
Pagi hari, semua makanan sudah terhidang dan tertata rapi di atas meja makan. Tidak ada seorang pun yang menemani Mike sarapan, dia bertanya-tanya kenapa Miki tidak datang sarapan bersamanya.
“Mr. Fred, kenapa Nona Chloe tidak datang sarapan bersamaku?” Mike meletakan sendok dan garpu di tangannya di atas piring.
“Maaf Tuan, pagi-pagi sekali Nona ikut Nyonya Bret pergi ke pasar.” Fred berdiri mendampingi Tuannya yang sedang makan.
“Pergi ke pasar?” Mike menyekat sisa makanan di sudut bibirnya dengan menggunakan tisu.
“Ya Tuan.” Fred membungkuk hormat pada Tuannya.
“Kenapa dia tidak meminta izin dariku dulu jika ingin pergi?” Mike tidak terima karena merasa wanita itu tidak menghormatinya.
“Maaf Tuan, sebelumnya Nona sudah datang menghampiri Tuan, tetapi saat itu Anda masih tertidur. Sebelum Nona pergi, dia juga meminta saya untuk menyampaikan izinnya pada Tuan saat Anda terbangun.” Fred kembali menduduk seakan dia takut Tuannya akan marah.
Mike hanya diam, kebisuannya membuat suasana ruangan seketika membeku. Fred yang berada di sampingnya saja merasa sesak berada satu ruangan dengannya.
“Mr. Fred, apa yang terjadi semalam saat saya tidak ada?” seru Mike dingin dan angkuh.
“Semalam tidak ada yang terjadi, hanya saja saya melihat Nona Chloe keluar dari kamarnya dan duduk sendirian di ruangan tamu hingga pagi.” Fred merendahkan suaranya.
“Apakah dia tidak tidur semalaman?” Mike duduk dengan posisi membusungkan dadanya dan ke dua tangannya menyilang di atas dada.
“Sepertinya begitu Tuan.” Fred kembali membungkuk hormat di depan Tuanya itu.
Apakah dia bermimpi buruk lagi? Sehingga dia tidak bisa tertidur semalaman. Batin Mike.
Setelah selesai Mike beranjak dari kursinya seraya mengaitkan kancing jasnya dengan rapi.
“Sudah hampir terlambat, kita pergi sekarang.” Mike berdiri dengan tegap dan siap untuk pergi.
“Baik Tuan.” Fred kembali membungkuk dan berjalan sedikit lebih cepat dari Tuanya, karena dia harus menyiap Mobil sebelum Tuannya Keluar dari Villa.
Sebelum meninggalkan Villa, Mike berharap bisa melihat Miki. Dengan kecewa Mike harus pergi tanpa melihat wanita itu.
“Silakan Tuan,” Fred membukakan pintu mobil untuk Tuannya itu.
“Terima kasih Mr. Fred.” Mike melangkah masuk ke dalam mobilnya, dan kemudian mereka pergi meninggalkan Villa dengan rasa kecewa.
__ADS_1
***
Siang hari, kantor cabang perusahaan SEA.
Mike sibuk dengan berkas-berkas penting yang terus dia periksa dengan teliti. Karena bukan main-main proyek yang dia kerjakan saat ini bernilai Milyaran dolar.
Di sela-sela kesibukannya sekretaris Fred datang menghampiri. “Maaf Tuan mengganggu waktu Anda sebentar,”
“Katakan ada apa?” Mike menghentikan pekerjaannya. Dia menatap tajam sekretaris Fred.
“Maaf Tuan saya ingin melapor pada Anda bahwa, Nona Chloe melakukan transaksi pada kartu kredit yang Anda berikan.”
“Terus apa masalahnya?” Mike menyandarkan punggungnya dengan nyaman di sandaran kursinya.
“Anu Tuan, Nona Chloe melakukan transaksi lebih dari lima belas toko dalam waktu satu jam.” Fred menunduk seakan takut melihat reaksi Tuannya itu.
Mike terbelalak dan mulutnya terbuka lebar, karena dia tidak mengira wanita kecil itu memiliki sisi materialistis.
“Barang apa yang dia beli dari lima belas toko tersebut?” Mike kembali pada posisi sebelumnya.
Apa begitu banyak barang yang di perlukan? Tetapi sikapnya sekarang terlihat seperti wanita pada umumnya. Batin Mike.
“Baiklah Mr. Fred, kau terus pantau apa saja yang di lakukan Nona Chloe. Mulai dari hal terkecil apa pun itu.” Mike memastikan tidak ada satu pun yang dia tidak dia ketahui apa yang di lakukan Miki.
“Baik Tuan, kalau begitu saya izin keluar.” Fred mengundurkan diri dari hadapan Tuannya dan hilang melewati pintu.
Sedangkan Mike kembali pada kesibukannya yang sejak dari tadi menunggunya. Sepertinya dia akan sangat sibuk hari ini dan akan pulang telat ke Villa.
***
“Tuan Kita sudah sampai di Villa sekarang,” Fred sedikit merendahkan suaranya.
Mike yang tertidur di kursi belakang enggan membuka matanya. Walau pun sangat lelah dia harus membuka matanya dan keluar dari mobil sekarang juga.
“Baiklah Mr. Fred setelah ini kau beristirahatlah, besok kita akan kembali sibuk.” Mike keluar dari Mobil dengan keadaan lelah.
Setelah keluar dari mobil di depan pintu Villa sudah ada Bret yang menyambut kedatangannya.
__ADS_1
“Selamat datang Tuan,” sambut Bret seraya membungkuk hormat.
Dengan sangat lelah Mike memaksakan dirinya melepas jas di tubuhnya, kemudian jas tersebut di berikannya pada Bret.
“Nyonya Bret apa yang di lakukan Nona Chloe hari ini?” Mike bertanya dan duduk di sofa ruangan tamu. Walaupun tubuhnya sangat lelah dia sangat ingin tahu apa yang di lakukan Miki seharian penuh.
“Seharian ini Nona bersama saya Tuan, saya di minta untuk menemaninya berbelanja di berbagai macam toko yang berbeda.” Tutur Bret pelan.
“Barang seperti apa yang dia beli?” Mike memejamkan matanya seraya menyandarkan punggungnya dengan nyaman di sofa.
“Nona Membeli berbagai macam buku resep masakan dari toko yang berbeda, dan juga Nona membeli tenda khas perumahan penduduk negara Mongolia.”
Mike membuka matanya dan kembali duduk dengan tegap. “Untuk apa dia membeli tenda?” tanya Mike yang penasaran. “Apakah dia akan pergi camping di pantai?”
“Maaf Tuan saya juga tidak terlalu tahu, tetapi tadi siang setelah berbelanja Nona Meminta bantuan saya untuk memasang tenda tersebut di balkon kamarnya.”
Apa yang ingin dia lakukan dengan membangun tenda di balkon kamarnya? Apakah dia berencana untuk tidur di sana di bandingkan tidur di kamar yang aku sediakan untuk dirinya. Batin Mike.
“Apa ada hal lain yang di lakukan Nona Chloe?” Mike kembali bertanya dan menanyakan hal yang sekecil apa pun itu.
“Nona Juga mendaftarkan dirinya kursus memasak di sekitar pantai Santa Monica State Beach, Tuan.” Bret kembali melaporkan apa yang di lakukan Miki hari ini.
“Apa kursus memasak?” Mike terkejut karena wanita itu tidak meminta izinnya terlebih dahulu untuk melakukan apa yang dia inginkan.
“Ia Tuan, kata Nona Chloe dia ingin bersosialisasi terhadap orang-orang dengan mengikuti kursus memasak.” Bret menunduk dan kedua tangannya sedikit bergetar karena melihat reaksi Tuannya tersebut.
“Cukup Nyonya Bret, kau siapkan air mandi saya sekarang.” perintah Mike. Bret melangkah mundur beberapa langkah kemudian dia membalik badannya menuju kamar Tuannya itu.
Apa yang ingin dia lakukan dengan kursus memasak? Dia tidak perlu memasak jika ingin makan makanan enak. Jika dia ingin makanan yang enak sudah ada Chef yang profesional yang aku perkerjakan di Villa ini.
Mike merasa tidak senang dengan apa yang di lakukan Miki. Menurutnya sebagai wanita yang tinggal bersamanya tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu, karena dia tidak membutuhkannya sama sekali.
.
.
.
__ADS_1