
“Kenapa kau begitu peduli padanya?” seketika perkataan Katie membuat langkah kaki Mike terhenti. “Kenapa kau sangat peduli padanya? Kita sudah lama saling menganal dan hidup bersama, tetapi kenapa kau tidak pernah sepeduli seperti itu padaku?” Katie beranjak berdiri dan perlahan mendekati Mike. “Kenapa kau diam saja? Jawab aku!” Katie membentak, dia memaksa Mike untuk menjawab pertanyaannya.
Aku juga tidak tahu kenapa aku sangat peduli padanya, aku tidak tahu kenapa. Batin Mike.
“Kenapa kau begitu sulit untuk mengakui diriku?” kata Katie parau. Dia menelusuri jari-jemari Mike dengan jari-jemarinya, berharap Mike akan luluh padanya. “Apa yang membuatmu begitu tertarik padanya?” Katie menggenggam tangan Mike setelah berhasil menyusup.
“Kau tidak berhak bertanya seperti itu pada Tuanmu.” Kata Mike dingin, kemudian dia menepis tangan Katie dari tangannya. “Jika kau masih ingin tetap tinggal di sini, lebih baik kau jaga sikap dan mulut kotormu itu.” Kata Mike kembali pada Katie.
“Kenapa aku harus lakukan itu?” tanya Katie menggenggam erat kedua tangannya.
“Karena sikap dan mulut kotormu tidak di butuhkah di sini.” Jawab Mike dan pergi meninggalkan Katie begitu saja.
Mike kau akan menyesali apa yang telah kau lakukan padaku hari ini. Kata Katie menahan amarahnya Setelah mendapat penghinaan.
♡♡♡
“Nyonya Bret, apakah Nona Chloe sudah sadar?” tanya Mike yang berjalan mendekati Bret di depan pintu kamarnya Miki.
“Sudah Tuan, tapi Nona Chloe…” Bret ragu untuk mengatakannya pada Mike.
“Katakan saja, ada apa?” Pinta Mike pada Bret.
“Anu Tuan, sejak dari tadi Nona Chloe tidak berbicara sedikit pun dan terus menatap keluar jendela.” Bret menundukkan kepalanya tak berani menatap Tuannya.
“Baiklah kau boleh pergi sekarang.” Kata Mike yang langsung membuka pintu kamar Miki.
Setelah masuk Mike melihat Miki duduk di sisi kasur dengan kedua kaki tergantung hampir menyentuh lantai. Matanya terus menatap kosong di luar jendela kaca besar yang menghadap lautan.
“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Mike seraya duduk di samping Miki. Ada perasaan gugup dalam hati Mike, dia merasa tidak yakin untuk memulai pembicaraan dengan Miki saat ini. “Apakah kau menyukai lautan?” tanya Mike kembali dengan suasana canggung.
__ADS_1
“Aku tidak ingin melihatmu, tolong kau pergi dari sini.” Kata Miki seraya membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan menutupi wajah dengan menggunakan selimut.
Mike menelan ludahnya dan berkata. “Baiklah aku akan pergi dari sini, tetapi aku akan kembali lagi setelah kau sudah merasa sedikit lebih baik.” Mike beranjak keluar dari kamar.
Setelah menutup pintu kamar Mike mengeluarkan Ponsel dari saku jasnya kemudian dia meletakan ponsel itu di telinganya. “Mr. Fred tolong cari Koper Nona Chloe sekarang juga.” Kata Mike dan langsung memutuskan sambungannya.
“Bret…” teriak Mike memanggil pengurus Villa.
“Ya Tuan,” kata Bret menundukkan kepalanya tak berani menatap Tuannya itu.
“Tolong kau urus segala keperluan Nona Chloe dan pastikan dia mau makan.” Perintah Mike pada Bret.
“Baik Tuan,” Bret menunduk hormat.
“Ah… jika ada apa-apa cepat beritahu aku.” Kata Mike yang berjalan meninggalkan Bret menuju ruangan kerjanya.
♡♡♡
“Taun Ini Saya Fred,” sekretaris Fred datang dengan membawa Koper Milik Miki.
“Silakan Masuk Mr. Fred,” Mike memberikan izin pada sekretaris Fred untuk masuk.
Fred berjalan masuk kemudian dia berhenti di depan meja kerja Mike. “Tuan ini barang yang Anda Pinta.” Kata Fred meletakan koper milik Miki di sisi kanan Tuannya.
Mike beranjak berdiri mendekati koper milik Miki yang sedikit rusak karena sempat hilang. Mike membuka koper tersebut dan memeriksa isinya. “Mr. Fred, apakah sudah kau pastikan isi koper ini tidak ada yang hilang?” tanya Mike.
“Ya Tuan, saat saya menemukannya koper ini tetap utuh dan tidak ada yang menyentuhnya sama sekali.” Kata Fred.
Mike melanjutkan memeriksa isi koper milik Miki, dia melihat barang yang ada di dalam koper tersebut, di sana Mike melihat beberapa botol obat kemudian Mike mengambilnya dan berkata pada Fred. “Mr. Fred tolong kau periksa obat ini,” perintah Mike pada Fred.
__ADS_1
“Baik Tuan.” Kata Fred seraya membawa pergi obat tersebut untuk di selidiki.
Setelah Sekretaris Fred pergi Mike melanjutkan untuk memeriksa barang milik Miki. Satu persatu barang tersebut Mike periksa, tidak ada barang yang Mike lihat seperti wanita pada umumnya. Di sana Mike hanya mendapati pakai yang sederhana, tidak ada benda-benda kesayangan yang di miliki selayaknya seorang wanita pada umumnya. Semua pakai yang ada di dalam koper tersebut berwarna sama yaitu warna hitam dan putih.
“Apakah dia tidak memiliki barang yang memperlihatkan dirinya adalah seorang wanita,” Mike menghelakan nafasnya. Setelah mengorek habis barang milik Miki, Mike menemukan buku di sisi paling bawah. Sekilas buku dengan sampul berwarna sedikit keabu-abuan itu terlihat sangat usang, kemudian Mike hendak membukanya tetapi dia menghentikannya karena dia mengingat jika pemilik dari buku ini sudah sangat membencinya jika dia membuka dan membaca buku ini kemungkinan besar dia akan semakin di benci oleh wanita itu.
Aku tidak boleh membuatnya semakin membenciku. Batin Mike, kemudian dia mengembalikan buku tersebut ke dalam koper kembali.
Rasa penasaran membuat Mike sangat ingin sekali membuka buku tersebut. Dia kembali mengambil buku tersebut dan hendak membukanya, tetapi hatinya mengatakakan untuk menahan dirinya dari rasa penasarannya itu. “Aku harus menahan diriku, aku tidak boleh membukanya.” Mike hendak memasukkan buku tersebut kembali di dalam koper tapi dia masih ragu-ragu untuk tidak membukanya.
Untuk kali ini saja aku membukanya. Batin Mike, tangannya mulai bergerak untuk membuka lembar pertama. Saat dia hendak membuka Bret datang.
“Tuan, Nona Chloe,” kata Bret terengah-engah karena kehabisan nafas. “Tuan Nona Chloe,” Bret menunjukkan jarinya.
Mike terbelalak bingung karena wanita paru baya itu tidak juga menyelesaikan kata-katanya. “Ada apa dengan Nona Chloe?” tanya Mike seraya masih memegang buku tersebut.
“Tuan, Nona Chloe bersikap aneh,” Bret kembali membuat Mike tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan.
“Bersikap aneh bagaimana?” tanya Mike beranjak berdiri, dan tangannya masih memegang buku milik Miki.
“Nona Chloe sekarang berada di tepian teras,” Bret terlihat sangat panik dan terus menujukan jarinya ke arah kamarnya Miki.
Mike melepaskan buku yang ada di tangannya dan berlari dengan cepat melewati Bret yang berada di depan pintu. Sedang Bret berlari mengikuti Mike dari belakang menuju kamar Miki.
Dia tidak mungkin melompat dari sana. Batin Mike berbicara saat dia berlari menuju kamar Miki. Dengan sekuat tenaga Mike melangkahkan kakinya lebar-lebar dengan kecepatan penuh dan akhirnya dia berada di depan pintu kamar Miki. Dia melihat Miki berdiri di atas ambang kematian. “MIKI…” teriak Mike keras dengan kedua tangannya memegang dahan pintu sangat kuat.
.
.
__ADS_1
.