Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
44. Pria Kaya


__ADS_3

Tidak peduli Mike terus melanjutkan aksinya, menciumi leher Miki dan kembali mendaratkan ciumannya di bibir Miki. Saat menikmatinya tiba-tiba Miki memukul dadanya berulang kali untuk memintanya menghentikan apa yang dia lakukan pada wanita itu. Dengan sangat terpaksa Mike berhenti dan melepaskan ciumannya.


“Apakah kau tidak dengar kak Lucy memanggilku?”


“Aku mendengarnya, kenapa?”


“Terus kenapa kau masih melanjutkannya?”


Astaga kenapa wanita ini membuatku sangat pusing. Batin Mike.


“Sudah kau boleh pergi sekarang, untuk saat ini aku melepaskanmu, jika lain kali aku tidak akan melepaskanmu. Ingat itu.”


“Oke baiklah, terima kasih.”


Terima kasih Tuhan, dia mau melepaskan ku. Jika tidak bisa-bisa aku mati karena nafsunya yang begitu besar. Batin Miki.


Miki tersenyum lega dan dia mengenakan kembali kancing bajunya seraya berjalan keluar dari ruangan kerja Mike. Dia merapikan dirinya dan menarik nafas dalam-dalam saat hendak membuka pintu untuk menemui kakaknya Lucy.


“Miki apa yang kau lakukan di dalam sana?” seru Lucy ketika Miki keluar dari ruangan kerja Mike.


“Tidak ada kak, aku hanya membantu menyelesaikan perkerjaannya karena aku telah membuatnya tidak bisa melihat karena saus sambal tadi.”


“Ow…apakah sudah selesai perkerjaannya?”


“Ia kakak, barusan selesai saat kakak memanggilku.”


“Baiklah mari kita kembali ke kamarmu, hari sudah sangat malam jangan sampai kau sakit karena kurang tidur nantinya.”


Miki menelan ludahnya hampir saja Lucy curiga dengan apa yang dia lakukan bersama Mike di dalam ruangan kerja pria itu barusan. Setelah sampai di kamar Miki langsung masuk ke dalam kamar Mandi untuk mengganti bajunya dengan baju tidur. Di dalam sana Miki terduduk di atas kloset seraya mengingat apa yang terjadi barusan dengannya dan Mike. Dia tidak mengira jika dirinya juga menikmati apa yang terjadi barusan. Jika kakaknya Lucy tidak datang kemungkinan besar mereka akan melakukannya.


Sungguh saat ini Miki sangat gugup sekali, bohong jika dia tidak gugup sedikit pun. Sedangkan dirinya memang sudah jatuh ke dalam sebuah perasaan yang tidak bisa sepenuhnya dia akui, karena dia takut akan terluka kembali. Cukup sekali Miki tersakati, tapi kali ini Miki ingin berhati-hati agar cinta dan pernikahan yang dia miliki tidak menghianatinya suatu saat nanti. Jika suatu saat nanti apa yang di takuti Miki terjadi dia bisa pergi dari Mike saat itu juga karena kontrak yang telah mereka tanda tangani adalah sebuah persiapan yang di siapkan Miki untuk menyelamatkan dirinya dari kehancuran.


Itulah kenapa Miki mati-matian ingin membuat kontrak perjanjian dalam pernikahannya walaupun dia sangat mencintai Mike.


***


Pagi hari, di meja makan.


Semua makanan telah tersedia di atas meja. Kali ini Mike duduk sendirian karena Joe dan Lucy sedang pergi keluar dan sedangkan Miki pergi kursus kelas memasak. Ruangan terasa sangat menegangkan saat hanya ada Mike sendirian karena pria itu akan sangat mengerikan jika sedang sendirian.

__ADS_1


“Maaf Nyonya Bret saya tidak bernafsu untuk makan, kalian buang saja makanan ini.”


“Tapi Tuan,”


“Lakukan saja apa yang saya suruh.” Perintah Mike.


“Baiklah Tuan, saya akan melakukannya.” Ucap Bret. “Sayang sekali, padahal Nona Chloe sudah susah paya bangun pagi-pagi untuk memasak semua makanan ini.”


“Nyonya Bret apa yang barusan kau katakan? Apakah benar Nona Chloe yang membuat semua makanan ini?”


“Benar Tuan, sebelum Nona Chloe pergi dia menyempatkan diri untuk memasak semua makanan ini khusus untuk Tuan, dan jika memang Tuan tidak ingin memakannya saya akan membuangnya seperti yang Tuan perintahkan.”


Kemudian Bret memanggil beberapa pelayan untuk membersihkan semua makanan yang ada di atas meja makan. Pelayan mulai berdatangan untuk mengambil hidangan yang ada di atas meja makan untuk membuangnya.


“Letakan kembali semua makanan itu di atas meja,” perintah Mike pada beberapa pelayan tersebut.


“Maaf Tuan, apa yang Anda katakan?” seru Bret.


“Saya bilang letakkan kembali semua makanan tersebut di atas Meja sekarang juga.”


“Baik Tuan.”


“Silakan Tuan,” Bret menunduk seraya berjalan mundur untuk menjauh dari Tuannya itu.


Awalnya tidak bersemangat dan tidak bernafsu untuk makan, kini Mike menjadi bersemangat dan merasa sangat lapar setelah mengetahui semua makan yang terhidang adalah Miki yang memasaknya secara khusus untuknya.


Hampir semua makanan yang ada di atas meja makan habis di makan oleh Mike. Dia tidak menyisakan sedikit pun makanan tersebut. Semua makanan tersebut sangat enak sekali, apalagi yang membuatnya adalah istrinya.


Dia sungguh sangat pintar memasak, tidak sia-sia aku membiarkannya kursus memasak. Batin Mike.


Selesai makan Mike menyekat sudut Bibirnya dengan menggunakan tisu. Setelah kesurupan memakan semua makan yang ada di atas meja, kini Mike kembali bersikap tenang, dingin dan berwibawa seakan tidak peduli dengan mata pelayan yang menatapnya aneh.


“Mr. Fred,”


“Ya Tuan.” Fred melangkah mendekati Mike.


“Apakah kau tahu bagaimana cara menyingkirkan seseorang tanpa membunuhnya?”


Siapa yang ingin Tuan singkirkan?. Seru batin Fred.

__ADS_1


“Maaf Tuan, gunakan saja cara yang biasanya Tuan gunakan untuk membuang wanita saat Anda sudah bosan pada wanita tersebut.”


Fred menunduk tak berani menatap Tuannya itu karena dia takut apa yang dia katakan akan membuat Tuannya itu marah.


“Kau benar Mr. Fred, dengan begitu saya tidak perlu repot-repot memikirkan cara untuk menyingkirkan mereka.”


Mike tersenyum seraya menujukan mata tajam yang kejam. Dia sangat puas dengan ide yang dia dapat.


“Maaf Tuan, boleh saya tahu mereka siapa yang di maksud Tuan?”


“Mr. Fred kau siapkan dua Tiket pesawat ke London untuk penerbangan besok pagi. Kau buat Joe dan Lucy berbulan madu di sana, jangan Biarkan mereka berdua sampai kemari lagi.”


“Baik Tuan.”


Fred menunduk seraya menjauh dari Mike untuk melaksanakan perintah dari Tuannya itu. Dia mulai menghubungi beberapa orang untuk menjalankan rencana yang di perintah Mike padanya. Tidak butuh waktu begitu lama dan semuanya selesai tinggal menunggu keberangkatan Joe dan Lucy ke negara London.


“Tuan, saya sudah melaksanakan semua perintah Anda hanya tinggal menunggu keberangkatan Tuan Joe dan Nona Lucy besok pagi.”


“Bagus.”


“Maaf Tuan, sudah waktunya Anda berangkat ke kantor,”


“Baiklah siapkan mobilnya, kita berangkat sekarang.” perintah Mike.


Mike beranjak berdiri seraya mengaitkan kancing jasnya dengan sangat rapi. Kemudian dia melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan dan berjalan keluar dari Villa. Saat berada di pintu keluar, seperti biasa Fred sudah siap dengan mobilnya menunggu Tuannya.


“Silakan masuk Tuan,” ucap Fred seraya membukakan Pintu mobil.


“Terima kasih Mr. Fred.”


Mike berjalan masuk ke dalam mobil di kursi belakang, dengan sangat tenang dia menyimpan sebuah kebahagiaan yang sangat luar biasa dalam ekspresi tenang sekaligus dingin di wajahnya itu.


Nikmati waktu kalian di Santa Monica, dan setelah itu kalian akan aku kirim jauh dari sini hingga tidak pernah kembali lagi. Batin Mike.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2