
“AKU Mohon padamu untuk merahasiakannya.” Katie memohon. Miki berencana tidak ingin menuruti permintaan Katie karena dia ingin menanyakan langsung pada Mike sendiri. Apa yang di katakan wanita yang tak dia kenal ini benar atau tidak. Batinya masih tidak bisa percaya dengan semua yang di katakan wanita bernama Katie ini.
Saat Miki hendak mengatakan sesuatu, Mike datang. Katie panik dia menarik Miki untuk bersembunyi, sedangkan Miki tidak ingin bersembunyi sehingga akhirnya Katie berkata. “Jika kau ingin tahu kebenarannya akan aku tunjukan padamu. Tetapi kau harus bersembunyi terlebih dahulu.”
Tanpa perlawanan Miki mengikuti perkataan Katie. Dia bersembunyi di balik tirai panjang yang hampir membuatnya tidak kelihatan sama sekali. “Kau tetap di sini akan aku tunjukan padamu apa yang aku katakan semuanya benar.” Katie berjalan kembali ke tengah-tengah ruangan tamu. Dia bersikap seakan dia sedang menunggu kedatangan Mike.
“Katie sedang apa kau di sini?” tanya Mike saat melihat Katie di ruangan tamu. “Ini sudah larut malam kenapa kau belum tidur?” tanya Mike dengan tubuh yang tak seimbang karena terlalu banyak meminum alkohol.
Katie berjalan mendekati Mike dan membatu pria itu untuk berdiri dengan benar. “Aku menunggumu,” jawab Katie. Mike memandang wajah Katie setelah wanita itu mengatakan jika dirinya menunggunya.
“Apa ada masalah?” seru Mike yang berpegangan di bahunya Katie.
“Tidak ada, aku hanya ingin menunggu kau pulang itu saja.” Kata Katie yang membuat Mike melengkungkan bibirnya. Dia merasa senang karena wanita ini perhatian padanya.
“Kau tahu Katie?” serunya pada Katie.
“Apa?” sahut Katie bertanya balik pada Mike.
“Sikap perhatianmu inilah yang aku sukai dari dirimu. Sikap perhatianmu membuat diriku sangat menginginkanmu terus berada di sisiku.” Mike tersenyum, dia langsung memeluk Katie dengan erat dan tak sadarkan diri dalam pelukan Katie.
__ADS_1
Miki melihat kehancuran dalam hatinya. Di balik tirai dia melihat dan mendengar semuanya. Benih cinta yang sudah tumbuh di dalam hatinya akan menjadi kehancuran dalam hidupnya. Tidak ada yang bisa dia lakukan terhadap Benih cinta yang sudah tumbuh, selain menyiraminya dengan tangis dan penyesalan karena telah membiarkan benih itu tumbuh.
“Aku tidak tahu benih yang aku tanam merupakan duri yang sangat tajam sehingga melukai diriku sendiri.” Lirih Miki pelan bersembunyi di balik tirai.
Melihat Mike berada di dalam pelukan wanita lain membuat hati Miki perih. Dia tidak mengira rasa sakit ini begitu menyakitkan dari yang dia bayangkan. Akankah rasa sakit ini membunuhnya secara perlahan.
Tanpa menangis Miki mengikuti Katie membawa Mike ke sebuah kamar. Saat berada di depan pintu kamar ada wanita lain yang datang membantu Katie menopang tubuh Mike. “Apa yang terjadi padanya?” seru wanita itu pada Katie.
“Dia mabuk berat,” kata Katie pada wanita tersebut. “Cindy biarkan Mike tidur di kamarku malam ini, nanti kau bisa mengambil malam lain untuk bersamanya.” Katie meminta pada wanita yang bernama Cindy itu untuk mengalah, dan wanita tersebut menerimanya begitu saja.
Kaki Miki terhenti ketika melihat dan mendengar percakapan ke dua wanita yang terlihat sangat akrab satu sama lain. Terlihat jelas kedua wanita tersebut wanita baik-baik, dan mereka sangat mencintai Mike apa adanya hingga rela Mike memiliki wanita lain. Sedangkan Miki tidak pernah terpikir akan bisa melakukan apa yang di lakukan kedua wanita tersebut.
♥♥♥
“Nyonya Bret, mana Nona Chloe?” tanya Mike pada Bret yang sedang menyiapkan makan di atas meja makan.
“Maaf Tuan, tadi saya sudah memanggilnya untuk sarapan tetapi Nona Chloe tidak mau.” Kata Bret pada Mike.
“Baiklah biar aku saja yang memanggilnya,” kata Mike beranjak berjalan menuju kamar Miki.
__ADS_1
Tok…tok…tok. Suara ketukan Mike di pintu kamar Miki. Tidak ada jawaban dari Miki, dan Mike terus mengetuk pintu kamar Miki. “Miki buka pintunya, apakah kau tidak lapar?” seru Mike di balik pintu kamar.
Miki yang berada di dalam kamarnya menutup telinganya rapat-rapat sehingga tidak mendengar suara pria itu memanggilnya. Untuk saat ini Miki tidak ingin melihat wajah pria itu. jika dia melihatnya, Miki takut tidak bisa menahan dirinya dari kemarahan yang dia pendam dalam dirinya. menghindar adalah pilihan tepat bagi Miki saat ini.
“Miki tolong buka pintunya,” teriak Mike di balik pintu yang sejak dari tadi mengeluarkan suara ketukan dari luar sana. “Miki, Miki tolong buka pintunya.” Pinta Mike.
Miki tidak peduli sama sekali. Baik dunia kiamat pun Miki tetap tidak akan membukakan pintunya. “Miki ada apa denganmu?” seru Mike yang kesal. dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba wanita ini bersikap seperti ini. “Miki katakan padaku apa yang terjadi?” tanya Mike kembali dan menyerah mengetuk pintu.
Sedangkan di sisi dalam kamar Miki duduk di lantai seraya memeluk kedua kakinya dengan erat. Pikirannya kacau hanya rasa kekhawatirannya yang dia rasakan saat ini. “Lupakan dia…lupakan dia…lupakan dia…” ucap Miki berulang kali. Dia terus mengucapkannya terus menerus.
“Miki ada apa denganmu?” seru Mike terus menerus di balik pintu. Suara Mike seolah tidak terdengar di telinga Miki. Miki menutupi telinganya dengan menggunakan rasa bencinya terhadap Mike. Padahal Miki sudah mencoba untuk tidak membenci Mike tetapi dia tidak bisa karena hatinya terlalu sakit untuk tidak membencinya. Mike mengingatkannya akan sang ayah yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Ayah yang tak pernah dia lihat dan tidak dia kenal selama ini secara tidak langsung telah menghancurkan Hidup Miki semenjak dia di lahirkan di bumi ini.
Semenjak kecil Miki tidak bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan sendiri, sehingga menciptakan rasa kekhawatiran dalam dirinya. tidak ada yang bisa Miki lakukan terhadap dirinya. Merasa dirinya tak berguna Miki mengalami Depresi semenjak usia lima belas tahun. Dia selalu di kurung dan mengurung dirinya sendiri karena Depresi yang dia alami. Tidak ada pilihan bagi Lona Chloe sang ibu untuk membuat Miki sang anak tetap berada di kamarnya setiap saat. Dia takut jika Miki sang anak akan semakin menderita jika mengenal dunia luar sana karena menurutnya Miki tidak bisa menerima dan beradaptasi pada dunia luar. Oleh karena itu saat usia muda Miki menderita Depresi berat. Miki tidak bisa menerima kenyataan dan kekecewaannya dengan mudah.
.
.
.
__ADS_1