Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
83. Epilog


__ADS_3

Lima bulan kemudian, di Perusahaan pusat Sea, New York, 07.00.pm.


Laporan yang menumpuk semakin bertambah saja di atas meja kerja Mike, semakin hari dia semakin sibuk menjelang peresmian penyatuan kedua perusahaan terbesar di New York. Waktu yang di miliki Mike untuk beristirahat hanya empat jam saja, setelah setengah tahun dia bertemu dengan putranya Liam.


“Dad, kita sudah sangat terlambat untuk berangkat ke California, Grandma pasti sudah menunggu kita saat ini di sana.” Kata Liam yang sangat bosan menunggu Mike yang sedang sibuk mengerjakan perkerjaannya.


Mendengarkan apa yang di katakan putranya itu Mike baru menyadari jika mereka seharusnya berangkat ke California dua jam yang lalu, karena perkerjaan yang menumpuk membuat Mike melupakannya.


“Maafkan Daddy Liam, karena perkerjaan ini Daddy melupakan rencana keberangkatan kita untuk mengunjungi Grandma mu di California.” Kata Mike sembari menutup berkas yang dia periksa itu.


“Apakah Daddy tahu Lily sangat menyebalkan, dia terus mengirimi Liam Foto kesenangan mereka bersama Grandma.” Kata Liam sembari menunjukkan foto-foto yang di kirimkan Lily padanya.


“Liam, kau abaikan saja Lily, dia memang sangat menyebalkan sama seperti Maminya.” Kata Mike sembari memakai jasnya. “Kemarilah Liam, kita berangkat sekarang untuk menemui Grandma mu.” Ajak Mike.


Dengan berpegangan Mike mengajak Liam naik ke rooftop, di sana sudah ada helikopter yang tersedia setiap saat dan kapan pun di butuhkan. Mike membawa Liam menaiki helikopter untuk pergi ke California demi menghemat waktunya.


Sekilas Mike tersenyum sendiri saat menaiki Helikopternya, dia tersenyum karena mengingat masa lalunya saat mengendarai Helikopter ini bersama wanita yang sangat dia cintai.


“Dad, kenapa kau tersenyum seperti itu?” tanya Liam saat melihat ayahnya itu tersenyum sendirian sejak dari tadi.


“Tidak ada apa-apa, Daddy hanya teringat sebelum Mami mu mengandung dirimu, Daddy pernah mengajak Mami mu berkeliling kota California dengan menggunakan helikopter ini.” kata Mike yang tersenyum kembali.


“Benarkah?”


“Ya, saat itu Daddy memberi kejutan yang sangat manis untuk Mami mu.” Kata Mike yang semakin tersenyum.


“Dad, Liam juga ingin mengeliling kota California menggunakan helikopter ini.” pinta Liam pada Mike.


“Tentu saja, kita akan mengelilingi kota California terlebih dahulu sebelum mendarat.” Kata Mike yang menyetujui permintaan putra semata wayangnya itu.


“Mari kita terbang sekarang Dad…” teriak Liam dengan sangat antusias. “Kita bungkam mulut Lily dengan mendaratkan Helikopter di halaman rumah Grandma.” Sambung Liam dengan sangat gembira.


“Yea…mari kita buat Lily cemburu dengan menunjukkan bahwa kita bersenang-senang dengan menggunakan helikopter ini.” balas Mike dengan berteriak.


Dalam waktu singkat Mike menyalakan mesin helikopternya dan menerbangkannya ke atas langit malam yang indah bersama putranya Liam. Mereka mengelilingi kota California dengan helikopter sepuasnya hingga mendarat di atas rooftop perusahaan Sea di California.


Setelah itu mereka mengendarai mobil sport berwarna hitam menuju rumah Grandma Lona. Selama berada di dalam perjalanan ayah dan anak itu bersenang-senang dengan menikmati kota California di malam hari. Tidak hanya itu saja, ayah dan anak itu juga menikmati dinner di pinggiran jalan kota California sepuas mereka.


Semenjak Liam hadir dalam kehidupan Mike, secara perlahan gaya hidupnya berubah dan sedikit lebih menurun dari seleranya yang biasanya. Setiap kali orang bertanya kenapa gaya hidupnya yang berubah begitu drastis, maka Mike akan menjawab. “Perubahanku adalah dunia baruku, karena putraku segalanya bagiku.”

__ADS_1


***


“Grandma…Liam datang…” teriak Liam sembari mendorong pintu hingga terbuka lebar.


Lona, Lily, Lucy, dan Joe yang tengah menonton Televisi di ruangan tengah tersentak kaget dan menatap ke arah pintu keluar yang terbuka lebar. Seketika wajah berkerut Lona tersenyum melihat Liam yang berlari ke arahnya. “Pelan-pelan saja, nanti kau terjatuh.” kata Lona dengan wajah yang sangat bahagia.


“Grandma, Liam sangat merindukan mu.” Kata Liam sembari memeluk erat Lona yang sedang duduk di atas sofa.


“Tidak bisakah kau tidak berteriak seperti itu,” kata Lily pada Liam yang tengah memeluk erat Lona.


Sekilas Liam menatap ke arah Lily dengan berkata. “Berisik,” ucapnya sembari melempar pandangan yang tak senang pada Lily.


“Grandma…lihat apa yang di lakukan Liam pada Lily, dia sangat menyebalkan.” Kata Lily yang mengadu pada Lona.


“Grandma dengar apa yang dikatakan Lily pada Liam. Dia memiliki sifat pemarah itu dari mana?” seru Liam yang semakin membuat Lily kesal.


“Liam Lily sudah jangan berantem lagi,” kata Lona yang terus tersenyum melihat kedua cucunya itu. “Kemarilah Lily, biar Grandma peluk dirimu.” Pinta Lona pada Lily.


Dengan sangat cepat Lily merebahkan tubuhnya masuk ke dalam pelukan Lona, begitu juga dengan Liam yang ikut memeluk Lona dengan sangat erat sehingga membuat Mike, Joe, dan Lucy saat melihat tingkah Lucu nenek dan cucu-cucunya itu hanya bisa menyunggingkan senyuman di wajah mereka masing-masing.


“Liam, Daddy mau ke kamar apakah kau ingin ikut Daddy?” tanya Mike pada putranya itu.


“Baiklah Liam, Daddy pergi ke kamar untuk beristirahat.” Kata Mike sembari melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tengah menuju ke atas.


Dengan sangat berat Mike melangkahkan kedua kakinya untuk menaiki anak tangga satu persatu. Merasa sangat lelah Mike memaksakan dirinya melepas jasnya dan juga melepaskan dasinya yang melingkari lehernya itu.


Ketika sudah berada di depan pintu kamarnya, Mike mengangkat tangan kanannya untuk menekan hendel pintu hingga terbuka lebar. Setelah pintu terbuka Mike melangkah masuk dan menutup pintu kamarnya kembali sembari melemparkan jas dan dasinya sembarangan di atas lantai. Kemudian Mike juga melepaskan kancing kemejanya yang di leher dan kancing di kedua tangannya itu, lalu dia melangkahkan kedua kakinya beberapa langkah dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang kosong dengan sangat nyaman dengan posisi tengkurap sembari mengatakan. “Aku sangat merindukan mu Miki sayang.” Dan kemudian Mike menutup matanya perlahan.


Setelah Mike menutup matanya terdengar suara seorang yang berjalan ke sana kemari sepertinya suara itu sedang mengumpulkan barang-barang yang di tinggalkan Mike begitu saja di lantai. Tanpa peduli Mike tetap terus melanjutkan tidurnya dengan sangat nyaman. Setelah beberapa detik kemudian suara itu sepertinya terus mendekatinya dan terasa seperti seseorang yang melepaskan sepatu yang masih terpasang di kakinya Mike, setelah Mike merasa kedua sepatunya terlepas dari kedua kakinya, dia merasakan ada tangan yang sangat lembut mengusap punggungnya dengan sangat lembut hingga ke lehernya. Mike juga merasakan seseorang yang bernafas di telinganya, seakan ada seseorang yang ingin berbisik di telinganya.


“Apakah kau merindukanku sayang?” bisik seseorang wanita di telinganya Mike.


Mike tersenyum saat mendengar suara lembut di telinganya, walaupun merasa sangat mengantuk Mike memaksakan dirinya untuk membuka kedua matanya melihat sosok wanita yang sangat dia rindukan selama beberapa hari ini. “Miki kemarilah tidur bersama ku sekarang,” kata Mike sembari menarik wanita itu hingga jatuh ke atas ranjang tepatnya jatuh di dalam pelukan Mike.


“Muah…” sekilas Mike mengecup bibir lembut Miki yang berada di dalam pelukannya itu.


“Sayang mandi dulu sana, kau sangat bau sekali.” Ucap Miki.


“Tidak, aku masih ingin memeluk istriku ini.” tolak Mike yang semakin mengeratkan pelukannya dan menghujani Miki dengan ciumannya yang tanpa henti mendarat di bibir lembut Miki.

__ADS_1


“Mike hentikan…” teriak Miki yang terjerat di dalam dekapan tubuh besar suaminya itu.


“Sayang pria kaya seperti diriku ini sangat menginginkan wanita pemalu seperti dirimu hadir di dalam kehidupanku. Mengubah pria kaya dengan sikap buruk menjadi seperti pria kaya yang sempurna dengan adanya dirimu di dalamnya, yang membuatku masih tidak percaya kau masih hidup dan berada di sini bersamaku. ”


Keduanya menikmati malam yang penuh dengan cinta dan tertidur hingga matahari terang.


***


"Mami ayo cepat bangun, hari sudah siang dan kalian belum bagun juga." Ujar Liam sembari mengungcang tubuh Miki.


"Baiklah sayang, Mami bangun sekarang." jawab Miki yang langsung membuka matanya sembari baranjak duduk dari tidurnya.


"Mami cepat siap-siap sekarang, Grandma sudah menunggu kalian untuk sarapan bersama di bawah sana."


"Baiklah Liam, beri waktu pada Mami untuk siap-siap dulu, dan Liam tolong turun ke bawah sekarang beritahu pada Grandma jika Mami dan Daddy akan Turun sebentar lagi." Suruh Miki pada Liam


"Siap laksanakan." ucap Liam sembari mengangkat salah satu tangannya untuk memberi hormat kepada ibunya itu dan kemudian dia pergi ke bawah untuk menjalankan perintah dari Miki.


"Sayang bangun,"


Miki mencoba untuk membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas di sampingnya itu.


"Tolong biarkan aku tidur sebentar lagi." kata Mike yang enggan membuka matanya.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan. Sayang sekali ya, padahal aku ingin mengajakmu untuk mandi bersama. Ya sudahlah...kau lanjutkan saja tidurnya dan aku mau mandi sekarang." Kata Miki yang sembari beranjak berdiri untuk menuju kamar mandir.


di waktu yang sama, Mike membuka matanya dengan sangat cepat. Secepat kilat dia beranjak dari tidurnya untuk menyusul Miki yang berada di dalam kamar mandi dengan berkata. "Sayang aku datang..."


TAMAT (END)


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2