Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
70. Pria Kaya


__ADS_3

Setelah mendapat pesan dari Fred, Mike langsung turun dari mobilnya Agatha. Dia kembali ke apartemen dengan menggunakan taksi. Selama dalam perjalanan menuju apartemen Mike hanya menunjukkan wajah khawatirnya. Dalam waktu lima menit di sudah sampai di lobi apartemennya. Dengan sangat cepat dia berlari menuju Lift, di waktu yang tepat pintu Liftnya terbuka untuknya.


Satu langkah Mike sudah berada di dalam Lift, dia mengangkat salah satu tangan untuk menekan tombol lantai lima. Beberapa detik kemudian pintu lift terbuka di lantai lima, Mike keluar dari Lift dengan cepat menelusuri lorong yang terbentang memanjang di depannya.


“Tuan, Anda sudah tiba.” Ujar Fred yang menyadari kedatangan Mike.


Mike menghentikan langkahnya dan berdiri di samping sekretaris Fred. “Apa yang terjadi dengannya?” tanyanya.


“Maaf Tuan saya juga tidak tahu. Namun, saat saya tiba di apartemen saya bertemu dengan Nona Chloe di pintu keluar. Dari yang saya perhatikan, Nona seperti habis dari mengejar sesuatu sehingga dia lupa memakai alas kakinya.” Jelas Fred.


Saat mendengar apa yang di katakan Fred, Mike merasa jantungnya berdetak begitu cepat. Entah mengapa dia merasa jika Miki melihatnya pergi bersama Agatha, jika tidak salah apa yang di rasakan Mike saat ini benar seperti itulah yang terjadi.


Mike menghelakan nafas panjangnya dan kemudian dia melangkah mendekati Miki yang sedang berdiri di depan pintu apartemennya.


“Sayang apa yang kau lakukan di luar sini?” Tanya Mike dengan lembut.


Tidak ada jawaban dari Miki, semenjak dari tadi dia terus bungkam dan tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


“Tuan, sejak dari awal saya memperhatikan Nona, dia sudah seperti itu. tidak berbicara dan tidak menyadari hal-hal yang ada di sekitarnya.” Timpal Fred.


“Miki…” Mike meraih kedua tangan istrinya itu, membuat Miki menarik diri dan menjauh darinya.


Ada apa dengannya? Kenapa dia menarik dirinya dariku. Batin Mike.


“Menjauh dariku,” kata Miki dengan nada rendah.


Mike merasa tidak asing dengan situasi seperti ini. sebelumnya dia sudah pernah berada di posisi seperti.


Jangan bilang telah terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui. Dia terlihat seperti sangat membenciku. Batin Mike.


“Pergi,”


“Pergi…”


“Pergi!!!” teriak Miki yang tiba-tiba histeris di hadapan Mike.


Dengan nafas menggebu-gebu, Miki menangis histeris sembari memukuli dada Mike dengan sangat keras. Dia menuangkan semua kemarahannya terhadap Mike saat ini, sebaliknya Mike tetap berdiri tegap dan tidak bergeming sedikit pun terhadap amukan Miki padanya.


“Kenapa kau sangat setega itu padaku? Kenapa?!!” teriak Miki sembari mengamuk.


Mike menyadari jika istrinya ini sudah mengetahui tentang pertunangannya dengan Agatha. Tidak mungkin meleset lagi, karena berita pertunangannya dengan Agatha tersebar di mana-mana dan tidak mungkin Miki tidak mengetahuinya.


“Keluarkan semua kemarahanmu padaku,” kata Mike yang mempersiapkan tubuhnya untuk di pukuli oleh Miki.


Melihat Mike yang pasrah untuk di pukuli membuat Miki menghentikan amukannya begitu saja. Dia tidak ingin mengeluarkan semua kemarahannya semudah itu pada Mike, karena setelah dia melepaskan semua amarahnya itu kemungkinan besar dia akan memaafkan pria yang ada di hadapannya ini.


“Aku tidak akan memukulimu lagi,” kata Miki menolak.


“Kenapa?”

__ADS_1


“Karena terlalu mudah bagimu untuk menebus semua kesalahanmu padaku.” Jawab Miki yang menahan tangisnya dan juga amarahnya.


“Terus apa yang kau inginkan dariku untuk menebus semua kesalahanku padamu?” Tanya Mike.


Miki mencoba untuk menetralkan amarahnya yang menggebu-gebu dengan menarik nafas panjang dan kemudian dia menghembuskannya kembali. “Perjanjian pernikahan kita,” kata Miki yang mengantung.


“Apa yang kau inginkan dengan perjanjian pernikahan kita?”


“Lepaskan aku saat ini juga.” kata Miki yang menuntut haknya sesuai dengan perjanjian pernikahan mereka.


Mike tersentak. Dia melupakan perjanjian pernikahan mereka selama ini, bagaimana mungkin dia tidak terpikir jika Miki akan melakukan hal sebesar ini setelah mengetahui dirinya akan menikahi Agatha.


“Tidak, aku tidak bisa melepaskanmu.” Tolak Mike dengan suara tegas.


“Kenapa tidak bisa? Kau hanya perlu melepaskan aku pergi dari kehidupanmu.” Timpal Miki.


Mata Mike menatap tajam. “Maaf tidak semudah itu kau bisa melepaskan diri dariku.”


Miki membalas tatapan tajam Mike dengan sama persis. Dia tidak mengira jika Mike akan memainkan perannya sebagai pria brengsek untuk menahannya pergi. Miki tidak tahu ini akan berhasil atau tidak dia akan mengatakan sesuatu pada pria itu saat ini juga. “Aku bisa…menahan lapar, dan aku juga bisa menahan dingin di bawah hujan yang lebat selama berjam-jam, tapi ada satu hal yang pasti tak akan bisa aku tahan, yaitu melihat orang yang aku cintai bersama dengan wanita lain. Itu adalah hal yang tidak bisa aku atasi meskipun berusaha keras untuk menghentikanmu menikahi wanita itu.”


Mike mengepal kaut kedua tangannya saat mendengar apa yang di katakana Miki padanya. Dia tidak bisa berkata-kata saat ini selain mendengarkan apa yang akan di katakan Miki selanjutnya pada dirinya.


“Rasanya tidak adil, aku tidak bisa melarikan diri tapi Miki harus pergi demi kebaikan semuanya.” Sambung Miki kembali pada Mike.


“Demi kebaikan siapa?” Tanya Mike sembari mendekatkan wajahnya pada wajah Miki.


Miki sontak menarik wajahnya menjauh. Mike bisa melihat jika wanita itu sangat bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan.


“Terserah apa yang kau katakana, aku tidak peduli pokoknya detik ini juga kau tepati kesepakatan yang sudah kita sepakati sejak memulai hubungan ini.” kata Miki yang memantapkan hatinya.


Kemudian Miki melangkahkan kakinya menuju lift untuk pergi dari apartemen ini sekarang juga.


“Kau mau ke mana?” Mike menahan pergelangan tangan Miki.


“Bukan urusanmu, lepaskan tanganku sekarang juga.”


“Kau tidak boleh pergi ke mana pun tanpa seizin dariku.” Ucap Mike sembari menahan emosinya.


“Kau harus melepaskan aku. Bukannya sudah jelas, jika hubungan kita sudah tidak bisa di teruskan lagi.”


Perkataan Miki membuat Mike semakin tidak bisa menahan dirinya lagi. Tidak tanggung-tanggung, Mike mengangkat tubuh Miki ke atas pundaknya dan membawanya masuk ke dalam apartemen.


“Mike lepaskan aku!” bentak Miki yang sudah tergantung di atas pundak pria itu.


Mike tidak bergeming dia tetap membawa Miki masuk ke dalam apartemen dan mengunci wanita itu di dalam kamar agar tidak kabur.


“Mike, apakah kau sudah gila! Kenapa kau mengunci ku di sini, cepat buka pintunya sekarang juga!” teriak Miki di balik pintu.


Mike yang berada di sisi luar pintu tersebut hanya bisa mengepal kedua tangannya dengan sangat kuat sehingga pucuk kukuhnya memutih. Kali ini dia tidak bisa mengelak dari surat perjanjian pernikahan yang sudah dia tanda tangani sebelumnya itu, secara hukum sesuai isi dari surat perjanjian itu Mike harus melepaskan Miki jika memiliki wanita lain di sisinya.

__ADS_1


“Mike! Buka pintunya sekarang juga…” teriak Miki sekuat Mungkin sehingga seisi apartemen tersebut di penuhi dengan suara teriakannya. Dan dia mengamuk di balik pintu tersebut.


Mike memukul pintu tersebut dengan sangat kuat sembari berkata. “ Tenangkan dirimu!” marahnya.


Hanya satu menit Miki hening dan kemudian dia kembali mengamuk meminta Mike untuk membukakan pintunya.


“Mr. Fred,” teriak Mike memanggil Fred.


“Ya Tuan, Anda memanggil saya?” Tanya Fred yang datang menghampiri Tuannya itu.


“Mr. Fred, tolong kau beri Miki obat penenang sekarang juga. Buat dia tenang, atau perlu Mr. Fred juga beri dia obat tidur sehingga dia tidak bisa melarikan diri. Dan satu lagi, Mr. Fred jangan dia untuk sementara waktu karena saya akan menyelesaikan beberapa urusan.”


“Baik Tuan,” jawab Fred yang langsung pergi begitu saja untuk melakukan tugasnya.


Begitu pun dengan Mike, dia pergi keluar dari apartemennya saat itu juga. Mike memasuki lift dan kemudian ponselnya berdering ada yang menghubunginya saat dia berada di dalam Lift. Saat dia melihat layar ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya itu, dan ternyata nomor telepon Villa yang menghubunginya, dia adalah Nyonya Bret pengurus Villa.


“Katakan Nyonya Bret ada apa?” Tanya Mike langsung kepada Bret yang berada di ujung sana.


“Tuan, saya menelepon hanya ingin mengucapkan selamat pada Anda.” Kata Bret yang tiba-tiba.


“Selamat untuk apa Nyonya Bret?” Tanya Mike yang bingung.


“Selamat atas kehamilan Nona Chloe.” Ucap Bret yang semakin membuat Mike bingung dengan perkataannya itu.


“Nyonya Bret apa yang kau katakana barusan?” Tanya Mike.


“Maaf Tuan, apakah Nona Chloe masih belum memberitahukan tentang kehamilannya yang berusia dua minggu kepada Tuan?” Tanya Bret yang sama-sama bingung.


Tiba-tiba seluruh badan Mike membeku seketika. Dia panik saat mendengar apa yang di katak Bret di dalam telepon. Seketika Mike langsung mematikan ponselnya, karena dia teringat dengan perintahnya kepada Sekretaris Fred untuk memberikan obat penenang kepada Miki. Mike hampir tercekik saat tidak bisa keluar dari Lift, saat pintu Lift terbuka Mike langsung menekan tombol lantai lima untuk kembali ke apartemennya.


Selama berada di dalam lift, Mike menghubungi Fred tetapi tidak diangkat. Berulang kali dia mencoba menghubungi Fred tetap saja dia mendapatkan hasil yang sama. Saat ini firasat Mike mengatakan Jika saat ini Fred sedang memberikan obat penenang kepada Miki.


Setelah pintu lift terbuka, Mike langsung berlari menuju apartemennya untuk menghentikan Fred memberikan obat penenang pada Miki.


Brakkk…


Pintu apartemen terbuka, Mike langsung berlari menuju kamar di mana dia mengunci wanita itu di sana. Saat dia tiba dan ternyata dia sudah terlambat, Fred sudah memberikan obat tersebut kepada Miki. Bukan hanya obat penenang yang di minum oleh Miki saat ini, obat tidur dengan dosis tinggi telah mengali di dalam tubuh Miki saat ini.


Mike yang baru saja tiba, dia melihat Miki sudah terbaring lemah di atas ranjang dengan wajah yang pucat.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2