
“Kenapa Lucy tidak keluar bersama Miki?” Joe gelisah di dalam mobil bersama Mike.
“Kau bisa tenang sedikit?” Mike kesal dengan adiknya itu karena sangat berisik sekali sejak dari tadi.
“Kau belum menikah, jadi kau tidak mengerti apa yang aku rasakan sekarang.” Mata Joe terus memandang pintu keluar di mana Miki berdiri.
Mike hanya bisa menahan emosinya melihat adiknya Joe seperti orang gila. Dia tidak tahu jika adiknya ini memiliki sisi seperti ini setelah menikahi Lucy.
Menikah, bisa membuat orang jadi gila seperti ini. batin Mike seraya memutar matanya.
“Beruntung sekali aku tidak menikah,”
Joe berhenti sejenak melihat ke luar mobil, dia menatap kakaknya Mike dengan tidak percaya karena apa yang di kata Mike sungguh tidak mengetahui arti dari kata pernikahan.
“Kau boleh berkata seperti itu saat ini, tetapi saat kau sudah menikah nanti aku pastikan kau tidak akan pernah berkata seperti itu lagi.”
“Aku penasaran apa yang di lakukan Lucy padamu, sehingga membuat Joe seorang Playboy bertekuk lutut padanya.”
Joe memandang kesal Mike karena terus menyindirnya. Dia akui jika dirinya saat ini bukan seperti Joe raja dunia malam yang di juluki orang-orang, tetapi dia merasa bahagia karena di dalam hatinya masih ada orang yang dia cintai sepenuhnya, sehingga dia merasa seperti seorang manusia pada umumnya.
“Kau yang tidak tahu apa-apa tentang pernikahan dan apa itu cinta, lebih baik kau tutup mulutmu itu dan lihat wanitamu sedang bersama pria lain di sana.” Joe berhasil membuat mata Mike menatap ke arah Miki.
Sepertinya aku pernah melihat pria itu di suatu tempat, tapi di mana aku tidak bisa mengingatnya. Batin Mike.
Mike masih bersikap tenang dia tidak terlalu terganggu dengan pria itu, karena pria itu tidak melakukan apa pun yang bisa membuat Mike marah.
Saat beberapa menit kemudian Lucy keluar dan menghampiri Miki dan pria tersebut. Sepertinya mereka bertiga berencana akan pergi ke suatu tempat dengan menggunakan Mobil pria itu. Mengamati dari jauh, mereka melihat mobil yang di naiki Miki dan Lucy pergi meninggalkan tempat tersebut.
“Mike ayo cepat nyalakan mobilnya, ikuti mereka mau pergi ke mana.” Joe panik karena wanita bersaudara itu pergi bersama pria yang tidak mereka kenal.
Dengan cepat Mike menyalakan mesin mobilnya dan menginjak gas. Mereka mengikuti mobil tersebut dari belakang. Mike menyalip dari mobil ke mobil lain demi tidak kehilangan jejak mobil yang mereka ikuti.
Setelah lima belas menit mobil yang di naiki Miki dan Lucy akhirnya berhenti di sebuah restoran yang berada di salah satu pantai yang sangat di gemari turis Asing yang berkelas yang datang ke Santa Monica.
“Apa yang akan mereka lakukan di tempat seperti ini?” Joe keluar dari Mobil.
“Aku juga tidak tahu, untuk saat ini kita awasi saja dari jauh.”
Joe mengangguk mengikuti perkataan kakaknya Mike. Mereka memantau dari kejauhan agar kehadiran mereka tidak di ketahui oleh Lucy dan Miki.
Lihat saja jika dia menyentuh Lucyku, akan aku beri pelajaran padanya. Batin Joe.
__ADS_1
Dengan sangat sabar Mike dan Joe menunggu dan mengawasi dari kejauhan apa yang di lakukan oleh kedua wanita itu dengan pria asing tersebut. Joe melihat Lucy dan pria asing tersebut semakin dekat saja, rasa cemburu membarah di dalam dada Joe.
“Aku sudah tidak tahan lagi,”
Joe beranjak dari kursinya, dengan sangat marah dia menghampiri Lucy dan pria asing tersebut.
“Apa yang akan kau lakukan?” sergah Mike.
Joe tetap tidak peduli dia terus melangkah maju dengan kedua tangan yang terkepal kuat. Dadanya terasa bergetar karena rasa cemburunya melihat Lucy bersama pria asing tersebut.
“Sudah waktunya pulang,” Joe menarik lengan Lucy.
Lucy terkejut melihat Joe yang tiba-tiba datang menariknya. “Kenapa kau bisa ada di sini?”
“Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau berada di tempat ini bersama dengan pria lain?”
“Ada apa denganmu? Aku hanya berbicara dengan temanku, kenapa kau begitu sangat marah?” Lucy menarik tangan dari cengkeraman Joe.
“Kita pulang sekarang,” Joe kembali menarik lengan Lucy.
“Lepaskan tangannya,” Junior menarik Lucy ke sisinya.
“Kau siapa? Berani sekali ikut campur urusan rumah tanggaku.”
“Apa yang kau lakukan padanya?” Lucy berdiri di hadapan Junior untuk memblokir suaminya itu memukul sahabatnya.
“Berani sekali kau melindunginya di hadapanku!”
Seketika tubuh Lucy bergetar melihat ekspresi wajah Joe yang berubah sangat menakutkan. Tanpa memperdulikan apa yang di pikirkan Lucy tentangnya, Joe mendorong Lucy hingga terjatuh menabrak meja dan meja tersebut menghantam Miki yang berada tidak jauh dari meja tersebut.
“Joe hentikan!”
Mike datang untuk menghentikan adiknya yang terbakar amarah cemburu, sehingga Dia tidak menyadari jika melukai orang lain.
“Lepaskan aku,”
Dengan cepat Joe menarik kera kemeja Junior, tetapi tiba-tiba datang segerombolan pria berbaju hitam dengan postur tubuh yang besar menahan Joe.
“Siapa kalian lepaskan aku!”
Joe tidak bisa bergerak karena di tahan oleh orang bertubuh besar dan menakut berada di sekelilingnya.
__ADS_1
“Tuan Anda tidak apa-apa?”
“Saya tidak apa-apa,”
Mike melihat ada banyak Bodyguard yang datang melindung pria tersebut. Dia sangat mengenali orang-orang tersebut merupakan tentara bayaran yang di perkerjakan oleh orang terkaya di negara Prancis.
Siapa sebenarnya dia? Dan kenapa orang seperti dia bisa kenal Lucy dan Miki? Seru batin Mike.
“Lepaskan aku, lepaskan aku!”
“Junior tolong lepaskan dia,” Lucy berusaha berdiri dengan tangan yang tergores luka.
“Lepaskan dia dan pergi dari sini.”
Hanya dengan satu kali perintah semua Bodyguard bertubuh besar tersebut langsung melepaskan Joe dan pergi meninggal tempat tersebut.
“Maafkan aku Junior, ini semua salahku.”
“Kau tidak perlu meminta maaf, semua ini bukan salahmu dan ini hanya suatu kesalahpahaman.” Senyum Junior seraya menyekat darah di sudut bibirnya.
“Kakak…” suara kesakitan Miki memecah suasana canggung saat ini.
Semua mata tertuju pada Miki, dia terluka dalam di bagian lengannya akibat tersayat ujung meja kaca yang menimpanya.
“Apa kau tidak apa-apa?” Junior bergerak lebih cepat di bandingkan Mike.
Terlihat jelas wajah Junior sangat cemas melihat Miki terluka. Begitu juga dengan Mike yang datang terlambat dari Junior. Keduanya saling menatap satu sama lain.
“Kak Lucy,”
Miki tidak memandang kedua pria tersebut, tetapi dia hanya melihat ke arah Lucy dan meminta kakaknya itu mendekat padanya.
“Miki kau tidak apa-apa?” Lucy panik melihat darah mengalir dari lengannya Miki. “Apa yang kalian lakukan? Tolong bantu aku bawah Miki ke rumah sakit.”
Dengan cepat Mike mengambil ahli tubuh Miki. “Biar saya saja, dia adalah tanggung jawab saya.” Mike mengangkat tubuh Miki dalam gendongannya.
Sedangkan Junior hanya bisa diam saja dan membiarkan Mike mengendong Miki. Dia hanya bisa melihat wanita itu berada di tangan pria lain.
.
.
__ADS_1
.