
Setelah hari itu, Mike selalu tidak sabar untuk pulang ke Villa. Dia selalu bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih awal hanya untuk menjeput istrinya pulang dari kelas memasak.
Sudah beberapa hari kejadian di malam itu dan di pagi harinya masih terukir jelas setiap detailnya di dalam ingatan Mike.
“Mr. Fred, kau urus semua sisa perkerjaan hari ini sendiri, saya tidak bisa menyelesaikannya karena sudah waktunya menjeput Miki.”
“Baik Tuan, Anda serahkan saja pada saya.”
“Baiklah Mr. Fred, saya percayakan semuanya padamu.”
Mike melangkah keluar dari ruangannya. Saat membuka pintu Mike kedatangan tamu yang mengejutkannya, bisa di bilang tamu yang tak di undang. Dia adalah seorang wanita cantik, tinggi dan berkulit putih. Namanya adalah Agatha Gibson, dia merupakan sahabat dekat Mike sekaligus partner bisnisnya. Keluarga Agatha merupakan keluarga terkaya nomor dua setelah keluarga Sea.
“Oh, hi…apakah kau akan pergi?” seru Agatha kaget melihat Mike ketika pintu terbuka.
“Agatha, kenapa kau bisa ada di sini?”
“Aku datang untuk menemuimu,”
Agatha langsung memeluk Mike dengan erat seakan dia sudah lama tidak bertemu dengan pria itu.
“Maafkan aku Agatha, aku harus pergi sekarang.”
Mike menjauhkan Agatha darinya, dia benar-benar ingin pergi karena dia takut jika Miki akan menunggunya terlalu lama.
“Aku baru saja datang, dan kau mau pergi.”
“Sungguh maafkan aku Agatha, tidak bisakah kau datang lagi lain kali.”
“Tidak mau, jauh-jauh aku datang ke sini hanya untuk menemuimu, dan kau akan pergi meninggalkan aku begitu saja.”
Kemudian Agatha merangkul lengan Mike, dia tidak mengizinkan pria itu pergi darinya.
“Oke baiklah, kau duduk dulu di sana, aku akan menghubungi seseorang sebentar.”
“Oke.” Jawab Agatha.
Agatha pergi duduk di sofa sesuai dengan perkataan Mike. Sedangkan Mike pergi keluar seraya mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya, kemudian menekan beberapa tombol di layar ponselnya untuk menghubungi Miki.
Ketika telepon terhubung...
“Halo.” Ujar Miki di ujung sana.
“Halo sayang”
“Kau di mana?”
“Sayang maafkan aku, karena tidak bisa menjemputmu hari ini.” ucap Mike.
“Kenapa?” tanya Miki di ujung sana.
__ADS_1
“Tiba-tiba ada perkerjaan yang harus aku lakukan sekarang di kantor, sungguh maafkan aku Sayang. Aku akan mengirim sopir untuk menjemputmu sekarang.”
“Baiklah, jangan lupa makan ya. Sampai ketemu lagi di Villa.”
“Oke sayang, aku mencintaimu.”
Mike langsung memutuskan sambungan teleponnya dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jasnya. Kemudian Mike masuk kembali ke dalam ruangannya untuk menghampiri Agatha.
“Maaf membuatmu membatalkan rencanamu,” ucap Agatha.
“Tidak apa-apa,” Kemudian Mike duduk di sofa seraya menyilangkan kedua kakinya. “Katakan padaku, kenapa kau datang kemari?”
“Tidak ada hal yang penting, hanya saja aku ingin menemuimu dan mengajakmu menemaniku jalan-jalan selama aku berada di Santa Monica.”
“Astaga, kenapa kau tidak pernah berubah sama sekali Agatha. Kau sudah sangat dewasa untuk berubah, apakah kau menyadari jika saat ini usiamu sudah dua puluh tujuh tahun, kenapa masih saja melalukan hal yang tidak penting begini.” Kesal Mike.
“Mike maafkan aku, sungguh kali ini aku benar-benar kesepian tinggal di Santa Monica sendirian.”
Agatha mendekat dan duduk di samping Mike seraya merangkul tangan Mike dengan mesra.
“Hem… baiklah kau mau aku temani ke mana sekarang?”
Agatha tersenyum lebar karena saat ini dia telah memenangkan hati pria itu. Apa pun yang di inginkannya pasti akan di kabulkan oleh Mike.
“Sudah sangat lama aku tidak bersenang-senang, bagaimana jika kita makan terlebih dahulu kemudian kita ke klub malam setelah itu?”
“Baiklah kita pergi sekarang.” ajak Mike.
***
Villa, pukul 12,00 p.m.
Saat tiba di Villa Mike dalam keadaan setengah mabuk, dalam keadaan seperti itu Mike tetap saja menyempatkan dirinya untuk mencari sosok Miki. Tempat yang pertama kali Mike masuki adalah kamar wanita itu, saat membuka pintu ternyata Miki tidak ada di sana, lalu dia menuju balkon untuk melihat Miki di dalam tenda, tetapi tetap saja Mike tidak menemukan sosok istrinya yang sangat ingin dia lihat.
Di mana dia? Ah, aku melewatkan ruangan tengah, mungkin dia berada di sana. Batin Mike.
Kemudian Mike berjalan menuju ruangan tengah, setiba di sana Mike menyalakan lampu dan menatap ke arah sofa di mana Miki sering duduk di sana. Namun, wanita itu juga tidak ada di sana.
“Ah…kepalaku,”
Lama Mike terteguh diam karena kepalanya terasa sangat pusing sekali karena alkohol yang dia minum. Setelah merasa sedikit lebih baikkan dia melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Perlahan-lahan Mike melangahkan kakinya seraya menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh dan menabrak benda-benda yang di depannya. Setelah berada di depan pintu kamarnya, Mike memegang ganggang pintu untuk membukanya.
Krekk…
Pintu terbuka lebar, dan secara alami angin bertembung menerpa Mike ketika pintu terbuka.
“Siapa yang membuka pintu jendela kamarku?” seru Mike.
__ADS_1
Kemudian dia melangkah masuk menuju jendela, saat hendak menutup pintu jendela Mike menyenggol beberapa buku hingga jatuh di atas lantai.
Bukk…
“Siapa itu?”
Miki terbangun dari tidurnya saat mendengar suara terjatuh. dia panik, tetapi saat melihat Mike, Miki menghelakan nafas panjangnya. Dia lega karena orang yang dia lihat adalah suaminya sendiri.
“Apakah kau baru pulang?”
“Em…” angguk Mike dengan tubuh yang tidak stabil.
Apa dia mabuk? Merepotkan sekali. Batin Miki.
Dia beranjak turun dari ranjang untuk mendekati Mike di sisi jendela. “Kemari biar Miki bantu,”
Dalam keadaan setengah sadar Mike tersenyum dan melentangkan lebar-lebar ke dua tangannya untuk memeluk Miki. “Em…” Mike memeluk Miki dengan erat.
Saat Mike memeluk Miki, dengan cepat Miki menutup hidungnya dengan tangannya dan berkata. “Kau bau sekali, ayo kita kamar mandi sekarang.”
Miki menyeret tubuh besar Mike memasuki kamar mandi, di kamar mandi Miki mendudukan Mike di dalam Bathtub dan melepaskan pakaian yang di kenakan suaminya itu, kemudian Miki menyalakan Shower untuk membersihkan tubuh Mike dari bau alkohol.
Setelah selesai Miki mendudukkan suaminya di kloset, sedangkan dia pergi keluar menuju lemari pakaian untuk mengambilkan T-shirt dan celana pendek untuk suaminya itu. Kemudian Miki kembali ke kamar mandi dengan membawa pakaian dan segelas air minum untuk suaminya itu.
“Mike buka matamu sekarang, Minum air ini sekarang.” pinta Miki.
Mike yang hampir sadar dari pengaruh alkohol setelah meminum air yang di berikan istrinya itu padanya. Kemudian dia membuka matanya melihat Miki yang berada di depannya.
“Mike, kau pakai baju ini sekarang, dan aku akan tunggu kau di laur.” Ucap Miki seraya memberikan pakaian tersebut pada suaminya itu.
“Em…” angguk Mike pelan.
Kemudian Miki keluar dari kamar mandi, dan Mike memakai pakaian yang di berikan istrinya itu. setelah selesai dia keluar dari kamar mandi, dan saat dia membuka pintu Miki berdiri di tepat di depan pintu demi menunggunya.
“Apakah kau sudah selesai?”
“Ia,” jawab Mike pelan.
“Sini biar aku bantu kau ke empat tidur.”
Miki merangkul dan menopang tubuh besar Mike. Perlahan-lahan mereka melangkah menuju tempat tidur. Setelah membaringkan Mike di ranjang kemudian Miki ikut berbaring di sebelahnya.
“Semoga mimpi indah.” Ucap Miki seraya mengecup kening suaminya itu.
Mike yang mendengar dan merasakan kecupan hangat dari istrinya itu hanya bisa tersenyum dalam tidurnya yang indah.
.
.
__ADS_1
.
.