
Selama kelas memasak tidak sedetik pun Miki Fokus. Ingatannya berputar di kejadian tadi malam, hingga kelas selesai dia tidak sadar jika selama kelas berlangsung Junior memperhatikannya.
“Miki apakah terjadi sesuatu padamu?” seru Junior.
“Ah…maaf Chef, apa yang barusan Anda katakan?”
Miki terlihat tertatih, dia tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang di katakan Junior padanya.
“Apakah kau baik-baik saja?”
“Chef tidak usah khawatir, aku baik-baik saja."
Miki memperlihatkan senyum kecut di wajahnya. Dia tidak bisa fokus sama sekali saat berbicara dengan Junior.
“Baiklah, jika kau baik-baik saja,”
Junior terlihat ragu-ragu dan sedikit canggung di hadapan Miki. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu pada wanita itu.
Jangan takut Junior, kau harus mengatakannya jika tidak kapan lagi kau memiliki kesempatan seperti ini. batin Junior.
“Miki, apakah kau memiliki janji hari ini?”
“Aku tidak memiliki janji apa pun hari ini, memangnya ada apa?”
“Sebenarnya, saya ingin mengajakmu bertemu seseorang yang sangat penting, tapi saya takut kau akan menolaknya.”
Bagaimana ini? jika aku menolaknya, aku merasa tidak enak sama Chef Junior. Sedangkan dia adalah sahabat kak Lucy, tapi jika aku ikut dengannya nanti Mike marah kalau dia mengetahuinya. Batin Miki.
“Miki apakah kau bersedia ikut? Saya janji tidak akan lama. Setelah pertemuan nanti saya akan mengantarmu pulang dengan selamat.”
Masa bodoh, Mike tidak akan mungkin tahu jika aku pergi bersama Chef Junior. Lebih baik aku ikut saja. Batin Miki.
“Baiklah aku ikut Chef.”
Junior tersenyum lega karena Miki mau ikut bersamanya untuk menemui seseorang yang sangat penting itu.
“Baiklah Miki kita pergi sekarang, orang yang akan kita temui pasti sudah menunggu kita.”
Kemudian Junior dan Miki pergi dengan menggunakan mobil Sport milik Junior. Setelah berada di dalam mobil, Miki merasa menyesali keputusannya. Tiba-tiba dia terpikirkan dengan kontrak perjanjian dalam pernikahannya dan Mike.
Apakah keputusan ku ikut dengan Chef Junior salah? Maafkan aku Mike karena tidak menepati janji kita. Hanya untuk kali ini saja, untuk yang terakhir kalinya aku tidak akan melakukannya lagi. Batin Miki.
Setelah berputar dalam pikirannya sendiri Miki tidak menyadari jika mereka sudah sampai di tempat tujuan. Saat keluar dari mobil, Miki melihat sebuah restoran jepang dengan desain khas rumah adat jepang pada umumnya.
Junior dan Miki berjalan beriringan memasuki restoran tersebut. Mereka memasuki ruangan VIP yang mana ruangan tersebut sangat private, hanya orang-orang yang berkepentingan yang boleh masuk di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Rek…pintu kayu ala jepang di buka oleh pelayan wanita dengan memakai seragam kimono khas jepang sesungguhnya.
“Silakan masuk Tuan.” Dalam berbahasa jepang.
Ketika pintu terbuka ada seorang pria paruh baya dengan perawakan tenang, dan di sebelahnya ada seorang nenek tua yang duduk dengan tenang.
“Junior lama nenek tidak bertemu denganmu.”
Suara bahagia nenek tua itu memenuhi ruangan tersebut. Dia menyambut kedatangan Junior dengan sangat antusias sekali. Begitu pun sebaliknya, Junior yang baru saja datang langsung memeluk nenek tua itu dengan erat dan lembut.
“Nenek, Junior sangat merindukanmu.” Ucap Junior.
“Junior bagaimana dengan bisnis dan sekolah memasak yang kau dirikan di sini berjalan lancar?” seru pria paruh baya yang terlihat kaku dan dingin itu.
“Daddy tidak perlu khawatir, semuanya berjalan dengan lancar.”
“Apa yang kau lakukan, cucuku baru saja tiba dan kau sudah bertanya seperti itu padanya.”
Nenek tua itu memukul pelan bahu pria kaku yang di sebelahnya itu.
“Nenek Daddy, Junior datang kemari bersama seseorang.”
Mata kedua orang tua tersebut langsung terbuka lebar, karena baru pertama kalinya Junior membawa seseorang untuk di perkenalkan pada mereka setelah sepuluh tahun yang lalu.
“Junior cucuku, apakah dia seorang wanita?”
Dengan tersenyum lebar nenek Junior berkata. “Cepat kau panggilkan dia untuk bertemu dengan kami.”
“Baiklah Nek.”
Junior beranjak berdiri dari duduknya, dia keluar untuk membawa masuk Miki yang berada di luar sejak dari tadi.
Ketika Miki masuk nenek dan ayah Junior langsung kaget dan membisu saat melihat Miki. Keduanya terlihat canggung dan kaku, terlihat jelas di mata mereka menujukan sebuah penyesalan saat melihat Miki.
“Nenek Daddy, dia adalah Miki, kalian pasti mengingatnya. Miki perkenalkan ini adalah Deddy saya, namanya Steven, dan yang di sebelahnya adalah nenek saya namanya Rosmala. Ucapkan salam pada mereka berdua.”
“Halo paman, halo nenek.” Salam Miki dengan sopan.
“Senang bertemu denganmu Miki.” Ucap Rosmala.
Astaga kenapa aku merasa tegang saat melihat Deddy dan nenek Chef Junior. aku merasa sangat tidak asing dengan mereka. Batin Miki.
“Nenek dan Daddy pasti mengingatnya, dia adalah adik Lucy anaknya Tante Lona.”
Aku harap Daddy dan nenek tidak menghindar dari Miki lagi. Selama ini mereka berdua selalu menyimpan penyesalan di dalam hati. Kali ini aku tidak akan membuat mereka melepaskan kesempatan untuk menebus semua yang terjadi bertahun-tahun lalu. Batin Junior.
__ADS_1
“Miki silakan duduk,” pinta Junior.
Kemudian Miki dan Junior duduk di hadapan kedua orang tua tersebut. Seketika suasana ruangan tersebut menjadi senyap dan tegang.
“Dady nenek, kenapa kalian berdua menjadi kaku begini? Kasihan Miki, dia jadi ketakutan melihat kalian berdua diam saja.” Terlihat jelas Junior membuat ayah dan neneknya terpojok.
Sepertinya Junior sengaja melakukan semua ini. Batin Steven.
Ya tuhan sudah sangat lama sekali aku tidak melihatnya. Batin Rosmala.
Rosmala tersenyum, seketika dia berubah sangat ramah sekali saat menatap Miki yang berada di hadapannya.
“Miki sayang, kau sangat cantik sekali.” Ucap Rosmala.
“Terima kasih.” Senyum Miki.
“Kemari sayang, biarkan nenek memelukmu.” Pinta Rosmala.
Miki tertatih, dia ragu untuk menghampiri Rosmala.
“Tidak apa-apa sayang, kemarilah.”
Setelah menatap mata Rosmala, Miki menjadi berani untuk berjalan mendekatinya. Dengan lembut dia merangkul Rosmala yang terduduk lemah di tempatnya.
Setelah mereka berpelukan Rosmala menatap lekat Miki, dia merasa kagum saat melihat Miki ada di depan matanya, dia tidak percaya dia bisa melihat Miki sedekat ini.
Kenapa aku merasa sangat akrab sekali dengan rasa ini? Rasa ini seperti sudah sangat lama sekali aku mengenalnya. Batin Miki.
“Junior, Daddy dan nenekmu harus pergi sekarang.”
Steven beranjak berdiri, dia bersiap-siap untuk pergi. Seketika Junior memasang wajah kesalnya saat melihat sang ayah yang hendak menghindar.
“Daddy, apakah kau tidak merasa bersalah padanya?” seru Junior.
“Ma, ayo kita pergi sekarang,” ajak Steven.
“Cukup Dad! Miki adalah anakmu!” suara Junior bergema di telinga Miki.
“Apa yang kau katakan Chef?” Miki kaget dan tidak mengerti dengar perkataan Junior.
“Miki dengarkan aku, kau adalah saudaraku. Dia adalah ayah kandungmu.” Ucap Junior.
.
.
__ADS_1
.