
Keringat dingin dari wajah pria itu menetes dari wajahnya yang tegang, berkat kehadiran pria yang sangat menakutkan duduk di hadapannya. Wajah dingin Mike sangat membuatnya ketakutan setengah mati. Terus terang pria yang sedang berlutut itu sangat tahu apa yang akan terjadi pada dirinya jika sudah berurusan dengan raja di dunia malam.
“Mr. Fred, bawa Katie ke hadapanku sekarang,” perintah Mike.
“Baik Tuan.”
Hanya dengan menyentikan ujung jarinya, Mr. Fred memperintahkan orang-orang suruhannya membawah Katie ke hadapan Mike. Dengan langkah tergesa-gesa Katie di paksa untuk memasuki ruangan VIP yang sebelumnya pernah dia masuki.
“Aaahh…” Katie terduduk di bawah kaki Mike.
“Katakan padaku, berapa Jumlah uang yang kau dapat dari menjual gadis-gadis kecil di sini?” dengan bawaan dingin Mike membuat suasana ruangan menjadi tegang.
“Mike apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti sama sekali dengan yang kau katakan.” Kepura-puraan Katie.
“Hey kamu, katakan padaku berapa jumlah uang yang kau bayar untuk gadis kecil barusan?”
Dengan tersenyum ke arah pria hidung belang itu, Mike memberinya kesempatan ke dua bagi pria itu untuk membuka mulutnya.
“Dua ratus juta dolar.” Tanpa berpikir panjang pria itu menyebutkan angka yang sangat fantastis.
“Apa yang kau katakan? Mike jangan dengarkan dia, aku tidak mungkin menjual gadis kecil kepadanya.” Katie berbohong.
“Terus apa ini?” dengan tenang Mike melemparkan map di hadapan Katie.
“Ini apa?” Katie berbalik bertanya.
“Kau Lihat saja apa yang ada di dalamnya.”
Cih, dasar wanita tidak tahu diri. Berani sekali dia memainkan sandiwara di depanku. Batin Mike.
Mike tersenyum sinis melihat drama yang di mainkan Katie di hadapannya. Kepura-puraan yang di lakukan wanita itu membuat Mike muak melihatnya.
Setelah melihat isi dari map tersebut Katie sangat terkejut, dia mulai terlihat panik sehingga map yang ada di tangannya terjatuh begitu saja di lantai.
“Mike dengarkan aku, ini semua salah paham.”
“Mr. Fred bawah pria ini sekarang juga, jangan biarkan dia muncul di hadapanku lagi. Jika perlu kau kirim saja dia ke penjarah.”
“Baik Tuan.”
Tanpa di beri kesempatan untuk memohon ampun, dalam sekejap pria tersebut hilang dari hadapan Mike. Sesuai dengan perintah, pria itu langsung di kirim ke penjarah dalam waktu singkat.
“Semua bukti sudah terkumpulkan, aku harus lakukan apa terhadapmu?”
__ADS_1
“Mike, aku mohon berikan aku kesempatan,” mohon Katie.
“Kesempatan, yang benar saja? Aku tidak akan memberi kesempatan kepada orang yang tidak patuh kepadaku. Hukuman yang lebih tepat untuk wanita penghianat sepertimu.”
Seketika tubuh Katie berkeringat dingin saat mendengar apa yang di katakan Mike padanya. Apa yang di katakan Pria itu merupakan sebuah takdir bagi Katie.
“Mike aku mohon, maafkan aku untuk kali ini saja.” Katie bersujud di bawah kaki Mike untuk memohon ampunan pria dingin itu.
“Mr. Fred kau bawah dia, dan beri hukuman yang pantas bagi seorang penghianat sepertinya.”
“Baik Tuan, sesuai perintah Anda saya akan lakukan.” Fred memperintahkan sebagian anak buahnya untuk membawah Katie dari hadapan Mike.
“Tunggu sebentar,” Mike mengangkat salah satu tangannya dengan angkuh. “Sebelum Mr. Fred mengirimmu, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Mike beranjak dari sofa mendekati Katie. “Kau tahu Katie, kenapa aku tidak menyukaimu? Karena aku tahu wanita sepertimu penuh dengan kepalsuan.”
“Cih, jika kau bilang aku wanita penuh dengan kepalsuan. Aku katakan padamu Tuan Mike yang terhormat. Kau tidaklah berbeda denganku, hidup yang kau jalani selama ini semuanya adalah palsu termasuk dirimu itu. hahaha.” Katie berhasil membuat Mike kesal di detik terakhirnya.
“Bawa dia sekarang juga, beri hukuman yang seberat-beratnya sehingga tidak seseorang pun yang bisa membantunya.”
“Baik Tuan.”
Katie di seret keluar dari ruangan VIP, dan Mike kembali duduk di atas sofa. Joe yang sejak dari tadi duduk dan menyaksikan apa yang di lakukan kakaknya itu bisa di bilang sangat kejam sekali.
“Mike kurangi sedikit sikap kasarmu itu, terutama terhadap wanita. Tidak mungkin kau akan selalu bersikap seperti itu terhadap wanita yang melakukan kesalahan padamu.”
Mata Mike menatap tajam ke arah Joe seraya berkata. “Kau, berhenti bersikap seakan lebih dewasa dariku."
Joe langsung beranjak dari duduknya dan menarik Mike keluar dari ruangan VIP tersebut. Mereka berjalan menuju keramaian sehingga memicu keramaian di sana. Berbagai wanita dalam balutan baju seksi datang menghampiri mereka, berharap mendapat perhatian dari pria kakak beradik tersebut.
“Tuan Mike, saya bersedia melayanimu malam.” Bisik seorang wanita seksi di telinga Mike.
Tanpa bereaksi Mike hanya diam saja dengan memasang wajah dinginnya yang kaku di hadapan wanita seksi tersebut.
“Tuan Mike, kau sangat seksi sekali malam ini. Tidak bisakah saya bersama denganmu satu malam saja? saya berjanji kau tidak akan menyesalinya.” Tangan wanita itu terus meraba dada Mike dengan bernafsu.
“Saya peringatkan, lebih baik kau singkirkan tanganmu itu dari saya.” Nada dingin suara Mike membuat wanita itu langsung menyingkirkan tangannya dari dadanya.
“Oh…ayolah Mike, ada apa denganmu?” seru Joe. “Kita di sini untuk bersenang-senang, bukannya mengusir wanita seksi itu.”
Mata tajam Mike menatap Joe dengan intens. Dia ingin marah, tetapi dia tahan karena Joe akan semakin membuat Mike kesal dengan kata-kata omong kosongnya itu.
“Kau saja yang bersenang-senang dengan mereka, aku akan pergi ke Bartender untuk minum.” Mike langsung pergi meninggalkan Joe yang di kelilingi oleh banyak wanita seksi.
“Terserah padamu, aku akan tetap di sini bersama dengan mereka.”
__ADS_1
“Baiklah.”
Mike mengangkat salah satu tangan untuk memberi kode pada Joe. Setelah berjalan menuju Bartender Mike duduk di depannya. “Beri saya Diva Vodka satu botol.” Pinta Mike pada pelayan Bartender.
Dalam waktu singkat pelayan tersebut mengambilkan apa yang di minta oleh Mike. “Silakan Tuan.” Pelayan itu meletakan Diva Vodka di hadapan Mike.
Mike mulai menuangkan Diva Vodka ke dalam gelas yang berisi es batu kristal. Sesaat dia menggoyang-goyangkan gelas tersebut supaya Diva Vodka terasa dingin saat dia minum. Setelah beberapa saat Mike meminum habis Diva Vodka hanya dengan satu kali tegak, kemudian Mike kembali mengisi gelas kosongnya.
Setelah menghabiskan Diva Vodka beberapa gelas, Mike mengingat pembicaraannya terakhir kali bersama pelayan yang ada di hadapannya itu. tanpa ragu-ragu Mike mengajak pelayan tersebut berbicara.
“Apakah kau masih ingat pembicaraan Kita terakhir kali?” seru Mike.
Dengan santai dan sopan pelayan tersebut menjawab. “Tentu saja Tuan,”
“Boleh saya bertanya padamu?”
“Tentu, tanyakan saja Tuan.”
“Apakah kau mendapatkan wanita yang kau cintai itu?” Mike duduk dengan tenang seraya menatap pelayan itu dengan serius menunggu jawaban atas pertanyaannya.
“Tentu saja saya mendapatkannya, dan juga dia sudah menjadi istri saya sekarang.” Pelayan itu tersenyum dan tersipu malu.
“Benarkah? Kalau begitu selamat untukmu.” Mike mengangkat gelasnya ke atas untuk memberi selamat kepada pelayan tersebut.
“Terima kasih Tuan,” pelayan tersebut membungkuk hormat saat menerima ucapan selamat dari Mike.
Mike tersenyum pada pelayan tersebut, dia tidak mengira jika pelayan ini memiliki nasib baik karena menikahi wanita yang dia cintai.
“Tuan, bagaimana denganmu? Apakah Tuan sudah menyatakan perasaan Anda pada wanita pemalu itu?”
Mike mendongkak kaget mendapat pertanyaan yang dia saja tidak memikirkannya. “Entahlah,” Mike mengangkatkan kedua bahunya ke atas.
“Tuan boleh saya beri saran?”
“Silakan, katakan.” Mike memberi izin pada pelayan tersebut.
“Menurut saya, jika Tuan mencintainya lebih baik Tuan ungkapkan saja. Siapa tahu wanita itu juga mencintai Tuan, dan siapa tahu jika wanita itu menunggu Tuan untuk memberitahukan perasaan Anda terhadapnya. Jika tidak mengatakannya, kemungkinan besar Tuan akan kehilangan wanita itu.”
Apa mungkin aku benar-benar jatuh cinta padanya? Mungkinkah dia juga jatuh cinta padaku? Seru batin Mike.
Karena keraguan hatinya, Mike tidak menyadari perasaannya sendiri terhadap apa yang dia rasakan pada Miki. Semuanya terlihat tidak jelas dan membingungkan bagi Mike, apakah benar dia sedang jatuh cinta pada wanita itu atau tidak.
.
__ADS_1
.
.