Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
17. Gadis Pemalu


__ADS_3

Bentangkan kedua tanganmu rasakan kebebasan berada di posisi yang paling tinggi. Miki mendengarkan suara yang menuntunnya untuk melakukan yang dia dengar.


Di bawah sana banyak sekali orang-orang baik yang bisa membuat duniamu lebih indah di bandingkan orang-orang yang tinggal di dunia yang kau tempati sekarang. jika kau ingin hidup di antara orang-orang baik turun sekarang juga. Miki terus mendengar suara yang membujuknya. Sepenuhnya Miki hilang kesadarannya dan terus berhalusinasi, suara itu terdengar sangat nyata di telinganya sehingga tanpa sadar Miki mengerakkan salah satu kakinya untuk terjun. Lakukan sekarang juga, lakukan. Suara itu terus meminta Miki untuk terjun dari balkon.


Hampir terbujuk oleh halusinasinya sendiri tiba-tiba Miki mendengar suara lain dari arah berlawanan. “Miki apa yang kau lakukan di sana? Turun sekarang juga.” Mike langsung menarik Miki dari tepian balkon. Sedangkan Miki terus berhalusinasi dan mendengar suara yang terus-terusan membujuknya.


“Miki sadar,” Mike mengguncang tubuh Miki yang sudah berada di atas pangkuannya itu.


“Biarkan aku turun, Dia bilang aku harus turun ke bawah sana jika ingin hidup di dunia yang indah.” Miki terus berhalusinasi dengan tatapan mata yang kosong.


Mike langsung menampar wajah Miki. “Apakah kau sudah gila, jika kau terjun ke bawah sana kau akan mati!” Mike terlihat sangat marah dengan kedua tangannya menggenggam erat kedua bahu Miki.


Miki tersadarkan setelah mendapat tamparan di wajahnya. Dia meraba wajahnya yang panas akibat dari tamparan yang di daratkan Mike pada wajahnya. Mata Miki melihat raut wajah keras Mike akibat dari emosi yang meluap-luap. “Kau pria yang mengerikan, kau pria jahat!!!” teriak Miki mengamuk dan memukul-mukul dada Mike dengan kuat.


“Nona Chloe tolong tenang,” ujar Bret yang menyaksikan.


Mike memeluk erat tubuh Miki, dia mencoba untuk menahan Miki yang sedang mengamuk. “Bret kau keluar dari sini, biarkan aku yang menangani Nona Chloe sekarang.” Mike terus menahan Miki dalam pelukan yang kuat seraya melihat Bret keluar dari sana.


“Keluarkan semua kemarahanmu padaku,” Mike terus menahan amukan Miki dalam pelukannya.


“Kau pria jahat!!” teriak Miki. Dia terus mengamuk dan mencoba memukuli Mike dengan keras. “Kau pria jahat, pria jahat…jahat!!” Miki terus berteriak keras.


“Tidak ada kata lain lagi yang ingin kau katakan padaku?” seru Mike pada Miki yang terus mengamuk.


“Pria brengsek!!” Miki memaki. “Brengsek…brengsek…brengsek!!!” suara Miki bergema di telinga Mike.


Hampir satu jam Miki mengamuk, memukul dan memaki Mike dan terus mengatakan Brengsek padanya. Semua tenaga yang di miliki Miki habis dan tak tersisa lagi, tubuhnya lemas dan dia membiarkan kepalanya bersandar begitu saja di dada Mike. “Kau brengsek,” suara Miki terdengar lemas dan tak bertenaga.


“Apakah kau sudah selesai?” seru Mike yang sebagian besar tenaganya juga terkuras.


“Kau brengsek, kau bukan orang yang baik.” Kata Miki lemas, air matanya mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


Mike melihat mata sendu Miki yang sembab akibat terus-terusan menangis. “Aku tanya sekali lagi apakah kau sudah selesai marahnya?” tanya Mike. Tak ada jawaban dari Miki, dia terus menangis tanpa bersuara. “Baikalah jika sudah selesai sekarang giliranku,” Mike mengendong tubuh Miki dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah berada di dalam kamar mandi Mike menurunkan Miki di dalam bethtub dan Mike juga menyalakan air panas dingin untuk mengisi penuh Bethtub. “Bersihkan dirimu sekarang,” perintah Mike.


“Jika kau tidak mendengarkanku maka aku yang akan memandikanmu sekarang juga.” Mike mulai bergerak ingin melepaskan T-shirt pada tubuh Miki.


“Aku bisa lakukan sendiri,” Miki menahan kedua tangan Mike yang hendak membuka bajunya.


“Baiklah lakukan sekarang juga, jika tidak aku akan melakukannya.” Mike kembali mengancam Miki dengan kata-katanya.


Miki memandang Mike dengan tajam memberi isyarat untuk meninggalkannya sendirian di dalam kamar mandi sekarang juga. Mike yang tidak peka tetap berdiri di hadapan Miki. “Apakah kau akan terus berada di sini?” seru Miki parau.


“Baiklah aku akan tunggu kau di luar.” Mike berjalan keluar kamar mandi dan menutup pintunya. Setelah dia keluar suara tangis Miki pecah di dalam sana, Mike yang mendengarkannya hanya bisa diam dan membiarkan wanita itu menangis di dalam sana. Dia tahu jika wanita itu butuh waktu untuk sendiri.


30 menit kemudian.


“Miki buka pintunya,” Mike mengetuk pintu kamar mandi. Sudah begitu lama Miki berada di dalam sana. “Miki buka pintunya sekarang juga, jika tidak aku akan mendobrak pintu ini.” Mike terus mengetuk pintu dengar tidak sabar.


Miki hanya diam saja dengan tatapan kosongnya, dia seperti mayat hidup yang sedang berjalan. Awalnya Mike ingin marah tetapi pada akhirnya dia hanya merendam amarahnya itu ketika melihat Miki yang seperti tak bernyawa dengan tubuh yang hanya berbalut handuk putih yang menutupi bagian dada hingga pahanya saja, Mike hanya menghelakan nafasnya karena wanita ini. “Mari ikut denganku,” tutur Mike menarik tangan Miki menuju kamarnya.


Mike terus menarik Miki mengikutinya tanpa melepaskan tangan wanita itu. Mike mengambil beberapa helai pakaian di dalam koper milik Miki dan di berikannya pada wanita itu untuk di pakai. Miki tidak bergerak sedikit pun untuk mengambil pakai yang berada di tangannya itu, tanpa meminta izin Mike langsung menarik Miki hingga jarak mereka tidak bersisa lagi. Awalnya tangan Mike hanya memegangi tangan saja dan kini tangannya beralih memegangi pinggang kecil Miki, dia berniat untuk memakai pakai itu di tubuh wanita ini tetapi sebelum dia mendapat kesempatan itu Miki terlebih dahulu menghentikannya.


“Apa yang kau lakukan?” seru Miki dengan tangan yang memegangi tangan Mike yang hendak membuka handuk yang menutupi tubuhnya.


“Jika kau tidak ingin memakai baju ini maka aku akan memakainya untukmu.” Mike menatap Miki dengan Kesal.


“Aku bisa melakukannya sendiri,” ucap Miki datar tanpa ekspresi.


“Baiklah kau pakai sekarang juga jika tidak ingin aku yang akan melakukannya.” Mike melepaskan pinggang Miki dan memberikan pakaian yang ada di tangannya kepada Miki.


Miki berbalik dan melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapannya Mike. “Kau mau pergi ke mana?” Mike menahan tangan Miki.

__ADS_1


“Aku mau kembali ke kamar,” tutur Miki datar dengan tatapan tajam.


“Pakai di sini saja,” perintah Mike.


“Aku bukan wanita peliharaanmu, jadi jangan coba-coba untuk mengaturku!” Miki menajamkan tatapannya.


“Kau sungguh bernyali untuk melawan perintahku,” Mike mengeratkan pegagangnya di tangan Miki. “Jika aku bilang pakai di sini maka pakai di sini!” tegas Mike.


“Kenapa aku harus menurutimu.” Cetus Miki, dia menepis tangan Mike dan tidak peduli sama sekali dengan perintahnya Mike.


“Aku peringatkan padamu, jangan coba-coba melawanku.” Geram Mike dengan mata tajamnya.


“Kau siapa? Berani-raninya memerintahkanku Hah!” bentak Miki.


Mendapat perlawanan dan perintahnya tidak di turuti Mike langsung mengangkat dan melemparkan tubuh Miki dia atas tempat ranjang, dia menindih tumbuh Miki dan mengunci kedua tangan Miki ke atas. “Apakah kau ingat jika ibumu memberikan hak tanggung jawabnya atas dirimu kepadaku. Jadi, aku berhak atas dirimu.” Tutur Mike.


“Tidak, kau tidak berhak atas diriku.” Miki menepis perkataan Mike dan mencoba untuk melepaskan diri dari tawanan yang di lakukan Mike padanya. “Lepas, lepaskan aku.” Miki berusaha membebaskan dirinya.


Sedangkan Mike semakin kekeh dan teguh mengunci tubuh Miki dalam tindihannya. “Kau tidak bisa lepas dariku,” Mike langsung mendaratkan pelukannya dan mengangkat tubuh Miki duduk untuk memakaikan pakaian di tubuhnya.


“Apa yang kau lakukan? Dasar pria mesum.” Miki berusaha menolak, tetapi dia tidak bisa bergerak sedikit pun karena Mike telah mengunci tubuhnya.


“Silakan kau melawan jika kau bisa melepaskan diri dariku.” tantang Mike. Dia terus memakaikan baju pada Miki hingga selesai. Sedangkan Miki hanya bisa menggelengkan-gelengkan kepalanya untuk menolak.


“Selesai.” Mike tersenyum pada Miki yang sejak dari tadi mencoba mengamuk untuk melepaskan diri darinya. Hingga akhirnya Miki hanya bisa pasrah membiarkan pria mesum ini melihat seluruh tubuhnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2