Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
68. Pria Kaya


__ADS_3

Mike sudah tidak tahan lagi dengan sikap Agatha yang selalu menempel di sisinya, dia merasa sangat risi sekali dengan tangan wanita itu yang terus-terusan menggandeng tangannya sejak dari tadi.


Astaga kapan berakhirnya acara ini? aku sudah sangat muak dengan semuanya, terutama dengan wanita ini. Dia seperti tidak tahu malu sama sekali. Batin Mike.


“Mr. Fred.” Panggil Mike.


Fred yang berada tidak jauh darinya langsung mendekat. “Ia Tuan, Anda memanggil saya?”


“Permisi, bisakah Anda melepaskan tanganku?” pinta Mike pada Agatha.


“Kau mau pergi ke mana?”


“Kau tidak perlu tahu aku mau pergi ke mana, lebih baik kau sambut tamu-tamu mu itu sekarang.”


Mike langsung menarik tangannya dari Agatha dan pergi menjauhi wanita itu secepatnya. Sedangkan Agatha tidak bisa menghentikan Mike karena ada banyak sekali tamu yang melihatnya saat ini. dia hanya bisa tersenyum canggung sembari menatap ke depannya agar terlihat anggun dengan gaun termewah yang di kenakan.


“Mr. Fred, kau ikut dengan saya sekarang juga.” Kata Mike sembari berjalan ke arah pintu keluar.


“Baik Tuan.” Sahut Fred sembari mengikuti Tuannya itu dari belakang.


Mike meninggalkan ballroom begitu saja. Dia tidak peduli lagi dengan semuanya, dia muak dengan orang-orang yang ada di dalam sana, semua orang tersebut merupakan penjilat yang tidak tahu malu.


Setelah berada di luar ballroom, Mike menghentikan langkah kakinya sembari menghelakan nafas panjangnya seakan dia bernafas dengan sangat lega setelah keluar dari sekumpulan orang-orang yang sedang bersandiwara di dalam sana.


“Mr. Fred,”


“Ya Tuan.” Jawab Fred sembari menunduk hormat.


“Bagaimana, apakah Mr. Fred sudah mendapatkan informasi yang saya minta?”


“Belum Tuan, saya masih berusaha dengan sangat keras untuk mendapatkan informasi yang Tuan inginkan.”


“Kenapa sangat lama sekali Mr. Fred mendapatkan informasinya? Saya sudah tidak tahan lagi dengan semua ini.” Ucap Mike frustasi.


“Maafkan saya Tuan, informasi yang Anda inginkan ada yang menutupinya dengan sangat rapat sehingga tidak mudah menembusnya begitu saja.” Jawab Fred yang terus menunduk tak berani menatap mata Tuannya itu.


“Baiklah, saya beri waktu Mr. Fred selama satu minggu sebelum pernikahan gila ini terjadi.”


“Baik Tuan, saya mengerti.” Jawab Fred.


“Mr. Fred siapkan mobil, kita pergi ke kantor sekarang masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan.” Perintah Mike.

__ADS_1


“Baik Tuan.” Jawab Fred sembari menunduk dan pergi mengundurkan diri dari hadapan Tuanya itu untuk menyiapkan mobil sebelum Tuannya turun ke lantai dasar.


Setelah Fred pergi, tiba-tiba Agatha datang melewati pintu keluar ballroom untuk menghampiri Mike. “Mike, kau mau pergi ke mana? Acara pertunangannya belum selesai, dan masih banyak tamu menunggu kita di dalam sana.” Katanya.


Mike tersenyum singkat mendengar apa yang dikatakan wanita itu. “Mereka semua adalah tamu mu dan bukan tamu ku, lebih baik kau kembali ke dalam sana dan pasang wajah tersenyum di dalam sana.” Ucap Mike dan kemudian pergi memasuki lift.


Semakin hari Agatha seperti wanita murahan saja. Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya selama ini. Batin Mike.


Berada di dalam Lift, Mike melonggarkan dasinya, melepas jasnya dan melipat lengan kemejanya hingga ke sikut. Saat pintu lift terbuka Mike sudah terlihat sangat berantakan sekali, dia meninggalkan semua rasa kesalnya di dalam lift tersebut dan kembali menjadi Mike yang seperti biasanya dalam waktu singkat.


Selama Mike melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, semua pelayan hotel menunduk saat melihatnya. Saat di hormati rasa percaya diri Mike semakin meningkat dan membuatnya terlihat sangat tenang dengan wajah dinginnya.


“Silakan Tuan,” ucap Fred membukakan pintu mobil untuknya.


“Terima kasih Mr. Fred.” Ucap Mike sembari menunduk memasuki mobil.


Mobil Mike meninggalkan hotel saat itu juga. Selama di dalam perjalanan menuju perusahaan SEA, Mike menyandarkan punggungnya di sandaran belakangnya dengan nyaman. Dia melepas penatnya dengan menutup kedua matanya untuk menenangkan pikirannya.


Aku sangat merindukannya, aku butuh kamu saat ini. Batin Mike.


Mobil terus berjalan melintasi jalan raya yang sepi karena hujan lebat, sehingga membuat kaca mobil berembun. Mike yang berada di dalam mobil tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di luar sana.


Tidak beberapa lama dari itu mobil mereka harus berhenti karena lampu merah Menyala. Ada empat persimpangan jalan di lampu merah tersebut dan posisi mobil mereka berada di sebelah kanan dari lampu merah.


“Baik Tuan.”


Fred membuka laci dasbor untuk mengambil selimut yang di minta Tuanya. kemudian Fred membalikkan badannya untuk memberikan selimut yang ada di tangannya itu pada Mike, tetapi tiba-tiba Fred berhenti mengulurkan selimutnya karena matanya tertuju di luar sana tepat di sebuah pohon.


“Tuan sepertinya saya melihat Nona Chloe di luar sana,” ucap Fred dengan mata tertuju di bawah pohon tersebut.


“Mr. Fred jangan bercanda, tidak mungkin itu Miki.”


“Tapi Tuan, wanita itu terlihat seperti Nona.”


“Hem…Mr. Fred tolong selimutnya.” Pinta Mike yang tidak peduli.


Fred memberikan selimut yang ada di tangannya itu pada Mike dan kemudian dia kembali menatap ke arah pohon tersebut. Dengan menajamkan matanya Fred memastikan jika wanita tersebut bukanlah Nonanya. Berulang kali Fred membuka dan menutup ke dua matannya dan yang benar saja, wanita tersebut benar-benar mirip dengan Nonanya. “Tuan, coba Anda lihat ke arah pohon sebelah kanan Anda, Tuan perhatikan baik-baik wanita itu benar-benar mirip dengan Nona.” Kata Fred.


Mike mendesah pelan lalu menuruti apa yang di katakana Fred padanya. Perlahan Mike menurunkan kaca mobilnya hingga terbuka lebar, lalu dia menatap ke arah pohon tersebut dan matanya beralih ke bawah pohon di mana wanita yang di maksudkan Fred berada.


Hanya satu kali lihat Mike benar-benar kaget saat melihat wanita tersebut, dia sangat mengenali wanita itu, bukan hanya mirip tetapi wanita itu memang benar adalah Miki.

__ADS_1


Brakk…


Dengan sangat cepat Mike membuka pintu mobilnya keluar dengan membawa selimut di tangannya. Dia berlari ke arah pohon di mana Miki duduk dengan memeluk kedua lututnya. Mike menghentikan langkah kakinya saat melihat keadaan Miki yang sangat kacau.


“Tidak, Tidak, Tidak.” Kata Miki berulang kali sembari menutup telinganya.


Mike membungkam mulutnya, dia tidak tahu apa yang terjadi pada istrinya itu. saat dia menyaksikan perilaku istrinya, Mike sudah bisa menebak jika istrinya saat ini sedang berhalusinasi. Tanpa berbicara Mike berjongkok di depan istrinya itu untuk menyelimutkan selimut yang dia bawah ke tubuh Miki dan kemudian dia memeluk erat tubuh Miki yang basah kuyup karena terkena air hujan.


Mike bisa merasakan tubuh Miki yang mengigil hebat saat dia memeluknya. Dia tidak tega melihat keadaan Miki saat ini, tanpa bertanya apa pun Mike langsung mengangkat tubuh Miki dalam gedongannya menuju ke mobil. Sedangkan Fred dengan cepat membukakan pintu mobilnya, perlahan Mike memasukkan Miki ke dalam mobil kemudian dia juga menyusul masuk ke dalam sana.


“Mr. Fred jalankan mobilnya sekarang menuju apartemen saya.” Perintah Mike.


“Baik Tuan.” Jawab Fred yang kemudian menjalankan mobilnya menuju apartemen.


Selama dalam perjalanan menuju apartemen Mike terus menerus memeluk istrinya itu dengan erat tanpa melepaskannya sedikit pun. Dia berusaha dengan keras untuk menahan emosinya. Marah, khawatir dan sedih tercampur aduk di dalam diri Mike. Rasanya dia ingin marah tetapi dia tahan karena saat melihat keadaan Miki saat ini.


“Tuan, kita sudah sampai di apartemen Anda,” kata Fred setelah menghentikan mobilnya di depan gedung apartemen.


Tanpa menunggu lagi Mike langsung membuka pintu mobilnya dan keluar. Kemudian dia berjalan ke sisi pintu mobil lainnya membuka pintu untuk mengeluarkan Miki dari sana dan mengendong tubuh Miki masuk ke dalam apartemennya.


Stelah berada di dalam apartemen Mike membawa Miki masuk ke dalam kamar mandi, di sana dia menurunkan Miki sembari menatap mata istrinya itu dengan sangat lembut. Rasanya dia ingin bertanya pada istrinya itu tetapi dia menahannya karena waktunya tidak tepat untuk bertanya saat ini.


“Sayang, kau tunggu sebentar di sini.” Ucap Mike yang pergi keluar dari kamar mandi untuk mengambil pakaian ganti untuk Miki.


Saat Mike keluar, Miki langsung menutup dan mengunci pintu kamar mandinya tanpa sepengetahuan Mike. Sementara itu Mike berjalan menuju lemari pakaiannya untuk mengambilkan beberapa pakai untuknya. Setelah itu Mike berjalan kembali ke kamar mandi, tapi saat dia memegang hendel pintu untuk membuka pintu kamar mandi ternyata pintunya terkunci dari dalam.


“Miki sayang, tolong buka pintu kamar mandinya sekarang.” Pinta Mike sembari menggedor pintunya.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Miki, tidak ada suara apa pun yang terdengar dari dalam kamar mandi tersebut. Mike mulai khawatir, lalu dia mendobrak-dobrak pintu tersebut dengan kuat tetapi tiba-tiba Miki menghentikannya dengan berkata. “Pergi, biarkan Miki sendirian!” teriaknya.


Mendengar suara Miki yang memintanya untuk pergi, Mike langsung berhenti memaksa untuk masuk ke dalam kamar mandi. Mike berpikir jika membiarkan Miki untuk sendirian adalah hal yang tepat untuk saat ini.


“Baiklah aku mengerti, tetapi aku tidak akan pergi dari sini dan aku akan tetap menunggumu di depan pintu ini.” kata Mike yang lalu duduk di lantai depan pintu kamar mandi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2