
Setelah hari itu, setiap kali Mike datang menemui Miki di rumah sakit selalu di tolak. Atas permintaan Miki, Mike harus rela menunggu berjam-jam di depan pintu dan pada akhirnya dia tetap saja di tolak. Setiap hari Mike datang setiap hari juga dia di tolak oleh Miki.
“Miki sayang, sebenarnya apa yang terjadi antara kau dan Mike?” Tanya Lona pada anaknya itu.
Miki diam dan tidak menjawab pertanyaan dari ibunya itu. seakan dia tidak mendengarkan Lona berbicara padanya.
“Miki, Mami bertanya padamu, apa yang terjadi antara kau dan Mike?” tanya Lona kembali dengan nada kesalnya.
Karena tidak bisa mengabaikan ibunya begitu saja, Miki mulai menanggapi ibunya itu. sebenarnya dia ragu untuk mengatakannya tapi ibunya terlanjur bertanya dia akan mengatakannya dengan sejujurnya.
“Sebenarnya aku tidak ingin membuat Mami khawatir, tetapi aku harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Miki yang serius.
Lona mulai menanggapi Miki dengan sangat serius, dia sangat ingin membuat anaknya itu nyaman saat menceritakan masalahnya. “Baiklah, katakana apa yang sebenarnya terjadi?” tanyanya.
“Apakah Mami tahu alasan kenapa aku selalu menolak kehadiran Mike?”
“Tidak, memang kenapa?” Tanya Lona.
“Sebenarnya, Mike akan menikahi wanita lain selain aku.” Ucap Miki dengan penuh kekecewaan.
“Apa yang kau katakan itu adalah benar?” Tanya Lona yang meyakinkan apa yang dia dengar dari anaknya itu.
“Em…” angguk Miki pelan. “Dan sebentar lagi mereka akan menikah,” sambung Miki sembari menangis dengan pelan.
Lona yang melihat anaknya menangis, dia langsung memeluknya sembari berkata. “Oh…sayang jangan menangis, Mami bersama mu.”
Saat Lona mengeratkan pelukannya semakin Miki menangis di dalam dekapan ibunya itu. sebaliknya semakin Miki menangis Lona semakin menyimpan amarahnya di dalam hati. Dia tahu jika berita yang pernah dia baca dua hari yang lalu bukanlah rumor semata, dia tahu betul jika pernikahan ini bukanlah kehendak dari Mike, melainkan kehendak dari keluarganya.
“Miki sayang, apakah kau tahu siapa wanita yang akan di nikahi Mike itu?” Tanya Lona untuk memastikan jika anaknya itu tidak mengingat nama wanita yang ada di masa lalunya itu.
Miki tidak menjawab, dia berpura-pura tidak tahu dan tidak mengingat siapa sebenarnya wanita yang akan di nikahi Mike.
Sesungguhnya Lona sudah mengetahui jika wanita yang akan di nikahi Mike adalah gadis kecil yang pernah mencelakai Miki saat berusia lima belas tahun. Sebenarnya dia berpura-pura tidak tahu apa-apa, karena dia ingin membuat putrinya itu bisa mengatasi masalahnya sendiri dan berani menunjukkan isi hati dan apa yang di rasakan. Namun, saat melihat anaknya hancur seperti ini, dia malah merubah pemikirannya dan berencana untuk membantu anaknya itu menyelesaikan masalahnya.
“Sayang jangan menangis lagi, semua yang terjadi akan berakhir dengan sendirinya seiring waktu berjalan.” Ucap Lona untuk menghibur anaknya itu.
“Aaarrrgghh…” tangis Miki semakin kencang saat mendengar apa yang di katakan ibunya itu.
“Sayang, kenapa semakin kencang menangisnya?” Tanya Lona yang bingung.
Dengan menangis tersendat-sendat Miki menjawab pertanyaan Ibunya itu dengan berkata. “Apa yang Mami katakan itu tidak berlaku sama sekali padaku,”
“Kenapa bisa seperti itu?” Tanya Lona kembali yang semakin bingung.
“Karena seiringnya waktu berjalan aku semakin tidak bisa melupakan semuanya, hatiku tidak bisa melupakannya begitu saja.” Tangis Miki terus berlangsung.
Pada akhirnya Lona tidak tahan lagi melihat anaknya itu menangis, dan dia juga ikut menangis sembari memeluk Miki dengan erat seakan tak akan pernah melepaskannya lagi.
Setelah satu jam saling menguatkan hati, Miki dan Lona pada akhirnya bisa tenang dan lega karena telah puas menangis hingga akhirnya Miki tertidur pulas.
Lona beranjak berdiri sembari menyelimuti anaknya itu dengan perlahan agar tidak membangunkannya. Setelah itu dia pergi keluar meninggalkan Miki yang tertidur, saat dia pergi keluar Lona melihat dua Bodyguard di depan pintu dan berbicara dengan mereka. “Maaf, apa kalian bisa jaga Miki sebentar?”
__ADS_1
“Tentu Nyonya,” jawab salah satu Bodyguard tersebut.
Kemudian Lona pergi setelah menitipkan Miki kepada dua Bodyguard tersebut. Dia pergi keluar dari Rumah Sakit menuju ke suatu tempat.
***
Perusahaan pusat Gibson, New York.
Tepat di sore hari Lona datang ke perusahaan Gibson tanpa persiapan apa pun. dia datang untuk menemui pria yang di masa lalunya itu untuk membahas sesuatu yang sangat peting baginya.
“Maaf Nyonya, ada yang bisa saya bantu?” Tanya salah resepsionis yang berdiri di balik meja yang memisahkan antaranya dan Lona.
“Saya ingin bertemu dengan Tuan Robert Gibson.” Jawab Lona.
“Maaf Nyonya, apakah Anda sudah membuat janji dengan Tuan sebelumnya?”
“Tidak, bilang saja pada Robert jika saya Lona Chloe ingin bertemu dengannya.” Kata Lona yang yakin tidak akan di tolak kehadirannya oleh pria itu.
“Baik Nyonya, Anda tunggu sebentar.” Ucap resepsionis tersebut dan kemudian menghubungi orang bagian atas.
Setelah menghubungi dan berbicara dengan orang bagian atas atau lebih tepatnya sekretaris Robert Gibson pada akhirnya Lona di perbolehkan untuk menemui pemilik dari perusahaan besar tersebut di lantai paling atas.
Setiba di sana Lona bertemu sekretarisnya terlebih dahulu lalu di bimbing menuju ruangan pemilik dari perusahaan Gibson yang tak lain adalah Robert sendiri.
“Silakan Masuk Nyonya,” ucap sekretaris tersebut sembari membukakan pintu untuk Lona.
“Terima kasih,” ucap Lona dengan tersenyum elegan.
Perlahan tapi pasti, Lona melangkahkan kakinya hanya beberapa langkah hingga posisinya berada di dekat sofa. Sedangkan posisi meja kerja Robert sendiri masih berada beberapa meter dari posisinya sekarang. Lona tak berani melangkah lebih jauh lagi karena tempat yang dia masuki saat ini adalah tempat yang sangat berbahaya baginya.
“Kenapa kau berhenti di sana?” seru Robert yang menyadari kehadiran Lona semenjak dari tadi.
Lona terlihat terkejut dan canggung sekali saat melihat ke arah Robert. “Tidak apa-apa, hanya saja saya tidak ingin melangkah lebih jauh lagi selain sebatas ini.” jawab Lona yang tegang.
“Baiklah jika itu yang kau inginkan, maka aku yang akan menghampirimu di sana.” Ucap Robert sembari melangkah mendekati Lona yang berdiri di dekat sofa. “Silakan duduk,” pinta Robert pada Lona setelah jarak di antara mereka sedikit lebih dekat dari yang sebelumnya.
“Terima kasih,” ucap Lona yang kemudian duduk di sofa tepat di hadapan Robert.
“Sungguh mengejutkan, aku tidak mengira jika kau akan datang menemuiku.” Kata Robert sembari menyilakan kedua kakinya. “Katakan padaku, ada perlu apa kau datang kemari?” Tanya Robert.
“Hentikan pernikahannya,” cetus Lona begitu saja.
Seketika Robert terdiam, dia tidak mengerti maksud dari perkataan wanita yang ada di hadapannya ini.
“Apa maksud dari perkataanmu?” Tanya Robert yang bingung.
“Batalkan pernikahan putrimu Agatha dengan Mike,” kata Lona kembali.
“Kenapa aku harus menghentikan pernikahan putriku? Dan apa hubungannya pernikahan putriku dengan kau Lona?”
“Apakah kau tahu jika Mike sudah menikah dengan wanita lain?” Tanya Lona.
__ADS_1
“Bagaimana kau bisa tahu tentang masalah itu?” Tanya Robert terkejut.
“Tentu saja aku mengetahuinya, karena wanita yang di nikahi oleh Mike itu adalah Putriku.” Jawab Lona.
Robert kembali di buat terkejut dan bingung dengan situasi saat ini. apa yang di katak Lona padanya sangat membuat pikirannya kacau. Dia berpikir keras untuk menyikapi keadaan seperti ini, apalagi masalah ini menyangkut keluarga dan wanita yang dia cintai di masa lalu.
Setelah berpikir-pikir dan pada akhirnya Robert memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya karena dia tidak ingin nama baik keluarganya di permalukan nantinya.
“Maafkan aku Lona, pernikahan ini tidak bisa dibatalkan begitu saja.” Kata Robert menolak keinginan dari Lona.
“Apa yang kau katakana? Kenapa pernikahan putrimu tidak bisa di batalkan?” Tanya Lona.
“Karena pernikahan ini sudah menyatukan dua perusahaan besar dan tidak mungkin bagiku untuk membatalkannya begitu saja.”
“Robert, ternyata kau tidak pernah berubah sama sekali ya. Bagaimana bisa kau selalu bersikap seperti ini padaku?” seru Lona yang mulai emosional.
“Apa maksud dari perkataanmu Lona?”
“Dulu kau selalu bersikap seakan aku ini tidak ada di dalam hidupmu, demi keluargamu kau selalu menyampingkan perasaanku dan mengutamakan kepentinganmu sendiri di bandingkan aku.” Lona meneteskan air matanya.
“Lona apa yang kau katakan? Bukannya kau yang meninggalkan aku dan mengandung anak dari orang lain.” Kata Robert.
“Tentu saja kau berkata seperti itu, kau berkata seakan aku yang bersalah dan meninggalkanmu. Apakah kau tahu, wanita yang telah di nikahi Mike itu adalah darah dagingmu sendiri. Apakah kau tega membuat putrimu sendiri menderita karena keegoisanmu?”
Robert hanya terdiam, dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi setelah apa yang di katakana Lona padanya.
“Apakah kau akan membuat putriku mengalami apa yang aku alami selama ini karena dirimu? Apakah kau tega membuatnya menderita seperti sepuluh tahu yang lalu setelah apa yang di lakukan putrimu Agatha pada Miki ku?” Tanya Lona berulang kali dengan mata yang terus meneteskan air matanya.
Seketika telinga Robert berdengung berbunyi nyaring setelah mendengar nama ‘Miki’. Dia baru menyadari wanita yang sangat mirip sekali dengan wanita yang ada di hadapannya ini merupakan anaknya sendiri.
Robert tidak bisa membayangkan saat dia mengundang Miki ke pertunangan Agatha dan Mike beberapa hari yang lalu. Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu pada wanita yang tak bersalah sama sekali yang harus menderita dan sakit hati karenanya.
Karena masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Lona, Robert kembali meyakinkan dirinya dengan berkata. “Kau berbohong, mana mungkin dia adalah putriku.”
“Jika kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan, kau boleh melakukan tes DNA jika kau mau. Setelah itu kau baru boleh mengatakan jika di bukan putrimu saat hasil tesnya menunjukkan ke tidak cocokkan sama sekali denganmu.” Kata Lona meyakinkan Robert.
Robert hanya diam saja dan tidak menjawab sama sekali. Dia tetap membisu di hadapan Lona saat ini.
“Apa kau tahu Robert, dua puluh satu tahun yang lalu aku pernah mengatakan jika janin yang aku kandung saat itu merupakan anak dari Steven. Tanpa mencari tahu kebenarannya kau percaya begitu saja dengan apa yang aku ucapkan saat itu, kau pergi dan melupakan aku begitu saja tanpa mencari tahu kebenaran apa yang sebenarnya terjadi, padahal saat itu kau sangat mampu untuk melakukan semua itu dengan kekayaan dan kekuasaan yang kau miliki saat itu. sungguh aku sangat kecewa dan hancur saat kau benar-benar melupakan aku dan hidup bahagia dengan wanita jahat yang telah mengancamku untuk membunuh janin yang ada di dalam perutku saat itu.” Kata Lona mengatakan semua yang dia simpan dalam hati selama lima belas tahu ini.
Tidak sebatas itu saja, Lona kembali mengatakan kata-katanya pada Robert. “Setelah kau mendapatkan bukti jika Miki adalah anakmu, aku mohon batalkan pernikahan itu. jika tidak aku akan melakukan sesuatu yang akan membuatmu dan keluargamu malu saat pernikahan itu berlangsung.” Ancam Lona dan kemudian dia pergi begitu saja dari ruangan Robert.
.
.
.
.
.
__ADS_1