
Selamatkan aku dari rasa sakit yang merengut jiwa dan pikiranku, bebaskan aku dari keterpurukan yang tak pernah berakhir, siapa pun itu tolong aku dari keadaan ini. Batin Miki, memohon pertolongan. Di dalam diri Miki masih ada harapan, walaupun harapan itu berwujud setitik cahaya.
Dari titik cahaya tersebut Miki melihat ada seseorang yang mengulurkan tangan padanya. Wajah orang yang mengulurkan tangan tersebut terlihat samar-samar seperti tidak memiliki wajah. Lama tangan tersebut mengulur pada Miki, hingga terdengar suara. “Miki, apakah kau mendengarku?” seperti suara Lucy terdengar di telinga Miki.
“Miki ini kakak,” ternyata orang yang mengulurkan tangannya itu adalah Lucy.
“Lucy,” suara Miki parau. Perlahan Miki mengerakkan tangannya meraih uluran tangan Lucy.
“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Lucy sedih. Miki merangkak masuk dalam pelukan Lucy. Tanpa berbicara Miki sungguh ingin mengucapkan kerinduannya pada Lucy, tetapi kata-katanya tertahan di tenggorokannya karena air matanya terlebih dulu berbicara. Seluruh tubuh Miki bergetar karena merasa tidak tenang dan ketakutan.
“Miki tenang, kakak di sini,” ucap Lucy mengelus-elus kepala Miki dengan lembut. Saat ini Miki butuh ketenangan dan rasa aman dari seseorang yang dia percayai. “Miki aman bersama kakak.” Lucy menepuk-nepuk punggung Miki.
Perlahan pikiran Miki mulai tenang berkat rasa aman yang di berikan Lucy padanya. Saat hendak membuka matanya Miki melihat wajah Mike di depannya, seketika dia teringat jika wajah pria ini adalah orang yang dia anggap sebagai pria jahat. “Pergi, pergi, pergi!!!” teriak Miki seraya mengamuk.
“Miki tenang,” Lucy mencoba menenangkan Miki, tetapi Lucy tidak cukup Kuat untuk menahan amukan sang adik.
“Pergi, pergi, pergi!!!” Miki kembali berteriak dengan isak tangis yang begitu keras. “Dia pria jahat!” kata Miki dengan suara keras seraya menunjukkan jari telunjuknya pada Mike.
Sedangkan Mike terkejut saat Miki mengatakan dirinya pria jahat. Wajah Mike bingung apa yang dia lakukan sehingga wanita ini berkata seperti itu padanya.
“Aku tidak ingin melihatnya,” Miki kembali menujukan jarinya pada Mike “Dia pria mengerikan, pergi kau dari sini, pergi, pergi!!!” teriak Miki keras, dia mengamuk sehingga Lucy tidak bisa menahannya.
“Miki, tenang.” Lucy mengeraskan suaranya. “Mike tolong aku menahannya,” Pinta Lucy pada Mike yang terdiam di tempatnya. “Mike apa yang kau lakukan? Cepat bantu aku menahannya.” Suara Lucy sangat keras sehingga menyadarkan Mike dari lamunannya.
“Baiklah,” ucap Mike yang langsung berjongkok dan mengambil ahli tempatnya Lucy. Dia memeluk kuat tubuh Miki.
“Pergi!!” teriak Miki keras dan mengamuk seraya memukuli tubuh Mike.
__ADS_1
Mike terus bertahan dari pukulan Miki. Mike menguatkan kedua tangannya dan mengunci tubuh Miki dengan menggunakan kedua kakinya, sehingga Miki tidak bisa bergerak lagi. “Cukup Miki,” ucap Mike dengan nafas terengah-engah. Dia kehabisan nafas karena amukan wanita ini cukup kuat. Lucy datang dengan membawa obat penenang, dengan berhati-hati Lucy menyuntikan obat penenang tersebut pada Miki. Hanya menunggu beberapa detik seluruh tubuh Miki melemas dan tak sadarkan diri.
♡♡♡
Mike menyalakan api rokoknya yang berada di antara ke dua bibirnya. Dia menghisap perlahan lalu di keluarkannya asap rokok dengan sekali hembus. Mike menghisap rokok berulang kali untuk menenangkan tubuhnya yang tegang karena terkejut melihat Miki sangat membencinya.
“Apa yang kau lakukan pada Miki?” tanya Lucy yang datang menerobos pintu.
Mike tidak menggubrisnya dia malah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. “Kau di mana? Cepat ambil istrimu dari sini.” Mike menutup ponselnya begitu saja.
“Aku peringatkan padamu jika terjadi apa-apa pada Miki, aku tidak akan pernah memaafkanmu.” Lucy pergi begitu saja sebelum Joe datang menariknya pergi dari sini. Lucy memiliki harga diri yang tinggi sehingga dia tidak akan pernah membiarkan pria sombong ini memperlakukannya secara tidak hormat.
Setelah Lucy melewati pintu Mike kembali menghisap rokoknya sampai habis. Dia berpikir keras apa yang sebenarnya yang dia perbuat sehingga Miki sangat membencinya. Apa ada hal yang tidak aku ketahui selama tidak ada di sini. Batin Mike. Dia berjalan melewati pintu. “Nyonya Bret,” panggil Mike. Bret terbirit-birit datang menghampiri Mike yang berada di ruangan tamu.
“Tuan memanggilku?” seru Bret wanita paru baya.
“Apakah Nyonya Bret tahu sesuatu yang terjadi pada Nona Chloe yang tidak aku ketahui akhir-akhir ini?” tanya Mike.
“Baiklah, kau boleh pergi.” Pinta Mike. Setelah Bret pergi Mike langsung berkata pada Katie yang bersembunyi di balik pintu penghubung ruang tamu dan dapur. “Sampai kapan kau akan terus bersembunyi di sana?” Mike berkacak pinggang.
“Ah…Mike, aku sedang mengambil air minum di dapur dan aku tidak sengaja melihatmu.” Kata Katie beralasan. Dia berjalan mendekati Mike.
“Jangan bohong padaku, aku yakin kau tahu sesuatu tentang Nona Chloe.” Mike mengaktifkan radar pelacak kebenaran dalam dirinya. Dia tahu jika Katie mengetahui akan sesuatu.
Katie menegang dia tersentak karena jika Mike tidak bisa di bohongi. Katie tahu jika dirinya tidak bisa berbohong di hadapannya Mike. Awalnya Katie ingin bertahan dan terus berbohong tetapi jika kebohongannya terbongkar tidak ada kata maaf lagi untuknya. Terpaksa Katie mengatakan sejujurnya apa yang telah terjadi pada malam itu.
“Sebenarnya, pada malam itu Nona Chloe melihatku pulang dari klub malam.” Katie mengantungkan kata-katanya. Dia takut untuk melanjutkannya karena raut wajah Mike sangat bengis.
__ADS_1
“Teruskan,” perintah Mike.
“Nona Chloe tahu semuanya, dia memaksaku dan aku tidak bisa menolaknya.” Katie menunduk ke bawah tak berani menatap mata Mike.
“Apa yang kau katakan padanya?” tanya Mike dengan nanda dingin yang menyekat suasana.
“Tidak banyak yang aku katakan padanya, tetapi dia menyaksikan dan mendengarkan sendiri pada malam itu.” Ucap Katie bertele-tele.
“Aku bilang apa yang kau katakan padanya?!” Mike mulai hilang kesabarannya. Dia mencengkeram lengang Katie.
“Aku_ bilang padanya jika dia adalah wanita peliharaanmu,” Katie meringis kesakitan lengannya memerah karena cengkeraman Mike semakin menguat. Katie sangat takut terhadap Mike.
Mike menatap tajam Katie dengan tatapan membunuhnya. Dia sangat marah sekali pada Katie. “Seharusnya kau tutup rapat mulutmu itu,” suara Mike sangat mengerikan di telinga Katie.
“Aku sudah berusaha,” Katie membela dirinya dari amarah Mike.
“Apakah harus aku yang menutup mulutmu itu hingga tidak bisa berbicara lagi.” Ancam Mike yang semakin mengeratkan cengkeramannya.
“Ampuni aku Mike, aku bersalah.” Katie memohon dengan menggosok kedua telapak tangannya.
“Peraturan tetaplah peraturan, sayang sekali aku tidak bisa mentoleransi mulut ember busukmu ini.” Mike melepaskan cengkeramanya dan menghubungi Mr. Fred.
Mr. Fred singkirkan semua orang yang berhubungan dengan Katie, jangan biarkan ada yang lolos. Mike langsung mematikan ponselnya.
Sedangkan Katie duduk berlutut di hadapan Mike memohon ampunan. “Sudah terlambat, seharusnya dari awal kau tidak mengatakan satu kata pun pada Nona Chloe.” Kata Mike yang kemudian berlalu meninggalkan Katie yang berlutu.
.
__ADS_1
.
.