Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
33. Gadis Pemalu


__ADS_3

Di balik wajah tenang ada kepanikan yang tak terlihat dalam diri Mike. Dia tidak sadar jika darah Miki memenuhi pakaiannya. Wajah Miki terlihat pucat akibat banyak mengeluarkan darah, terlihat sangat lesu.


“Mike.” Rengek Miki kesakitan.


Mike menghentikan langkahnya saat melihat darah yang terus keluar dari luka Miki. Mike berpikir dengan tenang untuk menghentikan darah yang terus keluar dari luka wanita ini. Dia mendudukkan Miki dia atas Meja, kemudian dia menarik ujung kemejanya tanpa memperdulikan penampilannya lagi Mike langsung merobek kemejanya.


“Kemarikan tanganmu,”


Dengan percaya Miki memberikan tangannya yang terluka pada pria itu. Setelah bagian kemejanya tersobek Mike langsung membalutkannya di luka Miki dengan perlahan.


“Aw…” Miki merintih kesakitan.


“Tahan sedikit, sebentar lagi selesai.”


Miki mengangguk seraya menatap Mike yang sedang serius membalut luka dengan menggunakan kemejanya. Selama Mike membalut Lukanya, Miki terlarut dalam perhatian yang di berikan Mike padanya.


Dag…dig…dug. Suara jantung Miki berdegup kencang.


Kenapa aku tidak bisa menghentikan perasaan ini? Terlalu mustahil bagi ku untuk bersamanya, tetapi kenapa hatiku tidak bisa berbohong jika aku sedang jatuh cinta padanya. Batin Miki.


“Selesai, apakah masih terasa sakit?”


“Em…” Miki mengangguk dengan wajah merah merona.


Kenapa wajahnya begitu merah? Apakah lukanya terasa sangat menyakitkan? Seru batin Mike.


“Bawah dia ke klinik seberang sana,” Junior menujukan jika ada Klinik di depan restoran mewah ini.


“Baiklah,”


Mike kembali mengendong Miki menyeberangi jalan raya menuju klinik kecil di seberang jalan. Selama berada di dalam gendongan Mike, Miki larut dalam pesona yang di pancarkan Mike saat mengendongnya.


Perjuanganku untuk melupakannya sis-sia saja. Perhatiannya begitu mempesona sehingga membuatku semakin tidak bisa berpaling darinya. Batin Miki.


Setelah mendapat perawatan Miki termenung akan pikirannya yang kalut. Pendengarannya berkurang sehingga dia tidak mendengar Lucy berbicara padanya.


“Miki apakah kau baik-baik saja?”


Lucy mulai panik karena adiknya ini bertingkah aneh dan tidak bisa mendengarkan apa yang dia katakan.


“Dokter kenapa dengan adikku?” panik Lucy.


“Kakak, aku tidak apa-apa.”

__ADS_1


“Syukurlah, kalau begitu.” Lucy bernafas lega melihat adiknya baik-baik saja. “Miki mari kita keluar sekarang.” Lucy membantu Miki berjalan keluar dari Klinik.


Di laur Klinik terdapat tiga pria yang sedang menunggu. Saat Miki dan Lucy keluar ketiga pria tersebut langsung berdiri dari duduknya, dan menatap ke arah Miki dan Lucy.


“Miki maafkan aku, sungguh aku sangat menyesal karena telah membuatmu terluka begini.” Joe menunduk menunjukkan rasa bersalahnya.


“Tidak apa-apa kakak ipar, aku tahu jika kakak ipar tidak melakukannya dengan sengaja. aku juga tahu jika kakak ipar sedang cemburu, oleh karena itu kakak ipar bersikap seperti itu.”


Joe terkejut mendengar perkataan dari Miki, dia baru menyadari apa yang dia lakukan adalah kecemburuannya terhadap Lucy bersama pria lain. Sedangkan Lucy terdiam, dia tidak percaya jika suaminya sedang cemburu padanya.


“Sudah tidak usah di bahas lagi, kita pulang sekarang. Junior terima kasih untuk hari ini, dan maaf atas perilaku suamiku yang belum dewasa.”


“Tidak apa-apa, aku mengerti.”


“Kemari biarkan aku memelukmu,” Lucy membentangkan ke dua tangannya pada Junior.


“Tidak perlu, nanti suamimu akan cemburu lagi.”


“Kau tidak usah pedulikan dia, jika dia macam-macam terhadapmu akan aku bunuh dia.”


Joe menelan ludahnya mendengar Lucy akan membunuhnya. Dia tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat Lucy dan Junior berpelukan di depan matanya.


“Terima kasih Chef Junior, untuk hari ini.”


“Sama-sama, tidak perlu sungkan karena aku sudah begitu lama mengenalmu, walaupun kau sudah melupakan aku. Anggap saja hari ini adalah sebuah pertemuan kita kembali setelah sepuluh tahun.” Junior menatap Miki berbeda, tatapannya begitu dalam dan penuh arti.


“Baiklah Junior kami pergi dulu.”


“Ya, hati-hati di jalan.”


Setelah mereka meninggalkan Klinik, Mike melihat Junior selalu menatap Miki. Dia curiga jika pria itu tertarik dengan Miki bukannya dengan Lucy.


***


“Joe kau ikut aku ke ruangan kerjaku sekarang.”


“Baiklah.”


Kedua pria itu langsung menuju ruangan kerja Mike setelah tiba di Villa. Mike terlihat sangat serius sekali saat meminta Joe ikut dengannya, sedangkan Joe tahu alasan kenapa kakaknya memanggilnya ke ruangan kerjanya.


“Katakan?” Setiba di ruangan Kerja Joe langsung ke inti pembicaraan.


“Sikapmu hari ini sungguh tidak bisa aku maafkan,” suara Mike terkesan dingin dan angkuh.

__ADS_1


“Huhs…” Joe menghelakan nafasnya.


“Kau harus jaga perilakumu, jangan sampai memalukan keluarga Sea nantinya. Cukup hari ini kau membuatku malu, lain kali tidak ada ampun bagimu,”


“Baiklah akan aku ingat itu, hari ini aku sudah melakukan kesalahan besar.” Desah Joe.


“Jika kau sudah tahu salah jangan di ulangi lagi.” Mike berbalik badannya dan melonggarkan dasi dari lehernya.


“Aku salah, pria yang bernama Junior itu sepertinya tertarik pada Miki bukan pada Lucy. Itulah kesalahan terbesarku.”


Mike mendongak menghadap Joe. Dia terkejut jika Joe juga menyadari jika pria yang bernama Junior itu memilik sesuatu yang tidak bisa di tebak terhadap Miki.


“Kau, juga menyadari sikap pria itu terhadap Miki?”


“Tentu saja, dari sorot matanya terlihat jelas ada sesuatu saat dia menatap wanitamu. Sebagai adikmu, aku sarankan kau harus jaga wanitamu jangan sampai jatuh padanya.”


Joe tersenyum melihat wajah kakaknya Mike berubah menjadi sangat serius. Baru kali ini dia melihat Gunung Es, memasang wajah khawatir karena merasa terancam.


“Sepertinya sebentar Gunung Es akan mencair.” sindir Joe.


Mike tidak memperdulikan apa yang di katakan Joe padanya. Dia terfokus dengan apa yang dia pikirkan tentang Pria bernama Junior itu.


Jika ingin menyingkirkannya, aku harus mencari tahu tentang dirinya terlebih dahulu. Batin Mike.


Mike berjalan menuju lemari pakainya seraya membuka kancing kemejanya yang rusak dan penuh dengan darah. Dia mengambil T-shirt putih untuk di pakaikan di tubuhnya.


Setelah itu dia berjalan menuju meja kerjanya, dan duduk di sana. Saat duduk Mike mengambil ponselnya dari saku celananya untuk menghubungi seseorang.


“Mr. Fred, tolong kau carikan semua informasi tentang seseorang yang bernama Junior, atau lebih tepatnya Chef junior.” Perintah Mike pada sekretaris Fred ketika telepon tersambung.


“Baik Tuan.”


Mike langsung mematikan ponselnya dan meletakan ponselnya sembarang di atas meja kerjanya. Dia menyandarkan punggungnya di sandaran Kursi dengan kasar, dan kemudian dia menutup matanya untuk melepas lelah.


Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia begitu tidak asing. Batin Mike.


Mike tidak bisa berhenti memikirkan Junior, dia merasa terganggu dengan kehadirannya di dekat Miki. Rasa tersaingi atau lebih tepatnya merasa terancam jika Miki akan di rebut oleh pria bernama Junior ini.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2