
California.
Setelah tiga jam lebih perjalanan Miki dari Santa Monica menuju California akhirnya sampai. Saat pintu gerbang rumahnya terbuka Miki bisa melihat ibunya Lona sedang menunggunya di depan pintu.
“Mami,” ucap Miki sembari keluar dari mobil.
“Miki sayang apakah kabar?”
Lona langsung memeluk Miki dengan erat ketika Miki menghampirinya.
“Kabar aku baik, Mami apa kabar?” tanya balik Miki.
“Mami juga baik,” Lona semakin mengeratkan pelukannya pada anaknya itu. “Sayang Mami sangat merindukanmu.”
“Sama aku juga sangat merindukan Mami,” ucap Miki.
Kemudian mereka melepaskan pelukan mereka setelah melepas kerinduan satu sama lain.
“Sayang, mana Suamimu Mike?” tanya Lona begitu saja.
Miki yang mendengar pertanyaan dari ibunya terbelalak bingung dan kaget. Dia tidak mengira jika ibunya mengetahui bahwa dia dan Mike sudah menikah.
“Bagaimana Mami tahu kalau aku dan Mike sudah menikah?”
“Sayang, semua yang terjadi padamu Mami mengetahui semuanya termasuk pernikahanmu.”
“Mami tidak marah jika aku menikah tiba-tiba tanpa memberitahukannya pada Mami?”
“Tentu saja tidak, sebenarnya sejak awal Mami sudah tahu jika Mike ingin menikahmu. Namun, Mami tidak ingin membuatmu terpaksa untuk menikahinya jadi Mami memberi syarat pada Mike, jika dia memang ingin menikahimu dia harus membuatmu benar-benar ingin menikah dengannya. Karena selama ini Mami tahu keinginan terbesarmu adalah menikah pria yang benar-benar kau cintai.”
“Tunggu sebentar Mi, jika Mami sudah mengetahui aku sudah menikah dengan Mike berarti, kak Lucy juga mengetahuinya dong?”
“Ia, kakakmu Lucy juga mengetahunya. Sebelum kalian mendaftarkan pernikahan, Mike sudah terlebih dahulu meminta izin Mami dan Lucy.”
Dasar Mike, ternyata dia membodohi ku selama ini. batin Miki.
Mengingat apa yang terjadi beberapa bulan terakhir ini Miki mulai merasa emosional saat melihat ibunya itu. Dia tidak akan mengira jika wanita dengan kerutan di wajahnya ini sedang berdiri dengan tegar di hadapannya.
“Terima kasih Mami dan Maafkan aku karena tidak tahu apa-apa tentang kesulitan yang Mami hadapi.” Ucap Miki seraya kembali memeluk Lona dengan erat.
“Sudah sayang Mami tidak keberatan dengan semua itu, yang penting kedua anak Mami bahagia.” ucap Lona seraya mengelus lembut rambut panjang bergelombang Miki yang terikat.
Puas berpelukan kemudian ibu dan anak itu masuk ke dalam rumah. Setelah perjalanan jauh Miki beristirahat di dalam kamar lamanya sebelum pergi meninggalkan California. Saat mendaratkan bokongnya di ranjang ponsel Miki bergetar. Dengan tersenyum Miki mengangkat teleponnya itu.
“Halo,” ucap Miki ketika telepon tersambung.
“Sayang apakah kau sudah sampai?” terdengar suara Mike di ujung sana.
__ADS_1
“Ia sudah sampai, dan sekarang aku lagi siap-siap untuk pergi Mandi kemudian beristirahat sebentar.”
“Baiklah kalau begitu, selama kau berada di California kau harus berhati-hati jangan sampai terjadi sesuatu padamu. Jika memang terjadi sesuatu kau langsung hubungi aku ya.”
“Baik sayang…bagaimana apakah kau juga sudah sampai di New York-Nya?”
“Ia, ini baru sampai di rumah.”
“Baiklah kau istirahat saja sekarang, dan jangan lupa makan ya. I Love you.” Ucap Miki sembari memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah mematikan ponselnya Miki meletakkan benda itu di atas nakas sebarang. Kemudian dia mengayunkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai dia merebahkan dirinya dia atas ranjang dengan nyaman dan kemudian menutup matanya untuk tidur.
Beberapa jam kemudian, Miki terbangun dari tidurnya. Saat terbangun hari sudah menujukan pukul delapan malam. Di waktu yang sama Lona datang mengetuk pelan pintu kamar anaknya itu.
Tok! Tok! Tok!
“Miki,” panggil Lona di balik pintu.
“Masuk Mi, pintunya tidak di kunci.” Ujar Miki yang sudah sepenuhnya terbangun.
Krekk…
Pintu kamar Miki terbuka. Lona melangkah masuk dan menghampiri anaknya itu seraya berkata. “Sayang makam malamnya sudah siap, mari keluar dan makan sekarang.” ajak Lona.
“Em…baiklah Mi.” angguk Miki seraya beranjak berdiri dari ranjangnya, kemudian ibu dan anak itu melangkah keluar dari kamar menuju meja makan.
“Mami,” panggil Miki lirih.
“Ada apa sayang?” tanya Lona seraya menyekat sisa makanan yang menempel di sudut bibirnya itu.
“Boleh aku tanya sesuatu pada Mami?”
Dengan tersenyum Lona mengatakan. “Boleh, tanyakan saja sayang.”
“Mami, apa benar Paman Steven adalah ayah kandung ku?” tanya Miki sembari menelan ludahnya.
“Sayang siapa yang mengatakan semua itu padamu?” tanya Lona terkejut saat mendengar pertanyaan dari anaknya itu.
“Junior Steven, anaknya dari Paman Steven sendiri yang mengatakannya padaku.”
“Sayang, semua itu tidaklah benar. Steven bukanlah ayah kandungmu, semua yang di katakan Junior itu adalah kesalahpahaman.” Ucap Lona menggenggam erat kedua tangan Miki yang berada di atas meja makan.
“Terus jika Paman Steven bukan ayah kandung ku siapa sebenarnya ayah kandung ku?”
Manik mata Lona mulai teduh, seperti ada sesuatu yang tidak ingin dia katakan pada Miki, tapi saat ini dia harus menjelaskan semuanya pada Miki jika tidak akan terjadi kesalahpahaman seperti sepuluh tahun yang lalu sehingga menyebabkan sahabatnya Emily harus kehilangan nyawanya.
“Miki, sebenarnya dulu saat Mami masih kuliah Mami mempunyai kekasih yang sangat Mami cintai. Selama kami menjadi sepasang kekasih Mami tidak mengetahui jika pria yang Mami cintai itu adalah anak orang yang sangat kaya raya. Saat lulus kuliah Mami mendapat kabar jika Pria yang sangat Mami cintai itu menikahi wanita lain yang juga sangat kaya sepertinya. Setelah bertahun-tahun ibu mencoba melupakannya kemudian Mami menikah dengan ayah kandungnya Lucy, setelah menikah pada akhirnya Mami hamil kakakmu Lucy. Saat mengandung Lucy lima bulan, suami Mami meninggal karena kecelakaan. Setelah mami melahirkan kakakmu Lucy, Mami bertemu kembali dengan mantan kekasih Mami yang sebelumnya.”
__ADS_1
Sejenak Lona menghentikan ceritanya, dia menatap Miki dengan penuh penyesalan seakan dia merasa bersalah terhadap anaknya itu.
“Saat Mami bertemu kembali dengannya, rumah tangannya hancur berantakan dan istrinya tidak juga mengandung anaknya. Karena merasa simpati Mami bersedia mendengarkan keluh kesahnya terhadap kehidupan rumah tangannya. Hari demi hari kamu mulai bertemu setiap hari, hingga akhirnya rasa yang sempat kami sampirkan bersemi kembali. Kami saling jatuh cinta kembali setelah sekian lama terpisah, hingga Mami mengandungmu sayang.” Kata Lona berhenti sejenak dan kemudian menyambung ceritanya kembali.
“Saat Mami mengandungmu dan ternyata istri dari ayah kandungmu juga sedang mengandung anaknya. Semenjak hari itu Mami mulai di ancam oleh keluarga dan istrinya ayah kandungmu. Mereka meminta Mami menggugurkanmu, tetapi Mami tidak ingin menggugurkan buah hati Mami dan akhirnya Mami lebih memilih meninggalkan ayah kandungmu dengan meminta bantuan Steven. Tanpa sepengetahuan Emily saat itu Steven menyetujui untuk membutuhku untuk bersandiwara jika dia adalah ayah kandung dari janin Mami. Semenjak itu Mami dan ayah kandungmu tidak lagi berhubungan hingga sekarang.”
Setelah Lona menceritakan kisah kehidupannya, membuat Miki merasa buruk terhadap apa yang di alami ibunya itu. walaupun begitu Miki masih tetapi ingin mengetahui apa yang terjadi sepuluh tahu yang lalu.
“Mami, jika memang aku bukan anak dari Paman Steven, mengapa Junior mengatakan aku adalah saudaranya?”
“Sebenarnya, Mami juga tidak tahu kenapa Junior berkata seperti itu padamu. Namun, yang pasti ada kesalahpahaman sepuluh tahun yang lalu belum terselesaikan.” Kata Lona dengan penuh penyesalan.
“Mami boleh aku mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi padaku dan Tante Emily sepuluh tahun yang lalu, dan kenapa aku tidak bisa mengingat kejadian sepuluh tahu yang lalu?” tanya Miki menatap Lona dengan serius.
Lona terlihat sangat sedih saat Miki menanyakan apa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu. Di hari itu adalah hari yang paling buruk bagi Lona, di mana hari itu dia harus kehilangan sahabat terbaiknya dan sekaligus kerabat satu-satunya yang Lona Miliki harus pergi meninggalkannya sendirian.
“Mami, aku bertanya bukan ingin membuat Mami sedih karena mengingat kembali kejadian yang sudah sangat lama sekali Mami kubur dalam-dalam, tetapi aku terpaksa menanyakannya karena Mimpi buruk kejadian sepuluh tahun yang lalu terus menghantui ku. Aku mohon sama Mami untuk menceritakan semua apa yang terjadi sepuluh tahu yang lalu. Tolong Mi, aku harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi padaku dan tante Emily sepuluh tahun yang lalu?” mohon Miki kepada Lona.
“Miki, selama ini Mami merahasiakan semua itu dari Miki karena setelah kejadian sepuluh tahu yang lalu memang seharusnya Miki melupakannya.”
“Mami aku mohon beritahukan apa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu?”
“Tidak, Mami tidak akan memberitahukannya padamu. Mami tidak mau terjadi sesuatu padamu Jika Mami memberitahukannya.” Tolak Lona.
“Jika Mami menolak untuk menceritakannya, berarti apa yang di katakan Junior memang benar Jika aku yang menyebabkan Tante Emily meninggal dunia. Jika memang semua itu benar, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri dan juga aku tidak akan pernah bisa menunjukkan wajahku lagi di hadapan semua orang. Aku tidak mungkin bisa hidup di atas penderitaan yang di alami oleh keluarga Paman Steven.” Ungkap Miki meneteskan air matanya.
“Miki apa lagi yang kau katakan? Semua yang kau katakan itu tidak benar, bukan kau yang menyebabkan Emily meninggal.” Ucap Lona dengar nada suara tinggi.
“Jika memang apa yang Mami katakan adalah kebenaran, kenapa Mami menutupi apa yang sebenarnya terjadi sepuluh tahun yang lalu?”
Miki tersiksa, dadanya menggebu penuh dengan emosi yang tidak bisa Miki artikan. Rasa sesak di dadanya sungguh membuat Miki sangat menderita.
“Baiklah Mami akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di sepuluh tahun yang lalu, tapi Miki harus janji jika Mami menceritakannya Miki harus bisa terima kenyataan dan tidak boleh merasa terpuruk dan kembali seperti dulu.” Pinta Lona pada Miki.
“Baiklah, aku janji.” Ucap Miki menyetujui apa yang di inginkan Lona padanya.
“Siapkan dirimu, Mami akan menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal.” Kata Lona yang siap menceritakan semuanya.
“Sepuluh tahun yang lalu, saat usiamu masih lima belas tahun…”
.
.
.
.
__ADS_1
.