Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
75. Gadis Pemalu


__ADS_3

Setiba di Rumah Sakit Mike sudah mendapati Lona yang panik dan menangis di luar kamar rawat Miki. Dengan cepat Mike berlari menghampiri Lona yang berjalan bolak-balik di tempat karena panik.


“Tante Lona apa yang sebenar terjadi?” seru Mike.


Dengan wajah yang bingung Lona terus menangis, dia tidak bisa menahan rasa khawatirnya. “Mike, apa yang harus tante lakukan sekarang?” tanya Lona panik.


“Tante Lona tenang dulu, katakan pada Mike apa yang sebenarnya yang telah terjadi?” Tanya Mike yang berusaha tenang.


Sekilas Lona menelan ludahnya, dan kemudian dia membuka mulutnya untuk berbicara. “Sebenarnya, beberapa waktu lalu Miki masih ada di dalam kamarnya, dia masih tertidur saat Tante tinggal sebentar. Saat Tante kembali kedua penjaga yang menjaga di sini masih ada, jadi tante masuk saja ke dalam untuk melihat Miki, tetapi saat Tante masuk ternya Miki sudah tidak ada lagi di sa__”


Kata-kata Lona terhenti karena Mike langsung menerobos masuk ke dalam kamar rawat di mana Miki berada sebelum, setelah masuk ke dalam kamar rawat tersebut ternyata Miki benar-benar tidak ada di sana.


“Mr. Fred.” Teriak Mike.


“Ya Tuan,” jawab Fred yang datang menghampiri Mike.


“Sebar semua orang untuk mencari keberadaan Miki sekarang juga, dan perintah kepada mereka semua jangan berhenti sebelum Miki di temukan.” Perintah Mike pada Fred.


“Baik Tuan.” Ucap Fred.


Setelah Fred menjalakan perintahnya, kemudian Mike menghampiri Lona kembali sembari berkata. “Tante tenang saja, Miki akan segera di temukan Mike janji.” Ucapnya dengan sangat yakin


Baru lima menit Mike memperintahkan semua orang-orangnya untuk mencari keberadaan Miki, Mike tidak bisa diam begitu saja dan menunggu seperti ini terus. Karena tidak bisa menunggu sampai orang suruhannya menemukan Miki, kemudian Mike pergi ke ruangan kontrol CCTV Rumah Sakit untuk melihat rekaman yang terjadi pada saat Miki menghilang.


Setelah melihat rekaman CCTV di pintu keluar kamar rawat Miki di rawat, dan ternyata ada seseorang petugas pengantar makanan memasuki kamar tersebut dengan membawa sebuah troli makanan. Setelah petugas tersebut keluar, semua Bodyguard yang berjaga di depan pintu tidak menyadari jika Miki bersembunyi di bawah troli yang di bawah petugas makanan tersebut.


Setelah lima menit petugas pengantar makanan tersebut keluar kemudian Lona datang memasuki kamar rawat tersebut, di sanalah mereka menyadari jika Miki menghilang. Tepat saat itu juga Lona dan kedua Bodyguard tersebut berkeliling Rumah Sakit untuk mencari keberadaan Miki. Karena merasa tidak bisa menemukan Miki Lona langsung menghubungi Mike dan setelah itu pada akhirnya Mike berada di Rumah Sakit ini.


Saat Mike terfokus memeriksa CCTV, tiba-tiba salah satu petugas melihat seseorang wanita dengan memakai baju pasien pergi keluar Rumah Sakit dengan bersembunyi-sembunyi dan kemudian menaiki sebuah taksi.


“Tuan, apakah ini wanita yang Anda cari?” Tanya petugas tersebut sembari memperlihatkan rekaman CCTV tersebut.

__ADS_1


Dengan cepat Mike berali ke Monitor petugas tersebut, saat Mike melihat isi rekaman tersebut tidak memperlihatkan wajah wanita tersebut tetapi dari gerak gerik wanita tersebut tanpa menujukan jika dia sedang melarikan diri dari Rumah Sakit dengan menaiki sebuah taksi.


Entah mengapa Mike merasa wanita itu adalah Miki, dengan cepat dia menghafal nomor Plat mobil taksi tersebut dan kemudian dia pergi menyusul taksi tersebut. Mike berjalan cepat untuk keluar dari ruangan kontrol CCTV tersebut, setelah keluar dia mulai melangkahkan kakinya selebar mungkin untuk mempersingkat waktunya.


Dengan sekuat tenaga Mike menuruni tangga darurat Hingga ke lantai dasar dan pada akhirnya dia sampai di parkiran mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, Mike langsung menyalakan mesin mobilnya dan menginjak gas meninggalkan parkiran menuju jalan raya. Sembari menyetir Mike menyempatkan dirinya untuk menghubungi tim IT terbaik yang dia perkerjakan untuk menemukan posisi taksi yang di duga membawa Miki.


“Tolong kalian share lokasi taksi yang membawa Miki sekarang.” perintah Mike pada Tim IT.


“Baik Tuan, dalam dua detik share lokasi selesai.”


Dan dalam dua detik lokasi taksi tersebut terkirim ke Maps mobil Mike secara otomatis. Kecepatan 80 kilometer dalam waktu lima belas menit Mike tempuh untuk menyusul taksi tersebut. Saat sudah hampir dekat, ternyata orang yang berada di dalam taksi tersebut menyadari kehadiran Mobil Mike di belakang taksinya.


Dengan menambah kecepatan penuh taksi tersebut menghindari mobil Mike berulang kali, hingga mobil Mike tertinggal jauh. Sebaliknya Mike juga tidak kalah cepatnya, dia terus mengejar mobil taksi tersebut hingga kecepatan penuh.


Saat di persimpangan lampu merah taksi tersebut tidak berhenti sama sekali saat lampu merah menyalah. Mike yang menyadari bus yang datang arah yang berbeda dengan kecepatan tinggi, Mike langsung menekan klakson mobilnya berulang kali untuk memberitahukan jika ada bus dari arah kanan mobil taksi tersebut datang dengan kecepatan tinggi.


Piiiinn…piiinn…piiinn.


Dalam hitungan detik mobil taksi tersebut di tabrak oleh bus besar yang melintas sangat cepat. Duarrrr… mobil taksi tersebut bergelinding beberapa putaran hingga akhirnya terbakar di depan mata kepala Mike.


Mike yang sejak dari tadi berteriak dan berusaha menghentikan taksi tersebut seketika seluruh tubuhnya membeku saat itu juga karena menyaksikan langsung kecelakaan yang sangat tragis di depan matanya.


Perlahan Mike keluar dari mobilnya, dengan kedua kaki yang lemas Mike berusaha melangkahkan kakinya mendekati mobil taksi yang terbakar tersebut sembari berkata. “Miki,” ucapnya dengan suara bergetar.


“Miki, aku harus menyelamatkannya sekarang.” kata Mike tiba-tiba hilang kendali dan ingin menghampiri mobil taksi yang sudah terbakar itu.


Saat Mike berjalan mendekati mobil yang terbakar tersebut, beberapa orang yang melihatnya langsung menahan Mike supaya tidak mendekati mobil tersebut. “Tuan apa yang Anda lakukan?” seru salah satu orang tersebut kepada Mike.


“Miki ku, Miki ku berada di dalam sana.” Kata Mike sembari menunjuk ke arah mobil taksi yang terbakar.


Tiba-tiba saja seluruh tubuh Mike bergetar, saat terbayang jika wanita yang berada di dalam taksi tersebut benar-benar Miki-Nya. Entah mengapa, perasaan Mike sangat hancur saat melihat mobil yang terbakar terbut. “Tidak, tidak mungkin dia adalah Miki ku, ini tidak mungkin!!” teriak Mike sekeras-kerasnya.

__ADS_1


Mike berusaha berpikir jika wanita yang berada di dalam mobil taksi tersebut bukanlah Miki. Namun, Mike tidak bisa memungkirinya jika wanita itu sangat mirip sekali dengan wanita yang sangat dia cintai itu. tanpa sadar kini keadaan Mike sangat hancur sekali, saat melihat mobil yang terbakar di depan mata kepalanya sendiri.


Sembilan puluh Sembilan persen, jika wanita itu adalah Miki. Kepastian yang sangat besar tersebut sangat membuat Mike hancur sehancurnya saat harapannya lebih kecil dari pada kenyataan. Harapan Mike saat ini, dia berharap jika wanita yang terbakar bersama mobil taksi tersebut bukanlah Miki. Namun, kenyataan sudah terlihat jelas jika wanita tersebut seperti Miki saat dia melihatnya dari kamera CCTV yang dia cek di Rumah Sakit beberapa waktu lalu.


Mike terduduk lemas di atas aspal dengan air mata yang tertahan di lingkaran matanya. Sungguh saat ini Mike kehilangan kesadarannya sepenuhnya, pikirannya kosong sembari salah satu tangannya meremas dadanya. Hingga akhirnya bendungan air matanya lolos dari lingkaran matanya membasahi pipi tegasnya itu.


“Miki ku tidak mungkin berada di dalam sana, dia bukan Miki.” Kata Mike penuh dengan penyesalan tak bisa menghentikan mobil taksi tersebut.


Tidak peduli dengan sekitarnya seakan Mike mematung di jalanan sembari menatap kobaran api yang membakar habis mobil taksi tersebut tanpa sisa. Terdengar suara sirine ambulans dan mobil pemadam kebakaran yang berdatang di lokasi tragedi kecelakaan tersebut, begitu juga dengan bawahan Mike termasuk sekretaris Fred berlari menghampiri Tuannya itu yang terduduk diam di atas aspal seperti patung tidak bersuara sedikit pun dengan tatapan kosong.


“Tuan, apakah Anda tidak apa-apa?” Tanya Fred sembari berjongkok di samping Mike yang terduduk.


Tidak ada jawaban dari Mike, seakan jiwa pria itu tidak ada di dalam raganya itu. kemudian Fred kembali bertanya pada Tuannya itu. “Tuan, apakah Anda tidak apa-apa?”


Tetap sama tidak ada sahutan dari Mike, walaupun pria itu mendengarkannya. Kebisuan Mike membuat seluruh tubuhnya mengigil, bibirnya yang pucat kini bergetar seakan ingin mengatakan sesuatu, tetapi tertahan karena tubuhnya menolak untuk mengatakannya.


Hampir lima menit Mike bertahan pada posisinya itu, dan kemudian dia beranjak berdiri dengan kedua kaki yang bergetar Mike berusaha sekuat tenaganya untuk membuat kedua kakinya bisa bertahan menopang beban tubuhnya yang begitu terasa sangat berat sehingga dia harus bertahan dengan berpegangan di pundak Fred yang berada di sampingnya itu.


“Mr. Fred, kau pastikan jika bukan Miki yang berada di dalam mobil taksi yang terbaka itu, dan jika memang benar bukan Miki yang di dalam Mobil taksi itu, kau cari dia sampai dapat. Saya tidak peduli kau harus menemukannya, dan jika memang dia yang berada di dalam sana, kau hidupkah kembali dia.” Kata Mike dengan suara tenang tapi bergetar.


Mendengar apa yang di katakana Mike padanya, Fred hanya bisa terdiam saja karena besar kemungkinan jika wanita yang terbakar di dalam mobil taksi itu adalah Miki.


Entah apa yang akan terjadi jika Miki tidak bisa di temukan, dan memang benar Miki yang berada di dalam mobil taksi yang terbakar tersebut, apa yang akan terjadi pada Mike nantinya. 


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2