joe dengan ciumannya. Tanpa bisa mengelak Lucy terjerat di dalam tubuh pria itu dalam waktu singkat. “Um…” desah Lucy saat Joe menciumnya.


Joe mulai membuat tubuh Lucy memanas dengan ciumannya, langkah selanjutnya tangan Joe mulai menyentuh di berbagai lekuk tubuh Lucy dengan perlahan dan lembut. Bibirnya terus menikmati bibir lembut Lucy hingga turun ke bagian leher-leher.


“Emm..” desah Lucy.


Tubuh Lucy merespons apa yang di lakukan Joe padanya, jiwanya larut bersama gairah yang dia keluarkan saat Joe merebut keperawanannya. Malam yang panjang Lucy jalani bersama Joe sang suami.


***


Pagi hari, di meja makan. Sama seperti hari sebelumnya hanya Mike dan Joe yang duduk di sana. Keduanya tidak berbicara satu sama lain namun, keduanya larut dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


Apa yang terjadi? Kenapa kedua Tuan muda bersikap aneh? Seru batin Bret.


Bret menatap ke arah Joe, dia melihat Tuannya itu tersenyum-senyum sendiri sejak dari tadi. Makanan yang ada di piringnya berantakan ke mana-mana karena tangannya terus mengaduk isi piringnya tanpa henti.


Sedangkan saat Bret melihat ke arah Mike, dia melihat sikap Tuannya yang satu ini kebalikan dari Joe. Mike terlihat sangat lesu dan berantakan, sepertinya dia tidak tidur semalaman. Mike juga tidak menyentuh makanannya sama sekali karena memikirkan sesuatu yang hanya dia seorang yang tahu apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.


“Hahaha” terdengar suara tawa Miki dan Lucy yang baru turun dari lantai atas.


Saat mendengar tawa kedua wanita tersebut, kedua pria yang sedang berada di dunianya masing-masing tersadarkan. Mata ke dua pria itu langsung tertuju pada wanitanya masing-masing.


“Kalian mau ke mana?” suara dingin Mike menghentikan langkah kaki Miki dan Lucy.


“Ia, kalian mau ke mana pagi-pagi buta?” Joe juga membuka suaranya.


Mendapat pertanya dari kedua pria tersebut membuat Miki bersembunyi di belakangnya Lucy. Mike yang melihatnya bersembunyi di belakang Lucy hanya Bisa mendesah pelan.


“Ini urusan wanita, kalian sebagai pria tidak perlu ikut campur urusan kami.” Dengan tenang Lucy melindungi Miki di belakangnya.


“Katakan kalian mau pergi ke mana? jika tidak memberitahu, aku tidak mengizinkan kalian untuk pergi.” Dengan angkuh Mike menunjukkan kekuasaannya.


Dasar pria yang angkuh, dia kira aku tidak bisa melawan mereka berdua. Batin Lucy.


“Kalian tidak perlu khawatir, kami tidak akan bertemu dengan Junior. Aku dan Miki hanya ingin pergi ke pantai di belakang Villa.”


Lucy berhasil membuat kedua pria bersaudara tersebut terdiam. Nama Junior berhasil menjadi senjata bagi Lucy untuk membuat kedua pria kaya sombong ini menutup mulutnya.


“Miki ayo kita pergi, nanti kita akan ketinggalan momen sunrise yang indah.”


Lucy langsung menarik Miki menuju ke belakang Villa. Dengan percaya diri mereka meninggalkan kedua pria itu dengan kemenangan. Tawa keduanya bergema saat mereka meninggalkan ruang makan yang senyap karena kata-kata pamungkas Lucy.


Sungguh tidak di percaya, nama Junior bisa membuatku kehilangan kata-kata. Batin Mike.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2