
Setelah kelas memasak selesai Miki langsung keluar. Saat berada di pintu keluar, mulai dari pintu hingga ke jalan raya ada banyak sekali pria berbaju hitam dengan bertubuh besar memenuhi jalanan. Di tengah-tengah sekumpulan pria berbaju hitam tersebut ada seorang yang tidak asing bagi Miki. Benar sekali dia adalah Mike.
Ada apa ini? kenapa dia bisa berada di sini? Dan kenapa dia membawa begitu banyak pengawal bersamanya? Batin Miki.
Miki tidak bergerak sedikit pun dan tetap berdiam diri di tempatnya karena melihat ada banyak orang di depan pintu keluar. Mike yang berada sedikit jauh darinya berjalan mendekatinya dengan pesona yang tidak bisa di tolak begitu saja saat melihatnya. Tidak ada yang tidak terpikat padanya saat melihatnya berjalan selayaknya seorang pangeran. Dengan bawaan dingin Mike berhasil membuat mata Miki tak berhenti menatapnya.
Dag…dig…dug. Suara detak jantung Miki.
Astaga ada apa denganku, kenapa aku selalu degdegan saat melihatnya? Tidak bisakah dia tidak tersenyum padaku? Ya tuhan mengapa dia begitu sempurna. Batin Miki.
Mike berjalan mendekatinya hingga berdiri tepat di hadapan Miki dengan kedua bola mata bercahaya dia menatap Miki dengan penuh arti, dan bibirnya yang seksi terangkat seperti ingin mengatakan sesuatu padanya. Namun, Mike menghentikan pergerakan bibirnya dan tiba-tiba dia melangkah maju seraya menarik tubuh Miki ke dalam dekapannya.
“Jadilah wanitaku.” Terucap di bibir Mike.
Miki terperanjat kaget dengan kata-kata yang di ucapkan Mike padanya. Apa maksud dengan berkata seperti itu pada Miki, tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba-tiba dia mengatakan sesuatu yang sangat sensitif bagi Miki.
“Apa maksudmu berkata seperti itu?”
Miki mendorong dada Mike menjauh darinya. Dia juga melangkah mundur dari posisinya, sedangkan Mike bingung dengan reaksi yang di tunjukan Miki padanya.
“Apakah aku di tolak?”
“Kenapa kau berkata seperti itu tiba-tiba? Aku tidak mengerti sama sekali dengan yang kau ucapkan?”
Terukir sebuah senyuman di wajah Mike, dia tidak bisa menahan senyumnya itu saat melihat wajah polos Miki yang kebingungan. Mike hampir melupakan jika wanita yang ada di hadapannya ini masih polos dan begitu lugu.
Sungguh aku tidak bisa tahan untuk menggodanya, kenapa dia begitu memikat dengan wajah lugunya itu. rasanya aku ingin menciumi di setiap sisi wajahnya itu. Batin Mike.
“Sudah tidak ada waktu lagi, kau ikut aku sekarang.”
Mike menarik tangan Miki mengikutinya masuk ke dalam mobil sport hitamnya.
“Kita mau pergi ke mana?” tanya Miki bingung.
“Kita akan pergi ke suatu tempat, kenakan seatbeltmu.”
Miki langsung mengenakan seatbeltnya setelah Mike memintanya untuk mengenakannya. Setelah itu dia menyalakan mesin mobilnya dan berangkat menuju tempat yang ingin Mike datangi bersama Miki.
Cit…mobil berhenti dengan tiba-tiba. Hampir saja kepala Miki ter jedot kaca depan mobil jika dia tidak mengenakan seatbeltnya.
Apa dia sudah gila? Kenapa mengerem mobil tiba-tiba? Hampir saja kepalaku pecah. Batin Miki.
Setelah mengerem tiba-tiba Mike keluar dari mobil dengan tergesa-gesa. Miki yang masih berada di dalam mobil hanya bisa melihat pria itu dengan bingung karena sangat bersemangat sekali semenjak dari tadi.
__ADS_1
“Ayo keluar sekarang,” Mike membukakan pintu mobil secara khusus untuk Miki.
Miki melengkah keluar dari mobil. Setelah keluar tanpa memberi waktu Mike langsung menarik Miki, tetapi Miki menarik kembali tangannya dari cengkeraman Mike karena dia terkejut saat melihat kantor sipil di depannya.
“Kenapa kita datang ke sini?”
“Untuk mendaftarkan pernikahan,”
“Pernikahan siapa?”
“Tentu saja pernikahan kita.”
“Kau bercanda ya?”
Miki melangkah mundur beberapa langkah, dia syok sekaligus panik. Miki membalik badanya untuk kabur dari sana sekarang juga, dia tidak ingin masuk ke dalam sana.
“Kau mau pergi ke mana?”
“Pulang.”
“Kau tidak boleh pulang sebelum mendaftarkan pernikahan kita.”
Mike mencengkeram kuat tangan Miki agar tidak kabur darinya.
Penolakan mendatangkan kemarahan dari dalam diri Mike, dia tidak terima dengan penolakan Miki. Dengan emosi Mike menarik Miki hingga berada sangat dekat dengannya, tepat di hadapannya.
“Tatap mataku,”
Miki tidak menuruti apa yang di katakan Mike padanya. Dia membuang muka ke arah lain, seakan dia menunjukkan penolakan terhadap pria itu. bagaimana pun Miki akan terus berusaha menentang apa yang ingin Mike lakukan saat ini.
Sungguh tidak adil, bagaimana bisa dia ingin aku mendaftarkan pernikahan dengannya. Apakah aku terlihat mudah di matanya. Batin Miki.
“Tidak sopan, lihat aku sekarang.” perintah Mike.
“Tidak mau dan tidak akan pernah.”
“Baiklah jika kau tetap keras kepala seperti ini, biar aku buat kau menurut padaku.”
Mike mulai mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya, dia memasang senyuman licik di wajahnya. Kemudian Mike menyalakan layar ponselnya dan memutarkan sebuah video yang sempat dia tonton beberapa jam yang lalu.
“Kau lihat ini,”
Mike memperlihatkan Video tersebut pada Miki, seketika Miki membeku dan kehilangan kata-katanya. Miki tidak bisa berkutik sedikit pun karena apa yang di perlihatkan Mike padanya adalah sebuah rahasia yang tertutup rapat dalam hati Miki. Namun, rahasia itu telah di ketahui oleh orang yang seharusnya tidak boleh mengetahui tentang rahasia tersebut.
__ADS_1
Bagaimana bisa dia memiliki Video ini? Batin Miki.
Miki mengerakkan tangannya untuk merebut ponsel itu dari tangan Mike, tetapi Mike mengetahui niatnya itu.
“Kenapa? Apakah kau ingin menghapus bukti bahwa kau mencintaiku?”
“Berikan ponselnya padaku,”
“Tidak akan aku berikan.” Tolak Mike.
Tentu saja Miki tidak akan menyerah begitu saja, dia berusaha untuk mendapatkan benda itu untuk menghapus semua bukti yang tersimpan di sana. Setelah video tersebut terhapus, maka pria yang berada di hadapannya ini tidak bisa lagi memaksanya untuk menikah dengannya.
Ketika Mike sendang lengah Miki langsung merebut benda itu dari tangannya. Dia berhasil untuk menghapus video tersebut, tetapi Mike langsung menghentikannya dengan berkata. “Percuma saja kau menghapusnya, karena aku punya banyak salinannya.”
Tentu saja kau menyalinnya, aku yang bodoh dan bersikap seceroboh ini. Batin Miki.
Dengan sangat terpaksa Miki mengembalikan ponsel itu pada Mike. “Ambil ponselmu,” Miki mengulurkan benda itu pada Mike.
“Kenapa? Apakah kau tidak ingin menghapusnya?”
“Terserah, aku mau pulang saja.”
Miki membalik badannya dan langsung melangkahkan kakinya menjauh dari Mike.
“Berhenti!”
Miki tidak bergeming, dia terus melangkahkan kakinya menjauhi Mike.
“Aku bilang berhenti!” nada tingi suara Mike bergema di telinga Miki.
Miki menghentikan langkah kakinya dan menghadap ke arah Mike kembali. “Kau tidak bisa memaksaku!” katanya dan kemudian kembali membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menjauhi Mike.
Dasar wanita keras kepala, dia pikir bisa lepas begitu saja dariku. Kita lihat siapa yang akan memenangkan pertarungan ini, apakah kau atau aku yang akan menang. Aku rasa sudah jelas siapa yang akan memenangkannya. Batin Mike.
Dengan tersenyum tipis Mike melangkahkan kakinya mengejar Miki yang melarikan diri. “Tangkap dia.” Perintah Mike kepada pengawalnya yang bertubuh besar.
“Baik Tuan.”
.
.
__ADS_1
.