
Aroma tubuh Miki Mike sangat menyukainya, dia merasa nyaman dan betah memeluk Miki dari belakang. Sedangkan Miki menyalakan lampu, dan ketika lampunya menyala Mike memutar Tubuh Miki menghadapnya kemudian dia kembali memeluk Miki dengan erat.
“Apa yang kau lakukan?” seru Miki yang terkejut, tiba-tiba Mike memutar tubuhnya dengan begitu mudah.
Jantungku, mengapa berdetak begitu kencang. Apakah dia mendengarnya juga? Seru batin Miki.
“Kau pakai parfum apa?” tanya Mike seraya mengendus aroma rambut Miki yang terurai.
Miki mengabaikan pertanyaan tidak penting yang di tanya Mike padanya. Dia kesal karena pria ini tidak melepaskannya dan malah terus menempel seperti permen karet.
“Lepaskan aku sekarang juga, atau aku akan teriak.” Ancam Miki yang tidak bisa bergerak sama sekali karena tubuhnya tenggelam dalam tubuh kekarnya Mike.
“Teriak saja jika kau bisa,” tantang Mike.
“Baiklah, aku akan teriak sekar__” kata-kata Miki terputus karena Mike mendaratkan kecupan di bibirnya.
Miki membulatkan matanya karena dia tidak mengira jika pria ini akan mendaratkan ciuman pada bibirnya. “Kau_” ucap Miki yang kembali terhenti karena Mike kembali mematikan lampunya dan kembali menjadi gelap. “Apa yang sedang kau lakukan sekarang?” seru Miki yang kesal.
“Aku suka jika suasana gelap bersama denganmu, terasa sangat menyenangkan melihatmu yang tidak bisa apa-apa di dalam kegelapan.” Bisik Mike di telinga Miki.
Mendengarnya membuat Miki memutar bola matanya, dia sangat jengkel sekali dengan pria ini. Sudah begitu sangat lama dia masih memelukku begini, kapan dia akan puas dan melepaskan aku darinya. Batin Miki.
“Butuh beberapa lama lagi kau akan memeluk ku seperti ini?” tanya Miki pelan, dia pasrah dengan keadaannya sekarang.
“Sebentar lagi,” jawab Mike dengan suara seraknya.
“Sebentar lagi itu kapan?” tanya Miki yang kembali meninggikan suaranya.
“Sebentar lagi, aku masih ingin mendengarkan suara detak jantungmu.” Ucap Mike yang berhasil membuat Miki membeku dan pipinya merona karena merasa malu.
Ternyata dia mendengar suara detak jantungku selama ini. Batin Miki.
__ADS_1
Miki merasa sangat malu karena pria yang memeluknya ini menyadari detak jantungnya yang berdetak tak karuan karena gugup berada dalam pelukan pria ini.
“Kenapa kau diam? Apakah kau malu aku mengetahui suara detak jantungmu yang tak karuan berada di dalam pelukanku?” goda Mike.
Kata-kata Mike semakin membuat Miki merasa malu, sehingga membuat Miki menyembunyikan wajahnya yang merah merona di dalam dada bidang milik Mike seraya berkata. “Jangan katakan apa pun,” ucap Miki yang malu.
Mike tersenyum melihat Miki bersembunyi di dadanya, dia merasa gemas dengan sikap polos wanita ini.
“Untuk apa kau sembunyikan wajahmu itu? Percuma saja aku juga tidak bisa melihatnya dengan jelasnya karena gelap.” Mike kembali tersenyum seraya mengacak lembut puncak kepala Miki yang tepat berada di dadanya.
Dasar bodoh kenapa aku lakukan ini, sungguh memalukan sekali. Batin Miki yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Mike.
“Angkat kepalamu sekarang,” pinta Mike menyuruh Miki menatapnya. “Kau tidak perlu malu padaku.” Mike kembali membuat Miki semakin tidak ingin memperlihatkan wajahnya itu pada Mike.
Tok…tok…tok.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan kerja Mike. “Mike apakah kau ada di dalam?” terdengar suara Joe yang memanggil.
Miki mendongak melihat ke arah Mike. “Tidak, jangan di buka pintunya.” Miki menggelengkan kepalanya untuk memberitahukan pada Mike supaya jangan membukakan pintunya.
“Tidak...tidak, aku tidak akan membiarkan kau membukanya.” Ucap Miki seraya memeluk erat tubuh Mike.
“Mike tolong buka pintunya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Joe terus mengetuk pintu ruangan kerja Mike.
Semakin Joe mengetuk pintu ruangan kerja Mike semakin Miki panik dan tidak ingin melepaskan Mike dari pelukannya. “Aku mohon jangan di buka pintunya, tidak ada yang boleh melihat ku berada di sini.” mohon Miki pada Mike.
Mike tersenyum geli melihat Miki yang terus memeluknya karena merasa sangat malu jika Joe mengetahuinya berada di dalam ruangan yang gelap bersamanya. “Baiklah aku akan membatumu keluar dari sini tanpa di ketahui oleh siapa pun, tetapi kau harus menciumku sekarang.”
Apa yang ada di pikirannya? Kenapa yang dia lakukan selalu mengambil keuntungan dariku. Batin Miki.
Miki menggelengkan kepalanya menolak permintaan Mike padanya. “Baiklah aku akan buka pintunya sekarang jika kau tidak ingin menciumku sekarang.” ancam Mike seraya menyalakan lampunya kembali.
__ADS_1
Ketika lampu menyala, Mike melihat wajah Miki yang merah padam. Dia menyadari jika wanita ini sangat pemalu sekali. “Bagaimana, masih tidak mau menciumku?” seru Mike tersenyum nakal seraya tangan hendak bergerak memegang gagang pintu.
“Baiklah aku akan melakukannya sekarang, tapi kau harus janji membatuku keluar dari sini tanpa ada yang melihatnya.” Miki meminta Mike berjanji padanya untuk membantunya.
“Tentu saja,” ucap Mike seraya menyiapkan wajahnya ke arah Miki untuk minta di cium sekarang juga.
“Baiklah, kau tutup matamu.” Pinta Miki pada Mike.
Tanpa membantah Mike menutup matanya. Setelah itu Miki mulai berjinjit untuk mencium pipi Mike, tetapi saat Miki mulai memajukan bibirnya untuk mencium, Mike langsung mengecup bibir Miki dengan cepat dan membuat Miki terbelalak kaget.
“Baiklah aku sangat puas sekali dengan ciumannya, mari sini ikut denganku.” Kata Mike yang langsung menarik tangan Miki untuk mengikutinya menuju lemari pakainya yang memiliki pintu rahasia menuju kamarnya.
Miki baru tahu jika ada pintu rahasia di lemari pakai Mike yang bukan hanya besar saja, tetapi memiliki pungsi yang sangat berguna untuk kabur.
“Baiklah kau boleh pergi sekarang.” ucap Mike pada Miki.
“Terima kasih,” ucap Miki yang langsung membalikkan badannya untuk pergi secepatnya dari sini.
“Tunggu sebentar,” Mike menarik lengan Miki hingga tubuh keduanya bersentuhan.
Miki bingung dan tidak mengerti kenapa pria ini menariknya kembali mendekat padanya. “Kenapa?” tanya Miki seraya mengedipkan matanya beberapa kali karena kibasan rambutnya yang sempat mengenai matanya itu.
Mike hanya tersenyum melihat Miki, kemudian dia kembali mengecup bibir Miki beberapa kali secara tiba-tiba. Miki kembali di buat terkejut dan membisu karena sikap Mike yang tidak bisa di tebak olehnya.
Setelah mencuri beberapa ciuman Mike berkata pada Miki. “Kau boleh pergi sekarang.” ucap Mike tersenyum seraya mengacak-ngacak rambut bergelombang Miki dengan pelan.
Miki yang di perbolehkan pergi dengan cepat berlari menjauhi Mike. Astaga…kenapa denganku, kenapa hatiku sangat bahagia saat dia menciumku berkali-kali? Batin Miki seraya berlari menjauhi Mike.
Sementara itu Mike terus tersenyum melihat Miki yang pergi menjauh darinya. Kenapa dia mudah sekali untuk di tipu? Wajah polosnya itu sangat manis sekali. Aku bersumpah tidak ada yang boleh memilikinya selain diruku. Batin Mike.
.
__ADS_1
.
.